Winter Holiday (part 1)

Alia dengan perlengkapan lengkap

Setelah hampir batal untuk berlibur, akhirnya keluargahussein hussein jadi juga untuk menghabiskan weekend di Tekapo. Untuk diketahui, Tekapo adalah nama suatu danau di District McKenzie New Zealand. Danau ini cukup terkenal sebagai tempat tujuan wisata. Sudah sejak lama keluarga hussein pingin ber wisata ke Tekapo. Apa lagi setelah sahabat-sahabat keluarga hussein seperti keluarga Om Tisna, Uwak Dudi dan Mbak Dessy berkali-kali berwisata ke Tekapo. Akan tetapi mengingat jarak yang cukup jauh dari Lincoln (sekitar lebih kurang 200km) membuat kami menjadi berpikir 2-3 kali untuk melakukan perjalanan itu.

Akan tetapi setelah “diiming-imingi” foto-foto dari beberapa kawan yang berwisata selama winter ini, kami pun menjadi benar-benar mupeng. Dengan tekad kuat dan rencana yang tidak jelas akhirnya Jumat pagi Pak Abink memesan sebuah kamar di Godley Hotel. Sebenarnya untuk liburan lebih nyaman tinggal di Motel atau holiday home. Tetapi karena pertimbangan Keluarga Hussein cuma berjumlah 3 orang dan waktu booking yang sudah mepet maka Godley merupakan pilihan terbaik.

Tepat pukul 9 pagi Keluarga Hussein berangkat dari rumah. Segala perbekalan termasuk ransum makanan untuk bekal di perjalanan dan juga laptop serta modem internet tidak lupa di bawa. Sebelum berangkat Pak Abink tidak lupa memeriksa safety dari mobil kesayangan Keluarga Hussein Nissan Sunny lansiran 2004. Mulai dari lampu, tekanan angin hingga wiper. Setelah yakin bahwa semua berfungsi maka dengan mantab serta tidak lupa berdoa Keluarga Hussein memulai perjalanan.

Rainbow

Kota pertama yang di lalui adalah Ashburton. Kota ini berjarak kurang lebih 55km dari Lincoln. Sebuah kota kecil yang cukup nyaman. Lebih besar dari Lincoln tapi tidak sebesar Christchurch. Kota ini mengingatkan Pak Abink 4-5 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Wollongong Australia. Kota yang nyaman. Saat melalui Ashburton, Pak Abink membayangkan akan sangat nyaman jika Lincoln sebesar Ashburton. Setelah melalui Ashburton, perjalanan menuju Tekapo hanya melalui hamparan farm dan beberapa kota kecil. Jalan yang dilalui pun besar dan lurus dan kadang-kadang berbukit-bukit. Jalan yang lurus, luas dan rata ini sangat membuat pengendara kendaraan bermotor sangat nyaman selama perjalanan, Pak Abink sempat kembali membayangkan jika Indonesia, suatu negeri yang sangat kaya dengan kekayaan yang berlimpah tetapi masih sangat banyak jalanan yang berlubang dan tidak rata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia tidak bisa membuat jalanan yang nyaman untuk d lalui? atau tidak ada dana untuk pembangunan? wallahualam bissawaf.

Geraldine Museum

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit melalui Rangitata Highway akhirnya perjalanan Keluarga Hussein tiba di Geraldine. Sebuah kota kecil yang cukup dingin. Geraldine merupakan kota terdekat dengan Tekapo. Setibanya di Geraldine, Pak Abink cukup lelah dan sedikit mengantuk mengingat perjalanan yang cukup jauh serta membutuhkan konsentrasi tinggi. Maklum sepanjang perjalanan minimal Pak ABink menyetir dengan kecepatan antara 90-120Km/Jam sehingga dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Jadi diputuskanlah untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat untuk minum kopi. Sambil berjalan-jalan di Geraldine Town dalam rangka mencari warung kopi, Keluarga Hussein menyempatkan diri mampir di Society Historical Museum. Tidak banyak yang bisa di lihat di museum tersebut. Intinya Geraldine Historical Society Museum memberikan gambaran bagaimana para “pakeha” pertama kali datang di daerah Geraldine dan memulai kehidupan. Setelah puas melihat-lihat, Keluarga Hussein akhirnya menemukan tempat untuk minum kopi. Di warung kopi tersebut, kami berjumpa rombongan keluarga Pak Dudi dan Pak Yusa yang juga akan berlibur ke Tekapo. Maka klop lah sudah. Dari pada  berlibur sendiri, lebih seru kalo rame-rame, jadi Keluarga Hussein bergabung dengan rombongan Pak Dudi dan pak Yusa. Setelah ngopi dan beristirahat sejenak, perjalanan pun di lanjutkan. Jarak antara Geraldine dan Tekapo hanya sekitar 45Km. Tetapi karena jalan yang bergununung-gunung dan berkelok-kelok jadi waktu tempuh nya menjadi agak lama. Selama perjalanan dari Geraldine menuju Tekapo, Pak Abink mencari-cari spot-spot yang menarik untuk berhenti mengambil foto mengingat beberapa waktu yang lalu Mbak Dessy juga berlibur ke Tekapo dan berhasil menjepret keindahan Mt John dari kejauhan. Karena winter maka gunung-gunung tersebut terselimuti salju indah sekali.

Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, Pak Dudi menepikan mobil nya mencari tempat yang keren untuk berfoto bersama.

sebelom masuk ke Tekapo Keluarga Hussein menyempatkan berfoto bersama dengan keluarga Pak Dudi dan Keluarga Pak Yusa. Alia lagi bobok jadi ga ikutan poto. Setelah puas berfoto-foto perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Tekapo sudah sekitar jam 2 siang. Karena sudah booking hotel secara online melalui web AA Travel, maka Keluarga Hussein memutuskan untuk langsung check-in di Godley Hotel.

Godley Hotel

Setelah check-in ibu dan Alia menyempatkan diri berfoto. Untuk sekedar informasi Godley hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Tekapo. Dari Godley hanya perlu berjalan tidak lebih 200 metre untuk sampai di tepi danau yang indah. Setelah beristirahat sebentar dan makan siang seadanya. Keluarga Hussein berjalan-jalan di seputar danau. Tidak lupa mengabadikan sudut-sudut indah Lake Tekapo di kala winter.

Hussein’s family @ Tekapo

-story by Bapak Abink-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s