Mari bermain di Playcentre

Sungguh beruntung kami – keluargahussein berkesempatan untuk tinggal di New Zealand. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang kami peroleh selama tinggal di negara yang terkenal sebagai negara teraman di dunia. Seperti halnya pengalaman berburu barang bekas di garage sale kemudian mengunjungi posyandu ala orang “bule” yang bernama PLUNKET sampai bermain di Playcentre. Kali ini keluargahussein akan berbagi pengalaman bermain di Playcentre.

Bagi yang belum tahu apa itu Playcentre, Pak Abink akan mencoba menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. Secara umum Playcentre merupakan suatu tempat bermain bagi anak2x mulai dari 0,1 tahun sampai usia sekolah dasar (5 tahun). Sedikit berbeda dengan playgroup atau TK yang sudah jamak di Indonesia, PlayCentre merupakan suatu wadah bermain yang kepemilikan dan pengelolanya  di jalankan oleh komunitas warga. Sebagai contoh Lincoln Playcentre dimiliki dan dikelolah oleh warga masyarakat di Kota suburb Lincoln. Perbedaan yang kedua, di Playcentre tidak ada guru. Yang ada hanya kordinator pengawas yang dibantu oleh sukarelawan. Siapakah sukarelawan-sukarelawan tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah orang tua-orang tua dari anak-anak yang bermain di Playcentre. Sedangkan perbedaan yang terakhir, jika TK dan Playgroup orang tua kurang berperan dalam aktivitas sehari-hari, maka orang tua harus ikut terlibat dalam kegiatan anak di PlayCentre.

Beraneka ragam kegiatan ditawarkan oleh PlayCentre baik kepada anak yang bermain ataupun kepada orang tua yang mengantar dan menunggui. Untuk anak-anak kegiatan seperti halnya bermain pasir dan air, bermain ketangkasan, mat time story hingga costume party merupakan agenda rutin. Sedangkan untuk orang tua, disedikan kegiatan-kegiatan edukatif seperti halnya bagaimana cara membuat “Doh” yang aman bagi anak-anak atau mendesain permainan-permainan edukatif bagi anak.

Playcenter Activity

Walau menawarkan bergam aktivitas, PlayCentre hanya mensyaratkan pembayaran berkisar 5 – 20 dolar per 10 minggu. Tergantung berpa kali seminggu kunjungan ke PlayCentre. Sebagai contoh, Alia terjadwal 3x seminggu main di PlayCentre (senin, selasa dan Jumat), maka per 10 minggunya Alia cuma membayar 15 dolar. Suatu harga yang sangat murah dibandingkan keuntungan yang di dapat. Ini harga di tahun 2010, dan akan berbeda tiap playcentre.

Seminggu 3x Alia bermain di Playcentre diantar Ibu. Berangkat pukul 9 dan pulang pukul 12. Yang unik di PlayCentre setelah jam pulang berbunyi maka anak-anak dan para orang tua akan bahu membahu membersihkan PlayCenter secara bersama sama. Mulai dari merapkikan mainan, menyedot debu hingga membersihkan toilet dan dapur. Saya tidak bisa membayangkan apakah ibu-ibu/bapak-bapak di Indonesia mau melakukan pekerjaan seperti itu untuk komunitas. Setelah membersihkan dan merapikan PlayCentre, anak-anak bermain di luar. Biasanya di lakukan Mat Time Story. Anak-anak duduk melingkar di bawah pohon kemudian salah satu dari relawan membacakan dongeng bagi mereka.

Mat Time with Kate

Pak Abink begitu kagum dengan pola mendidik anak yang diterapkan di PlayCentre, khususnya PlayCentre tempat Alia bermain. Coba bayangkan, untuk menjaga kesehatan mereka membuat “dough” sendiri dari tepung, cream of tartar dan garam, ditambah air hangat. Doh yang digunakan dibuat dari adonan tepung yang akan aman jika di makan oleh anak-anak.

Kemudian, jika di republik kita tercinta slogan “kalo tidak kotor, maka tidak belajar” hanya sebatas menjadi tag suatu iklan deterjen, maka di PlayCentre hal tersebut sudah di aplikasikan. Saya heran, waktu pertama kali mendaftar, Ibu bilang kalo admin di PlayCentre berpesan pake baju bermain kalo datang ke PlayCentre. Jangan pakai baju yang bagus. Ternyata, bermain pasir, air dan melukis merupakan agenda rutin di PlayCentre. Alia sudah punya beberapa lukisan abstrak yang di “lukis” dengan menggunakan tangan. Alia juga sudah punya finger dan handprint yang ketika pulang kerumah, tidak hanya baju nya yang kotor tetapi muka pun masih coreng-moreng. No problem, yang penting anak happy dan belajar. Kemudian hal lain yang membuat saya kagum adalah di PlayCentre, anak dibiarkan bermain gunting, pisau, palu, gergaji dll. Tentunya disesuaikan dengan pengawasan orang dewasa ya. Mereka tidak di larang atau bahkan di marahi seperti ketika anak di Indonesia bermain dengan gunting dan sejenisnya. Mereka cukup di kasi tahu bahaya dan konsekuensi nya.

Pak Abink pernah 2-3 kali mengantar Alia bermain di PlayCentre. Kebetulan karena Lincoln Playcentre berada tidak jauh dari lingkungan kampus, maka anak-anak yang bermain di sana datang dari berbagai negara. Seperti halnya India, Belanda, Israel, Mexico, negeri jiran Malaysia, Indonesia dan New Zealand sendiri.  Walaupun datang dari berakega ragam budaya dan bahasa, mereka tetap ceria bermain bersama. Mungkin bahasa anak-anak lebih simple dibandingkan bahasa orang dewasa. Yang lebih membuat terkejut Pak Abink, ternyata yang bermain bersama anaknya di PlayCentre tidak hanya ibu-ibu. Tetapi juga ada bapak-bapak yang dengan telaten bermain bersama anaknya. Sungguh mengagumkan.

Akhir cerita, bermain di PlayCentre sungguh mengasyikkan tidak hanya bagi si anak. tetapi juga bagi orang tua. Selagi anak bermain bersama teman-teman, orang tua juga bisa belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Sungguh beruntung putra-putri New Zealand. Semoga suatu hari nanti anak-anak generasi muda Indonesia pun akan merasakan kegembiraan seperti halnya anak-anak di New Zealand.

Story by Bapak Abink

3 Comments Add yours

  1. RS says:

    Mantaaaabs. Mudahan ada kesah lain lagi kayak kesah Car Seat, Kesah Wisata dll

    Like

  2. suluh says:

    kisah yg bagus braderr.. andai pendidikan dini di Indonesia seperti disana..

    Like

  3. @Suluh : iya disini anak-anak selalu mendapat kan prioritas dan fasilitas yang wah mantabs…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s