Ketika Daddy Harus Bekerja

Menjadi (temporarily) “single fighter” dalam merawat anak (gadis) ternyata sangat melelahkan. Dulu waktu di New Zealand KeluargaHussein dalam formasi lengkap. Ada Pak Abink, Bu Abink dan ALia. Jadi tugas-tugas serta pekerjaan-pekerjaan rumah dapat di selesaikan secara bergantian. Sehingga pada saat ini Pak ABink confident bahwa menjaga Alia sendirian bukan pekerjaan yang susah.

Tetapi ketika Bu Abink harus kembali ke tanah negeri Awan Putih (baca: Niu Zielan) dan Pak ABink di rumah berdua dengan Alia ternyata baru kerasa berat nya. Memang di rumah ada Mak Ul, ART kami yang baru bekerja 3 bulan terakhir. Untuk urusan rumah tidak menjadi masalah. Tetapi si wee girl ini belom mau di tinggal dan dijaga Mak Ul begitu juga Pak ABink dan Bu Abink belum sreg meninggalkan Alia dirumah berdua dengan Mak Ul. Alhasil Alia masih harus di taruh di daycare setelah pulang sekolah.

Menaruh Alia di daycare bukan hal yang susah. Tetapi yang menjadi tantangan buat Pak ABink adalah ketika ada jadwal mengajar pagi – 7am. Memang kelas bias di nego untuk dimulai pukul 7.30am tetapi tetap waktu tersebut tidak begitu pas karena Alia biasanya baru bangun jam 6.30am. Kemudian proses feeding bisa memakan waktu 15-20 menit. Praktis pukul 7am Alia baru siap mandi. Mandi sampai ganti baju paling tidak 15-20 menit. Kalo buru-buru kadang malah ALia tidak mandi. Sehingga Kadang Pak ABink hanya punya waktu 15 menit untuk mandi dan bersiap ke kantor. Dari rumah ke Kindi nya ALia membutuhkan waktu paling tidak 10-15 menit. Sehingga sampai sekolah skitar pukul 7.45. Dari sekolah ke kampus butuh sekitar 10 menit sehingga pukul 8am biasanya Pak ABink baru sampai kampus.

Tantangan lainnya adalah jika Pak ABink harus mengajar di malam hari dan di hari Sabtu. Di malam hari, biasanya dimulai pukul 3.30pm dan berakhir pukul 8pm. Untuk beberapa waktu yang lalu, Alia berhasil dititipkan di rumah mama atau tante ade. Tapi dengan mulainya tante ade kuliah lagi, harus ada strategi baru untuk menitipkan Alia. Belum lagi mulai minggu ini setiap fortnight Pak ABink haru mengajar d luar kota. Praktis Alia tidak ada yang mengantar dan jemput. Wah benar-benar tantangan yang berat. Untungnya ada Mama Papa n Tante Ade yang juga tinggal di Malang, jadi bisa diminta tolong utuk jemput Alia kalau Bapak Abink harus ke luar kota..

Tapi hanya dengan satu keyakinan dan dukungan dari Mama, papa, Bapak, Ibu dan Tante Ade Pak dan Bu Abink percaya bahwa semua ini akan dapat diatasi.

3 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    Waduh…,…yg baca aja berasa tuh rempongnya hehe

    Like

    1. Rempong mba.. Untung ada Oma Opa nya ALia di Malang dan Kai Nini nya ALia sering datang juga dari Banjarmasin🙂

      Like

  2. rintadita says:

    semangaaaaat masss!😀 *kayaknya bakal ngerasain hal yg sama kalo nanti punya anak*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s