Japan Trip – Asakusa dan Secangkir Matcha

Cerita jalan-jalan ke Jepang masuk ke babak kedua (babak pertama bisa dibaca di sini). Setelah sampai di Akihabara dan turun di Akihabara station, Pak ABink langsung menuju Remm Akihabara yang jarak nya tidak lebih dari 100m dari station. Celakanya Bu ABink masih ditempat conference dan tidak ninggal kunci bahkan tidak bilang kamar nya dimana. Tapi Pak Abink nekat aja ke resepsionis dan bilang kalo istri sudah check in sekitar dua hari sebelumnya. Jadi bole ndak kalo Pak ABink minta kunci kamar. Setelah sedikit introgasi dan mengecek paspor dan ID lainnya akhirnya dengan sukses Pak ABink mendapatkan kunci kamar Bu Abink.

Setelah masuk kamar, Pak Abink langsung konek internet dan kirim message ke Bu Abink kalo sudah masuk kamar dengan sukses. Pesan dibalas disuruh nunggu sampai jam 1, alasannya bu Abink masi mau menikmati bento lezat yang disedikan panitia sebagai suguhan makan siang di konferens. Alhasil dikarenakan masih sekitar 1.5 jam sebelum Bu ABink datang, maka Pak ABink memutuskan untuk turun ke bawah dan berjalan-jalan disekitar Akihabara.

Akihabara
Akihabara

Lebih kurang 1,5 jam menunggu akhirnya yang ditunggu datang juga. Setelah istirahat beberapa menit Pak dan Bu ABink memutuskan untuk berjalan-jalan keluar. Mumpung masih terang. FYI pada musim gugur matahari di Jepang tenggelam sekitar pukul 5 sore. Hasil diskusi memutuskan rute yang diambil adalah ke Asakusa yang ada di distrik Taito. Di Asakusa ada sebuah kuil Budha yang disebut Senso-Ji Budhist Temple. Dari Akihabara ke Asakusa lumayan gampang tinggal naik Tsukuba Express turun di Asakusa Train Station dilanjutkan berjalan kaki beberapa ratus meter ke Senso-Ji Temple. Disepanjang jalan dari Asakusa Station ke Senso-Ji Temple banyak hal-hal menarik yang dapat dilihat. Mulai dari orang-orang yang menawarkan jasa untuk mencoba Rickshaw (Becak khas Jepang), penjual makanan khas Jepang seperti Takoyaki hingga pedagang-pedagang souvenir. Karena belum makan siang, Pak ABink nodong Bu Abink untuk traktir Takoyaki. Rasanya sedikit beda dengan Takoyaki yang di jual di Malang. Lebih mantab yang dijual di Jepang heheheh

Warung Takoyaki
Warung Takoyaki

Setelah kenyang Pak dan Bu ABink melanjutkan wisata ke Senso-JI Temple. Banyak tempat menarik di Senso-JI Temple yang dapat direkam baik dalam memori otak maupun memori kamera. Gambar-gambar berikut akan mewakili memori otak dari Pak dan Bu ABink

2014-11-13 14.10.12 2014-11-13 14.17.12 2014-11-13 14.20.49

Senso-Ji Temple
Senso-Ji Temple

2014-11-13 14.21.47

Puas berfoto dan berkeliling Senso-Ji Temple, Pak dan BU Abink berjalan kembali ke Asakusa Train Station. Dengan pertimbangan mendapatkan pemandangan yang lain, maka rute yang diambil bukan rute yang sama dengan rute datang. Sepanjang perjalanan ke Asakusa Train Station banyak pedagang souvenir yang menjajakan dagangannya. Snack, cookies hingga hiasan-hiasang khas Jepang banyak dijual didaerah tersebut. Salah satu objek huntingan dari KeluargaHussein adalah Tokyo Banana. Tapi sayang sipenjual tidak memiliki Tokyo Banana

Kaki Lima
Kaki Lima

Puas melihat-lihat penjual makanan, kami singgah ke sebuah warung yang menawarkan Matcha, teh hijau khas Jepang. Selama di Jepang, si Ibu benar-benar tergila-gila dengan Matcha. Maka si Ibu langsung memesan secangkin besar Matcha dan sepotong mochi yang di atas nya di beri kacang merah. Pak ABink yang masih kenyang dengan Takoyaki cuma minta icip-icip aja. Tidak lama si Matcha datang. Bentuk nya benar-benar menarik seperti green tea latte yang biasa di order di cafe langganan. Menyesal Pak Abink ga pesen sendiri.

2014-11-13 14.32.14

Tapi tunggu dulu, curiga nih Pak ABink kok Matcha di kasi gula-gula?. Si Ibu yang minum cuma senyum senyum saja dan memaksa Pak ABink untuk mencoba nya. Melihat si Ibu dengan nikmat meminum Matcha nya Pak ABink pun ingin icip-icip. Ternyata rasanya…..wuaduhh….luar biasa kuat rasanya dan pahit. Maklum tidak diberi gula. Beda dengan Green Tea Latte yang biasa di order heheheh.

2014-11-13 14.33.36 2014-11-13 14.35.21

Lihat lah perbedaan ekspresi antara si penggemar Matcha dan penggemar green tea latte. Setelah puas menikmati secangkir Matcha dan sepotong mochi, Pak dan Bu ABink langsung kembali ke Train Station untuk lanjut ke Shibuya untuk melihat secara langsung Shibuya Crossing yang tersohor dan juga Patung Hachiko yang melegenda.

2 Comments Add yours

  1. winnymarch says:

    pak kalau ke tokyo dari nagoya naik bus bisa gk itu?

    Like

  2. saya tidak sampai Nagoya Mbak🙂 jadi kurang tahu pasti. Tapi kalo melihat jaringan transport umum di Jepang seperti nya Bus bisa atau mungkin kombinasi bus dan train lebih nyaman.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s