No More Baby Alia : Weaning with Love

Time flies…. nggak terasa Alia sudah umur 2 tahun aja bulan ini. Nggak seperti ulangtahun Alia yang pertama, kali ini saya dan Bapak Abink nggak begitu semangat merencanakan acara ulang tahun Alia. Selain karena kesibukan Bapak kejar setoran collect data penelitiannya tapi juga karena di umur 2 tahun ini Alia akan disapih, stop mimik ASI, stop nenen. Sebenarnya kami sudah cari ilmunya jauh hari sebelumnya. Sounding-sounding ke Alia juga sudah dilakukan mungkin sejak 4 bulan lalu, tapi semakin dekat harinya, Alia semakin kenceng nenennya.

Sejak awal bahkan sebelum Alia lahir, saya dan Bapak Abink sudah niat mau kasih ALia ASI sampai 2 tahun. Tapi dengan berbagai pertimbangan, kami sepakat mulai menyapih Alia hari Senin, 10 Januari 2010 (18 hari sebelum Alia ulang tahun ke-2). Pertimbangan utamanya karena awal Februari nanti kami sudah harus balik ke New Zealand, dan selama Alia belum tepat 2 tahun Ibu akan perah ASI jadi Alia masih bisa mimik ASI dari gelas. Ada banyak yang bilang bahwa lebih baik menyapih perlahan-lahan sampai si anak sendiri yang memutuskan untuk stop minum ASI, istilahnya menyapih dengan cinta. Saya lebih memilih menyapih Alia secara langsung bukan berarti menyapih tanpa cinta, kan..🙂 Menurut saya, itu semua pilihan dengan konsekuensi masing-masing.

HAri pertama. Hari ini saya masih ngasih nenen saat Alia mau tidur siang, Tapi saya bilang “nanti bangun tidur Alia mimik susu dari gelas ya… boleh pake sedotan.. kan Alia sudah gede, anak pinter, anak mandiri..” Kadang Alia ngangguk-angguk, kadang dia geleng-geleng. Bangun tidur, saya langsung tawarkan minum susu kotak dan air putih. Alia nggak mau.. Kebetulan Bapak Abink lagi di rumah, jadi Alia main-main sama bapak Abink, main laptop, nyanyi-nyanyi, akhirnya lupa sama nenennya.

Malamnya, Alia yang biasa nenen sebelum tidur tentu aja nagih jatah nenennya malam itu. Langsung aja saya bilang ALia sudah gede, nenennya sudah makn dikit, kalau Alia mimik nenen terus nanti Alia haus. Trus saya tunjukin aja nenen yang sudah saya kasih plester. Alia taunya kalo pake plester itu sakit, jadi dia bilang ” Ibu sakit…. Nenen sakit.. Tutup plis, Ibu..” Yes!! Plester cukup membantu.. Tapi semakin malam Alia semakin bingung, udah ngantuk tapi ngga bisa bobok.. Minta masuk kamar, lampu sudah redup, sudah berdoa, gendong diayun-ayun biar bobok. Hampir bobok, tiba-tiba ALia bangun lagi minta keluar kamar. Saya bilang sudah malam, jangan keluar kamar, ini waktunya bobok.. Tapi Alia malah ngotot pake nangis keras dan teriak kenceng banget. arena saya dan Bapak Abink pengen konsisten untuk ngga keluar kamar kami tetap bertahan di dalam kamar. ALia malam itu nangis sampe 1,5 jam dan akhirnya kami nyerah, keluar kamar….. Nonton VCD barney, mimik susu, dan akhirnya mau diajak ke kamar lagi jam 12.30 malam. Dikamar Alia langsung bobok sampe jam 5 pagi dan langsung minta keluar kamar lagi. Sehari sebelumnya, saya dan bapak Abink baca cerita seorang teman yang bilang bahwa biasanya hari-hari pertama disapih seorang anak bisa ngga tidur sama sekali dan ngga mau minum sama sekali, jadi hari itu saya sudah siap begadang. Ternyata hari pertama menyapih Alia tidak seberat yang kami bayangkan. Alia nggak nangis semalaman, masih mau minum dan masih bisa tidur nyenyak. Hari kedua Alia masih bobok lebih malam dari biasanya dan bangun tengah malam, minta main dan nonton barney. Hari ketiga baru Alia bangun tengah malamnya nggak pakai minta keluar kamar, tapi minta digendong dan langsung bobok lagi. Lima hari pertama memang terasa sangat berat, tapi kami yakin pengorbanan saya, bapak Abink dan Alia akan membawa kebaikan buat kami semua. Yang pasti, Alia akan jadi anak yang lebih mandiri. Terbukti, setelah 5 hari yang sangat berat akhirnya Alia sudah nggak minta nenen lagi, makannya lebih lahap, main lebih ceria nggak cari ibu terus untuk minta nenen, dan Ibu akhirnya bisa pakai baju tanpa bukaan depan hahahah😀

Ternyata… Inti dari menyapih adalah Konsisten dan Cinta.. Kita harus kuat hati untuk menyapih, bukan karena tega tapi lebih karena cinta pada sang malaikat kecil kita..

Alia Aydinna Raihannie Hussein..
Bapak Ibu bangga sama ALia. Terus jadi anak dan wanita solehah ya sayang.. Ibu akan rindu saat-saat kita menikmati waktu berdua, tapi kerinduan Ibu erobati dengan melihat ALia jadi anak yang lebih mandiri.
We love you, Alia… Hanbance’-nya BapakIbu….

One Comment Add yours

  1. Hussein says:

    Love this story

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s