Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen :)  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

 

Menyusuri Lake Wakatipu

Menyusuri Lake Wakatipu

Kingston

Kingston

Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p

Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun :( tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah :) Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha :D

invercargill2

invercargill1

Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut :) sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

 

bluff2

Bluff Walking Track

bluff4

Bluff Walking Track

bluff3

Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

 

Camera 360

Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..

Camera 360

Domba-domba yang lagi digiring

 

SInggah sebentar di Wanaka

Wanaka

Alia dan Mobil-mobilan

Masih seputar hobi baru saya mengoleksi mobil-mobilan khususnya yang merek Tomica. Jadi ceritanya sudah sejak awal minggu saya janji sama Alia. Kalo selama 1 minggu ini sikap nya baik maka weekend kita beli mainan. Alia setuju, dan selama seminggu ini Alia menunjukkan sikap yang nice dan manis.

Sesuai perjanjian maka sejak hari Jumat, kita sudah buat rencana. Nanti hari Sabtu, Bapak rapat dengan manajemen di pagi hari terus siang kasi materi pembekalan anak-anak yang akan internship setelah itu makan siang sama tante dan Alia baru sorenya kita ke toko mainan untuk beli mainan. Kesepakatan dibuat. Alia mau mainan gitar-gitaran. Wah murah nih kalo cuma mainan gitar-gitaran.

Maka hari Sabtu sesuai perjanjian di sore harinya Bapak dan Alia ke toko mainan langganan bapak (langganan bapak beli Tomica maksudnya). Dulu sudah pernah Alia beli mainan disitu, toko nya lengkap dan harganya miring jauh dibandingkan kalo beli di Kidzone atau di Toys Kingdom.

Setelah lihat ini dan itu, Alia nanya sendiri ke taci’ yang jual kalo ada jual gitar-gitaran atau ndak. Ternyata sudah gada. Adanya gitar2x an kecil plastik dan kurang menarik. Alhasil Bapak dan Alia sepakat yang lain saja. Setelah lihat sana lihat sini Alia tertarik sama patung-patungan Princess Sofia. Sebenernya itu hiasan untuk Kue Ulang Tahun. Lumayan mahal 4 biji (sepaket) harga nya Rp 65 rebu. Alia ngotot pengen itu. Tapi karena saya ga melihat worth dari maenan tersebut, maka saya mencoba mengalihkan perhatian Alia ke yang lainnya.

Secara otak Tomica saya bekerja maka saya mencoba membujuk Alia untuk beli Tomica saja. Untungnya Tomica punya koleksi diecast yang cartoon character. Jadi ada Snoopy, Hello Kitty, Pokemon dan banyak lagi. Bapak minta mbak yang jualan untuk nunjukin ke Alia yang Snoopy dan Hello Kity. Eh Alia ternyata seneng. Kayak punya Bapak katanya. Awal nya Alia pengen dua-dua nya. Tapi ternyata 1 biji nya lumayan mahal Rp 70 rebu. Secara bapak juga pengen beli yang lain (punya bapk lebih murah cuma Rp 40 rebu), jadi saya nego dengan Alia. Gimana kalo Alia satu dan Bapak satu. Trus perjanjian lainnya adalah kalo Alia sudah ga mainin lagi, Hello Kitty nya di masukin ke garasi mobil-mobilannya bapak. Eh ternyata setuju tapi dengan catatan kalo Hello Kitty nya tetep punya Alia. Di tekanin dua kali heheheh. Akhir nya deal lah kami.

Alia dapat mainan baru

Hello Kitty nya Alia

Hello Kitty nya Alia

Dan bapak pun juga dapat Tomica Baru

Mainan barunya bapak

Mainan barunya bapak

Molen nya bapak dan Hello Kitty nya ALia di parkir barengan di garasi nya Bapak

Parkiran Mobil

Parkiran Mobil

Napak Tilas New Zealand 2014: Christchurch City

Selain jalan-jalan dan nostalgia seputar kampus dan Lincoln town, saya juga sempat bawa Alia dan bapak Abink jalan-jalan ke Christchurch City. Karena kami nggak punya kendaraan, lagi-lagi kami menikmati jalan-jalan di Christchurch city naik bus. Walaupun dengan naik bus kemana-mana bikin perjalanan jadi lama, tapi ALia happy banget naik bus di sini.Kami biasa berangkatnya siang atau menjelang sore setelah semua urusan beres. Kadang Alia sampe ketiduran di bus karena kecapekan :)

Jadi selama di CHristchurc, kami kemana aja?

HAGLEY PARK/BOTANICAL GARDEN. Dari Lincoln ke Hagley park bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit naik bus 81. Sebenernya di hari kami ke sana cuacanya lagi mendung ditambah angin dingin. Tapi karena Alia ngotot pengen main di (playgroundnya) Hagley akhirnya kami putuskan untuk ‘mampir sebentar’. Nggak banyak yang bisa dilakukan di Hagley park waktu winter. Bunga-bunga belum ada yang mekar dan kolam untuk main air ditutup karena dingin. Jadi kami kemarin cuma ajak Alia main sebentar di playground, trus jalan aja menyusuri taman, dan numpang lewat di visitor centre yang baru dibuka. Visitor centre nya lumayan keren. Ada cafe, nursery, dan toko souvenirnya juga.

Hagley park ini cukup luas (sekitar 165 hectares) dan dibagi jadi 2 bagian. North dan South Hagley Park. Kalau hari hangat, hagley park ini bakal dipenuhi orang-orang (dengan keluarga) untuk piknik, jalan-jalan, atau sekedar baca buku sambil tidur-tiduran di rumput. Di botanical gardennya sendiri di bagi jadi beberapa sections: playground area, azalea and magnolia garden yang mekar di bulan September, rose garden yang bakal mekar di sekitar bulan Januari, daffodil garden yang indah di bulan September, ada juga tropical garden yang di ruangan khusus dengan suhu dan kelembapan yang diatur sehingga pohon dan bunga tropis bisa hidup di situ. Dulu, setiap ada kesempatan, kami serig sekali jalan-jalan di Hagley park untuk sekedar ngasih makan bebek, ajak Alia main di playground atau nemenin Alia main sepeda keliling taman. Jadi pas kita bertiga balik ke Hagley park lagi, rasanya seneg bangettt….

chc2

CATHEDRAL SQUARE. Sebenernya dulu kami nggak begitu sering ke sini. Apalagi sesudah gempa besar di bulan tahun 2011 dan 2012 lalu bikin gereja Cathedral nya hancur dan belum selesai diperbaiki sampai sekarang.

chc5

in front of the Chalice

chc6

Gereja Cathedral yang masih belum selesai diperbaiki

CHRISTCHURCH GONDOLA. Sebenernya, kami belum pernah naik gondola di Chc sebelum ditutup karena gempa di tahun 2011 itu. Pas Alia dan bapak Abink pulang ke Indonesia tahun lalu pun, gondola nya belum beroperasi. Jadilah kesempatan naik gondola untuk Alia dan bapak Abink baru ada pas jadi turis bulan lau :) Saya sendiri udah naik duluan summer tahun lalu dan udah posting juga di sini. ALia sih seneng naik gondola.. Tapi pas udah sampe atas, dan pas masuk ke time tunnel dia agak ketakutan. Jadi di time tunnel itu kan naik kereta kecildi ruangan yg gelap gitu. Alia sebenernya nggak takut gelap sih, tapi memang ‘boneka-boneka’ atau patung-patung yang di situ agak serem siih.. Jadinya dia agak nggak hepi gitu di dalem time tunnel nya. Untung cuma sebentar :)

gond1

gond2

gond3

 

Jadi cuma ke situ-situ doang selama di Christchurch??? Iyaaaa…. tapi udah lah ya, cukup napak tilas di Christchurchnya. Kita lanjut napak tilas ke kota yang lain lagi: Queenstown!!

“Alia juga mau jadi guru, tapi gurunya anak kecil….”

Sepertinya postingan mengenai sekolah masih berlanjut. Setelah si ibu menerima tantangan dari seorang kawan blogger untuk posting cerita mengenai sekolah, saya juga ga mau ketinggalan cerita mengenai cita-cita anak kecil lucu yang pengen jadi guru – tapi gurunya anak kecil.

Jika si Ibu sejak dulu pengen jadi guru TK dan katanya berkembang menjadi pemiliki sekaligus guru, maka sejak dulu saya pengen jadi dosen. Mungkin keinginan jadi dosen ini dikarenakan kakek saya dulu dosen, kemudian mama saya juga dosen, papa juga dosen walau cuma part-time (belio notaris).  Nah jadi mungkin karena pas hamil dulu mama sering ngajak saya ngajar (dalam perut) jadi sejak kecil saya sudah pengen jadi dosen. Seijin Sang Pencipta, akhirnya saya berhasil menggapai mimpi menjadi seorang dosen. 

Nah ternyata keinginan jadi guru itu nular ke Alia. Sejak lama Alia paling senang main sekolah-sekolahan. Boneka-boneka nya di jejer kemudian Alia niruin gurunya kalo lagi ngajarin murid-muridnya. Mulai dari ngajari speeling, singing sampai marahin muridnya yang “pura-puranya” ngompol. Bapake ini juga sering kali juga berperan jadi murid. Ikut nyanyi sama anak-anak TK lainnya. Seru deh kalo Alia sudah mulai maen sekolah-sekolahan.

Suatu hari Alia nanya ke saya. :

Alia : Bapak, kerja jadi dosen ya?

Bapak : kok Alia tahu?

ALia : Di kasi tahu mama (mama itu panggilan untuk Oma nya Alia..)

Bapak : Alia tahu apa itu dosen?

Alia : Tahu, dosen itu guru kan?

Bapak : Sip….dosen itu guru, sama kayak teacher Ayu (guru favorit nya Alia di See me grow yang sering Alia tiruin), tapi kalo dosen murid nya itu orang gede bukan anak kecil.

Alia : ooo, jadi dosen itu guru nya orang besar ya?

Bapak : Yes

Alia : Kalo sudah gede, Alia juga mau jadi guru, tapi gurunya anak kecil aja

Bapak : boleh, jadi Alia harus rajin belajar supaya pintar.

Dari percakapan itu saya berpikir, profesi apa pun itu baik. Tapi menjadi seorang guru itu merupakan sebuah panggilan hidup. Saya cuma bisa berdoa dan mendukung sepenuh hati apa yang dicitacitakan gadis kecil itu, Semoga mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.

Alia dan Sekolah Barunya

Ceritanya Alia sudah lulus dari TK nya yang dulu See Me Grow. Tapi karena Alia belum genap 6 tahun, Pak dan Bu Abink sepakat untuk belum memasukkan Alia ke SD. Pertimbangannya sederhana. Yang pertama, Alia memang belum cukup umur sehingga biarlah nambah setahun untuk bermain sambil belajar (nggak dibebani PR dan tugas-tugas) dan yang kedua kalo masuk SD kecuali yang full day pulang sekolah nya jam 12 an alias gada penitipan beda dengan TK.

Atas dua pertimbangan tersebut maka Alia tidak kami lanjutkan sekolah ke SD. Tapi kok pindah sekolah? kenapa ndak tetep di See Me Grow?. Ada beberapa alasan yang mendasari kami memindahkan Alia untuk pindah sekolah. Tetapi sebagai latar belakang kami ingin mencupakan Terima Kasih yang sangat besar kepada See Me Grow khususnya kepada para teacher dan pengelola karena 1 tahun Alia sekolah di See Me Grow banyak sekali yang diperoleh dan dipelajari. Overall kami sangat puas dengan See Me Grow. Nah kalo puas alasan pindahnya apa donk?

Alasan yang pertama berkaitan dengan kelulusan. Alia ini termasuk angkatan pertama di See Me Grow. Di angkatan K2 (TKB atau TK nol besar) nya ada 5 anak termasuk Alia (Rafael, Rara, Berryl, Shiera dan Alia) nah saya dan Bu ABink berpikir, kasian Alia kalo ke empat temennya lulus tapi Alia ndak, bisa bikin kecewa dan sedih. Jadi supaya ngerasa sama dengan teman-temannya maka kami minta Alia juga di luluskan. Yang kedua berkaitan dengan pendidikan agama. Secara kognisi, affeksi dan psikomotorik kami sangat puas dengan pendidikan di See Me Grow. Tetapi See Me Grow adalah sekolah nasional dimana tidak ada muatan agama. Sehingga dikarenakan waktu (bukan berarti mau lepas dari tanggung jawab) kami berpikir jika lebih baik Alia di masukkan ke sekolah yanga da muatan agamanya.

Dari kedua pertimbangan tersebut, Alia kami pindahkan ke TK lainnya. Dengar dari teman-teman, TK yang baru berdiri beberapa tahun ini reputasinya cukup baik. Fasilitas lengkap, guru yang sabar dan yang pasti ada muatan agaman. Di hari saya mendaftar saya ketemu dengan ketua yayasan yang kebetulan satu profesi sebagai dosen. Kami banyak ngobrol dan saya merasa pola pendidikan anak yang saya harapkan juga sama dengan visi dan misi beliau sehingga semakin mantablah kami memindahkan Alia ke TK tersebut.

Di awal sekolah Alia menolak untuk bersekolah. Tapi sebagai anak baik, Alia tetap sekolah. Cuma ya begitu setiap pagi harus berdebat dan berdiskusi dulu mengenai kenapa Alia harus pindah dari See Me Grow. Setiap hari saya dan Bu Abink (lewat Line) mencoba menjelaskan. Lama kelamaan, Alia mulai beradaptasi dengan sekolah dan teman barunya.

Halal bi Halal di Sekolah Alia

Beberapa hari yang lalu ada acara Halal bi Halal di sekolah nya Alia. Orang tua juga di undang. Mendengar penjelasan dari ketua yayasan dan melihat langsung bagaimana para guru menghandle para murid, saya percaya bahwa sekolah yang baru bisa memberikan yang terbaik bagi Alia. Semoga Alia selalu jadi anak solehah yang membanggakan keluarga. Aamiin..

Napak Tilas New Zealand 2014: Lincoln

Waktu pertama kali ketemu Alia dan Bapak ABink di Christchurch Airport, rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan #lebay. Tapi beneran loh, karena waktu bapak Abink harus kembali kerja di Indonesia dan saya balik ke New Zealand tanpa mereka, rasanya agak-agak berlebihan untuk minta Alia dan bapak Abink untuk balik ke New Zealand, walaupun cuma untuk sekedar liburan. Selain karena agak susah ngatur waktunya, tapi alesan utama sih karena budget liburan ke New Zealand itu ‘lumayan banget’ buat kami :)

Tapi, rejeki itu memang sudah ada yang atur ya.. di saat saya menyibukkan diri dan menguatkan hati untuk kembali ke NZ tanpa mereka, ada kabar kalau bapak ABink bakal ada kerjaan ke New Zealand selama 2 minggu. Tapi, pertanyaan selanjutnya ‘apa Alia mau diajak juga?’ Lagi-lagi kami galau karena jadwal keberangkatan bapak ABink ke sini nggak bertepatan dengan liburan semester di sini, yang artinya saya masih harus kerja dan bapak Abink juga bakal punya jadwal meeting yang lumayan padat. Tapi, setelah sepakat untuk nemenin Alia nya gantian jadilah diputuskan untuk bawa Alia, lumayan ketemu 2 minggu melepas kangen :)

Trus apa aja kegiatan kami selama 2 minggu di NZ? DI hari pertama mereka datang, langsung jalan-jalan keliling kampus, nostalgia untuk bapak Abink dan Alia. Lewat lapangan belakang rumah kami dulu, library, office bapak dulu, dan jalan-jalan seputar kampus yang sering kami lewati dulu.

 

Ivey Hall -Lincoln University Library

Ivey Hall -Lincoln University Library

Bug hotel

Bug hotel di kampus

Lincoln University Bus Stop

Lincoln University Bus Stop

 

Selain jalan-jalan di sekitar kampus, kami juga sempat jalan-jalan ke lincoln town (sekitar 2km dari kampus). Sempat ajak Alia masuk ke Lincoln Library yang baru di renovasi. ALia samapi nggak percaya library nya jadi bagus.. Dulu, waktu rumah kami masih di depan library, saya sering banget ajak Alia ke library. Setiap seminggu sekali saya juga biasa bawa Alia ikutan toddler time di library. Jadi Lincoln library lumayan punya kenangan buat Alia..

(new) Lincoln Library

(new) Lincoln Library

Setelah dari library, kami nyebrang ke cafe favorit untuk menikmati chai latte (dan fluffy untuk Alia). Ngomong-ngomong soal fluffy, biasanya di sini fluffy selalu di sajikan dengan marshmallow. Tapi dari dulu, kami udah kasih tau Alia kalau marhmallow yang di cafe-cafe itu kita nggak tau apakah gelatine nya halal atau nggak. Kadang gelatine juga dibuat dari babi. Jadi, dari dulu Alia nggak pernah makan marshmallow di new zealand. Bukan karena semua marshmallow di sini nggak hahal, tapi karena saya males cari tau merek marshmallow mana yang halal. Pernah sih sekali tanpa sengaja saya nemu postingan orang jual marshmallow halal di trade me, dan saya beli buat Alia. Dan selama beberapa tahun di NZ, Alia cuma makan marhsmallow sekali itu aja :)

Nah beberapa bulan lau saya baru tau kalo ternyata  ada juga marshmallow halal yang di jual di supermarket. Waktu alia ke sini kemaren, saya beli sekantong marshmallow untuk Alia. Yang pertama kali keluar dari mulut ALia waktu tau saya beliin marshmallow “Ini marshmallow nya halal nggak bu?” dan kemudian terjadilah percakapan kecil soal makanan:

ALia : Ini marshmallownya halal ya bu?

Ibu : Iya kak, ini halal.

Alia : Kok ibu tau?

Ibu : Ibu udah tanya ke pabriknya :) (walaupun sebenrnya bukan saya yang nanya sih)

Alia : Kalau orang muslim itu nggak makan pork ya bu?

Ibu : Iya kak. Tapi kita boleh makan ayam, daging sapi, kambing, ikan…

Alia : Kalo Jojo (sahabat ALia waktu di NZ dulu) sukanya makan salami. Itu kan ada pork nya. Tapi nggak apa-apa kalo Jojo kan bukan muslim

Ibu : ALia mau makan salami? (ibu yang iseng … boleh nggak sih iseng nanya kayak gini ke anak?)

Alia : Nggak mau…. ALia kan muslim.. terus, pork kan kotor. Alia nggak mau ah kotor-kotor..

Ibu : (fiiuuh… slamet.. slamet… )

 

chai latte & fluffy

chai latte & fluffy

Puas ngobrol-ngobrol, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lincoln town bus stop yang ada papan tulisan Lincoln nya. Selama ini belum pernah foto di situ. Sekarang karena merasa jadi turis merasa harus foto di situ hahaha :D

10568716_336027886551896_1198268073_n
Selain jalan-jalan sekitar Lincoln, kami juga sempat napak tilas ke Christchrch city, dan Queenstown. Kami juga sempat mampir ke Invercargill untuk mewujudkan keinginan bapak Abink yang dulu selalu saya tolak. Kali ini karena (lagi-lagi) merasa turis, jadi nggak ada salahnya kita mampir ke sana. InshaaAllah cerita nya bakal di posting kalo lagi nggak males yaa….

Salam,

Keluargahussein (yang udah nggak sabar ngumpul dan liburan lagi) :)

Liburan Lebaran Manis

10569209_335094483311903_1045622079_n

Udah sebulan lebih nggak nge-blog, walaupun udah masuk akhir bulan Syawal, saya mau bilang Selamat Lebaran dulu buat semuanya ya… Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga..

Kalau lebaran tahun lalu saya sendirian, tahun ini saya nggak sendiri lagi karena 2 orang kesayangan datang jauh-jauh dari Indonesia untuk berlebaran di New Zealand. Sebenernya tujuan awalnya bukan untuk lebaran siih.. Tapi Bapak Abink lagi ada join research dan tugas lain yang mengharuskan untuk datang ke New Zealand. Karena kebetulan waktu kosongnya pas libur lebaran, jadilah sekalian merayakan lebaran di NZ. Jauh-jauh hari setelah tau bapak ABink bakal ada tugas ke NZ, saya udah nitip pesen kalo saya pengen Alia diajak juga.. Awalnya agak ragu sih ngajak Alia karena kami (saya dan bapak Abink) sama-sama punya agenda kerjaan. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan Alia diajak ke NZ dengan beberapa konsekuensi yang sudah kami sepakati bersama.

Sebulan sebelum berangkat ke NZ, Alia udah mulai itung-itung hari, sambil merencanakan kepingin ketemu siapa aja di NZ (tentunya sahabat-sahabat nya di Kindy dulu). Dan setiap dia minta saya pulang ke Malang, saya selalu bilang “kan Ibu tunggu kk Alia mau ke Lincoln dulu..” dan itu berhasil bikin dia jadi hepi lagi :)

Nungguin orang-orang tersayang yang mau dateng memang bener-bener bikin semangat, happy, deg-deg an sekaligus lapar mata dan menguras dompet. Kenapa? Karena sebelum mereka datang saya memang niat mau beli baju-baju hangat buat Alia karena baju2 hangat ALia dulu udah nggak muat dan udah dihibahkan juga. Tapi setiap keluar dari toko anak-anak, adaa aja bonusnya :) Buat bapak ABink gimana? Buat bapak Abink nggak perlu beli karena jaket n thermalnya masih lengkap.. Cuma perlu nambah beli kaos kaki dan kaos tangan aja.

Di hari mereka datang, saya dibantu seorang  teman baik untuk jemput mereka dan kemudian nginep di rumah teman tersebut selama 2 minggu. Nginep di rumah keluarga yang luar biasa baiknya ini bikin kami merasa beruntung punya teman/saudara walaupun jauh dari kampung halaman. Terimakasih ya mas, mbak…. You know who you are!

Hari lebaran di NZ tahun ini diumumkan secara mendadak. Kok iso? DI sore hari tanggal 27 Juli beberapa umat muslim sudah pergi untuk melihat hilal tapi belum terlihat. Jadi diumumkan bahwa lebaran di NZ bakal jatuh di tanggal 29 (bukan 28). Tapi ditengah malam, ternyata pengumuman itu direvisi dan ditetapkan lebaran jatuh tanggal 28. Bahkan ada beberapa teman yang nggak tahu kalau ada revisi pengumuman itu heheheh….

Lebaran1

Kalau tahun-tahun sebelumnya kami sholat ied di kota, tahun ini warga muslim di Lincoln juga mengadakan sholat idulfitri di mushala kampus. Karen kami nggak punya kendaraan, jadi kami memang sudah berniat untuk sholat di kampus aja. selain itu, saya ada janji meeting kerjaan nggak bisa di batalkan di hari itu. Karena kebetulan saya lagi nggak sholat, jadilah saya nitip Alia ke teman-teman Indonesia di sana. Nggak mungkin juga ALia ikutan ke shaf laki-laki sama Bapak Abink :) Lagi-lagi saya bersyukur punya saudara yang baik-baik di sini…

Lebaran tahun ini jadi lebaran yang sangat berkesan buat saya. Setelah lebaran sendirian tahun lalu, dan menahan diri untuk nggak terlalu berharap jalan-jalan di NZ sama ALia dan bapak Abink lagi, akhirnya Allah ngasih kejutan manis di tahun ini. Menyusuri jalan yang dulu pernah kami lewati, menyusuri lapangan belakang rumah kami dulu, menemani Alia main di tempat bermain favoritnya waktu kecil, menghabiskan sore di cafe favorit kami ditemani sepotong salmon bagel dan yang terpenting, mereka ada di sini dan kami merayakan lebaran bersama. Sekeluarga!