Berburu Sekolah di Luar Negeri

Akhir-akhir ini banyak mahasiswa mendatangi saya untuk meminta rekomendasi melanjutkan pendidikan untuk jenjang S2. Paling banyak minta rekomendasi untuk S2 ke UGM, ITB, UI atau UB sendiri. Ada beberapa mahsiswa yang berminat ke Ciputra atau ke Prasetya Mulya. Selain dalam negeri, beberapa mahasiswa juga meminta rekomendasi untuk S2 ke luar negeri. Tingginya minat mahasiswa belajar keluar negeri tidak terlepas dari banyaknya beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP  dan lembaga pemberi beasiswa lainnya seperti USAID, AUSAID dan NZAID.

Tidak tanggung-tanggung beberapa mahasiswa melamar untuk S2 ke universitas-universitas top di luar negeri. Sebut saja Durham University, Leicester University, Leeds University, University of Adelaide, Monash University dll. Kebanyakan untuk mahasiswa Manajemen UK dan Australia merupakan pilihan yang paling banyak dipilih.

Harus diperhatikan bagi yang berminat untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi khususnya yang menggunakan sumber pendanaan beasiswa maka ada dua syarat mutlak + 1 syarat tambahan yang harus dipenuhi agar dapat mewujudkan impian bersekolah ke luar negeri. Kenapa menjadi 2+ 1 syarat nya?. Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman beberapa teman akan coba saya ceritakan.

Syarat utama dan pertama untuk melamar beasiswa adalah kelayakan Bahasa. Jika sekolah yang dituju berbahasa Inggris maka nilai TOEFL atau IELTS paling tidak berada di angka 575 untuk TOEFL dan 6.5 untuk IELTS. Jika nilai mu sudah berada diangka tersebut maka melajulah ke syarat kedua. Syarat kedua ini cukup mudah tetapi memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Syarat kedua ini adalah berburu Sekolah dan Letter of Acceptance. Sedikit bocoran kenapa banyak mahasiswa yang ke UK dan Australia, menurut pengamatan saya hal tersebut dikarenakan banyaknya agent pendidikan yang siap membantu sepert halnya IDP, Edlink, ALFALINK dll. Untuk mendaftar dan mendapatkan sekolah ke UK dan Australia cukup datangi agent-agent tersebut sebutkan bidang pelajaran/master yang anda inginkan maka konselor-konselor agent tersebut akan membantu mencarikan sekolah yang sesuai. Tidak hanya sebatas mencarikan, mereka juga akan membantu anda melakukan pendaftaran hingga mendapatkan LOA nya. Cukup mudah kan.

Jika ingin tantangan yang lebih maka carilah sekolah sendiri. Bagaimana cara mencarinya. Browsing di internet adalah cara yang paling mudah. Ketik saja nama Universitas nya di mesin pencari maka akan sampailah kita ke web sekolah nya. Beberapa negara sudah menyediakan one stop education information. Misal nya Stuned. Di website Stuned kita tingga pilih mau belajar apa ditingkat apa.

study-finder

Setelah mendapatkan universitas yang dituju maka pelajari dulu apa saja kurikulum yang mereka tawarkan. Sesuai dengan minat atau tidak. Jika tidak lebih baik carilah yang sesuai minat. Jika kurang jelas jangan ragu untuk meng-email bagian admisi nya. Mereka sangat responsif. Biasanya kurang dari 3 hari pertanyaan kita akan dibalas. Jika sudah sreg maka segera kirim aplikasi.

Untuk pendaftaran beberapa kampus masih manual yang berarti calon mahasiswa harus mengirimkan form aplikasi dan juga bukti-bukti pendukung lainnya menggunakan pos. Akan tetapi sudah banyak kampus yang memberlakukan apply online. Yang maksud nya calon mahasiswa tinggal mengisi form secara online dan mengirimkan soft-copy file pendukung pada mereka. Jika seluruh syarat lengkap biasanya LOA akan di terbitkan paling lama 1 bulan untuk program course work.  Tetapi pengalaman saya apply ke Universitas di Malaysia, pendaftaran dibuka kapan saja, tetapi pengumuman penerimaan dilakukan mendekati tahun ajaran baru.

apply-online

Selamat jika sudah mendapatkan LoA. FYI jenis LoA ada dua. Yang pertama Full Offer  dan yang kedua conditional offer. JIka full Offer maka sudah tidak ada syarat lagi yang harus dipenuhi. Tetapi jika conditional offer yang kita dapatkan maka masih ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Paling sering dijumpai adalah conditional offer terkait dengan ketentuan Bahasa Inggris. Biasanya banyak calon mahasiswa yang syarat Bahasa Inggris nya kurang tetap mengirimkan pendaftaran. Jika nilai dan background academic nya sesuai conditional LOA akan diterbitkan. Ada yang bertanya, dengan conditional LOA apakah bisa mulai sekolah? Jawabannya tidak. Kita harus tetap mendapatkan Full Offer untuk bisa mulai bersekolah. Beberapa negara seperti New Zealand mensyaratkan Full Offer untuk menerbitkan visa pelajar. Sampai langkah ini bagi yang bersekolah dengan biaya mandiri maka yang berikutnya adalah mempersiapkan keberangkatan. Tapi bagi pemburu beasiswa maka masih ada syarat tambahan yang harus dipenuhi.

FYI – umur LOA biasanya dua tahun. Misal  mengirimkan aplikasi untuk intake August 2017. Jika gagal berangkat di August 2017 maka LOA tadi masih bisa digunakan sampai August 2019 tanpa harus mendaftar kembali. Konsultasikan dengan pihak sekolah apakah intake (kemasukan) bisa dilakukan disemester 1 dan 2 atau hanya di semester 1 saja. Beberapa sekolah untuk S2 mengijinkan mahasiswa untuk memulai sekolah disemester 1 atau disemester 2.

Bagi pemburu beasiswa, beberapa langkah dan strategi masih butuh dilakukan. Langkah berikutnya adalah berburu beasiswanya. Untuk beberapa beasiswa seperti halnya LPDP, kemampuan Bahasa Inggris dan Full Offer dari Universitas yang ada di daftar LPDP sudah memberikan kesempatan 60% untuk diterima sedangkan 30% nya adalah wawancara terkait dengan kesiapan dan bakal kontribusi yang kita berikan sedangkan yang 10% adalah kekuatan doa (CMIIW). Sedikit berbeda dengan pemberi beasiswa lainnya. Sebut NZAID dengan skema NZ ASEAN Scholarship. Pemberi beasiswa biasanya memiliki sektor-sektor prioritas. Sehingga jika ingin mendapatkan beasiswa tersebut, maka pilihlah program study atau topik penelitian yang sesuai dengan sektor-sektor prioritas tersebut. Dalam beberapa kasus kandidat yang tidak berada pada sektor-sektor tersebut bisa mendapatkan beasiswa. Tetapi sebagian besar adalah kandidat yang berada pada sektor-sektor tersebut.

priotirty-sector

Jika aplikasi sudah dikirimkan ya sisanya tinggal berdoa dan mempersiapkan diri untuk interview .

Dapat disimpulkan bahwa semakin banyaknya penyedia beasiswa untuk studi lanjut khususnya keluar negeri meningkatkan minat dari pelajar-pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Walaupun terkesan kompleks tetapi jika dijalani dengan tekun dan  telaten maka akan memberikan hasil yang optimal. Sehingga kita haruslah tetap semangat dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Dari 3 menjadi 4: Shopping Dokter Kandungan dan RS Bersalin di Malang

Setahun sebelum hamil saya memang sudah browsing dan tanya sana sini tentang dokter SpOG yang rekomended di kota Malang. Selain untuk periksa insidentil dan konsultasi aja, juga untuk persiapan kehamilan yang ke 2. Iya, saya memang punya keinginan untuk punya anak lagi setelah sekolah saya beres.

Dari rekomendasi teman-teman, di tahu 2014 saya konsultasi dengan salah satu dokter kandungan perempuan, dan lumayan cocok. Antrinya nggak begitu banyak, orangnya udah setengah baya dan keibuan, dan saya puas dengan pelayanannya.. Akhirnya waktu saya telat datang bulan di akhir tahun 2015 lalu, saya datang lagi ke beliau untuk periksa kehamilan. Sampai di bulan ke 4, ketika saya dan bapak Abink mau mulai ngobrol soal keinginan kami untuk melahirkan secara normal, belau dengan gamblang menyarankan sesar lagi aja. Kata beliau: “kalau mau punya anak cuma 2, mending sesar aja bu”.

Karena kecewa dan merasa tidak didukung, akhirnya beberapa hari setelah periksa di beliau saya memutuskan untuk periksa dan konsultasi lagi dengan dokter kandungan yang membantu kelahiran Alia dulu. Saat itu juga kami ngobrol tentang kemungkinan melahirkan normal setelah melahirkan secara caesar 7 tahun yang lalu. Jawaban dokter yang kali ini ngambang sih, “kita liat aja nanti bu.. Kalau nggak ada kendala seharusnya bisa.. tapi kita liat aja nanti”. Yaa paling nggak pak dokter ini nggak langsung menyarankan untuk sesar aja. Akhirnya saya sempat tuh kontrol 3 kali ke beliau, plus usg 4 dimensi di sana.

Baby Zidni /22-03-2016/ 30-06-2016 #son #appleofmyeye #babyboy #BabyZidni #ZidniHussein

A post shared by Raditha Hapsari (@radithahapsari) on

Masuk usia kandungan 7 bulan, saya mulai survey-survey rumah sakit bersalin. Sebenernya Pak Dokter punya RSB sendiri, dan dulu Alia lahir di sana. Tempatnya hommy dan nyaman, enak banget… Tapi, saya pengen survey-survey lagi dan pengen memastikan kalau RS tempat lahiran nanti adalah RS yang pro ASI dan IMD, secara waktu Alia lahir nggak sempat IMD 😦 Akhirnya, setelah survey sana sini, saya kepincut sama RS Hermina, dan pengen lahiran di Hermina aja. Masalahnya, pak Dokter nggak praktek di Hermina, jadilah saya ganti dokter lagi di bulan ke 7 kehamilan.

Saya pilih dr. Maria Ulfa, SpOG di Hermina atas saran beberapa suster yang bilang kalau dr Maria ini pro normal dan lumayan sering bantu VBAC. Kebetulan, saya sudah umayan sering dengar nama beliau disebut-sebut sebagai salah satu SpOG yang lumayan diperhitungkan di Malang. Ternyata dr. Maria orangnya ramah, menenangkan, dan bisa ditanya-tanya lewat WA 🙂 dan sampe sekarang saya masih suka tanya2 sama beliau lewat WA dan selalu dibales.

Di hari pertama kali ketemu dan kontrol sama dr Maria, saya langsung memutuskan untuk lahiran di Hermina aja. Walaupun nggak se-hommy RS tempat lahiran Alia dulu, RS Hermina ini menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Hari itu juga saya langsung bikin previllage card, dengan membayar uang muka/cicilan/tabungan pertama biaya persalinan. Dengan previllage card kita dapet gratis senam hamil seminggu 2x sampai lahiran, trus dapet gratis ikut kelas laktasi, trus pas udah lahiran dapet gratis 2x kelas pijat bayi dan senam nifas. Jadi kalau sudah yakin mau lahiran di Hermina, segera saja nyicil biaya persalinannya. Kalau kita sudah setor sebanyak 20% dari perkiraan biaya lahiran, kita bakal dapet previlage card dan bisa menikmati senam hamil gratis, kelas pra persalinan, kelas laktasi, dan fasilitas lainnya. Lumayan bisa menghemat 25.000 setiap kali mau senam hamil.Ditambah lagi, kalau pas lahiran ternyata kita sudah setor lebih dari 80% biaya lahiran, kita bakal dapet diskon 7%. Lumayan kan…. Selain fasilitas itu semua, RS Hermina juga punya ambulance yang siap menjemput (layanan dalam kota) kalau ada kejadian emergency.

Kalau soal antrian, di RS ini lebih baik telpon dulu dan daftar kalau mau periksa ke dokter. Kalau datang langsung, bisa-bisa dapet nomor antrian buntut, capek nunggunya 🙂

Kalau ngomong soal harga, menurut saya harga di RS Hermina ini hampir sama dengan RS bersalin sekelas nya, seperti di Melati Husada atau Puri Galeri. Sayangnya, saya cuma sempat survey harga saja dan nggak sempat membandingkan fasilitas dari RSB yang lain. Secara sudah kepincut sama dokter dan fasilitasnya Hermina 🙂

Kesan melahirkan di RSB Hermina, suster-suster semua ramah dan helpful. Baby otomatis rawat gabung tanpa diminta, dan IMD walaupun setelah sesar. Setelah melahirkan, ada suster yang datang untuk menjelaskan cara-cara merawat bayi (pasti bermanfaat untuk ibu baru, dan cukup me-refresh  ingatan saya setelah 7 tahun nggak pegang bayi. Ada juga suster yang datang untuk mengajarkan teknik pijat agar ASI melimpah.

Buat yang lagi hamil, selamat menjalani kehamilan dengan senang, selamat hunting RS buat lahiran, mudah-mudahan semua selamat, sehat lancar lahirannya!

Dari 3 menjadi 4:Anggota Baru KeluargaHussein (2)

Menyambung tulisan setengah tahun yang lalu Dari 3 menjadi 4 (part 1) yang ditulis lebih dari enam bulan yang lalu maka diawal tahun 2017 ini KeluargaHussein ingin memperkenalkan anggota keluarga baru yang sudah lama ditunggu dan diharapkan.

Ya di bulan Mei 2017 yang lalu lahirlah putra kedua kami Zidni Adyastha Aidan Hussein, yang bisa dipanggil Zidni Hussein atau Zidni. Baru sekarang diumurnya yang ke 7 bulan KeluargaHussein berkesempatan untuk memperkenalkannya kepada teman-teman semuanya.

Zidni lahir disebuah rumah sakit swasta di Kota Malang (cerita mencari dokter, berburu rumah sakit dll akan diceritakan Bu ABink nanti jadi harap bersabar ya…hehehe). Lahir nya Zidni sama dengan kakak cantik Alia yaitu dengan cara operasi. Sebenernya jauh hari Bu ABink sudah punya cita-cita kalo anak kedua nya lahir normal. Sudah dibela belain jalan pagi dan ikutan senam segala. Tapi setelah diskusi panjang dengan obgyn dan optometris maka disimpulkan melahirkan normal berisiko cukup tinggi. Sehingga diputuskan untuk lahir dengan operasi.

Masih cukup teringat bahwa hari Sabtu sore Pak ABink jadi reviewer untuk PKM Dikti. Tiba-tiba sekitar pukul 4 sore, Pak ABink di telpon sama orang rumah. Dikabari kalo Bu ABink pecah ketuban dan dianter adek ke rumah sakit. Karena tidak tenang mikir Bu ABink, spontan walau acara monev belum selesai, Pak ABink minta ijin ke reviewer satunya untuk ke rumah sakit. Gerimis-gerimis Pak Abink langsung menuju rumah sakitnya.

Dirumah sakit si ibuk masih di observasi. Nunggu dokter kata suster yang jaga. Sekitar habis magrib di kabarin suster kata dokter malam itu juga si bayi mau dikeluarin. Jadi ga perlu nunggu besok. Denger itu, Pak Abink langsung ke meja admin nyelesaikan semua persyaratan. Setelah persyaratan selesai semua, sukur mama yuni lagi datang. Pak ABink ijin pulang untuk mandi dan anterin Alia pulang. Sekitaran jam 8.30 balik lagi ke rumah sakit.Sama suster dikabarin kalo jam 10an si bayi akan dilahirin.

Alhamdulillah….sekitar pukul 10.30 malam… nongol bayi putih, ganteng dan soleh yang dikasi nama Zidni Hussein. Akhirnya….dari 3 orang anggota KeluargaHussein menjadi 4. dan sekarang si Zidni sudah umur 7 bulan…sudah banyak maunya… sehat dan kuat ya adek Zidni….

 

Plan your hooooliday di tahun 2017

Dipenghujung 2016 banyak yang berlibur kesana dan kemari. Maklum kebetulan di Desember dua momen liburan yaitu Xmast dan New Year kebetulan pas jatuh dihari Minggu, sehingga oleh pemerintah liburannya ditambahin sehari atas nama cuti bersama. Alhasil para cutiers memanfaatkan penuh long weekend ini untuk liburan dan jalan-jalan. Terus gimana KeluargaHussein? kemana liburan dan jalan-jalannya? ternyata untuk tahun ini liburan dihabiskan dengan bersantai dirumah saja. Cuma diawal long weekend Xmast sempat maen-maen tipis ke Museum Angkut.

Semenjak boboi boy lahir 7 bulan yang lalu praktis ruang gerak liburan KeluargaHussein berkurang drastis. Si Ibuk bebeerapa kali “ngringik” minta liburan… tapi pas diseriusin eh si ibuk malah “ngeper”  sendiri soalnya kasian si boboi boy masih terlalu kecil untuk diajak-jalan-jalan.

Beberapa hari yang lalu dapet WA di satu grup terkait dengan liburan dan cuti bersama di tahun 2017. Entah benar atau tidak tapi yang pasti untuk tahun 2017 rentetan liburannya juga seru.

libur

Karena dapet nya dari website nya menpan sepertinya sahih. Monggo siapkan koper dan mulai bikin holiday plan yang mantab. Di tunggu apdetan IG dan Path nya. Bagaimana dengan KeluargaHussein? Sementara kami masih wait and see hehehehe….

KeluargaHussein.com dengan semangat baru

Pak Abink baru pulang dari ngopi dengan teman teman ketika melihat laptop si Ibu sedang menyala. Surprising…ternyata si Ibu sedang ngebuka blog keluargahussein yang sudah cukup lama terlantar. Setelah diskusi A..B..C dengan si Ibu di putuskan kalo blog KeluargaHussein…

A. Dihapus

B. Dibiarkan terlantar

C. Diteruskan dengan semangat dan fokus baru…

Kalo perusahaan-perusahaan biasanya ada tulisan “Under New Mangement” maka dengan mengucap Bismillah maka blog keluargaHussein akan diteruskan dengan semangat dan fokus baru….anda mendapat 100 jika menjawab pilihan C hehehe…

Ya kami (Bapak dan bu Abink) sepakat bahwa blog ini akan menjadi catatan keluargaHussein agar kelak segala yang kami hadapi dapat dikenang selalu….

Malang, 27 Desember 2016 menjelang tengah malam 😀

 

Lontong Orari. Salah satu makanan wajib kalau lagi di Banjarmasin. Biasanya makan di warungnya sambil duduk lesehan. Tapi kali ini di bungkus, makan di rumah aja karena ada bayi 3 bulan 🙂 Tapi makan di tempat atau makan di rumah sama nikmatnya… – with Ananda and ade

View on Path

Woody Plant: Student sociopreneur project (1)

Dear everyone,

Last semester I (misterhussein aka Pak Abink) taught Entrepreneurship laboratory. At this subject students were requested to  create entrepreneur projects. Some students made food business, others took a challenge in fashion business and small group of students did a sociopreneur project.

Based on urban dictionary , social entrepreneurship is An enterprising individual that starts a venture not merely for profits but for inclusion of the communities that so far have been left out of the main stream. In the easiest way, we can say that social entrepreneurship is not only think about money and profit. They also think about society.

Upon the completion of class room project, I requested  students to participate in ISOC 2016 hosted by Surya University. ISOC 2016 is a sociopreneur competition challenging people to design and conduct sociopreneur project. Initially, five groups from my class sent a proposal to the committee. Upon the shortlisted announcement, two groups from my class were passed into the second stage named global online voting.

The first group is Woody Plant. Please see the description below about Woody Plant:

 

Screen Shot 2016-08-05 at 7.13.52 AM

Woody plant is a business that is constantly innovating to create products that lift and waste that undermine the environmental impact to be beneficial for nature and people. We treat waste industrial waste wood pallets and plastic bottles into media such as gardening gardening box and various forms of pot. Gardening box is a mini gardening media package that can be applied practically and easily, because in it is included the box, scop, soil, organic fertilizer, spray, seed and usage instructions. For parents who have children to provide education through the activities of gardening and caring for plants, a means to provide gardening experience, training responsibilities and discipline for children. Attractive design tailored to different segments, and can adjust the order and the needs of the customer. 

Ecological imbalance has occurred worldwide. All started from the human hand, awareness of the environment that can restore and reduce damage to our nature. Invites the public to be aware and cultured environment is one of our dreams. By not littering and participate separating by category when taking out the trash. Any small positive movements we do will have an impact on nature and humans in the future.

Please check their video: Woody Plant

If you like the project please register and vote for them.

 

 

 

 

Dari 3 menjadi 4: Harus Senang atau Sedih? (1)

Alhamdulillah, tanggal 21 Mei kemarin kami tak lagi ber tiga. ALia akhirnya punya adik, menambah kebahagiaan keluarga.

Kalau di cerita yang lalu-lalu Alia cuma berangan-angan mau punya adik, kali ini Alia benar-benar punya Adik, adik yang ‘nginep’ di rumah seperti yang alia mau di post yang saya tulis di bulan Desember 2013 (klik di sini) dan Januari 2014 (klik di sini).

Kehamilan saya yang ke-2 sebenarnya nggak direncanakan bakal secepat ini. Memang saya dan bapak Abink udah punya rencana mau nambah anak setelah sekolah saya beres. Maksudnya, beres sampai ujian, dan wisuda. Walaupun di dalam hati kecil saya udah pengen banget hamil dan punya anak kedua, tapi karena masih ada tanggungan ujian jadi “hati besar” dan logika saya bilang “kalau bisa jangan hamil dulu, hamilnya ntar aja abis ujian. Kan masih mau balik ke NZ lanjut OZ dulu, plus mau ikutan winter trip ke Europe“. Itu rencana saya waktu itu. Tapi lagi-lagi kami cuma bisa berencana, tapi Allah yang maha tau yang terbaik buat kami. Belum ujian apalagi wisuda, di bulan ke-3 setelah kepulangan saya ke Indonesia, saya hamil…..

Di bulan di mana saya ‘telat’, kayaknya udah punya firasat kalo hamil, dan pengen banget beli test pack, tapi selalu coba di alihkan.. Tapi, akhirnya pas ke Malaysia, dan pas ketemuan sama beberapa teman di sana, mereka pada nanyain ‘Alia mau punya adek ya?‘ Gara-gara pertanyaan itu, bikin saya tambah penasaran dan akhirya beli test pack di apotek sekitar Pasar Seni KL, dan nge-tes pagi-pagi di hotel di Kuantan. Dan hasilnya Positif 🙂

Waktu tau positif rasanya campur aduk antara seneng dan bingung.. Seneng karena bakal punya anak kedua, tapi bingung gimana nasib ujian saya, nasib rencana jalan-jalan ke OZ dan Europe.. Lama kelamaan, setelah ngobrol panjang sama bapak Abink dan bapak-bapak pembimbing thesis di NZ, bingung nya ilang karena diyakinkan kalau ujian bisa lewat teleconference dan bapak Abink bisa meyakinkan kalau jalan-jalan bisa kapan-kapan, ber empat katanya! Janji ya Bapak, bawa kami jalan-jalan, berempat keliling dunia.. hahahah *ngelunjak.. (aamiin)

Hamil untuk yang ke dua kalinya, saya berusaha menikmati dan mnegngat-ingat rasanya hamil anak pertama 7 tahun yang lalu. Kalau sebelum hamil ke-2 ini saya sering bilang kalau hamil itu enak, dan saya sangat menikmati masa-masa kehamilan, ternyata hamil yang kali ini agak berbeda.

Kesamaan dengan hamil 7 tahun lalu, sama-sama ngantukan. Parah banget ngantuk nya! Masih pagi, abis sarapan bawaannya udah pengen goler-goleran di tempat tidur, dan molor hehehhe 🙂 Bedanya, walaupun ngantukan banget, kalau pas lagi seger saya jauh lebih aktif, bersih2 rumah, jalan kesana kemari, anter jemput Alia, tes kerjaan, ngurusin pemberkasan, dll. Ditambah lagi hamil kali ini badan suka pegel-pegel, gampang capek dan asam lambung sering banget naik. Tidur malem juga suka nggak nyenyak karena nggak nemu posisi tidur yang nyaman. Dan parahnya, saya jadi suka kepanasan banget. Kemana-mana saya pasti bawa kipas. Bahkan di ruang ber AC dimana orang lain kedinginan, saya masih kipas-kipas kepanasan..

Hamil kali ini saya juga lebih ‘parno’an. Yang dulu nggak pengen USG 4 dimensi, hamil si adek kali ini saya ngotot pengen USG 4 Dimensi. Dan rasanya plong banget waktu dokter blang kehamilan saya sehat, baby nya juga sehat.. Jadi pas dokter agak kesulitan dapet foto wajah si adek bayi, saya bilang nggak masalah, yang penting sehat 🙂

usg 4 dimensi

Karena hamil kali ini lumayan menguras energi, saya bener-bener nggak sabar nyampe ke minggu ke -40 untuk bisa ketemu si baby. Makanya pas ketuban pecah di minggu ke 36 lebih 6 hari, saya seneng karena bakal segera ketemu si adek baby .

Cerita petualangan cari dokter obgyn yang cocok, cerita pecah ketban dan kelahiran baby Zidni bakal di lanjutkan di post selanjutnya yaa 🙂