Sekolah Impian

Waktu saya kecil setiap ditanya cita-cita saya apa, selalu saya jawab “mau jadi guru TK”. Saya ingat betul, waktu itu nenek saya pernah bilang “Jangan jadi guru. Guru itu gajinya kecil”. Dari situ, saat saya sma saya mulai berpikir untuk merubah sedikit cita-cita saya, dari “guru Tk” menjadi “guru dan pemilik TK”🙂 cerdas nggak tuh? Sekarang gimana? Sekarang saya masih tetep pengen punya early childhood centre sendiri seperti yang saya tulis di halaman ini.

Kebetulan sekali mb Joeyz lagi bikin ‘sayembara’ tentang sekolah impian.  Jadi kalau punya rejeki, sekolah macam apa yang pengen saya dirikan? Udah ketebak lah ya kalo say pengen bikin TK :) trus TK macam apa?

Pertama-tama, saya pikir bukan cuma anak di daerah terpencil/tdk mampu saja yang membutuhkan pendidikan berkualitas. Anak-anak di kota pun butuh pendidikan yang berkualitas. TK impian saya ini bias di aplikasikan di desa maupun di kota (kayak kampanye ya). Bayarnya gimana? Bayarnya subsidi silang aja. Yang mampu bayar, yang nggak mampu nggak usah bayar, kan punya cadangaan 10M.. Beberapa poin tentang sekolah impian saya:

Menghargai anak-anak sebagai pribadi-pribadi yang unik (udah kayak iklan belum nih kalimatnya?). Karena setiap anak itu unik, jadi jangan merasa aneh kalau setiap anak punya keinginan, kemampuan dan pendapat yang berbeda. Di sekolah saya nanti, setiap murid bakal di-encourage untuk mengungkapkan pendapatnya, apapun itu. Di sekolah bakal ditanamkan kalau berbeda itu bukan masalah. Jadi, guru sebagai fasilitator harus benar-benar menghargai pendapat setiap anak. Nggak ada gambar siapa lebih bagus dari siapa. Setiap anak punya kreatifitasnya masing-masing. Nggak ada yang salah kalau anak menggambar daun berwarna pink, bukan hijau. Kebetulan, kami punya pengalaman tentang ini di sekolah Alia di NZ yang pernah diceritakan bapak Abink di sini. Kalau anak-anak sudah terbiasa dengan perbedaan, sudah pasti Indonesia di masa depan akan semakin damai. Nggak ada lagi tuh yang putus silaturahim gara-gara beda pilihan capres🙂

Untuk menunjang penghargaan terhadap setiap pribadi anak yang unik, di sekolah saya nanti bakal ada sesi di mana setiap anak bebas memilih kegiatan apa yang ingin dilakukan. Bebas. Misalnya, kegiatan membuat kerajinan tangan. Kalau di sekolah-sekolah pada umumnya semua anak akan membuat kerajinan tangan yang sama, di sekolah saya nanti anak-anak bebas membuat kerjinan tangan sesuai keinginannya. Boleh menggunting kertas, menempel, membuat sesuatu dari kardus, dari ranting, melukis, terserah mereka. Mereka (walaupun masih anak-anak) berhak menentukan pilihan.

Mengajarkan nilai kasih sayang, saling menghargai dan sopan-santun. Walaupun anak-anak bebas berpendapat dan bebas menentukan pilihan, di sekolha tetap diajarkan bagaimana ber sopan-santun. Bagaimana harus menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda. Tidak  boleh ada bullying dan kekerasan sama sekali di sekolah saya nanti.

Sekolah dengan arena bermain yang luas. Arena bermain yang saya maksud di sini bukan di dalam ruangan ya. Di luar ruangan. Kenapa luar ruangan? Tau kan kalau anak kecil itu nggak bias diem dan cepat bosan? Coba bayangkan kalau sekolah anak-anak minim tempat bermain luar ruangan. Kita aja yang kalo diminta stay di dalem ruangan bakal bosen dan nggak produktif kan.. Apa lagi anak-anak. Selain itu, di Tk saya nanti anak-anak bakal di encourage untuk bermain di luar banyak-banyak. Tanpa takut kotor!

Di TK saya nanti juga bakal ada kebun sayur yang ditanam oleh anak-anak danada hewan peliharaan seperti ayam, kelinci, ikan (sekarang sih cuma tiga hewan itu yang ada di pikiran saya, secara saya ‘geli’ sama segala jenis binatang). Dari situ anak-anak belajar tentang sains, belajar bersyukur, berbagi, sekaligus belajar menghargai orang lain.

Nggak boleh bawa snack kemasan untuk bekal. Jaman sekarang kan penyakit makin aneh-aneh ya.. Diduga, berbagai penyakit muncul karena gaya hidup dan makanan yang nggak sehat. Makanya di sekolah saya nanti anak-anak akan dapat snack sehat dan buah-buahan. Anak-anak boleh juga bawa bekal dari rumah, tapi harus bekal sehat (sehat bukan berarti nggak enak kan!). Kalau anak-anak bawa homemade food, pasti lebih sehat dan akan mengurangi sampah juga. Misal nih ya, di TK saya nanti ada 40 orang murid. Kalau setiap hari mereka bawa bekal snack kemasan, bakal berapa banyak plastic yang terkumpul selama sehari, sebulan, setahun? Selain sehat, juga mengajarkan mereka untuk menjaga lingkungan. Anak kecil itu makhluk paling pinter loh.. Kalau di sekolah ditanamkan bagaimana cara menjaga kesehatan dan menjaga lingkungan, diharapkan ini akan menjadi kebiasaan sampai mereka besar nanti.

Mengajarkan ‘hidup sederhana’. Sebisa mungkin sekolah akan memanfaatkan barang-barang bekas untuk sarana bermain dan belajar. Sebisa mungkin tidak mendorong anak untuk beli, beli dan beli. Tapi gunakan barang bekas yang masih bias dimanfaatkan. Banyak kok yang bias kita bikin dari barang bekas. Contohnya: sock puppets dari kaus kaki bekas atau yang ilang sebelah. Anak-anak pasti seneng bikinnya dan kalo udah jadi bias di lanjut bikin pertunjukannya di sekolah.

Sock puppet. pic from www.aokcorral.com
Sock puppet. pic from http://www.aokcorral.com

Berusaha menggunakan bahan dari alam untuk media bermain dan belajar. contonya nih melukis dengan media daun atau melukis di batu.

pic from www.lushome.com
pic from http://www.lushome.com
pic from www.indesignartandcraft.com
pic from http://www.indesignartandcraft.com

masih dalam rangka ‘hidup sederhana’, anak-anak boleh merayakan ulang tahun di sekolah, tapi tanpa bagi-bagi goodie bag mewah, tanpa kue tart yang mewah. Sekolah yang akan memfasilitasi ‘pesta’ ulang tahun untuk anak. Maksudnya apa? Maksudnya supaya anak-anak (atau orang tuanya) nggak terbiasa ‘pamer’ dan saling berlomba mengadakan pesta ultah nan meriah (dengan bingkisan yang mahal) di sekolah🙂

Guru yang fun, tidak berhenti bercerita dan bertanya kepada anak-anak. Dengan bertanya dan bercerita akan merangsang anak untuk berpikir dan kreatif. Jadi, guru-gurunya harus dipastikan sayang anak, dan nggak capek ngomong sama anak-anak. Lemah lembut, tapi bias tegas di saat yang dibutuhkan. Para guru juga harus terlibat dalam semua kegiatan anak-anak (baca:nggak jaim alias jaga image).

Orang tua murid yang berkomitmen untuk mendukung program sekolah. Ini penting banget ya, walaupun mungkin untuk ibu bekerja agak susah menyediakan homemade food (no-wrap) untuk anak-anaknya, tapi nggak ada yang nggak mungkin kok.Percuma juga kalo disekolah anak-anak diberi kebebasan berimajinasi, tapi di rumah masih sering dihakimi dan dibanding-bandingkan. Jadi, komitmen orang tua penting!

Sepertinya sekolah impian saya biasa-biasa aja dan cenderung ‘kejam’ ya? Intinya, saya pengen anak-anak jadi long-life learner  jadi pribadi yang selalu bersyukur dan mudah berempati, peduli dengan alam, keluarga dan diri sendiri. Sebenernya masih banyak lagi nih, tapi untuk sekarang cukup itu dulu deh ya.. Itu menurut saya seperti ‘filosofi’nya sekolah impian saya nanti.

Menangin saya dong teacher Joeyz sekolah ini bukan mustahil untuk di bangun di Indonesia untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Apalagi kalau ada dana 10 M🙂 … Saya mupeng sama novel & tas nyaa.. atau kalau nggak dapet yang itu, blazer merahnya boleh juga🙂

20 Comments Add yours

  1. joeyz14 says:

    noted mba…..aku baru baca awal paragraphnya…sepertinya seru banget….nanti malem aku lanjut bacanya ya mbak….hehe lagi dikejar2 kerjaan🙂
    thank u buat partsipasinya ya mba🙂

    Like

  2. De says:

    keren banget kalo beneran ada sekolah yang bisa mengimplementasi semua hal yg disebutin di sini.

    sofar sekolah rafayra udah mirip sih, cuma belum ada aturan “dilarang bawa makanan kemasan” aja.

    Like

    1. Ini sebenernya setengah curcol mbak De, karna pas cari sekolah alia kemaren agak susah.. ortunya Alia banyak maunya hehheeh… Wah pasti asik tuh sekolah rafayra, jadi tenang ya mbak, kalo dapet sekolah yang cocok buat anak-anak.

      Like

  3. Sukaaaa sama ide bekalnya hehehe.
    Waktu aku masih kerja di cafe, kita suka buat snack sehat buat anak2, kaya carrots and celery stick, potongan2 apel nanti dipnya macem2, aneka variasi hummus, peanut butter dll pokoknya biar anak2 suka hehehe… temenku malah pinter banget, anaknya gak doyan sayur trs dijadiin mainan sama dia. Kaya timun dijadiin bentuk kapal2an kecil pake tusuk gigi n ada potongan smoked chickennya dll… seru liatnya🙂

    Like

  4. rintadita says:

    #DukungDithaPunyaTK
    ini kereeeen, ayo beneran dibikin ya ntar anakku tak sekolahin disana😀

    Like

    1. Doain dong Dito,mudah2an dapet 10 M beeran buat bikin sekolah hahah😀

      Like

  5. Clarissa Mey says:

    keren ide sekolahnya, semoga menang yah giveawaynya, dan semoga someday kesampaian anak2 kita bisa bersekolah di sekolah seperti yg diimpikan diatas.. aku daftarin anakku yah hahahaha😀

    Like

    1. Aamiin… agak susah cari sekolah yang nggak ‘komersil’ jaman sekarang ya Mey..

      Like

  6. Puji says:

    Keren semua nilai sekoahnya😀

    Like

    1. Makasih udah baca, mb Puji..🙂

      Like

  7. Aku daftarin anakku ntar di sekolahmu ya, Dit..😄 (semoga ini jadi doa yg terkabul buat punya anak.. Amin…)

    Like

    1. Aamiin, semoga keinginannya mb Emmy cepet terkabul. Nanti sekolah di sekolahku ya🙂

      Like

  8. rianamaku says:

    Aminnn… semoga terwujud nanti aku sama kaya emi mau daftarin anak aku ke tempat kamu mbak..

    Semoga berjodoh dengan GAnya ya..

    Like

    1. thankyou Ria… waahh bakal rame nih sekolahku muridnya dari seluruh penjuru Indonesia🙂

      Like

  9. joeyz14 says:

    Mbaa ditaaaaa….aku baru kelar baca…ihhh keren banget deh. Aku setuju sama semua idenya…sunguh detail! Nantikan pengumumannya ya mba…

    Like

    1. Thank you mb Joice.. mungkin bukan ide baru, tapi jadi pengingat aja diantara sekolah2 “komersil” yang bertebaran.. karena anakku juga pas masuk TK pindah dari NZ ke Malang agak susah cari sekolah yang sesuai dengan yang aku mau. Pas ketemu sekolah yg ‘mendekati’ harapan, tapi tetep aja da ‘bolong’ nya.. hahahha😀

      Like

  10. wah cocok deh diterapkan di sebuah TK menurutku.
    apalagi ide tentang larangan bawa snack kemasan, bener banget tuh.
    salam kenal🙂
    selamat sudah menang

    Like

    1. Salam kenal balik mb Ina… selamat juga udah menang… mudah2an beneran sekolah Napen nya bisa ‘diperbaiki’ seperti impian mb Ina ya🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s