Senang nya duduk di car seat

Jika peraturan mengenakan sabuk pengaman baru di wajibkan 5 tahun terakhir di Indonesia, tidak begitu dengan di New Zealand. Sudah sejak lama sabut pengaman diwajibkan kepada seluruh pengendara kendaraan roda 4 tanpa terkecuali. Jika ada yang berani mengendarai kendaraan roda 4 tanpa sabuk pengaman maka siapkan lah duit ratusan bahkan ribuan dolar.

Tidak hanya orang dewasa, demi menjami keselamatan pengendara kendaraan roda 4  beserta penumpang nya pengenaa sabuk pengaman tidak hanya di wajibkan kepada orang dewasa tetapi juga anak-anak dan bayi. Jika ada yang bertanya bagaimana Balita bisa duduk sendiri dan memakai sabuk pengaman?. Jangan khawatir, untuk orang tua dapat menggunakan car seat agak Balita tetap dapat duduk dengan nyaman dan aman di dalam mobil

Car Seat

Berbicara mengenai Car Seat, ternyata terdapat berbagai macam jenis Car Seat yang dapat digunakan oleh anak-anak dimana tipe-tipe Car Seat tersebut disesuaikan dengan usia dari si pengguna. Sebagai contoh gambar Car Seat yang saya tampilkan ini biasanya digunakan oleh anak-anak yang berumur 1  sampai 3 tahun. Sangat nyaman menggunakan Car Seat ini karena sandaran dari seat ini dapat di maju mundur kan. Sehingga jika anak-anak tidur maka posisi badan tidak lah harus tegak lurus.

Car Seat tipe ini berbeda dengan Car Seat yang digunakan oleh anak-anak yang belum genap 1 tahun, khususnya yang masih belum bisa duduk sendiri. Anak balita yang masih belum bisa duduk tegak orang tua dapat menggunakan Car Seat yang berbentuk semi keranjang. Balita bisa tidur dengan nyaman dalam Car Seat tersebut atau pun duduk dengan posisi yang sesuai. Sering saya melihat oran-orang tua menjinjing Car Seat model ini ketika mereka berbelanja di Supermarket. Pada awal nya saya kira mereka menjinjing kerangjang belanjaan. Tetapi ketika lebih saya amati ternyata orang tua-orang tua tersebut menjinjing car seat yang berisikan buah hati tercinta.

Untuk membiasakan diri duduk di Car Seat tampak nya tidak mudah khususnya bagi anak-anak yang berasal dari negara yang tidak mewajibkan penggunaan Car Seat seperti halnya Indonesia. Pertama kali menginjakkan kaki di New Zealan, Alia memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan Car Seat nya. Car Seat pertama yang Alia pakai pada saat itu pinjaman dari kakak Shilla. Cukup lama Alia membutuhkan waktu beradaptasi dengan Car Seat tersebut. Pengalaman Alia pertama kali menggunakan Car Seat adalah ketika Alia di jemput oleh Pak Abink di Airport. Pada saat itu Alia numpang di Mobil Om Tisna. Terima kasih ya om, Om Tisna dan Tante Ida baik sekali sama Alia. Alia tidak rewel pada saat ini ketika harus duduk dengan tenang di Car Seat karena perjalanan tidak cukup jauh dan Alia (mungkin) masih Jet Leg karena perjalanan yang cukup jauh dari Singapore ke Christchurch. Pengalaman Alia pertama duduk di Car Seat dengan jarak cukup jauh tiba ketika Alia, Pak Abink dan Ibu jalan-jalan ke Sumner. Mungkin karena sudah ngantuk, capek dan pingin minum ASI, Alia menangis sepanjang perjalanan. Mengingat hari sudah sore dan gelap, Pak Abink memutuskan untuk tidak berhenti karena takut kalo berhenti dan Alia di angkat dari Car Seat nya maka akan susah untuk didudukkan kembali.

Setelah ngobrol dengan kawan-kawan yang pernah punya pengalaman yang sama, maka didapatkanlah ide untuk mengalihkan perhatian Alia ketika duduk di Car Seat. Maka dibelikankan oleh Kai sebuah telpon mainan yang akan berbunya jika di tekan tombol nya dan sebuah laptop2x an yang bernyanyi ketika tuts nya di tekan. Alia cukup senang dengan mainan tersebut dan sudah cukup terhibur. Tetapi tetap jika sudah bosan dan mengantuk maka akan meledaklah tangisannya.

Walaupun memerlukan cukup lama berdaptasi dengan Car Seat nya sekarang Alia sudah cukup Happy duduk manis di Car Seat. Sekarang Alia sudah bisa bobok sendiri tanpa perlu rewel. Sekarang Alia sudah bisa ketawa-ketawi sambil nyanyi Barney dengan ibu. Jadi Bapak pengen ajak Alia ke Kaikoura nih kalo Alia pinter duduk di Car Seat

Alia sit in Car Seat

Oke akhir cerita, memang membiasakan diri untuk melakukan sesuatu yang baru itu tidak mudah. Perlu pengorbanan seperti halnya Alia berkorban untuk menangis dan berteriak-teriak. Atau Pak Abink yang berkorban untuk konsentrasi menyetir sembari mendengar tangisan dan teriakan Alia. Tetapi akhirnya kebiasaan duduk di Car Seat tersebut menjadi biasa toh semua ini untuk keselamatan dan keamanan dari Alia. Bagi orang tua yang anak-anak nya masih belom ter biasa untuk duduk di Car Seat maka jangan menyerah. Untuk jarak pendek paksa saja anak untuk duduk di Car Seat. Jika menangis usahakan untuk mengalihkan perhatian mungkin dengan menyanyi bersama atau menunjukkan sesuatu yang baru yang dilihat slama di perjalanan. Atau bisa juga dengan membekali mainan, atau makanan kegemaran anak dan yang pasti jika memang ada waktu atau kesempatan untuk berhenti maka berhentilah karena kekuatan anak untuk menempuh jarak jauh belum sebesar orang dewasa.

Begitulah cerita Alia duduk di Car Seat. Sekarang setelah terbiasa Alia sudah enjoy duduk sendiri di Car Seat nya. Bagi kawan-kawan yang lain jangan pernah lupa memeriksa apakah buah hati tercinta sudah nyaman dan aman duduk dalam Car Seat nya. Jika belum pastikan keamanan dan keselamatannya. Semoga bermanfaat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s