Alia, Pop, Poppa dan Frangkrin and Frangkrin

Dunia anak memang dunia penuh khayalan. Memang menyenangkan jika melihat anak kecil yang imajinasinya bergerak kemana mana. Dulu sempat sebel dengan imajinasi Alia yang kadang-kadang cukup “mengerikan” tapi karena teringat Bu ABink yang selalu bilang “kamu mau anak mu diem aja atau berimajinasi dengan bermain” yah itu pilihan hehehhe…

Imajinasi ALia yang menurut Pak ABink cukup mengerikan adalah ketika bermain dengan “teman-temannya” yaitu Pop, Poppa, Frangkrin and Frangkrin. Dulu waktu Alia masih di Lincoln, sering di mobil atau di kamar Alia cerita habis main sama Pop dan Poppa, tapi Frangkrin and Frangkrin ga bisa main soalnya masih sakit. Sering di mobil cerita kalo lagi mau jalan-jalan sama Pop atau Poppa. Sekarang Pop sama Poppa lagi duduk d sebelah nya Alia. Wah kadang kalo nyetir mobil sendiri jadi merinding hehehehe….

Seiring dengan bertambah nya umur, imajinasi nya Alia tidak terlalu imajiner lagi. Tetapi mungkin karena sering sendirian, dan mulai banyak “saudara” ALia mempromosikan Pop dan Poppa menjadi adik nya Alia. Kenapa saya bilang kurang imajiner, karena sekarang Pop dan Poppa sudah di bendakan oleh Alia. Kadang boneka sheep nya di jadikan Pop atau Poppa atau kadang boneka bear nya. Tapi pada intinya Alia tetap senang bermain dengan kawan-kawan khayalannya.20130224_102428

Advertisements

Ketika Daddy Harus Bekerja

Menjadi (temporarily) “single fighter” dalam merawat anak (gadis) ternyata sangat melelahkan. Dulu waktu di New Zealand KeluargaHussein dalam formasi lengkap. Ada Pak Abink, Bu Abink dan ALia. Jadi tugas-tugas serta pekerjaan-pekerjaan rumah dapat di selesaikan secara bergantian. Sehingga pada saat ini Pak ABink confident bahwa menjaga Alia sendirian bukan pekerjaan yang susah.

Tetapi ketika Bu Abink harus kembali ke tanah negeri Awan Putih (baca: Niu Zielan) dan Pak ABink di rumah berdua dengan Alia ternyata baru kerasa berat nya. Memang di rumah ada Mak Ul, ART kami yang baru bekerja 3 bulan terakhir. Untuk urusan rumah tidak menjadi masalah. Tetapi si wee girl ini belom mau di tinggal dan dijaga Mak Ul begitu juga Pak ABink dan Bu Abink belum sreg meninggalkan Alia dirumah berdua dengan Mak Ul. Alhasil Alia masih harus di taruh di daycare setelah pulang sekolah.

Menaruh Alia di daycare bukan hal yang susah. Tetapi yang menjadi tantangan buat Pak ABink adalah ketika ada jadwal mengajar pagi – 7am. Memang kelas bias di nego untuk dimulai pukul 7.30am tetapi tetap waktu tersebut tidak begitu pas karena Alia biasanya baru bangun jam 6.30am. Kemudian proses feeding bisa memakan waktu 15-20 menit. Praktis pukul 7am Alia baru siap mandi. Mandi sampai ganti baju paling tidak 15-20 menit. Kalo buru-buru kadang malah ALia tidak mandi. Sehingga Kadang Pak ABink hanya punya waktu 15 menit untuk mandi dan bersiap ke kantor. Dari rumah ke Kindi nya ALia membutuhkan waktu paling tidak 10-15 menit. Sehingga sampai sekolah skitar pukul 7.45. Dari sekolah ke kampus butuh sekitar 10 menit sehingga pukul 8am biasanya Pak ABink baru sampai kampus.

Tantangan lainnya adalah jika Pak ABink harus mengajar di malam hari dan di hari Sabtu. Di malam hari, biasanya dimulai pukul 3.30pm dan berakhir pukul 8pm. Untuk beberapa waktu yang lalu, Alia berhasil dititipkan di rumah mama atau tante ade. Tapi dengan mulainya tante ade kuliah lagi, harus ada strategi baru untuk menitipkan Alia. Belum lagi mulai minggu ini setiap fortnight Pak ABink haru mengajar d luar kota. Praktis Alia tidak ada yang mengantar dan jemput. Wah benar-benar tantangan yang berat. Untungnya ada Mama Papa n Tante Ade yang juga tinggal di Malang, jadi bisa diminta tolong utuk jemput Alia kalau Bapak Abink harus ke luar kota..

Tapi hanya dengan satu keyakinan dan dukungan dari Mama, papa, Bapak, Ibu dan Tante Ade Pak dan Bu Abink percaya bahwa semua ini akan dapat diatasi.

Petualangan dimulai hari ini

Aku sungguh kagum dengan Alia. Hanya dengan lambaian tangan dan dua kali teriakan bye bye mommy dia melepaskan kepergian ibu nya untuk kembali ke negeri awan putih Aotearoa untuk meneruskan program S3. Berbeda dengan sikecil Alia, walau mental ku sudah kusiapkan sejak jauh hari bahwa paling tidak dalam lima bulan kedepan aku tidak akan bersama istri yang lebih dari 5 tahun ini selalu berada disisiku, leherku serasa tercekat. Tidak sepatah kata pun bisa kuucapkan untuk mengantarkan kepergiannya. Aku sadar bahwa ini adalah pilihan kami berdua. Pilihan yang dalam bahasa kami adalah investment.

Mungkin dalam sebagian orang pilihan investasi kami ini adalah pilihan gila. Tapi bagi kami keluargaHussein, ini adalah salah satu ikhtiar kami untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang bahagia dan berberkah. Pengorbanan perpisahan sementara ini kami yakini akan diganjar dengan setimpal oleh Allah yang maha kuasa.

Dengan lambaian tangan mungil nya Alia melepas kepergian mommy. Tidak ada kucuran air mata aku liat keluar dari sudut matanya. Benar-benar gadis kecil yang berhati keras. Selain itu mungkin usaha kami berdua yang sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkanya berhasil. Sejak awal Ibu ABink bersekolah, Alia sudah kami beri tahu bahwa nanti ibu akan kembali ke New Zealand dan Alia pindah sekolah di Indonesia menemani Bapak. Hampir tiap kesempatan kami dengungkan hal tersebut.

Tetapi aku lupa mempersiapkan diri sendiri. Perasaan ini benar-benar campur aduk ketika melihat bagian jiwaku melangkah memasuki ruang keberangkatan. Perasaan tegar dan kuat yang aku tunjukkan hingga pagi hari menjelang mengantarkannya hilang seketika. Kerongkongan ini serasa kering dan tercekat. Tapi aku yakin semua akan baik-baik saja.

Setelah mengantarkan Bu Abink masuk keruang tunggu keberangkatan dan yakin bahwa semua sudah aman, aku, Alia, kai, nini dan ade meninggalkan bandara. Tujuan pertama adalah sarapan. Karena sebelum berangkat kami tidak senpat bersarapan. Tempat sarapan yang dipilih adalah restoran favorit Almarhumah Mama Hannie – Happy Suzy. Menu yang aku pesan pun standar kegemaran Mama Hannie yaitu Gudeg.

Cobaan pertama muncul di Happy Suzy. Alia mogok makan. Mulai di tawari gudeg hingga dipesankan Kai Soto, Alia tetap tidak mau makan. Tetapi lumayan waktu Ade menyuapkan nasi dengan abon daging, Alia sedikit mau makan. Paling tidak 3-4 sendok masuk keperutnya. Mungkin karena tidur nya terlalu malam dan bangunnya terlalu pagi, Alia tertidur kembali di mobil dalam perjalanan kembali ke Gunawangsa. Sampai di Gunawangsa, Nini gendong dan menidurkan Alia di kamar. Nini dan Ade pergi ke Pasar Atum dan Alia tidur aku temani. Tidak lebih dari 30 menit sejak ditidurkan di kasur, bangun lah Alia.

Diawal bangun nya Alia mencari mommy nya. Tetapi dengan sukses aku berhasil menenangkannya. Karena sejak pagi telah di janjikan untuk main ke Chipmunk Playland, maka sudah waktunya lah dieksekusi janji tersebut. Pada awalnya Kai tidak mau ikut karena Kai ingin belajar saja di apartment. Tetapi karena Alia ngotot pergi sama Kai maka Kai pun ikut juga.

Sesampai di Galaxy Mall, Alia lebih memilih beli mainan daripada maen di Chipmunks.   Maka meluncurlah kami ber 3 ke sogo kids untuk membeli mainan. Di Sogo kids ALia dibelikan kai lego, dan beberapa jenis mainan lainnya.Seperti nya hati Alia cukup senang sehingga mau diajak kompromi untuk makan siang. Sementara Kai dan aku sibuk ngobrol mengenai disertasi kai, Alia sibuk maen. Yang menyenangkan ALia makan cukup banyak. Menu yang di pesan untuk Alia adalah Zupa Soup. Rupanya sup cream daging yang di campur roti mudah di telan oleh nya. Sehingga 3/4 porsi dihabiskan ALia sendiri. Setelah acara ngobrol dan makan selesai, aku yang memerlukan sepatu melihat -lihat sepatu dan ternyata Alia juga minta Kainya untuk dibelikan sepatu. Alhasil si Kai yang memang sayang luar biasa dengan Alia kembali meluluskan keinginan Alia. Padahal sehari sebelumnya, Alia sudah dibelikan sepatu oleh Kai. Tak ayal sepatu warna pink yang ada logo buaya berpindah ke kaki Alia. Senang dengan sepatu barunya, Alia langsung minta memakai sepatu barunya sampai ke apartmen.

Dari apartmen, aku, Alia, Kai, Nini dan Ade langsung ke airport untuk mengantarkan Kai dan Nini pulang ke Banjarmasin. Dari Airport aku dan Alia serta Ade langsung kembali ke Malang. Sepanjang perjalanan ALia bobok. Sampai dirumah karena kami berdua belum makan malam, aku pesan kan alia bubur dari wari mie langganan di depan komplek. 4-5 suapan pertama masih lancar. Setelah itu kembali ngadat. Tetapi bisa di wajarkan, karena sudah hampir jam 9 malam dan sepertinya Alia sudah mengantuk. Setelah makan, minum dan cuci kaki, maka aku ajak Alia untuk masuk kamar untuk tidur. Selesai membacakan 1 buah buku, aku ajak Alia berdoa. Mendoakan mommy nya untuk bisa segera lulus. Setelah berdoa tidak lebih dari 5 menit Alia langsung pulas tertidur.

Akhirnya petualangan kami berdua dimulai hari ini. Semoga aku, Alia dan mommy  bisa mendapatkan berkah dari hal ini. Jangan khawatir mommy. Alia berada ditangan yang tepat. Konsentrasilah untuk belajar. Cinta dan doa kami selalu bersamamu. Yakin lah bahwa Allah adalah maha pengasih lagi maha penyayang. Dia akan selalu bersama hamba Nya yang menuntuk ilmu di jalan kebaikan.

Malang, 30 Juni 2013

Daddy Abink

Alia, daddy dan nail art

Apa hubungannya Alia, daddy dan nail art? mungkin dibanyak keluarga ketiga hal tersebut tidak ada hubungannya. Tapi di keluargahussein, tiga hal tersebut sering memicu perdebatan yang sering kali diakhiri oleh tangisan. Sebagai anak cewe yang hobi princess, Alia tergila gila dengan yang namanya pewarna kuku  atau yang sering disebut dengan kuteks. Kegemarannya terhadap kuteks sedikit terfasilitasi karena ada tantenya dan juga salah satu guru di sekolah nya yang juga seperti nya penggemar kuteks.

Sebenarnya sebagai anak cewe menggunakan pewarna kuku tidak menjadi masalah. Hal tersebut wajar karena penggunaan pewarna kuku konon kabar nya membuat lebih menarik. Tapi yang menjadi masalah adalah Alia ini baru 4.5 tahun. Sehingga daddy Abink merasa belum waktunya menggunakan hal-hal semacam itu. Selain itu di agama keluargahussein, penggunaan pewarna kuku kecuali daun pacar juga akan menghambat jika ingin beribadah khususnya bersuci. Oleh karena itu, penentang keras dari kegandrungan ALia terhadap pewarna kuku adalah daddy Abink.

Sudah sejak sebulan yang lalu Alia ngotot pakau kuteks. Karena ketidaktahuan kalo daddy Abink tidak suka, ketika main dirumah Oma Niek, Alia di entertain oleh Oma dengan diberi kuteks. Tetapi ketika Daddy datang, Oma langsung heboh mencari aseton untuk membersihkannya. Kegandrungan Alia terhadap pewarna kuku tidak berhenti hingga rumah Oma. Hingga beberapa waktu yang lalu walau sudah diberikan pengertian Alia tetap ngotot minta pewarna. Akhirnya Daddy menyerah dengan syarat. Setelah diskusi dengan tante ade, disepakati bahwa nail art bentuk stiker yang banyak dijual di accessories shop dapat menjadi alternative. Maka di janjikanlah Alia untuk dibelikan nail art. Tetapi hanya boleh di gunakan hari Sabtu dan Minggu.

Rencana pembelian nail art pun sempat tertunda beberapa kali secara Daddy masih terus mencoba bernegosiasi dengan Alia. AKhirnya keinginan Alia terturuti ketika Kai Roben datang ke Malang. Apa bole buat, mengikuti saran dari salah satu pakar pendidikan anak, bahwa jika anak berada di tangan orang lain, maka orang tua hanya akan jadi penonton. Well, it’s ok. Walaupun Kai Roben yang membelikan, tetapi Kai menyetujui bahwa Nail art hanya digunakan pada saat weekend. Alia pun setuju.

Setelah hampirr satu minggu tergelatak di kamar tante, akhirnya weekend pun tiba. Sudah sejak hari Kamis, Alia cerita ke daddy (bahasa lain dari nodong/ngingetin) kalo hari Sabtu Alia bole pakai Nail Art. Karena sudah deal bahwa boleh pakai nya Weekend saja Daddy Abink tidak banyak berkomentar dengan harapan Alia masih bias di nego. Tiba dihari yang ditunggu tunggu ternyata Daddy abink dan Alia harus ke perkawinan anak kolega dari Daddy di Surabaya. Alia pun ikut bersama Daddy ke Surabaya. Di mobil, Alia terus mengingatkan bahwa sekembali dari Surabaya Alia mau minta tante ade untuk masangkan nail artnya. Kembali daddy Abink tidak berkomentar. Diam seribus bahasa hehehehe….dalam hati terus mencari strategi untuk bernegosiasi.

Sampai di Surabaya, Daddy dan Alia mengina di apartemen nya Kai. Sampai di apartemen, ALia bobok, karena sepanjang perjalanan tidak mau dengan alas an mau bobok di apartemen saja. Sekitar 1 jam sebelom acara dimulai, Alia bangun dan dengan “nice” nya langsung inta ganti baju, cuci muka dan makan roti. Nice sekali anak Daddy sore itu. Sepanjang perjalanan daddy dan Alia ngobrol-ngobrol tentang “adek-adek” nya ALia Pop, Poppa, Frankrin and Frankrin. Daddy Abink ikut saja obrolan nya Alia. Sambil daddy beberapa kali mengingatkan Alia kalao nanti di pesta perkawinan Alia harus salim dengan temennya daddy dan juga harus makan yang banyak serta tidak minta gendong. Hebatnya selama di acara tersebut, Alia benar-benar nice. Dengan semua teman daddy, Alia mau salim. Makannya pun banyak. Serta yang hebat, walau terlihat bosan dan capek, Alia tidak rewel dan minta gendong, Bangga sekali Daddy dengan ALia. Diperjalanan pulang Daddy kasi hadiah kecil ALia yaitu oreo dan jus buah.

Esok harinya diperjalanan pulang Alia, sedikit rewel karena pagi tidak mau sarapan. Sarapannya mau di Malang saja sama Tante Adek. Selama perjalanan pun ALia cuma sekali nodong kalo hari ini dia mau pakai Nail Art. Akhirnya on the top of her nice attitude, Daddy Abink tidak mau lagi bernegosiasi. Biarlah sekali-sekali menyalurkan hasrat anak. Selama bukan keburukan dan tidak menyebabkan bahaya tidak ada salahnya dituruti.

Sampai di Malang, Alia makan, mandi dan pakai Nail Art. Happy sekali. Hebatnya ketika sudah malam, waktunya tidur, Alia pura-pura lupa, tetapi ketika daddy Abink mengingatkan kalao nail art harus dilepas tanpa perlawanan dan argumentasi Alia langsung menyodorkan jari-jarinya yang mungil untuk dilepas nail art nya. Sebelum bobok, sebuah cerita dam ciuman daddy berikan untuk Alia. I and your mom really proud of you Alia…. you are nice nice wee girl

Daddy Abink

Last day at Lincoln Preschool

Good Bye Alia (Story by Liz)

Even though yo’ve not been in Lincoln Preschool for very long, Alia we have seen your confidence grow hugely during your time with us. We have enjoyed observing the ways in which you have enjoyed all the different activities and challenges presented to you with an assured confidence. 

You express yourself very clearly, Alia both with the children and adults, and you are able to select activities based on your interest at the time, rather than be influenced buy peer presure. Sometimes that’s not easy thing to do!

You have a well developed self-awareness and because of that you are able to recognise the progress that you have made during your time here. An example of this is the way that you mastered the tchnique you needed to swing on the rope with your feet off the ground. You were so pleased with your achivement here and rightly so. 

You have become increasingly confident in your interactions with your peers and in the way that you are willing to give new activities ‘a go’.

We are sorry to see you go ALia, we’ve really enjoyed having you here in Lincoln Preschool. We wish you have lots of luck in Lincoln Kindergarten.

~~~~~~###~~~~~~

Belum ada cerita ALia masuk pre-school kok tiba-tiba udah good bye aja yaa?! Jadi, ALia mulai masuk pre-school kira-kira 6 bulan yang lalu. Cuma 2x seminggu dari jam 8-12.30 tapi itu cukup ngasih ruang aku buat ngapa-ngapain sendirian (me time nih ceitanya..) dan bikin Alia tambah pintar dan mandiri. Hari-hari sulit pertama kali masuk sekolah baru tanpa Ibu cuma terjadi di 2 hari pertama. Hari selanjutnya gampang dan santaiiii…. Intinya ALia, Ibu dan Bapak hepi atas pilihan masukin ALia ke pre-school. Eh, ada sih yang bikin nggak hepi kalo pas waktunya bayar :p Tapiiii  next week ALia udah 3 tahun jadi udah dapet 20 hours subsidi dari pemerintah nggak harus bayar mahal lagi,  horraayy….

Diatas adalah cerita dari guru (primary caregiver) Alia di pre-school.  Hari Jumat, 21 Januari kemarin adalah hari tereakhir Alia di lincoln pre-school. Alia bawa buku cerita utuk kenang-kenangan. Alia cerita kalau gurunya bilang terimakasih ke Alia dan baca bukunya buat semua teman2 Alia, trus semua nyanyi “happy last day” for Alia. Sedih juga rasanya mau mindahin Alia dari pre-school ke Kindy, karena di pre-school ALia memang kelihatan banyak belajar, banyak teman, guru-gurunya perhatian dan tempatnya dekeet banget dari rumah heehehe…  Tapi mindahin ALia ke Kindy juga bukan tanpa pertimbangan walaupun kami butuh extra efforts to make it run smoothly. Ya buat nganter ALia lebih pagi dan lebih jauh, nyiapin snack dan lunch box ALia tiap hari, dan yang paling penting nyiapin ALia di lingkungan, teman dan guru yang baru. Trus kenapa dong ALia dipindah ke Kindy?? Karena Alia minggu depan udah 3 tahun, udah dapet 20 hours free dari pemerintah NZ dan Kindy cuma nerima anak-anak 3 tahun keatas. Waktu di pre-school teman-teman Alia umurnya bervariasi mulai dari bebi sampai 5 tahun dan di sana kesannya lebih ke ‘penitipan anak’ (tapi tetap dikemas dengan Early Childhood Curriculum). Di Kindy ALia akan punya teman seumuran (3-5 thn), nggak akan ada primary caregiver, jadi insyaAllah akan lebih fokus di kegiatan bermain-belajar yang benar-benar pas di usia ALia. Doakan ALia tambah pinter, jadi pribadi yang baik hati, baik budi, punya banyak teman, dan semakin solehah. Amiiinnn…

Magic Moment I

Ibu dan Alia lagi nonton Elmo di TV

Alia : Mom.. Wobbly* like two.. (* mainan ular-ularan punya bapak)

Ibu : Oh ya?? Wobly likes Elmo too?

Alia : No… Wobly like two… look at that! (sambil nunjuk ular-ularan yang tergeletak di karpet, berbentuk seperti angka 2)

Ibu : “Oohh… iyaaaa…. Wobbly looks like number two..

Alia : (manggut-manggut)

ALia ternyata udah tau angka dua… Padahal kalo diajarin gayanya cuek…

Alia on her Own

Story by: Katinka McTurk

Mon, 13 June 11

Today was the first time mum left you on your own at Playcentre. You said goodbye to mum and came to play on the swing with Heleyna and me. First, you didn’t say much and you would say “yes” when I asked you if you wanted another push. You giggled when I tickled you. After a while Heleyna wanted to go to the slide, so we all went to the slide. You decided to climb up the log steps to reach the top. With a little bit of help to balance you managed to reach the top and slide down the slide. Heleyna was climbing up to the top through the grasses along side the slide, so you decided to do the same. Together you took turns sliding down and climbing back up.

First, you slide down sitting, then both of you and Heleyna decided to get adventorous and slid down on your tummies and sides. One time when you reached the bottom you told me that ” Mum had gone to the office”. i didn’t realiseyou had such a good English. Later, Mum told me that you speak both Indonesian and English at home, so you already know two languages.

After a while I suggested we have some morning tea, so we went inside. After morning tea, we did some puzzle with Teoni and then you went outside to join Els in “The Hut”.

What a big girl you are staying at Playcentre all on your own! I hope that you had fun today…

Alia and The Gang

Alia sudah dua tahun, sudah gede. Sudah banyak tingkah nya. Sejak keluargahussein kembali dari Indonesia, Alia dan Ibu jadi rajin ke sekolah. Karena sekarang Alia sudah bisa main sendiri, sudah bisa lari sana-sini sendiri. Sudah bisa jumping-jumping dan yang paling seru Alia sudah bisa nge-Gang dengan teman-temannya. Ayo kita kenalan dengan anggota gang nya Alia.

Pertama yang paling gede adalah Karima. Karima itu temennya Alia yang sudah gede. Secara tidak langsung Karima ini kepala gang krucil Alia. Umur Karima ini sudah empat tahun lebih. Karima ini bapak nya orang Mesir dan ibunya orang New Zealand. Jadi hipotesa sementara Karima ini Islam. Karena di pantangan makanannya yang ditulis di Playcentre, Karima cuma makan Halal Meat dan Beef. Little Karima ini senang main sama Alia juga sama Bu Abink. Pernah suatu kali waktu Playcentre jalan-jalan ke Liffey Domain, semua anak harus ada pasangannya. Yang ga ada pasangan boleh gandengan dengan orang tuanya. Tapi ternyata Karima lebih milih gandengan dengan Bu Abink. Alhasil Bu Abink harus gendong Alia, Gandeng Karima dan bawa basket penuh dengan biji-bijian yang di dapat di domain. Cerita keakraban Karima dengan Bu Abink tidak cuma cerita tentang gandengan tangan. Tapi juga sering kali Karima kalau mau ke toilet milih sama bu Abink daripada sama emak nya. Karena sudah gede, Karima sudah bisa ber strategi. Sering kali dia kalau mau ke Toilet bilang ke Bu Abink kalau Alia yang mau ke Toilet. Alia mau pub or pipis. Terus kalau Bu Abink bawa Alia ke toilet, Karima juga ikut dan minta giliran setelah Alia.

Anggota yang lain dari geng tersebut adalah Adek Ray. Adek Ray ini anak dari sahabat KeluargaHussein yang berasal dari Indonesia. Adek Ray masih baby. Masih setahun kurang. Tapi walau belum genap setahun adek Ray ini temen favorit nya Alia. Kalo gak ketemu Adek Ray beberapa hari pasti Alia nyari-nyari Adek Ray dan ngajakin maen sama Adek Ray. Jadi akhirnya selain ketemu di Playcentre, setiap minggu pasti ada jadwal kunjungan baik Alia yang maen ke Adek Ray atau Adek Ray yang maen ke rumah Kakak Alia.

Kalau di Playcentre, Alia, Karima dan Ray sering main bersama. Biasanya ada additional member seperti Heleyna dari Belanda, Ben dari New Zealand atau Teoni juga dari New Zealand. Mereka senang sekali main swing bersama. Waktu main swing mereka sering ganti gantian atau istilahnya take turn. Awal nya sih take turn dan share bisa berjalan tapi namanya juga anak anak kalau sudah seneng main mainan tertentu maka lupa deh sama take turn nya.

Alia, Ray dan Karima Main Swing

Selain maen swing, Alia and the gang juga sering kali snacking bersama. Mereka makan bekal masing-masing dan kadang-kadang share. Sekedar informasi, bekal anak-anak “bule” ini kadang sangat sehat. Temen nya Alia sering bawa seledri untuk kudapan. Atau wortel. Dimakan krauk krauk gitu. Kalau Alia bekal nya standar anak Indonesia. Roti dengan stroberi jam, banana, orange dan raisin.

Picnic on a sunny day

Semakin lama Alia, adek Ray dan Karima akan semakin besar. Mereka akan selalu tumbuh dan berkembang. Sebagai orang tua Pak Abink, Bu Abink, Tante Resti dan Om Roby cuma bisa berdoa dan berharap semoga persahabatan anak-anak ini bisa berjalan selamanya. Karena make friends is fun….

story by Bapak Abink

Photos by Bu Abink

No More Baby Alia (2): Bobok Mandiri

5 hari setelah melalui masa-masa sulit menyapih Alia, saya mulai berpikir untuk melatih Alia bobok tanpa digendong, melatih Alia untuk bisa menenangkan diri sendiri kalau mau bobok. Kami pikir, percuma aja kalau udah sapih tapi boboknya masih tergantung sama Ibu, minta digendong, tengah malam masih minta gendong juga. Hasil ngobrol sama Bapak Abink, beberapa teman dan berguru dari berbagai sumber, beberapa hal yang kami lakukan untuk latihan Alia bobok tanpa digendong adalah:
1. Memberi perhatian sepenuh hati kepada Alia sepanjang hari dihari pertama latihannya.
2. Menerapkan rutinitas baru sebelum tidur. Rutinitas kami adalah cuci tangan kaki muka, sikat gigi, ganti baju.
3. Masuk kamar, sebelum tidur bisa diawali baca buku atau kalau lagi pengen tidur dengAn lampu redup bisa cerita ngarang aja, atau ngobrol2 santai sama Alia. Saya lebih suka tidur dengan lampu yg sangat redup, tapi nggak tau kenapa setelah disapih Alia lebih suka pake lampu terang..
4. Berdoa bersama dengan suara jelas, nggak lupa bilang terimakasih sama Allah karena sudah dikaruniai seorang anak yang solehah, baik, mandiri, pinter dll. yang baik-baik 😉
5. Cium Alia, bilang good night n i love you
6. Bobok… Kalau Alia masih belum bobok, saya tetep pura2 bobok. Biasanya Alia masih ngoceh-ngoceh, cerita sendiri. Kadang dia minta sesuatu, kalau nggak penting saya cuekin aja tapi kalau saya rasa perlu (misal bekas gigitan nyamuk di kakinya gatel dan minta di oles minyak kyu putih) saya bakal turutin dengan setngah merem dan pasang tampang ngantuuuuk banget. Abis itu saya pura2 bobok lagi. Tahan aja 10-15 menit kemudian, pasti Alia udah merem, pules… Kalau udah gitu saya bangun lagi deh.. Ngobrol sama Bapak Abink atau menikmati ‘me time’ di malam hari 🙂

Latihan bobok tanpa digendong ini nggak selalu berjalan mulus. Adakalanya Alia sudah ngantuk tapi masih mau main, atau pengen keluar kamar karena masih banyak orang diluar. Solusinya, saya selalu bawa boneka kesayangan Alia, saya tarik perhatiannya dengan cerita pake bonekanya. Atau saya ngomong aja sama bonekanya “Hello kitty anak pinter, sekarang sudah malem waktunya bobok… Kita bobok yuk, sama Kakak Alia. Tuh Kakak Alia pinter, mau bobok sama Hello kitty..”. Biasanya sih dia mau naik ke tempat tidur dan sibuk saama hello kitty nya.
Kalau Alia masih pengen main di luar kamar karena masih denger ada yang ngobrol, solusi yang paling jitu adalah matikan tivi, semua orang diem dan Bapak Abink ikut masuk kamar pura2 bobok juga. Aktivitas menemani Alia bobok ini sekarang jadi aktivitas yang kami tunggu-tunggu. Bukan apa-apa, tapi saya dan Bapak Abink menikmati kegiatan pura-pura bobok sambil ngintip apa aja yang ALia lakukan sebelum bobok. Kalau lagi beruntung, bakal dapat ciuman dari Alia berkali-kali. Sayangnya, saya sering ngga beruntung karena Alia lebih sering memilih bobok deket-deket sama Bapak Abink. Sebelum bobok, Alia biasanya ngajak ngobrol Teddy Bearnya, yang diobrolin macem-macem dari yang jelas bisa didengar bapak ibu sampai yang nggak jelas Alia ‘nggremeng’ apa. Kadang teddy bear ditepuk-tepuk sambil nyanyi nina bobok, nepuk-nepuk bapak abink, cium, peluk bilang ‘gud nite’ berulang kali, sampai ‘mengobok-obok’ muka Bapak sambil bilang ” eyes, ear, mouth dll”. Seringkali kita ngga bisa nahan ketawa ngeliat tingkah nya ALia sebelum bobok. Kalau udah gitu Ibu akan balik badan atau tenggelam dibawah bantal, atau Bapak Abink pura2 batuk untuk nutupi ketawanya hahahhaha 😀

Aaahh… Gadis kecilnya Bapak Ibu udah gede sekarang, udah bisa bobok mandiri…….

Alia dan Bapak Abink (5): Weekend Ceria

Seri cerita Alia dan Bapak Abink tampak nya akan selalu berlanjut. Mulai dari Ibu yang bercerita sampai Bapak Abink sendiri yang bercerita. Kali ini giliran Bapak Abink yang bercerita mengenai bagaimana Pak Abink dan Alia mengisi weekend nya.

Hari Sabtu (30/10/2010) KeluargaHussein tidak merencanakan untuk berjalan-jalan seperti halnya akhir pekan sebelum sebelumnya. Karena weekend kali ini Pak Abink harus mengadakan focus group sebagai bagian dari thesis S3 nya. Karena partisipan focus group adalah kawan-kawan dari Indonesia, maka Bu Abink berinisiatif untuk sekalian mengundang makan siang bersama sekalian syukuran pindah rumah baru.

Nah karena Ibu harus memasak maka Alia sepanjang pagi hari bermain dengan Pak ABink. Kali ini seru sekali permainan Pak ABink dan Alia.

Dimulai dari main smackdown antara Pak Abink dan Alia. ALia paling suka kalo di angkat kemudian pura-pura nya mau dilempar. Kemudian ALia juga paling suka kalo di tickle sama Pak ABink dan dalam bermain tickel-tickle an Pak ABink punya aturan main, yaitu permainan berakhir kalau Alia sudah bilang “Ampun Bapak….”. Biasanya Alia akan ketawa-ketawa dulu kalau di tickel, baru kalau Bapak Abink bilang ” Hayoo what do you say Alia…???”…Alia akan menjawab “AMpunnnn Bapak…”, Tapi kadang-kadang kalo lagi ga mood maen ALia langsung bilang “AMpun Bapak…” dan Pak ABink akan langsung bilang ” Ah Alia ga seru nih….”. Kalo sudah begitu Pak ABink langsung ganti menyerang Bu Abink hehehehe….

Pagi ini pun ALia lagi mood bermain, sehingga agak lama tickle dan smackdown baru dia bilang “Ampun Bapak…..”. Terus setelah selesai main tickle-tickle an Bapak nerusin bantuin Ibu bersih-bersih rumah. Alia dengan manis nya duduk di sofa sambil nonton tivi.

Setelah selesai bantuin bersih-bersih rumah, Pak ABinkk ke kampus karena ada beberapa materi focus group yang belum di print. Nah waktu Pak ABink siap-siap ke kampus ALia dengan sukses nya membuka pintu belakang dan ngeloyor keluar. Sambil ngeloyor dengan santainya bilang “see you bapak….”. Pak ABink yang lagi sibuk benerin helm agak kaget, sampai Bu ABink bilang “iku tangkepen anakmu..” Pak Abink langsung bergerak cepat dan apa yang terjadi?? Alia sudah sampai di carport dan berusaha buka pintu mobil. Dalam hati Pak ABink berpikir [ Ya jelas ga bisa Nduk lha awak mu megang bukaannya pintu mobil aja belum sampai].

Ketika Pak ABink ampirin, Alia dengan santainya bilang ” Go offis Bapak”. Sambil nyengir dan berusaha ngangkat ALia, Pak ABink nanya ” Who is gonna to offis ALia???? , Bapak or ALia?? ” ehh dengan enteng di jawab “Alia..offis Bapak”. Eala nduk, mau sekolah PHD juga tho  kayak Bapak mu ini??.

Karena terburu waktu, dengan terpaksa Pak ABink gendong ALia dibawa kerumah. Dirumah tampak nya Bu ABink sudah sedia sogoka buat ALia sehingga Pak ABink dengan sukses berangkat ke offis.

Alia sekarang sudah hampir dua tahu. SUdah banyak omongnya. Sudah banyak tingkah polah nya. Pak ABink dan Bu ABink akan selalu berdoa untuk mu nak. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik bagimu.

Salam Pak ABink – 10.28am (30/10/2010)