Tahukah Anda Bagaimana Orang Malaysia Mengeja?

Saya tergelitik ketika membaca salah satu artikel HL kompasiana pagi ini mengenai semakin membingungkannya Bahasa Indonesia. Fenomena semakin memudar nya “pesona” Bahasa Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan. Dimulai dengan muncul nya bahasa prokem/ gaul hingga kemunculan bahasa-bahasa alay membuat Bahasa Indonesia dengan EYD nya semakin dilupakan.

Sebagai orang Indonesia yang berkesempatan tinggal di luar negeri, saya sangat bangga dengan Bahasa Indonesia. Apa lagi ketika saya berbicara dengan orang-orang Malaysia. Koreksi saya jika kurang tepat, di Malaysia orang-orang Melayu berbicara Bahasa Melayu antara sesama Melayu, sedangkan orang China keturunan berbicara bahasa mandarin begitu juga orang-orang Tamil, mereka berbicara bahasa ibu mereka. Sehingga dikemudian hari Bahasa Melayu menjadi bahasa yang rusak. Broken Language istilah mereka. Fenomena itu sudah hampir separah Singlish nya Singapore. Sedangkan kita dari Sabang sampai Merauke semua berbicara dalam Bahasa Indonesia.

Nah gejala Singlish dan Broken Language nya Malaysia ini semakin terlihat di Indonesia. Tapi, alih-alih bercampur dengan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia malah bercampur dengan bahasa-bahasa yang muncul karena lifestyle macam bahasa alay dan bahasa gaul.

Mengingat semakin “membingungkannya” Bahasa Indonesia, sesegera mungkin kita harus melakukan suatu tindakan untuk mengembalikan Bahasa Indonesia dengan EYD nya. Nah berkaitan dengan Bahasa Indonesia dan EYD serta Bahasa broken language nya Malaysia saya ada sedikit cerita hasil ngobrol ringan dengan seorang kolega dari Malaysia.

Beberapa hari yang lalu saya berbincang santai dengan kolega dari Malaysia mengenai suatu pertunjukan lawak di Malaysia. Semacam kontes API di TPI beberapa waktu yang lalu. Dalam kontes itu ada satu kontestan dari Indonesia yaotu group Bawel (Bandung Welcome). Nah bagi saya lawakan mereka cukup lucu dan menghibur. Tapi saya jadi sedikit bertanya, dengan model lawakan khas kartoloan itu apa jiran-jiran kita bisa memahami nya? Mengingat kadang-kadang group lawak tersebut sedikit banyak menyelipkan istilah-istilah prokem Indonesia.

Maka saya bertanyalah pada kawan tersebut. Dia bilang bahwa dia dan sebagian besar orang Malaysia sebenarnya paham dengan Bahasa Indonesia. Walau ada beberapa frasa dan klausa yang menurut mereka sedikit aneh. Dari obrolan itu kami berdiskusi bagaimana orang Malaysia mengeja huruf dan membunyikannya.

Sebagai negara bekas koloni British, budaya dan Bahasa Malaysia khususnya Bahasa Melayu sangat kental dipengaruhi Bahasa Inggris. Sebagai contoh ketika mereka mengeja alphabet, maka mereka mengeja A..B..C..D..E dst dengan ejaan Bahasa Inggris. A(e), B, C(si), D (di) dst (sorry saya tidak tahu bagaimmana menulisnya). Nah yang menjadi menarik saya bertanya kepada kawan saya itu. Kalau mereka mengeja alphabet dengan style Bahasa Inggris tetapi berbahasa dalam Bahasa Melayu apa anak-anak tidak bingung ketika pertama kali diajarkan. Contohnya, ketika mengeja IKAN maka Bahasa Indonesia akan mengeja I-K-A-N sedangkan dalam ejaan Malaysia menurut kawan saya itu akan di eja I(ai)-K(ke)-A(e)-N seperti ejaan dalam alphabet Bahasa Inggris. Kemudian saya tanya lagi, dengan ejaan itu bagaimana kalian membaca nya. Mereka tetap membacanya IKAN. Dia pun bingung kenapa bisa seperti itu. Ketika saya menjelaskan kalau dalam Bahasa Indonesia maka ejaan nya pun sama dengan ejaan Alphabet. Akhir diskusi beliau menyampaikan pendapat nya bahwa Bahasa Indonesia sebenarnya benar dan Bahasa Malaysia yang kurang tepat (ini pendapat orang Malaysia sendiri loh ya). Dia pun menambahkan bahwa Bahasa Malaysia memang saat ini tidak beraturan. Banyak sekali pengaruh dari bahasa inggris, bahasa indonesia dan bahkan lifestyle (yang ini jadi mirip okoch nya orang Makassar menurut saya). Contoh nya, saya sering sekali mendengar ekspresi “….this movie memang best gile..” nah loe, this movie itu jelas bahasa Inggris, memang = bahasa melayu, best = Bahasa Inggris dan gile juga bahasa melayu. Kemudian bahasa gaul Indonesia macam Lu dan gue juga banyak digunakan di kalangan anak muda negeri jiran tersebut.

Mengingat bahwa sebenarnya Bahasa Indonesia itu masih murni dan merupakan bahasa yang mempersatukan seluruh bangsa indonesia dari sabang sampai Merauke, maka sudah saat nya kita bangga dengan bahasa ini. Mari kita kembali ke EYD. Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya penting, tapi Bahasa Indonesia juga tidak kalah penting untuk kita pelajari dan kita gunakan.

Tulisan ini mendapatkan tag “terekomendasi” pada kompasiana.com

3 Comments Add yours

  1. natia says:

    keren banget blognya. saya suka pembahasannya mengenai bahasa Indonesia😉

    Like

    1. terima kasih sudah mau mampir…🙂

      Like

  2. hnz apis ogi says:

    iye saya suka itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s