Japan Trip – Narita Express dan Akihabara

Hampir tiga bulan blog keluargahussein tidak tersentuh. Maklum dua kontributor nya – Bapak dan Ibu Abink lagi sibuk dengan urusan masing-masing. Si cantik Alia pun juga ga mau kalah sibuk dengan urusannya. Setelah tiga bulan tidak update, ada sedikit cerita yang ingin dishare di blog ini agar bisa menjadi kenangan yang selalu diingat dan mungkin berguna bagi teman-teman yang berkunjung di Blog KeluargaHussein.

Sekitar bulan Nopember yang lalu Bapak dan Ibu Abink berkesempatan untuk berkunjung ke Tokyo Jepang. Bukan murni jalan-jalan tapi lebih tepat nya jalan-jalan akademis karena di Tokyo, Pak dan Buk Abink menghadiri serta mempresentasikan hasil penelitian pada International Symposium on Business and Management (ISBM) 2014 yang di adakan di Meiji University Tokyo.

Jalan-jalan kali ini benar-benar rejeki nomplok karena kami berdua tidak perlu merogoh kocek karena seluruh biaya ditanggung institusi kami masing-masing. Bu Abink di sponsori oleh riset bujet Lincoln University dan saya pun di sponsori oleh Univ Brawijaya.

Sudah sejak dua bulan sebelumnya kami berdua mempersiapkan trip. Khususnya Bu Abink yang akan berangkat dari New Zealand. Sudah hampir dua bulan sebelumnya tepat nya sejak paper kami berdua diterima dan funding disetujui, Bu Abink langsung berburu tiket, hotel dan “mempelajari” tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi beserta bagaimana cara mencapainya. Akhirnya setelah brosing kanan-kiri, Bu Abink memutuskan untuk naik Singapore Airlines dengan rute Christchurh-Singapore-Narita. Serta memilih untuk tinggal di Akihabara. Alasan memilih Singapore Airlines sepele saja karena untuk sementara rute NZ-Asia itu maskapai paling enak ya Singapore Airlines. Selain itu Bu Abink ada rencana untuk pulang liburan ke Indonesia, jadi dari tinggal beli tiket Singapore-Surabaya. Sedangkan Akihabara dipilih karena distrik itu cukup dekat dengan Meiji University dan banyakHotel yang terjangkau oleh pendanaan kami. Ditambah lagi, bu Abink ngincer salah satu hotel yang bersebelahan dengan Akihabara station, biar kalo mau jalan-jalan gampang.

Camera 360

Setelah Tiket dan hotel di booking, Bu Abink mulai mengurus visa Jepang. Mengurus Visa Jepang di New Zealand tidak terlalu rumit. Bu Abink cukup datang ke Konsulat Jepang di Christchurch, menyerahkan formulir dan persyaratannya. Kurang dari dua minggu visa Bu ABink sudah selesai. Dikarenakan sibuk, Pak ABink menunda pengurusan visa sampai sekitar sebulan sebelum keberengkatan. Itu juga karena di marahi Kai Roben dan didesak Bu Abink untuk segera mengurus visa. Setelah membuka website Kedutaan Jepang di Indonesia, maka Pak ABink memutuskan untuk meminta bantuan travel untuk menguruskan visa tersebut. Sebenarnya mengurus sendiri tidak sulit. Tetapi jika mengurus sendiri ada acara untuk menyampaikan berkas ke Konsulat Jepang di Surabaya dimana Pak Abink agak kesulitan untuk mencari waktu. Akhir nya cara mudah yaitu dengan minta jasa travel agent.

Karena tujuan dari kunjungan ke Jepang adalah untuk konferensi, maka Pak ABink mengajukan aplikasi untuk visa bisnis. Berbekal surat pengantar dari Pak Dekan dan berkas-berkas persyaratan lainnya (bisa dilihat di : http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html) Travel agent yang membantu pengurusan visa mengirimkan aplikasi ke Konsulat Jepang di Surabaya. Hampir seminggu tidak ada jawaban. Hari ke delapan, Pak ABink di e-mail petugas dari travel agent yang melaporkan bahwa untuk aplikasi visa bisnis harus ada undangan dari pihak penyelenggara. Sebenarnya Pak ABink sudah melampirkan surat undangan dari pihak penyelenggaran konferensi. Akan tetapi konsulat Jepang minta surat yang lebih detail yang ditulis dalam Bahasa Jepang. Dikarenakan urusannya yang terlalu rumit, maka diputuskan Pak Abink beralih dengan mengajukan aplikasi untuk visa kunjungan sementara. Bedanya untuk visa ini harus menunjukkan bukti keuangan tiga bulan terakhir. Sukur di tabungan PAk ABink masih ada sisa-sisa yang cukup untuk bukti keuangan. Akhirnya setelah seluruh persyaratan diberikan, kurang dari seminggu Pak ABink mendapatkan visa Jepang.

Setelah mendapatkan visa Jepang maka tinggal menunggu hari keberangkatan. Hari keberangkatan adalah 12 Nopember 2014. Padahal hari itu Pak ABink sedang kedatangan seorang Professor dari Lincoln University. Yaitu Professor Gan. Akan tetapi atas bantuan dari kolega-kolega di kampus, Professor Gan tetap bisa melakukan kegiatah sesuai rencana dan PAk Abink bisa berangkat ke Jepang.

Berbeda dengan rute Bu Abink yang mengambil rute Christchurch-Singapore-Narita, rute yang diambil Pak Abink dengan menggunakan Garuda Indonesia adalah Surabaya-Denpasar-Narita. Berangkat dari Surabaya sekitar pukul 8 malam transit di Denpasar sekitar 3 jam dan berangkat ke Narita Tokyo sekitar jam 1 WITA. Tiba di Tokyo sekitar pukul 8 pagi.

Urusan imigrasi sangat lancar. Tidak ada masalah, Yang menjadi masalah itu adalah bagaimana cara menuju Akihabara. Tetapi dengan bekal informasi dari Bu Abink maka Pak ABink bisa menemukan jalannya dengan mudah. Bagaimana jalannya??

Bagi yang akan ke Tokyo melewati Narita — FYI jika trip ke Tokyo pesawat bisa landing di Narita atau di Haneda. tergantung rute mana yang ingin kita ambil. Kasus kali ini Pak Abink mengambil jalur Narita. Di Narita Airport, Pak Abink membeli tiket Narita Express. Bu Abink juga menyarankan untuk membeli tiket terusan JR Train. Gampang sekali dipintu keluar setelah custom sudah bisa dibeli tiket Narita Express (NEX). Untuk ke Akihabara, Pak ABink harus membyar sekitar 1500 yen. Kemudian beli tiket terusan JR Train 2500 yen dimana 500 adalah deposit.

Logo Narita Express
Logo Narita Express


Mencari platform Narita Express sangat mudah. Banyak tulisan di papan pengumuman sehingga tidak akan tersesat. Menunggu sekitar 10 menit kemudian Narita Express datang. Ketika datang, calon penumpang tidak boleh langsung naik. KArena petugas kebersihan dengan sigap membersihkan gerbong kereta. Cukup nyaman didalam gerbong Narita Express

Penampakan Gerbong Narita Express
Penampakan Gerbong Narita Express

Interior gerbong Narita Express ini hampir sama dengan pesawat. Tidak beda jauh dengan kereta di Indonesia, di dalam Narita Express juga ada pedagan makanan. Bedanya pedagang makanannya memang bagian dari NEX. Sehingga jauh dari kesan kumuh dan kotor seperti di kereta-kereta di Indonesia.

Narsis di dalam Narita Express
Narsis di dalam Narita Express

Untuk menuju Akihabaran memakan waktu sekitar 1 jam. Narita Express tidak stop di Akihabara. Sehingga rute nya adalah Narita-Tokyo-Akihabara. Dari Tokyo train station sambung dengan Yamanote Line yang ke arah Ueno (untuk detail lokal train bisa dilihat di: http://www.jreast.co.jp/e/index.html). Untuk tiket ke Akihabara dengan Yamanote Line ini tidak perlu bayar karena sudah include dengan tiket NEX.

Di Akihabara Bapak dan Ibu ABink menginap di REMM Akihabara. Dalam pikiran Pak ABink untuk mencapai REMM Akihabara harus berjalan beberapa blok lagi. Ternyata REMM AKibhara berada tepat disamping Akihabara Stasiun.

Distrik Akihabara
Distrik Akihabara

Sedikit informasi, Akihabara ini tempat yang paling cocok untuk berburu barang-barang elektronik. Disekitar area tersebut dapatdijumpai dengan mudah toko-toko yang menjual alat elektronik. Selain elektronik, Akihabara juga terkenal sebagai tempat kelahiran AKB48 sister group nya JKT48 yang sedang naik daun itu😀.

AKB48 Cafe Shop
AKB48 Cafe Shop

Di Akihabara Pak ABink dan Bu Abink tidak banyak melakukan kegiatan. Karena Akihabara hanya sebuah distrik bisnis. Dari Akihabara beberarapa tempat dapat dengan mudah dikunjungi seperti Asakusa, Shibuya Crossing, Ueno Park dan Tokyo Dome. Ditulisan lain Pak Abink atau Bu Abink akan bercerita mengenai tempat-tempat menarik di Tokyo.

9 Comments Add yours

  1. Puji says:

    Wah senangnya bisa pergi berduaan😀 ditunggu cerita2 lain dari Jepang🙂

    Like

    1. nyonyasepatu says:

      Bener setujua ama PUji, ditunggu cerita2 Jepangnya

      Like

    2. hehehe jarang jarang mbak bisa pergi berduaan🙂 semoga tahun depan Bu Abink slesai skolah nya

      Like

  2. senangnya ke jepang… ^^

    Like

    1. jepang emang luar biasa… hehehe

      Like

  3. Ah senengnya jalan-jalan gratisan😃 Ditunggu ya lanjutan ceritanya..

    Like

  4. Abis baca postingan ini kok ke inget adiknya Abink sama tantenya ya. Inget jaman buka puasa bareng. Hehehe….

    Ditunggu ceritanya dari Jepang ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s