Pagi hari di Sumner Beach

Image

Morning at Sumner

Beberapa waktu yang lalu, KeluargaHussein mencoba menikmati sunrise di Sumner Beach. Ide awalnya sebenarnya adalah mencari mussel yang “gosip” nya akan mudah didapatkan di sepanjang garis pantai Sumner. Tetapi karena ketidaktahuan tempat yang strategis maka alhasil yang didapat adalah piknik di pagi hari.

Piknik di pagi hari ternyata bukan ide yang buruk apa lagi di musim panas. Sekitar pukul 6 pagi, KeluargaHussein sudah berangkat dari rumah untuk menuju Sumner. Dari Lincoln ke Sumner membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Sampai di Sumner, Pak Abink langsung sibuk dengan kameranya. Mencoba meng capture momen-momen matahari terbit. Karena lensa yang kurang mendukung maka hasil yang didapatkan kurang optimal

Image

Sunrise at Sumner

Cukup menarik berburu photo di Sumner. Selain pemandangannya yang sangat indah, berburu photo burung Camar/Seagull yang berseliweran di Sumner juga merupakan sebuah tantangan tersendiri. Beberapa kali jepret akhirnya Pak Abink mendapatkan hasil yang lumayan oke (menurut ukuran amatir).

Image

Tidak jauh dari Sumner ada sebuah bukit. Hampir 3.5 tahun tinggal di Christchurch, Pak Abink baru tahu jika di balik bukit tersebut ada sebuah pantai yang pemandangannya cukup indah. Nama pantai tersebut adalah Taylor Mistakes. Perjalanan dari Sumner menuju Taylor Mistakes tidak terlalu jauh sekitar 15 menit menaiki bukit. Taylor Mistakes cukup indah. Pagi itu banyak peselancar yang sedang menunggang ombak di Taylor Mistakes.

 

Image

Taylor Mistakes

Selain ombak nya yang cukup menarik bagi para peselancar, pagi itu banyak orang yang berolah raga pagi di sekitar pantai.

 

Image

 

KeluargaHussein bermain-main di Taylor Mistakes sekitar 1 jam. Alia sangat suka bermain air. Karena ombak cukup besar dan KeluargaHussein tidak membawa pakaian ganti maka sebisa mungkin terhindar dari basah.

Image

Walking on the sand


 

| Tagged , , , , , | 2 Comments

Indahnya Christchurch si “Garden City”

Kota Christchurch adalah kota terbesar kedua di New Zealand setelah Auckland. Untuk Pulau selatan, kota ini merupakan yang terbesar. Sejak dahulu, Kota Christchurch sudah terkenal sebagai kota pariwisata dan di juluki dengan Garden City. Julukan Garden City bagai kota ini tidaklah salah mengingat banyak nya taman yang dimiliki oleh Christchurch.

Sebagai kota wisata, Christchurch juga diuntungkan dengan lokasinya yang merupakan pintu masuk untuk melakukan petualngan menjelajah pulau selatan. Para pelancong yang hendak bereksplorasi di Queenstown termasuk bermain ski, atau menikmati indah Mt Cook dan Lake Tekapo harus lah singgah terlebih dahulu di kota ini.

Sebagai kota wisata, banyak hal yang ditawarkan oleh Christchurch bagi para pelancong. Akan tetapi sayang, sejak terjadinya rentetan gempa bumi medio September 2010 hingga pertengahan 2011, banyak obyek wisata menarik yang tidak dapat lagi di kunjungi.

Another side of Cathedral Square

Cathedral Square Before Earth-Quake

Walaupun banyak tempat yang tidak bisa dikunjungi, para pelancong tidak perlu kecewa, karena Christchurch masih menyimpan banyak hal menarik yang bisa di eksplore. Mulai dari botanical garden, museum, taman/park hingga pantai. Tidak ketinggalan gedung-gedung tua peninggalan jaman masa lalu juga merupakan hal menarik untuk didatangi.

Dulu sebelum gempa, Cathedral Square merupakan icon ladmark Kota Christchurch yang termasyhur. Letak nya berada tepat di pusat kota hingga sangat menyenangkan untuk duduk-duduk sambil melihat orang berlalu lalang. Tetapi gempa pada bulan Februari 2011 menghancur kan gereja tua tersebut

Disekitar Cathedral Square saat ini yang bisa dikunjungi adalah Cashel Mall. Apa yang menarik dari Cashell Mall?. Cashel Mall merupakan suatu kawasan perbelanjaan yang baru saja dibangun setelah gempa terjadi. Sebenarnya sebelum gempa, area tersebut sudah merupakan kawasan perbelanjaan. Setelah gempa bangunan-bangunan lama di rubuhkan dan diganti dengan bangunan baru. Apa yang menarik dari kawasan Cashell Mall? Yang unik dari kawasan Cashell Mall adalah digunakannya kontainer sebagai pengganti bangunan.

Relax at Cashell Mall

Relax at Cashell Mall

Tidak jauh dari Cashell Mall, Canterbury Museum, Hagley Park/Botanical garden and Avon river merupakan objek yang harus dikunjungi. Canterbury museum merupakah salah satu mueseum terlengkap di New Zealand. Museum ini menyimpan beragam koleksi seperti mummy, lukisan-lukisan antik hingga gambaran kehidupan New Zealand di awal abad 20.

Collection of Canterbury Museum

Collection of Canterbury Museum

Di belakang Canterbury Museum terdapat Christchurch Botanical garden. Taman ini sangat terkenal akan kecantikan koleksi bunga dan tumbuh-tumbuhannya. Penduduk Kota Christchurch memanfaatkan botanical garden ini untuk beraneka ragam aktivitas. Mulai dari sekedar berjalan-jalan santai, berolahraga, piknik dengan keluarga dan kolega hingga mempelajari jenis tanaman.

Alia at Botanical Garden

Alia at Botanical Garden

 

Di musim semi, koleksi dafodill botanical garden tidak bisa untuk dilewatkan. Selain musim semi, di musim gugur, Botanical Garden merupakan tempat menarik untuk lokasi berburu photo.

Dafodill at Botanical Garden

Dafodill at Botanical Garden

Taman atau garden merupakan andalan Kota Christchurch. Selain Botanical Garden, taman yang menarik untuk dikunjungi lainnya adalah Mona Vale. Taman ini terkenal dengan koleksi mawar nya.

Picnic at Mona Vale

Picnic at Mona Vale

Selain menikmati indah nya mawar, piknik sambil memberi makan bebek juga merupakan hal menarik untuk dilakukan di Mona Vale.

Jika kunjungan ke Kota Christchurch dilakukan tepat di hari Minggu, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke Sunday Market. Sunday Market ala New Zealander ini sebenarnya secara konsep tidak berbeda jauh dengan Pasar Minggu yang ada di Indonesia. Di Sunday Market kita bisa berjalan-jalan sambil melihat-lihat beraneka barang dagangan. Mulai dari souvenir hingga barang-barang antik untuk koleksi. Di bagian lain dari Sunday Market, terdapat lapangan terbuka dimana sekeliling nya terdapat penjual makanan dan di tengah-tengah lapangan ada panggung yang biasanya ada performer yang siap menghibur.

Untuk mode transportasi, tampak nya pemerintah Kota Christchurch – Christchurch City Council (CCC) benar-benar memberikan kemudahan bagi para turis. Menyewa mobil merupakan pilihan yang sangat tepat bila ingin menjelajah Kota Christchurch. Jika di banyak kota besar parkir merupakan hambatan ketika ingin membawa kendaraan pribadi, masalah ini seperti nya tidak berlaku di Kota Christchurch. Lahan parkir disediakan oleh CCC hampir di banyak tempat. Apabila tidak ingin berkendaraan pribadi, jaringan bus yang dimiliki oleh Kota Christchurch sudah sangat baik. Untuk rute-rute dalam Kota kita hanya butuh menunggu 15 menit setiap jadwal. Bus yang digunakan pun sangat bersih dan nyaman. Sehingga perjalanan dengan bus pun sangat menyenangkan. Untuk jadwal bisa di check di website resmi http://www.metroinfo.org.

Yang paling memudahkan pelancong yang ingin berkunjung ke Kota Christchurch adalah hampir dis etiap suburb terdapat i-site. APa itu I-site? I-site adalah pusat informasi pariwisata. Petugas I-site dengan ramah akan membantu informasi mengenai tempat-tempat menarik di daerah tersebut.

 

 

Posted in Wisata | Tagged , , , | 3 Comments

Ujian Thesis Doctoral ala New Zealand University

Akhirnya perjalanan akademik Pak Abink di tanah New Zealand di tutup dengan manis dengan diraihnya gelar Ph.D dalam bidang Marketing. Perjalanan akademik menempuh program doktoral ini dilalui dengan banyak tantangan, hambatan, cobaan dan pengalaman yang tak terlupakan. Alhamdulillah semua berjalan manis. Mungkin di kesempatan lain akan KeluargaHussein coba review perjalanan selama 3.5 tahun hidup di tanah Kiwi ini.

Kali ini, Pak Abink, ingin berbagi cerita mengenai bagaimana ujian thesis mahasiswa Doktoral di New Zealand. Semoga bisa berguna untuk memberikan gambaran bagi kandidat Doktor lainnya yang sedang berjuang.

Untuk dapat di uji dalam sidang doktoral, seorang kandidat Doktor harus lah berhasil menyelesaikan thesis nya terlebih dahulu. Secara umum kandidat Doktor diberikan waktu 3 tahun hingga 3.5 tahun untuk menyelesaikan thesis. Walaupun ada beberapa kandidat yang kurang dari 3 tahun atau bahkan ada yang sampai 5 tahun untuk menyelesaikan thesis nya. 

Nah untuk Pak ABink sendiri, butuh 3 tahun 2 bulan untuk merampungkan thesis dan mendapat persetujuan dari pembimbing untuk men-submit thesis. Prosedur untuk submit mun tidak susah. Cukup minta submission form dari student service atau dari PG admin fakultas. Setelah dapat form tersebut maka di gandakan 4 kali. Diisi kemudian harus di tanda tangani oleh supervisor utama. Dalam beberapa kasus jika supervisor utama sedang on-leave maka supervisor kedua boleh untuk tanda tangan selama supervisor pertama sudah memberikan ijin. Setelah mendapat ijin dari supervisor, kandidat Doktor harus menggandakan thesis 4kali. Disarankan 5 karena kopi yang ke 5 untuk mahasiswa itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan, buat siapa saja kah 4 jilid thesis tersebut?

Sistem New Zealand mensyaratkan bahwa Doktoral thesis akan di review oleh empat orang yaitu domestik examiner (penguji dari dalam New Zealand di luar Universitas), international examiner (penguji dari negara di luar New Zealand, serta dua supervisor. Tapi untuk supervisor hanya akan memberikan 1 penilaian (nilai bersama).

Nah setelah menggandakan thesis 5 kali, maka 4 jili thesis diserahkan ke student service. Tips bagi para kandidat doktor lainnya, adalah 3-6 bulan sebelum submission, ingatkan supervisor untuk mencari examiner baik international maupun domestik. Karena jika nama penguji sudah ada (kandidat tidak tahu siapa penguji tersebut untuk menghindari bias) maka jika thesis sudah masuk ke student service maka dalam 1×24 jam akan segera di kirim ke penguji. Yang sering terjadi adalah, supervisor belom memberikan nama ke student service sehingga walau sudah di submit, thesis akan tetap berada di student service dalam jangka waktu tertentu.

Setelah di submit, maka yang akan dilakukan adalah MENUNGGU. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu. Masing-masing universitas punya kebijkan masing-masing dalam kondisis menunggu ini. Untuk Lincoln University, 60 hari setelah thesis di submit maka convenor  akan mengirimkan reminder kepada para penguji. INGAT yang bisa dilakukan oleh convenor adalah mengirimkan reminder. Jadi sebentar atau lama review dari penguji sangat tergantung dari penguji itu sendiri. Untuk Lincoln University waktu tunggu standar adalah 3 – 7 bulan. Alhamdulillah PAk Abink cuma perlu menunggu 3 bulan sudah termasik christmast holiday. 

Sudah menjadi rahasia umum jika tahap yang paling menegangkan adalah menunggu. Karena penilaian terbesar adalah review dari penguji + supervisor. Ada beberapa rekomendasi yang akan diberikan. Rekomendasi pertama adalah layak uji tanpa perbaikan (kondisi ini jarang terjadi), rekomendasi B adalah layak uji dengan perbaikan, rekomendasi C adalah re-do dan resubmit (untuk kasus ini thesis di kembalikan dan kandidat harus menambah beberapa hal sesuai rekomendasi penguji) dan yang terakhir adalah fail. Jadi dari pengalaman dan obrolan dengan kawan-kawan yang sudah Doktor, jika kita sudah di panggil untuk ujian maka sebenarnya kandidat tersebut sudah 80% lulus. Tinggal saat ujian saja. Tetapi dalam ujian jarang kasus gagal lulus selama thesis tersebut dikerjakan sendiri. 

Nah untuk ujiannya pun cukup santai. Kandidat akan diberitahukan 1-2 minggu sebelom ujian. Kemudian berbeda dengan sidang Doktoral di Indonesia yang benar-benar formal, sidang ujian ini mirip seperti diskusi. Dalam ujian hanya akan ada lokal examiner, convenor dan supervisor. Diskusi mayoritas dengan lokal examiner. Lokal examiner akan membacakan beberapa pertanyaan dari international examiner. Sisanya akan ada diskusi dengan convenor dan supervisor. 

Setelah diskusi selesai, kandidat akan di suruh keluar ruangan. Penguji, convenor dan supervisor akan meeting. Setelah meeting kandidat akan di panggil dan diumumkan apakah berhal mendapat kan gelar Ph.D nya atau tidak. 

Jika dinyatakan lulus maka tahap berikut nya adalah melakukan revisi dan mendeposit kan thesis di library. Jika thesis sudah di deposit di library maka kandidat harus mencari clearance form dari library dan student finance. Jika sudah semua maka kandidat secara remis bisa meng klaim dirinya Doktor.

Kesimpulannya adalah ujian Doktoral ala New Zealand, tidak rumit. Tidak terlalu formal. Yang dipentingkan adalah daya kritis dan analitis. Bagi yang sedang mengerjakan thesis PAk Abink ucapkan selamat berjuang. Bagi yang sedang menunggu review, semoga segera di berikan hasil sesuai dengan keinginan.

 

| Tagged , , | 2 Comments

We’re Back !! With tons of stories….

Setelah hampir ampir 3 bulan nggak buka-buka apalagi nulis di blog, akhirnya kami kembali…

Banyak yang terjadi dalam waktu tiga bulan ini. Banyak hal yang telah matang direncanakan ternyata gagal terwujud. Ada hal-hal yang berawal dari omong-omong kosong ternyata malah menjadi kenyataan. Tetapi yang pasti yang terjadi dalam 3 bulan ini merupakan awal dari perjalanan lanjutan dari masa depan keluarga Hussein.

Banyak cerita yang ingin kami dokumentasikan dalam blog ini sehingga dikemudian hari jika wordpress tetap maka kami atau anak dan cucu kami bisa memahami dan belajar dari perjalanan hidup Keluarga Hussein. Yang pasti dalam tiga bulan ini kami semakin yakin akan kuasa Nya. Bahwa Jalan Allah SWT adalah jalan yang terbaik serta satu hal yang kami pelajari adalah “berjuang”. Kami sudah membuktikan sendiri bahwa tidak ada bangsa yang bisa merubah nasib nya sendiri melainkan bangsa itu. Sekarang kami yakin bahwa, keinginan, usaha dan doa adalah kunci dari keberhasilan.

| Leave a comment

School Holiday – Part1

Liburan kali ini kami memang nggak ada rencana jalan-jalan jauh selain karena Bapak Abink sudah mulai dikejar deadline, juga kami nggak ada budget buat jalan-jalan di liburan kali ini. Bukannya nggak ngiler kalau lihat teman-teman pada jalan-jalan keluar kota, luar pulau bahkan luar negeri, tapi kami  sedang mengencangkan ikat pinggang untuk sesuatu yang lebih besar, InsyaAllah… Jadilah liburan kali ini kami isi dengan jalan-jalan yang murah meriah nggak pake muntah.

PIKNIK

Piknik salah satu kegiatan favorit kami kalo cuaca lagi cerah.. Nggak harus piknik rame-rame, bertiga-pun jadi…

Mulai dari Piknik di CoesFord, reserve dekat rumah cuma sekitar 10 menit driving.. Lumayan lah tempatnya ada sungai kecil, jadi ALia bisa main lempar batu disana dan dia bawa perahu kertasnya.. Nggak banyak sih yang kami lakukan disana, cuma ngobrol-ngobrol, ngemil tahu goreng, liat anak-anak main… menikmati  semilir angin dan hangat matahari sisa summer :)

CoesFord

Dilanjutkan Piknik dan  main air di Okains Bay sama beberapa keluarga beberapa hari setelahnya.. Bawa makanan macam-macam mulai dari sandwiches, nasi, potato salad, rujak buah sampai bubur ketan item ada di sana. Selain makan-makan, ibu-ibu asyik ngerumpi, anak-anak juga puas main air dan bapak-bapak bisa mancing. Semua senang…..

Okains Bay

INTERACTIVE STORY TELLING

Dulu waktu ALia masih sekolah di Pre-school dan Play centre, hampir setiap hari Rabu aku ajak Alia ke Library karena ada toddler time, pembacaan cerita buat anak-anak. Kali ini kami ikutan acara yang diadakan oleh selwyn parenting network yang kebetulan diadakan di Lincoln. Acaranya asiiik banget, story teller-nya juga hebat banget, cuma menurut aku makannnya kok kurang pas buat acara anak-anak yaa… hehehh… tetep ya emak-emak yang dipikirin makanan. Tapi bener lho, masa di acara anak-anak minuman yang disediakan cuma soft drink :( untuk snack okelah, ada biscuits dan buah-buahan..

Di acara ini Alia enjoy banget, ikutan yanyi, nyeletuk-nyeletuk lucu, dan dia ketemuan sama beberapa temannya dari Playcentre. Sampai susaah diajak pulang maunya main terus…

PRINCESS AND THE FROG SHOW

Tadinya aku nggak yakin mau booking tiket nonton show ini secara menurutku cerita princess and the frog agak kurang pas buat anak-anak.. Tapi setelah baca iklannya, dan didorong keinginan menggebu-gebu untuk nonton theatre disini jadilah aku booking  tempat seminggu sebelumnya. Pas dateng ke tempat pertunjukannya ternyata udah banyak anakkecil disana dan tiket sudah sold out (untung kita udah booking). Setting panggungnya sangat-sangat sederhana, bahkan ALia nggak excited sama sekali. Cuma diem aja dan nggak mau duduk sendiri (padahal aku booking 3 seats). Satu menit pertama setelah show dimulai, agak kecewa tapiiiiii setelah itu kami benar-benar menikmati shownya. Ternyata cerita Princess and the frognya udah dimodifikasi, tambah ini itu, bener-bener menghibur dan cocok buat anak-anak.. Kalau ada show lagi mau nonton lagiiiii……

Princess and the Frog show

 

Truss…. apa lagi ya hiburan kami selama school holiday ALia nggak sekolah selama 2 minggu ini??? Nanti kita lanjut lagi di part 2 deh yaaa…

 

| 1 Comment

Benarkah Ph.D itu kepanjangan dari Permanent Head Damage?

Membaca beberapa postingan kawan baik di facebook atau di kompasiana atau di blog sering kali banyak yang bercerita mengenai pengalamannya atau pengalaman orang lain dalam usaha meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D). Banyak tulisan-tulisan tersebut yang menceritakan sisi “menyeramkan” dari perjalanan menunju PhD. Sehingga tak ayal muncul banyak plesetan dari PhD yang salah satu nya Permanent Head Damage.

Tidak terlalu salah jika memang Ph.D di plesetkan menjadi Permanent Head Damage. Karena memang selama proses pendidikannya jenjang strata 3 ini penuh dengan hal-hal yang tidak dapat diprediksi dan diperkirakan. Jika penulis lainnya menceritakan sisi “seram” dari perjalanan menuju PhD. Maka Pak Abink ingin mencoba bercerita dari sisi lainnya. Tapi bagi yang membaca tulisan ini HARAP DIINGAT bahwa perjalanan menuju Ph.D merupakan perjalanan yang independen. Walaupun di Fakultas dan Jurusan yang sama ataupun bidang ilmu yang sama dua orang Kandidat Ph.D pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Jadi tulisan ini merupakan pengalaman yang saya alami dan juga beberapa kawan yang “berjalan” bersama saya.

Yang pertama saya sangat setuju dengan beberapa anggapan bahwa yang dibutuhkan dalam perjalanan menuju Ph.D ini adalah ketekunan. bisa dibilang faktor penentu keberhasilan seseorang menempuh strata 3 itu 30% kecerdasan  dan 60% ketekunan. Lha ya 10% apa? yang 10% yaitu keberuntungan. Jadi jenjang strata 3 ini tidak mutlak membutuhkan kecerdasan. Yang mutlak dibutuhkan adalah ketekunan, keuletan dan kerja keras. Bagaimana dengan keberuntungan? Pasti, walau tidak besar dan signifikan, menurut saya keberuntungan juga sangat dibutuhkan. Oleh karenanya sebagai orang yang beriman maka sudah sewajarnya kita selalu berdoa agar diberikan jalan yang benar dari Tuhan YME.

Selanjutnya, seperti yang saya sebutkan bahwa kerja keras dan ketekunan itu mutlak. Tapi sebenarnya yang lebih penting itu kerja cerdas. Dalam menempuh program Doktoral, sudah seharus nya kita memiliki strategi dan persiapan yang matang. Banyak hal yang harus dikerjakan dalam perjalanan ini. Oleh karenanya jika tidak mampu membuat strategi yang tepat maka yang terjadi adalah penumpukan pekerjaan dan terkuras nya energi. Jadi sebelum memutuskan untuk menempuh program S3, saya anjurkan untuk mengobservasi terlebih dahulu hal-hal penting didalamnya, Seperti halnya ketersediaan literartur, akses terhadap data, akses terhadap teknologi-teknologi pendukung, dan yang tak kalah penting adalah yang saya namakan “academic friend”.

Yang menarik menurut saya dimana sering kali Ph.D kandidat lainnya lupa ada peran dari seorang academic friend. Untuk lulus pembimbing/promotor atau supervisor memang aktor pendukung utama dalam sebuah kelulusan. Tapi kita tidak boleh melupakan peran dari para academic fiends tersebut. Siapa sih academic friends itu? Istilah itu saya ruju dari istilah kawan saya yang berhasil lulus Ph.D dalam waktu 2 tahun 9 bulan sehingga oleh Faculty di catat sebagai pemegang rekor kelulusan tercepat. Menurut kolega saya tersebut academic friends itu adalah kawan dimana kita bisa saling adu argumentasi mengenai penelitian kita. Tidak penting apakah bidang penelitiannya sama, seorang academic friends akan dengan setia memberikan kritik atau masukan dari sudut pandangnya sebagai orang awam dimana sering kali sudut pandang itu terlupakan. Jadi carilah academic friends anda sebagai penyeimbang.

Yang berikutnya mengenai pengendalian stress. Menurut saya dalam perjalanan menuju gelar Ph.D ini stress adalah hal yang sangat lumrah. Tidak mungkin seorang kandidat doktor tidak mengalami stress sama sekali selama perjalanan Ph.D nya. Yang paling penting menurut saya adalah pengendalian stress itu. Jika gelaja stress mulai menghampiri maka segeralah mencari hiburan berdasarkan kesenangan masing-masing. Tetapi sebenarnya menurut saya, stress itu bisa di minimalisir jika kita menyenangi bidang yang kita kerjakan tersebut. Jangan jadikan hambatan dan kendala sebagai sumber stress. Tapi jadikan sebagai tantangan yang harus dihadapi. So far cara itu berhasil saya terapkan.

Waktu – ini salah satu komponen utama dalam perjalanan menuju jenjang doktoral. Waktu bisa menjadi teman tetapi juga bisa menjadi momok. Jadi jangan bermain-main dengan waktu. Lebih baik habiskan waktu diawal ketimbang kita kehabisan waktu di akhir. Saya teringat strategi yang dilakukan oleh seorang kawan yang jugasudah sukses menjadi seorang Doktor. Belio berpesan kepada saya bahwa waktu itu sangat berharga. Jangan lewatkan waktu tanpa sesuatu yang produktif. Jadi beliau menyarankan, setiap hari itu harus di buat target. Misal nya dalam sehari minimal membaca 2 artikel dan menulis 2 paragraph.

Buatlah riset Ph.D ini sesimple yang kita bisa. Walaupun simpel tetapi harus berkualitas. Intinya kerjakan sesuai dengan target yang digariskan. Kadang kala bagi seorang Ph.D candidate dalam perjalanan nya akan menemukan hal-hal menarik baru. Sehingga sering kali topik penelitiannya meluas dan sering kali tidak terkendali. Saya selalu ingat pesan pembimbing S3 saya. Dr David Cohen selalu berpesan ini adalah riset Ph.D dan target utama bukan nobel (walau kalau dapat nobel juga tidak menolak). Jadi kerjakan penelitian dalam koridor yang telah digariskan. Jika ada temuan baru yang menarik, jadikan lah topik pada penelitian berikutnya. Berkaitan dengan kesimpelan riset Ph.D, Dr Cohen pembimbing saya selalu berpesa, bahwa dalam menulis thesis tidak semua pembaca adalah expert. Kebanyakan pembaca adalah non expert educated reader. Jadi ketika menulis maka terangkanlah dalam bahasa yang lugas bagai kita menjelaskan pada anak umur 10 tahun.

Nah intinya, menurut saya pribadi, mengerjakan program doktoral itu tidak lah menyeramkan, Program doktoral tidak lah mudah, tetapi bukan juga hal yang sangat susah. Dibutuhkan kerja keras, semangat, ketekunan dan yang pasti doa dan dukungan dari orang-orang terdekat khususnya keluarga.

 

| Leave a comment

Biking Around Campus….

Bersepeda adalah hobi baru Alia akhir-akhir ini. Sebenarnya Alia sudah punya sepeda sejak umur dua tahun. Di beliin Kai Roben hadiah ulang tahun. Tapi karena belum cukup tinggi maka hampir 6 bulan sepedanya mangkrak di halaman. Nah setelah genap umur tiga tahun, Alia sudah bisa naik sepeda. Walau masih pakai training wheel. Waktu Kakak Nadia pulang, Alia di kasi sepeda. Jadi sekarang Alia punya dua sepeda.

Alia paling senang sepedaan sama Pak ABink di sore hari waktu ibu kerja. Kadang-kadang juga sepedaan dipagi hari waktu weekend. Kalo weekend sering kali Pak dan Bu Abink ikut Alia bersepeda. Rute nya tidak jauh-jauh. Cuma dari rumah, ke kampus Pak ABink dan mampir bentar di offis untuk ngopi atau ngeteh.

Paling seru kalo sepedaannya weekend. Karena kalau cuacara cerah, sambil sepedaan, Pak Abink juga suka jeprat-jepret Alia. Maklum Pak Abink kan lagi bermimpi jadi photographer amatiran. Spot kesukaan Alia yaitu depan Library. Maklum library nya Lincoln Uni cukup khas bergaya bangunan kuno. Jadi cocok untuk spot berfoto-foto. Kadang dalam photo session, Bu Abink juga sering dijadiin model dadakan sama Pak ABink. Hasil nya jadi ga karuan sih hehehehe….

Beberapa pose Alia kalo pas Photo Session dengan Pak Abink setelah sepedaan di Lincoln Campus

 

| Leave a comment