Learning Through Play

Sebenarnya dari dulu, sebelum punya Alia pun, saya sudah menyadari bahwa pekerjaan seorang anak adalah bermain. Walaupun begitu, kadang saya masih tidak terlalu mencurahkan perhatian penuh pada kegiatan bermain Alia. Membiarkan Alia bermain sendiri, tidak bertanya bahkan tidak mendengar ketika dia bertanya. Sampai ketika minggu lalu saya ikutan workshop Learning through play di Prebbleton Playcentre, saya seperti diingatkan kembali bahwa setiap apa yang dilakukan anak-anak adalah belajar.. Jadi, sudah semestinya kita sebagai orang tua ikut berperan dalam kegiatan bermain anak-anak agar pembelajaran yang didapat lebih optimal.

Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan kegiatan bermain-belajar anak:

  • Ajak anak melakukan hal baru dari hari ke hari.
  • Dengarkan pendapat anak. Mendengarkan pendapat, ide dan pemikiran anak adalah hal yang lebih penting daripada mengkomunikasikan apa yang kita pikirkan.
  • Hindari membandingkan anak dengan orang lain.
  • Dukung anak untuk mengembangkan kemampuan sosialnya. Misalnya dengan mengajarkan anak berinteraksi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa yang sopan. Contoh, ” ALia mau pinjam pensil kakak Shilla? Coba Alia tanya kakak Shilla, apa Alia boleh pinjam pensilnya setelah Kakak Shilla selesai menggambar?”
  • Tunjukkan Rasa keadilan (sense of justice).
  • Ajukan pertanyaan kepada anak untuk memperluas pembelajaran, not to check their knowledge🙂
  • Pertanyaan terbuka baik untuk merangsang eksplorasi anak.
  • Mulai pertanyaan dengan kata-kata yang merangsang curiousity. (contoh, I wonder…… Kira-kira……)
  • Bantu anak-anak untuk mengenali perasaan mereka. Misalnya ketika Alia kehilangan boneka pooh nya ” Alia sedih ya boneka pooh nya nggak ketemu? Nggak apa-apa, nanti Ibu bantu cari lagi ya..” Atau ketika Alia menangis karena nggak boleh main ke rumah temannya “ALia marah ya karena kita nggak bisa main ke rumah Kakak Nadya? Mungkin besok kita bisa main ke rumah kakak Nadya, tapi sekarang Alia main di rumah dulu sama Ibu karena mobilnya lagi di bawa bapak ke bengkel.”
  • Untuk membantu anak mengenali perasaannya, kita bisa menjadi role model dengan menyampaikan apa yang sedang kita rasakan ke anak. Contoh ” Ibu seneng banget Alia pinter makan sayurnya “
Masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mendukung belajar anak melalu bermain. Setiap apa yang kita lakukan dan katakan akan dicerna oleh anak-anak dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya sehingga membentuk sikap dan kepribadiannya kelak. Sebagai orang tua tentunya kita ingin melukis seindah mungkin di atas kertas kosong yang kita miliki, anak-anak kita. 
Ecourage our children to be courious.. Curious people never stop learning

One Comment Add yours

  1. RS says:

    Sip, tulisan sangat bagus, mendidik, sarat pengetahuan, sangat bermanfaat😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s