Dari 3 menjadi 4: Shopping Dokter Kandungan dan RS Bersalin di Malang

Setahun sebelum hamil saya memang sudah browsing dan tanya sana sini tentang dokter SpOG yang rekomended di kota Malang. Selain untuk periksa insidentil dan konsultasi aja, juga untuk persiapan kehamilan yang ke 2. Iya, saya memang punya keinginan untuk punya anak lagi setelah sekolah saya beres.

Dari rekomendasi teman-teman, di tahu 2014 saya konsultasi dengan salah satu dokter kandungan perempuan, dan lumayan cocok. Antrinya nggak begitu banyak, orangnya udah setengah baya dan keibuan, dan saya puas dengan pelayanannya.. Akhirnya waktu saya telat datang bulan di akhir tahun 2015 lalu, saya datang lagi ke beliau untuk periksa kehamilan. Sampai di bulan ke 4, ketika saya dan bapak Abink mau mulai ngobrol soal keinginan kami untuk melahirkan secara normal, belau dengan gamblang menyarankan sesar lagi aja. Kata beliau: “kalau mau punya anak cuma 2, mending sesar aja bu”.

Karena kecewa dan merasa tidak didukung, akhirnya beberapa hari setelah periksa di beliau saya memutuskan untuk periksa dan konsultasi lagi dengan dokter kandungan yang membantu kelahiran Alia dulu. Saat itu juga kami ngobrol tentang kemungkinan melahirkan normal setelah melahirkan secara caesar 7 tahun yang lalu. Jawaban dokter yang kali ini ngambang sih, “kita liat aja nanti bu.. Kalau nggak ada kendala seharusnya bisa.. tapi kita liat aja nanti”. Yaa paling nggak pak dokter ini nggak langsung menyarankan untuk sesar aja. Akhirnya saya sempat tuh kontrol 3 kali ke beliau, plus usg 4 dimensi di sana.

Baby Zidni /22-03-2016/ 30-06-2016 #son #appleofmyeye #babyboy #BabyZidni #ZidniHussein

A post shared by Raditha Hapsari (@radithahapsari) on

Masuk usia kandungan 7 bulan, saya mulai survey-survey rumah sakit bersalin. Sebenernya Pak Dokter punya RSB sendiri, dan dulu Alia lahir di sana. Tempatnya hommy dan nyaman, enak banget… Tapi, saya pengen survey-survey lagi dan pengen memastikan kalau RS tempat lahiran nanti adalah RS yang pro ASI dan IMD, secara waktu Alia lahir nggak sempat IMD 😦 Akhirnya, setelah survey sana sini, saya kepincut sama RS Hermina, dan pengen lahiran di Hermina aja. Masalahnya, pak Dokter nggak praktek di Hermina, jadilah saya ganti dokter lagi di bulan ke 7 kehamilan.

Saya pilih dr. Maria Ulfa, SpOG di Hermina atas saran beberapa suster yang bilang kalau dr Maria ini pro normal dan lumayan sering bantu VBAC. Kebetulan, saya sudah umayan sering dengar nama beliau disebut-sebut sebagai salah satu SpOG yang lumayan diperhitungkan di Malang. Ternyata dr. Maria orangnya ramah, menenangkan, dan bisa ditanya-tanya lewat WA 🙂 dan sampe sekarang saya masih suka tanya2 sama beliau lewat WA dan selalu dibales.

Di hari pertama kali ketemu dan kontrol sama dr Maria, saya langsung memutuskan untuk lahiran di Hermina aja. Walaupun nggak se-hommy RS tempat lahiran Alia dulu, RS Hermina ini menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Hari itu juga saya langsung bikin previllage card, dengan membayar uang muka/cicilan/tabungan pertama biaya persalinan. Dengan previllage card kita dapet gratis senam hamil seminggu 2x sampai lahiran, trus dapet gratis ikut kelas laktasi, trus pas udah lahiran dapet gratis 2x kelas pijat bayi dan senam nifas. Jadi kalau sudah yakin mau lahiran di Hermina, segera saja nyicil biaya persalinannya. Kalau kita sudah setor sebanyak 20% dari perkiraan biaya lahiran, kita bakal dapet previlage card dan bisa menikmati senam hamil gratis, kelas pra persalinan, kelas laktasi, dan fasilitas lainnya. Lumayan bisa menghemat 25.000 setiap kali mau senam hamil.Ditambah lagi, kalau pas lahiran ternyata kita sudah setor lebih dari 80% biaya lahiran, kita bakal dapet diskon 7%. Lumayan kan…. Selain fasilitas itu semua, RS Hermina juga punya ambulance yang siap menjemput (layanan dalam kota) kalau ada kejadian emergency.

Kalau soal antrian, di RS ini lebih baik telpon dulu dan daftar kalau mau periksa ke dokter. Kalau datang langsung, bisa-bisa dapet nomor antrian buntut, capek nunggunya 🙂

Kalau ngomong soal harga, menurut saya harga di RS Hermina ini hampir sama dengan RS bersalin sekelas nya, seperti di Melati Husada atau Puri Galeri. Sayangnya, saya cuma sempat survey harga saja dan nggak sempat membandingkan fasilitas dari RSB yang lain. Secara sudah kepincut sama dokter dan fasilitasnya Hermina 🙂

Kesan melahirkan di RSB Hermina, suster-suster semua ramah dan helpful. Baby otomatis rawat gabung tanpa diminta, dan IMD walaupun setelah sesar. Setelah melahirkan, ada suster yang datang untuk menjelaskan cara-cara merawat bayi (pasti bermanfaat untuk ibu baru, dan cukup me-refresh  ingatan saya setelah 7 tahun nggak pegang bayi. Ada juga suster yang datang untuk mengajarkan teknik pijat agar ASI melimpah.

Buat yang lagi hamil, selamat menjalani kehamilan dengan senang, selamat hunting RS buat lahiran, mudah-mudahan semua selamat, sehat lancar lahirannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s