Alia dan Sekolah Barunya

Ceritanya Alia sudah lulus dari TK nya yang dulu See Me Grow. Tapi karena Alia belum genap 6 tahun, Pak dan Bu Abink sepakat untuk belum memasukkan Alia ke SD. Pertimbangannya sederhana. Yang pertama, Alia memang belum cukup umur sehingga biarlah nambah setahun untuk bermain sambil belajar (nggak dibebani PR dan tugas-tugas) dan yang kedua kalo masuk SD kecuali yang full day pulang sekolah nya jam 12 an alias gada penitipan beda dengan TK.

Atas dua pertimbangan tersebut maka Alia tidak kami lanjutkan sekolah ke SD. Tapi kok pindah sekolah? kenapa ndak tetep di See Me Grow?. Ada beberapa alasan yang mendasari kami memindahkan Alia untuk pindah sekolah. Tetapi sebagai latar belakang kami ingin mencupakan Terima Kasih yang sangat besar kepada See Me Grow khususnya kepada para teacher dan pengelola karena 1 tahun Alia sekolah di See Me Grow banyak sekali yang diperoleh dan dipelajari. Overall kami sangat puas dengan See Me Grow. Nah kalo puas alasan pindahnya apa donk?

Alasan yang pertama berkaitan dengan kelulusan. Alia ini termasuk angkatan pertama di See Me Grow. Di angkatan K2 (TKB atau TK nol besar) nya ada 5 anak termasuk Alia (Rafael, Rara, Berryl, Shiera dan Alia) nah saya dan Bu ABink berpikir, kasian Alia kalo ke empat temennya lulus tapi Alia ndak, bisa bikin kecewa dan sedih. Jadi supaya ngerasa sama dengan teman-temannya maka kami minta Alia juga di luluskan. Yang kedua berkaitan dengan pendidikan agama. Secara kognisi, affeksi dan psikomotorik kami sangat puas dengan pendidikan di See Me Grow. Tetapi See Me Grow adalah sekolah nasional dimana tidak ada muatan agama. Sehingga dikarenakan waktu (bukan berarti mau lepas dari tanggung jawab) kami berpikir jika lebih baik Alia di masukkan ke sekolah yanga da muatan agamanya.

Dari kedua pertimbangan tersebut, Alia kami pindahkan ke TK lainnya. Dengar dari teman-teman, TK yang baru berdiri beberapa tahun ini reputasinya cukup baik. Fasilitas lengkap, guru yang sabar dan yang pasti ada muatan agaman. Di hari saya mendaftar saya ketemu dengan ketua yayasan yang kebetulan satu profesi sebagai dosen. Kami banyak ngobrol dan saya merasa pola pendidikan anak yang saya harapkan juga sama dengan visi dan misi beliau sehingga semakin mantablah kami memindahkan Alia ke TK tersebut.

Di awal sekolah Alia menolak untuk bersekolah. Tapi sebagai anak baik, Alia tetap sekolah. Cuma ya begitu setiap pagi harus berdebat dan berdiskusi dulu mengenai kenapa Alia harus pindah dari See Me Grow. Setiap hari saya dan Bu Abink (lewat Line) mencoba menjelaskan. Lama kelamaan, Alia mulai beradaptasi dengan sekolah dan teman barunya.

Halal bi Halal di Sekolah Alia

Beberapa hari yang lalu ada acara Halal bi Halal di sekolah nya Alia. Orang tua juga di undang. Mendengar penjelasan dari ketua yayasan dan melihat langsung bagaimana para guru menghandle para murid, saya percaya bahwa sekolah yang baru bisa memberikan yang terbaik bagi Alia. Semoga Alia selalu jadi anak solehah yang membanggakan keluarga. Aamiin..

Ujian Thesis Doctoral ala New Zealand University

Akhirnya perjalanan akademik Pak Abink di tanah New Zealand di tutup dengan manis dengan diraihnya gelar Ph.D dalam bidang Marketing. Perjalanan akademik menempuh program doktoral ini dilalui dengan banyak tantangan, hambatan, cobaan dan pengalaman yang tak terlupakan. Alhamdulillah semua berjalan manis. Mungkin di kesempatan lain akan KeluargaHussein coba review perjalanan selama 3.5 tahun hidup di tanah Kiwi ini.

Kali ini, Pak Abink, ingin berbagi cerita mengenai bagaimana ujian thesis mahasiswa Doktoral di New Zealand. Semoga bisa berguna untuk memberikan gambaran bagi kandidat Doktor lainnya yang sedang berjuang.

Untuk dapat di uji dalam sidang doktoral, seorang kandidat Doktor harus lah berhasil menyelesaikan thesis nya terlebih dahulu. Secara umum kandidat Doktor diberikan waktu 3 tahun hingga 3.5 tahun untuk menyelesaikan thesis. Walaupun ada beberapa kandidat yang kurang dari 3 tahun atau bahkan ada yang sampai 5 tahun untuk menyelesaikan thesis nya.

Nah untuk Pak ABink sendiri, butuh 3 tahun 2 bulan untuk merampungkan thesis dan mendapat persetujuan dari pembimbing untuk men-submit thesis. Prosedur untuk submit mun tidak susah. Cukup minta submission form dari student service atau dari PG admin fakultas. Setelah dapat form tersebut maka di gandakan 4 kali. Diisi kemudian harus di tanda tangani oleh supervisor utama. Dalam beberapa kasus jika supervisor utama sedang on-leave maka supervisor kedua boleh untuk tanda tangan selama supervisor pertama sudah memberikan ijin. Setelah mendapat ijin dari supervisor, kandidat Doktor harus menggandakan thesis 4kali. Disarankan 5 karena kopi yang ke 5 untuk mahasiswa itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan, buat siapa saja kah 4 jilid thesis tersebut?

Sistem New Zealand mensyaratkan bahwa Doktoral thesis akan di review oleh empat orang yaitu domestik examiner (penguji dari dalam New Zealand di luar Universitas), international examiner (penguji dari negara di luar New Zealand, serta dua supervisor. Tapi untuk supervisor hanya akan memberikan 1 penilaian (nilai bersama).

Nah setelah menggandakan thesis 5 kali, maka 4 jili thesis diserahkan ke student service. Tips bagi para kandidat doktor lainnya, adalah 3-6 bulan sebelum submission, ingatkan supervisor untuk mencari examiner baik international maupun domestik. Karena jika nama penguji sudah ada (kandidat tidak tahu siapa penguji tersebut untuk menghindari bias) maka jika thesis sudah masuk ke student service maka dalam 1×24 jam akan segera di kirim ke penguji. Yang sering terjadi adalah, supervisor belom memberikan nama ke student service sehingga walau sudah di submit, thesis akan tetap berada di student service dalam jangka waktu tertentu.

Setelah di submit, maka yang akan dilakukan adalah MENUNGGU. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu. Masing-masing universitas punya kebijkan masing-masing dalam kondisis menunggu ini. Untuk Lincoln University, 60 hari setelah thesis di submit maka convenor  akan mengirimkan reminder kepada para penguji. INGAT yang bisa dilakukan oleh convenor adalah mengirimkan reminder. Jadi sebentar atau lama review dari penguji sangat tergantung dari penguji itu sendiri. Untuk Lincoln University waktu tunggu standar adalah 3 – 7 bulan. Alhamdulillah PAk Abink cuma perlu menunggu 3 bulan sudah termasik christmast holiday.

Sudah menjadi rahasia umum jika tahap yang paling menegangkan adalah menunggu. Karena penilaian terbesar adalah review dari penguji + supervisor. Ada beberapa rekomendasi yang akan diberikan. Rekomendasi pertama adalah layak uji tanpa perbaikan (kondisi ini jarang terjadi), rekomendasi B adalah layak uji dengan perbaikan, rekomendasi C adalah re-do dan resubmit (untuk kasus ini thesis di kembalikan dan kandidat harus menambah beberapa hal sesuai rekomendasi penguji) dan yang terakhir adalah fail. Jadi dari pengalaman dan obrolan dengan kawan-kawan yang sudah Doktor, jika kita sudah di panggil untuk ujian maka sebenarnya kandidat tersebut sudah 80% lulus. Tinggal saat ujian saja. Tetapi dalam ujian jarang kasus gagal lulus selama thesis tersebut dikerjakan sendiri.

Nah untuk ujiannya pun cukup santai. Kandidat akan diberitahukan 1-2 minggu sebelom ujian. Kemudian berbeda dengan sidang Doktoral di Indonesia yang benar-benar formal, sidang ujian ini mirip seperti diskusi. Dalam ujian hanya akan ada lokal examiner, convenor dan supervisor. Diskusi mayoritas dengan lokal examiner. Lokal examiner akan membacakan beberapa pertanyaan dari international examiner. Sisanya akan ada diskusi dengan convenor dan supervisor.

Setelah diskusi selesai, kandidat akan di suruh keluar ruangan. Penguji, convenor dan supervisor akan meeting. Setelah meeting kandidat akan di panggil dan diumumkan apakah berhal mendapat kan gelar Ph.D nya atau tidak.

Jika dinyatakan lulus maka tahap berikut nya adalah melakukan revisi dan mendeposit kan thesis di library. Jika thesis sudah di deposit di library maka kandidat harus mencari clearance form dari library dan student finance. Jika sudah semua maka kandidat secara remis bisa meng klaim dirinya Doktor.

Kesimpulannya adalah ujian Doktoral ala New Zealand, tidak rumit. Tidak terlalu formal. Yang dipentingkan adalah daya kritis dan analitis. Bagi yang sedang mengerjakan thesis PAk Abink ucapkan selamat berjuang. Bagi yang sedang menunggu review, semoga segera di berikan hasil sesuai dengan keinginan.