Berdamai Dengan Otak Reptil

Sering kali jika Alia menginginkan sesuatu dan keinginannya tersebut tidak dipenuhi maka akan mengamuk. Situasi ini juga pasti sering dirasakan oleh para orang tua yang lain. Apa yang lazim nya dilakukan oleh para orang tua jika si kecil sedang mengamuk?

Yang pertama kali dilakukan adalah menjelaskan dengan sabar tentang kenapa keinginannya tidak dikabulkan. Apakah berhasil? Hampir separo lebih orang tua akan gagal menenangkan si kecil. Jika gagal dan si anak tetap mengamuk dan menangis, apa yang akan terjadi? Orang tua akan pindah ke fase kedua yaitu terpancing emosinya dan memarahi si anak.

Jika orang tua sudah terpancing emosinya dengan memarahi anak, apa yang akan terjadi? Menjadi diam kah si anak? Jawabannya adalah anak akan semakin kencang menangisnya. Apakah ini menyelesaikan masalah? Bisa dikatakan tidak. Jika anak diam karena di marahi, itu terjadi karena anak takut dengan orang tua. Perasaan takut ini jika dilakukan berulang kali akan mengacaukan pola interaksi anak dan orang tua.

Saya pun pertama kali jika Alia sudah ngamuk dan menangis karena keinginannya tidak terpenuhi maka saya akan menjalankan langkah 1 dan 2. Hasilnya Alia tetap menangis, saya ikut marah dan suasana menjadi tidak nyaman.

Dari sebuah seminar mengenai pendidikan anak, saya berkenalan dengan yang namanya otak reptil. Saya tidak tahu secara ilmiah apa yang dimaksud dengan otak reptile ini. Tapi menurut pakar parenting yang saya ikuti diskusinya otak reptile itu adalah situasi otak ketika seseorang sedang terbawa emosi.

Nah dalam kondisi otak reptile ini anak anak atau bahkan orang dewasa tidak akan mampu memproses informasi yang didapat. Pada kondisi ini yang diperlukan adalah pelepasan emosi dan energy. Masing-masing individu pelepasan emosi ini berbeda beda. Tapi yang pasti tidak akan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi ketika si kecil sedang dikuasai oleh otak reptile, maka yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mendiamkan saja dan tidak terpancing. Pada situasi ini walaupun dijelaskan anak tidak akan mampu memproses informasi yang diberikan.

Sering kali muncul pertanan berikutnya. Kadang ketika marah si anak berbuat kasar dan menjurus membahayakan diri sendiri atau orang lain. Misalnya memukul mukul kepala, memukul orang lain sampai membanting atau membuang barang yang ada disekitarnya. Jika sudah sampai pada taraf ini berdasarkan pengalaman saya dengan Alia, yang perlu dilakukan adalah jauhkan si kecil dari benda benda yang berbahaya. Jika dirasa masih membahayakan yang perlu dilakukan adalah menahan atau memegang tangan atau badan. Peluk yang kencang. Biasanya si kecil akan meronta ronta. Walaupun memegang atau memeluk usahakan jangan sampau menyakiti. Pegang beberapa saat, tapi jangan perhatikan. Kita cuma perlu diam.

Jika amarah dan emosi sudah mulai mereda, maka mulailah ajak bicara. Biasanya jika emosi sudah mereda maka anak akan sangat mudah diajak berbicara. Ajak si kecil berbicara hati ke hati. Jelaskan kepadanya kenapa kita melarang atau tidak mengabulkan keinginannya.

Kesimpulannya adalah, ketika anak sedang mengamuk dan emosi maka otak reptile yang bekerja. Otak reptile tidak akan bisa memproses informasi apa saja. Maka sebagai orang tua maka kitalah yang harus menguasai situasi.

Selamat belajar bersama anak-anak!!

Salam,
Bapak Abink

4 Comments Add yours

  1. rintadita says:

    otak reptile ini gak cuma berlaku untuk anak kecil kan? soalnya aku kalo lagi emosyiiih kayaknya mengalami otak reptile juga deh….gak bisa diajak ngomong sampe emosinya reda😀

    Like

    1. iya dito, otak reptil berlaku buat semua, ngga cuma anak2 aja.. Kita kalo lagi emosi trus di ajak ngomong kan bawaannya pengen nyakar ya… *eh, reptil kan ga bisa nyakar😛

      Like

  2. abink says:

    ooo, bgitu ya pak abink,,,,

    Like

    1. Iyaa gitu Uniii….🙂 Uni, kok namanya Abink?? hehehehehe😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s