Lincoln International Night

Lincoln International Night adalah salah satu annual event yang selalu saya tunggu-tunggu. Selama di NZ, saya berkesempatan untuk ikut terlibat dalam acara ini 4 tahun berturut-turut. Dan selama itu pula, kami dari tim Indonesia sudah menyajikan berbagai hidangan, performance dan memamerkan seni budaya Indonesia. Dulu waktu bapak Abink n kk Alia masih di Lincoln, kami sekeluarga selalu berpartisipasi mendukung Indonesia untuk ikut serta memeriahkan acra ini. Biasanya saya membantu memasak di pagi hari, dan bapak Abink membantu mempersiapkan cultural booth di siang/sore harinya. Kesibukan tim Indonesia untuk menyambut acara ini biasanya sudah dimulai jauh-jauh hari. Dari ngumpul bareng2 ngomongin performance apa yang ditampilkan, akan masak apa di hari itu sampai ngomongin barang apa aja yang akan di-display di cultural booth. Sebenarnya yang paling sibuk waktu itu sih Bapak Abink dan teman2 students. Saya yang waktu itu bukan student cuma mendukung aja dengan ikutan memberi saran, sumbang tenaga di hari H, sumbang makanan seadanya kalo pas ada acara ngumpul2 ngomongin Int’l nite dan menjadikan rumah kami sebagai base camp tempat dandan para penari.  Bagaimana dengan tahun ini? Tahun ini sepertinya tim Indonesia lebih santai… Saya pun santai, walaupun di hari H tetap sibuk di dapur untuk masak. Tahun ini kami memutuskan untuk masak bakwan jagung udang dan es teler saja. Simple tapi yummy🙂

Acara ini diadakan oleh Lincoln University Student Association (LUSA). Ide nya adalah memperkenalkan keragaman budaya yang ada di Lincoln University karena students LU berasal dari beragam bangsa dan budaya. Partisipannya sendiri pun dari para student, walaupun tidak menutup kemungkinana adanya bantuan atau partisipasi community. Acara ini dikemas dalam 3 bagian; kuliner, performance di atas panggung dan cultural booth.

Kuliner. Negara yang mau berpartisipasi diminta memasak makanan khas dari negaranya. Semua bahan dan alat di sediakan oleh Lincoln Uni. Yang bikin seru, masaknya harus di dapur-nya Lincoln rame2 dengan teman2 dari negara lain. Seru nya lagi, kita bisa saling mencicipi makanan mereka fresh from the oven🙂 Makanan dari berbagai negara ini akan dihidangkan di buffet table untuk para tamu. Indonesia sendiri sudah menghidangkan berbagai makanan seperti sate, rendang, pisang goreng, bakwan jagung sampai tempe mendoan. Dan the most favorite dessert yang selalu ada setiap tahun adalah es teler… Bangganyaa, masakan indonesia selalu mendapat pujian dari tahun ke tahun, nggak kalah dengan masakan dari India, China, Nepal, PNG, Jepang, Mexico, Amerika, VietNam, Iran, Malaysia dan New Zealand. Bahkan di tahun 2011 lalu, ketika kami masak rendang, seorang koki dari Lincoln Uni mendatangi kami untuk memuji rendang Indonesia dan minta resepnya!!

Image
Photo dari http://www.lusa.org.nz
intl night 2
Photo ini juga dari http://www.lusa.org.nz

Cultural Booth. Sambil menikmati hidangan, para tamu juga bisa melihat-lihat, mencari informasi atau berfoto di depan cultural booth dari berbagai negara. Biasanya setiap negara akan men-display benda-benda seni, peta negara, bendera dan beberapa penjaga booth biasanya juga memakai pakaian daerah. Selama ini pakaian daerah Indonesia berhasil menarik perhatian pengunjung. Banyak yang tertarik mencoba memakai hiasan kepala ala perempuan bali, memakai topi pria bali bahkan mencoba blangkon jawa. Selain itu, Indonesia juga biasa memamerkan wayang dan pengunjung pun tertarik untuk belajar mainin wayangnya.

Friends from Iran
10150300698211919
Indonesia-2011
39356_420183276882_653701882_5231962_3450928_n
Indonesia-2010

Performance. Setelah para tamu puas menikmati hidangan dan pameran budaya dari berbagai negara, sekarang saatnya melihat penampilan di atas panggung. Biasanya acara di buka dengan Haka (Maori war dances) khas New Zealand atau dibuka dengan lagu-lagu Maori. Saya pribadi dangat menikmati lagu2 Maori ini yang kental dengan sentuhan irama “kepulauan” dan diiringi dengan gerakan-gerakan tangan yang sederhana tapi manis🙂

Maori song followed by Haka (photo courtesy of Mohan Gurung)
Maori song followed by Haka (photo courtesy of Mohan Gurung)

 Tim Indonesia sendiri sudah 4 tahun berturut-turut selalu menampilkan sesuatu yang berbeda dari tari Bali yang dibawan sendiri oleh penari Bali muda berbakat (Amel), tari modern dengan diiringi lagu Baliku (Chrisye) yang dibawakan oleh 3 remaja putri yang cantik-cantik (Mia, Amel, Puteri), Poco-poco rame-rame oleh PPIC, sampe peragaan busana Indonesia oleh Ibu-ibu PPIC dan CIS🙂

tari
Photo courtesy of Ibu Indri Rasyid
busana
Photo Courtesy of Ibu Melanie Iskandar

Mungkiiinn International Night tahun depan (2014) bakal jadi International night terakhir saya di Lincoln sebagai student. Jadi nggak sabar nunggu bulang Agustus lagi, biar bisa menikmati keragaman budaya dunia lewat Lincoln University International Night lagi.. Doakan saya tahun depan bisa menikmati event dengan tenang karena thesis udah nyaris sampai di garis finish yaaaa🙂 (aamiin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s