Mencicipi Christchurch Hospital #2

Seperti yang sudah diceritakan di sini bahwa selama 3.5 tahun di New Zealand pak Abink sudah mencicipi CHristchurch hospital sebanyak 2 kali.. Pertama karena operasi empedu, dan yang kedua karena kecelakaan. Detil kejadiannya sudah diceritakan di sini dan di sini.

Jadi pas kejadian itu, kami bertiga dibawa ke hospital dengan ambulance. Terus terang, itu pertama kali saya naik ambulance. Di dalam ambulance, Pak ABink yang banyak di cek ini itu, di rawat luka di kepalanya, sampe dipasang penopang leher untuk tindakan preventif.

Sampai di RS, kami di minta menunggu beberapa saat lumayan lama.. Katanya, di hari libur waitangi day memang lagi banyak kecelakaan karena banyak orang keluar rumah, pesta dan mabuk. Setalah kami dialokasikan satu bilik untuk pemeriksaan, dokter akhirnya datang untuk periksa kami ber tiga. Bapak Abink tentunya diperiksa paling detail berkaitan dengan kakinya dan juga di ambil darah nya untuk tes alkohol. Sepertinya basic prosedur kalo ada kecelakaan, pasti di tes alkohol. Saat itu karena kami yakin nggak salah dan bapak Abink sama sekali nggak dalam pengaruh alkohol, jadi ya santai aja ketika diminta tes alkohol. Cukup lama kami menunggu di bilik kecil itu, belum juga ada kejelasan apakah kami boleh pulang atau harus ada tindakan lanjutan.

Sementara menunggu, kami didatangi seseorang yang memperkenalkan diri dari organisasi victim supportBeliau bilang tugasnya di situ adalah untuk mensupport kami sebagai korban di kecelakaan itu. Supportnya bisa dalam berbagai bantuk, dari pendampingan sampai memastikan bahwa kami sampai rumah lagi dengan selamat. Nice yaaa… disaat kami dapat musibah di negeri orang, ternyata ada orang “asing” yang juga peduli dengan kami.

Lepas makan malam (mereka menyediakan makan malam untuk kami juga), barulah bapak Abink di rontgen kakinya dan dipindahkan ke ruang perawatan khusus tulang. Di sana dokter bilang kalau bapak Abink harus tinggal di RS sementara saya dan Alia boleh pulang.  Waktu itu, bapak dari victim support sudah menawarkan untuk mengantar saya dan Alia pulang. Tapi, karena masih trauma dg kejadian kecelakaan itu dan ada perasaan takut dengan orang asing maka bapak Abink memutuskan untuk menelepon seorang teman Indonesia yang akhirnya datang ke rumah sakit dan mengantar saya dan Alia pulang malam itu.

Long story short- Bapak abink harus di gips selama 6 minggu dan itu merubah banyak hal.. Bapak Abink harus beajar pakai tongkat, jalan dengan 1 kaki untuk sementara, nggak ada mobil kemana-mana naik bis, harus menunda rencana kepulangan kami, menghanguskan tiket PP Christchurch-Wellington yang sudah dibeli, membatalkan rencana jalan2 seputar Christchurch dan saya waktu itu jadi sangat melankolis (sedih tiba-tiba, nangis tanpa sebab yg jelas dan jadi over protektif).

Tapiiii….. banyak hikmah yang bisa kami dapat juga dari kejadian ini. Alia jadi hepiii naik bis tiap hari ke sekolah, jadi sering play date sama temen sekolahnya, jadi punya waktu yg lebih lama di rumah secara bapak Abink nggak bisa kemana-mana juga.. Trus, yang bikin hepi dan terharu, banyaaakkkk banget temen2 internasional kami yang datang menawarkan batuan. 1-2 minggu awal, adaaa aja yang datang bawa makanan, menawarkan untuk antar-jemput alia, bahkan untuk kontrol ke dokter ada satu teman (ibu nya teman sekolah Alia) yang selalu siap sedia mengantar dan menunggu sampai proses kontrol selesai. Support dari teman-teman Indonesia juga semakin bikin kami kuat. Ada keluarga mb Achie n Mas Endro yang datang ke rumah tiaap hari untuk sekedar nemenin kami ngobrol sementara Alia main dengan Alisya, putri cantik mereka.. Ada Kelg mb Hesti & mas Pandu yang siap dititipin belanjaan.. dan banyaak lagi teman2 yang nggak bisa disebut satu-satu disini.. Alhamdulillah kami dikelilingi orang-orang baik 🙂

Mudah-mudahan ini terakhir kalinya kami mencicipi CHristchurch Hospital kalau christchurch woman hospital?? masih pikir-pikir dulu  🙂

Jalan sama ALia tiap pagi lewat lapangan ini
Jalan berangkat sekolah sama ALia tiap pagi lewat lapangan ini
Selwyn star bus yang setia..
Nunggu bis sepulang sekolah
Alia, Bapak Abink, Alisya
Alia & Alisya
Alia & Alisya
Taman-teman main ke rumah untuk menghibur Alia :)
Taman-teman main ke rumah untuk menghibur Alia 🙂
Alia & JiaoJiao
Alia & JiaoJiao, main di halaman rumah

IMG-20130221-WA0004

Lincoln International Night

Lincoln International Night adalah salah satu annual event yang selalu saya tunggu-tunggu. Selama di NZ, saya berkesempatan untuk ikut terlibat dalam acara ini 4 tahun berturut-turut. Dan selama itu pula, kami dari tim Indonesia sudah menyajikan berbagai hidangan, performance dan memamerkan seni budaya Indonesia. Dulu waktu bapak Abink n kk Alia masih di Lincoln, kami sekeluarga selalu berpartisipasi mendukung Indonesia untuk ikut serta memeriahkan acra ini. Biasanya saya membantu memasak di pagi hari, dan bapak Abink membantu mempersiapkan cultural booth di siang/sore harinya. Kesibukan tim Indonesia untuk menyambut acara ini biasanya sudah dimulai jauh-jauh hari. Dari ngumpul bareng2 ngomongin performance apa yang ditampilkan, akan masak apa di hari itu sampai ngomongin barang apa aja yang akan di-display di cultural booth. Sebenarnya yang paling sibuk waktu itu sih Bapak Abink dan teman2 students. Saya yang waktu itu bukan student cuma mendukung aja dengan ikutan memberi saran, sumbang tenaga di hari H, sumbang makanan seadanya kalo pas ada acara ngumpul2 ngomongin Int’l nite dan menjadikan rumah kami sebagai base camp tempat dandan para penari.  Bagaimana dengan tahun ini? Tahun ini sepertinya tim Indonesia lebih santai… Saya pun santai, walaupun di hari H tetap sibuk di dapur untuk masak. Tahun ini kami memutuskan untuk masak bakwan jagung udang dan es teler saja. Simple tapi yummy 🙂

Acara ini diadakan oleh Lincoln University Student Association (LUSA). Ide nya adalah memperkenalkan keragaman budaya yang ada di Lincoln University karena students LU berasal dari beragam bangsa dan budaya. Partisipannya sendiri pun dari para student, walaupun tidak menutup kemungkinana adanya bantuan atau partisipasi community. Acara ini dikemas dalam 3 bagian; kuliner, performance di atas panggung dan cultural booth.

Kuliner. Negara yang mau berpartisipasi diminta memasak makanan khas dari negaranya. Semua bahan dan alat di sediakan oleh Lincoln Uni. Yang bikin seru, masaknya harus di dapur-nya Lincoln rame2 dengan teman2 dari negara lain. Seru nya lagi, kita bisa saling mencicipi makanan mereka fresh from the oven 🙂 Makanan dari berbagai negara ini akan dihidangkan di buffet table untuk para tamu. Indonesia sendiri sudah menghidangkan berbagai makanan seperti sate, rendang, pisang goreng, bakwan jagung sampai tempe mendoan. Dan the most favorite dessert yang selalu ada setiap tahun adalah es teler… Bangganyaa, masakan indonesia selalu mendapat pujian dari tahun ke tahun, nggak kalah dengan masakan dari India, China, Nepal, PNG, Jepang, Mexico, Amerika, VietNam, Iran, Malaysia dan New Zealand. Bahkan di tahun 2011 lalu, ketika kami masak rendang, seorang koki dari Lincoln Uni mendatangi kami untuk memuji rendang Indonesia dan minta resepnya!!

Image
Photo dari http://www.lusa.org.nz
intl night 2
Photo ini juga dari http://www.lusa.org.nz

Cultural Booth. Sambil menikmati hidangan, para tamu juga bisa melihat-lihat, mencari informasi atau berfoto di depan cultural booth dari berbagai negara. Biasanya setiap negara akan men-display benda-benda seni, peta negara, bendera dan beberapa penjaga booth biasanya juga memakai pakaian daerah. Selama ini pakaian daerah Indonesia berhasil menarik perhatian pengunjung. Banyak yang tertarik mencoba memakai hiasan kepala ala perempuan bali, memakai topi pria bali bahkan mencoba blangkon jawa. Selain itu, Indonesia juga biasa memamerkan wayang dan pengunjung pun tertarik untuk belajar mainin wayangnya.

Friends from Iran
10150300698211919
Indonesia-2011
39356_420183276882_653701882_5231962_3450928_n
Indonesia-2010

Performance. Setelah para tamu puas menikmati hidangan dan pameran budaya dari berbagai negara, sekarang saatnya melihat penampilan di atas panggung. Biasanya acara di buka dengan Haka (Maori war dances) khas New Zealand atau dibuka dengan lagu-lagu Maori. Saya pribadi dangat menikmati lagu2 Maori ini yang kental dengan sentuhan irama “kepulauan” dan diiringi dengan gerakan-gerakan tangan yang sederhana tapi manis 🙂

Maori song followed by Haka (photo courtesy of Mohan Gurung)
Maori song followed by Haka (photo courtesy of Mohan Gurung)

 Tim Indonesia sendiri sudah 4 tahun berturut-turut selalu menampilkan sesuatu yang berbeda dari tari Bali yang dibawan sendiri oleh penari Bali muda berbakat (Amel), tari modern dengan diiringi lagu Baliku (Chrisye) yang dibawakan oleh 3 remaja putri yang cantik-cantik (Mia, Amel, Puteri), Poco-poco rame-rame oleh PPIC, sampe peragaan busana Indonesia oleh Ibu-ibu PPIC dan CIS 🙂

tari
Photo courtesy of Ibu Indri Rasyid
busana
Photo Courtesy of Ibu Melanie Iskandar

Mungkiiinn International Night tahun depan (2014) bakal jadi International night terakhir saya di Lincoln sebagai student. Jadi nggak sabar nunggu bulang Agustus lagi, biar bisa menikmati keragaman budaya dunia lewat Lincoln University International Night lagi.. Doakan saya tahun depan bisa menikmati event dengan tenang karena thesis udah nyaris sampai di garis finish yaaaa 🙂 (aamiin)

Berdamai Dengan Otak Reptil

Sering kali jika Alia menginginkan sesuatu dan keinginannya tersebut tidak dipenuhi maka akan mengamuk. Situasi ini juga pasti sering dirasakan oleh para orang tua yang lain. Apa yang lazim nya dilakukan oleh para orang tua jika si kecil sedang mengamuk?

Yang pertama kali dilakukan adalah menjelaskan dengan sabar tentang kenapa keinginannya tidak dikabulkan. Apakah berhasil? Hampir separo lebih orang tua akan gagal menenangkan si kecil. Jika gagal dan si anak tetap mengamuk dan menangis, apa yang akan terjadi? Orang tua akan pindah ke fase kedua yaitu terpancing emosinya dan memarahi si anak.

Jika orang tua sudah terpancing emosinya dengan memarahi anak, apa yang akan terjadi? Menjadi diam kah si anak? Jawabannya adalah anak akan semakin kencang menangisnya. Apakah ini menyelesaikan masalah? Bisa dikatakan tidak. Jika anak diam karena di marahi, itu terjadi karena anak takut dengan orang tua. Perasaan takut ini jika dilakukan berulang kali akan mengacaukan pola interaksi anak dan orang tua.

Saya pun pertama kali jika Alia sudah ngamuk dan menangis karena keinginannya tidak terpenuhi maka saya akan menjalankan langkah 1 dan 2. Hasilnya Alia tetap menangis, saya ikut marah dan suasana menjadi tidak nyaman.

Dari sebuah seminar mengenai pendidikan anak, saya berkenalan dengan yang namanya otak reptil. Saya tidak tahu secara ilmiah apa yang dimaksud dengan otak reptile ini. Tapi menurut pakar parenting yang saya ikuti diskusinya otak reptile itu adalah situasi otak ketika seseorang sedang terbawa emosi.

Nah dalam kondisi otak reptile ini anak anak atau bahkan orang dewasa tidak akan mampu memproses informasi yang didapat. Pada kondisi ini yang diperlukan adalah pelepasan emosi dan energy. Masing-masing individu pelepasan emosi ini berbeda beda. Tapi yang pasti tidak akan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi ketika si kecil sedang dikuasai oleh otak reptile, maka yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mendiamkan saja dan tidak terpancing. Pada situasi ini walaupun dijelaskan anak tidak akan mampu memproses informasi yang diberikan.

Sering kali muncul pertanan berikutnya. Kadang ketika marah si anak berbuat kasar dan menjurus membahayakan diri sendiri atau orang lain. Misalnya memukul mukul kepala, memukul orang lain sampai membanting atau membuang barang yang ada disekitarnya. Jika sudah sampai pada taraf ini berdasarkan pengalaman saya dengan Alia, yang perlu dilakukan adalah jauhkan si kecil dari benda benda yang berbahaya. Jika dirasa masih membahayakan yang perlu dilakukan adalah menahan atau memegang tangan atau badan. Peluk yang kencang. Biasanya si kecil akan meronta ronta. Walaupun memegang atau memeluk usahakan jangan sampau menyakiti. Pegang beberapa saat, tapi jangan perhatikan. Kita cuma perlu diam.

Jika amarah dan emosi sudah mulai mereda, maka mulailah ajak bicara. Biasanya jika emosi sudah mereda maka anak akan sangat mudah diajak berbicara. Ajak si kecil berbicara hati ke hati. Jelaskan kepadanya kenapa kita melarang atau tidak mengabulkan keinginannya.

Kesimpulannya adalah, ketika anak sedang mengamuk dan emosi maka otak reptile yang bekerja. Otak reptile tidak akan bisa memproses informasi apa saja. Maka sebagai orang tua maka kitalah yang harus menguasai situasi.

Selamat belajar bersama anak-anak!!

Salam,
Bapak Abink

Lebaran kali ini

Ketika saya buka akun sosial media saya pagi ini, sebagian besar teman-teman di socmed saling mengucapkan selamat berhari raya, menampilkan foto makanan-makan yang sudah disiapkan untuk menyambut idul fitri, pasang status sudah sampai rumah (mudik) dengan selamat dan bahagia bertemu sanak saudara. Saya? Saya masih puasa mungkin satu atau dua hari lagi, belum tahu. Saya nggak mudik, karena terlalu jauh. Saya nggak bersama keluarga, karena merka stay di Malang sedangkan saya di Lincoln-NZ.  Saya nggak bikin ketupat atau opor ayam, cukup sup sayur yang akan jadi teman sarapan saya di hari pertama lebaran. Mudah-mudahan undangan open house tahun ini ada menu ketupat opor heheheheh 😀

Sedih? Pasti, karena ini kali pertama saya lebaran tanpa keluarga dan saudara walaupun ini sudah tahun ke-4 saya lebaran di New Zealand. 4 tahun puasa dan lebaran di negeri orang pasti banyak suka dan dukanya..

Selama 4 tahun ini, hal-hal yang bikin saya senang puasa di New Zealand adalah godaannya lebih sedikit. Ini menurut saya lhoo..

  • Walaupun banyak orang yang nggak puasa, makanan dan minuman dijual di mana-mana tapi nggak tau kenapa godaan untuk ingin makan/ minum rasanya lebih sedikit. Mungkin karena selama ini saya puasa waktu musim dimngin di NZ, jadi nggak panas sama sekali dan siangnya lebih pendek. Tahun ini kami di NZ puasa hanya sekitar 11 jam saja.. Di hari pertama puasa, Subuh sekitar pk 6.32 dan Maghrib sekitar pk 5.03.
  • Godaan belanja untuk hari raya juga nggak seheboh di Indonesia. Waktu masih ada Alia dan Bapak Abink di NZ, belanja lebaran memang jadi agak istimewa karena kami ingin Alia juga merasakan suka-cita lebaran. Jadi kami menghadiahi dia kado-kado dan baju baru. Makanan juga kami buat agak istimewa. Walaupuunnn kalau dibandingkan ketika kami masih di Indonesia belanja lebaran dan makanan yang kami sediakan nggak ada apa-apanya. Tapi tahun ini mungkin jadi lebaran yang paling sederhana buat saya.
  • Banyak orang yang ‘baik’ sama saya.. Nggak cuma teman sesama muslim yang suka tuker-tukeran makanan untuk berbuka, tapi kadang teman-teman ‘Internasional’ saya (terutama temen serumah) juga suka bikin sesuatu atau nawarin kue-kue untuk buka puasa. Walaupun kadang mereka suka heran kok kuat amat saya nggak makan/minum seharian. Padahal kan saya nggak sendirian, jutaan umat muslim juga melakukan hal yang sama untuk mencari rahmat Allah..
  • Lebih bisa konsentrasi Ibadah. Waktu Alia n Bapak Abink di NZ, kita lebih banyak tarawih bersama di rumah karena jam 7 adalah waktu tidur Alia, sedangkan tarawih di Musholla kampus mulai setelahnya. Dan karena waktu itu ada kalanya saya harus kerja malam, jadi kami biasanya tarawih di rumah.Ibadahnya bisa lebih konsentrasi mungkin karena nggak ada godaan dari TV kali yaa? Hehhehe… Kalau tahun ini ALhamdulillah dikasih kesempatan lagi untuk tarawih di Musholla lagi karena nggak ada kerja malam dan nggak ada anak yang perlu dijagain karena udah bobok atau rewel.. Bapak Abink sepertinya masih tetep lebih banyak tarawih sendiri di rumah karena harus jaga Alia di rumah.. Makasiih bapak Abink 🙂  inshaaAllah tahun depan kita tarawih ber-3 di masjid yaaa… Aamiin..

Sedihnya puasa jauh dari keluarga, sahur sendiri, buka puasa sendiri, kalo masak (seringnya) dimakan sendiri.. Tapi Allah juga bikin saya punya keluarga baru di sini, yang (hampir) setiap hari kami bisa ketemu untuk tarawih,  tadarus, bertukar ilmu, bertukar makanan, saling mengunjungi, saling berbagi dan menguatkan. Alhamdulillah….. 

Lebaran2011
Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin…

Hari ini 28 Tahun yang Lalu

Ini kali kedua Pak Abink merayakan ulang tahun di negeri Kiwi New Zealand. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, ulang tahun kali ini tidak ada tiup lilin dan nasi kuning seperti tahun lalu. Tetapi walau tidak ada tiup lilin, ulang tahun kali ini tetap berkesan. Karena bagaimanapun sekarang masih dalam suasana darurat karena sebulan yang lalu (22/02/2011) Kota Christchurch terkena gempa yang meluluhlantakkan hampir 80% Christchurch CBD termasuk Cathedral Square yang tersohor itu. Selain itu secara kebetulan ulang tahun Pak Abink bersamaan dengan ulang tahun seorang sahabat KeluargaHussein yaitu Mbak Resti.

Ulang tahun ke 28 ini menandakan bahwa Pak Abink haruslah lebih bijak daripada sebelumnya. Harus lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh sang pencipta Allah SWT.

Semoga dengan bertambah nya umur, Pak Abink semakin dewasa dan bijak dalam bertindak, semakin sabar, semakin cakep, sayang keluarga dan bisa menyelesaikan PhD nya tepat waktu.

Lincoln, 19 Marer 2011

Alia dan Bapak Abink 3

Seminggu terakhir ini Bapak Abink menggalakkan penggunaan kata “oke” instead of “no way” buat Alia. Jadi, setiap Alia bilang “no way”, Bapak bakal menimpali dengan “oke” dan setiap ada sesuatu yang baik, atau setuju dengan sesuatu Bapak juga pakai kata “oke”. It works.. Sekarang Alia mulai banyak pakai kata oke juga. Misalnya niiih
Ibu : alia, do you want to have an orange?
Alia : okee..
Bapaknya : Alia anak Pinter ya?
Alia. : okee..

Beberapa waktu yang lalu, Bapak lumayan searing ajak alia beli fish n chips. Dan apa yang terjadi waktu kita lewat di deepen warung fish n chip Dan kita nggak mampir??
Alia : fish… Mam.. Fish.. Mam.. (sambil nunjuk ke tokonya)
Ibu. : gara gara keseringan diajakin bapak beli fish n chip Niih..
Ternyata, kejadian serupa terjadi juga waktu ibu ajak alia jalan jalan sore..
Alia : bread.. Mam.. Bread.. Mam
Tau nggak kita lg lewat dimana? Yup, kita lewat toko roti langganan ibu Dan alia ngotot mau mampir hahaha…
Untungnya kalo kita lewat coffee culture Alia ngga teriak “coffee.. Mimik.. Coffee mimik..” atau teriak “pie, mam.. Pie, mam.. ” waktu kita lewat Hillyer’s hihihi..

Setelah lulus training untuk say hello and thank you, kali ini Alia belajar bilang please kalau minta tolong dan say sorry kalau dia salah. Bapak Abink punya peran yang besar juga dalam membiasakan Alia say please. Alhamdulillah Alia mulai terbiasa walaupun kadang masih harus diingetin. Begitu pula dalam membiasakn alia say sorry, peran Bapak Abink nggak kalah besar.. Ibu baru sadar tentang peran bapak Abink ketika beberapa minggu yang lalu, ibu nggak sengaja nabrak Alia dan Ibu bilang “ups.. Sorry Alia..” dan gads kecilku itu menjawab “sorry sorry jek.. Sorry sorry jek..” sambil ngeloyor pergi ninggalin Ibu yang terbengong-bengong. Saat itu juga Ibu langsung sadar pasti tersangka utamnya adalah Bapak Abink dan si Keong Racun huhuhuhuhu….. Awalnya Alia memang sering bilang sori jek atau kata jek nya diganti dengan kata lain misal sori kakak, sori ibu, sori bapak, sori nenen, sori book, sorry duck dll, tapi dengan nada menggoda khas Alia. Tapi akhir akhir ini dia mulai jarang bilang sori jek, tapi mulai terbiasa bilang sori kalau Ada sesuatu yang nggak semestinya. Misalnya kalau dia jatuhin mainannya, Alia Akan bilang “ups, sorry..”.
Beberapa hari yang lalu, Alia bikini Ibu emosi karena rewel pingin ini itu sama ibu padahal ibu lagi repot di dapur. Akhirnya sama Bapak Abink dikasih tau Dan disuruh say sorry ke Ibu
Bapak : alia, say sorry to Ibu..
Alia. : (diem Aja)
Bapak : so………..ri…. (bapak berharap ketika bapak bilang so…, alia Akan jawab ri, tapi ternyata dia diem Aja)
Alia. : sori I…. I….buk.
Ibu di….. Di……ta.. (ikutan bapaknya menggal suku kata biar bapaknya jawab suku kata terakhirnya tapi ternyata alia jawab sendiri. Lucuuu…)

Karena bapak akhir akhir ini jarang ke offis, Alia jadi tambah lengket sama bapak. Kalau bapak lagi duduk di kursi, Alia paling suka main “up and down”, duduk di kaki bapak truss bapak angkat kakinya naik turun kayak main pesawat-pesawatan Dan Alia bakal bilang “up, and down… Up and down…. Up and down…”
Diem-diem si Alia suka minta gendong bapak Dan minta dijungkir balik, atau tiba-tiba ketawa-ketawa dengan tamping menggoda minta di kitik-kitik bapak. Nge-mall berdua bapak Dan pulang-pulang bapak cerita kalo Alia udah makan sushi banyaaakk…

Alia Dan BApak Abink… Nggak Akan Habis cerita mengenai mereka berdua. Alhamdulillah, berapa beruntungnya kami bisa saling memiliki…

Say Hello and Thank You

Bangganya Ibu sama Alia hari ini…

Setelah meliburkan diri sekitar seminggu dari playcentre karena insiden kecebur lumpur dan dilanjutkan Alia batuk pilek (untuk pertama kalinya), akhirnya hari ini Alia mulai dateng ke playcenter lagi. Awalnya Ibu pikir Alia bakal minta gendong atau ngga mau jauh2 dari Ibu karena masih ngga enak badan dan udah lama ngga main di playcentre. Tapi, ternyata perkiraan Ibu salah. Begitu buka pintu mau masuk play centre, Alia sudah ngga sabar mau main. Biasanya dia masih suka deket2 ibu, ambil stiker namanya dan sign in di buku hadir, trus masih minta gandeng tangan ibu..  Biasanya Alia agak susah kalo diminta say hello sama temennya, tapi hari ini dia say hello dengan ramah sama salah satu temennya yg juga baru dateng dan langsung aja ngeloyor sendiri, main playdough sama temennya. Begitu Ibu deketin Alia & temennya, ternyata mereka main bareng. Pinter deh mainnya gantian, walaupun ngga ngobrol, tapi cetakan play dough yg abis dipakai Alia dia kasih ke temennya, dan sebaliknya. Dan, yang bikin Ibu bangga, Alia slalu bilang ‘thank you’ kalo temennya kasih sesuatu buat dia 🙂

Bangganya Ibu masih berlanjut waktu anak2 main di luar dan ada 2 orang teman baru yg lg visiting playcentre kita. Alia ngga ragu2 say hello dan ngajak salaman sama 2 temen barunya. Karena mungkin temen barunya ngga tau maksud Alia, jadilah Alia sukses dikacangin hehe..

Hari ini Alia bener2 nice banget deh.. Waktu mat time, Alia mau duduk manis menikmati bekalnya sambil nyanyi dan denger cerita selagi Ibu bantu-bantu nge-vakum karpet. Ketika baca cerita, Alia udah mau interaksi, bisa buka pop-up book, dan bisa jawab waktu ditanya gambar binatang sm gurunya (padahal biasanya malu2). Waktu mat time itu juga, bareng2 nyanyiin lagu sambil main oper2an boneka kucing, dan ketika Alia dapet giliran ngga lupa Alia bilang ‘thank  you’. Sampai Kate, gurunya Alia blang kalo Alia is a nice girl…

Dibuang Sayang

Banyak kejadian menarik untuk diceritakan,  mulai kelucuan-kelucuan Alia, masakan2 Ibu, sampe kejadian kecebur lumpur kemarin, tapi lagi ngga dapet mood untuk cerita. Pas lagi iseng-iseng mau bersihin foto-foto di HP kok nemu beberapa foto yang belum sempat di transfer ke komputer dan sayang kalo dihapus begitu aja, mending disimpen di blog aja biar bisa diliat-liat lagi nanti…

Lyttelton

Kira-kira bulan lalu, tanpa rencana kita jalan ke lyttelton. Tadinya mau belanja mingguan aja tapi ternyata di tengah jalan  Bapak Abink  ngajakin ke Lyttleton. Lincoln – Lyttelton ditempuh selama +/- 45 menit. Lyttleton ini adalah pelabuhan tempat pertama kalinya orang-orang Eropa menginjakkan kaki di New Zealand. Pemandangannya khas New Zealand , laut yang dikelilingi bukit indah banget. Dari Lyttelton, kita lanjut ke pantai Purau Bay, ngga banyak yang bisa dilihat disana, tapi perjalanan menuju ke sana yang Subhanallah indahnya…

Weekend terakhir sebelum Ramadhan, jalan-jalan pagi ke warung kopi depan library. Dapet tempat nyaman di pojokan, dan baru tau kalo dipojokan situ ada banyak  buku dan mainan anak-anak. Alia anteng, Bapaknya juga anteng, pegang mainan masing-masing. Ibu??? Anteng juga menikmati caramel latte yang hangat..

pada sibuk masing-masing
maem pake sendok, susah juga yaa..
lebih asik maem pake tangan ternyataa....
buku baru

Abis dari warung kopi, nyeberang ke community centre.. Ada farmers market, tapi kali ini spesial karena ada bursa buku 2nd juga. Ibu yang paling semangat niih… Segala macam buku diobral dengan harga 1 dolar aja. Bapak Abink pilih2 buku bua Alia, Ibu pilih2 buku buat Ibu sendiri hehehe… Sayang bukunya ngga begitu banyak, Ibu cuma dapet 1 buku resep baking, 1 buku tentang NZ buat bapak dan 5 buku cerita buat Alia. Abis pilih2 buku, Ibu menyempatkan diri belanja sayur. Lumayan, dapet spinach 2 dolar (di supermarket 3-4 dolar), jamur 1/2 kg cuma 4 dolar (di supermarket 6 dolar). Biasanya farmer market di Lincoln ada setiap hari Sabtu. Tapi selama winter cuma ada sebulan sekali, jadi ngga bakal dilewatkan begitu saja nih acara belanja sayur murah…. heheheh…

Ini foto-foto beberapa hari yang lalu. Alia, ada-ada aja gayany gadis kecilku yang pinter, lucu dan solehah ini…

Alia lagi telpon apa siaran ya??
main boneka tangan Pooh n Tiger
pake bando, keliatan jidatnya yg lebar hehehe...
sstt.... Alia mau pake jilbab juga kayak Ibu. Cantiikk....
bantu Ibu berkebun.. Segala mainan dikeluarin....

Pak Abink n Alia (2)

Sore ini di rumah, Alia masih tidur waktu Bapak pulang dari office. Waktu ibu lagi di kamar mandi, Alia bangun langsung minta gendong bapak. Beberapa saat kemudian, terjadilah percakapan berikut:

Bapak : Alia, Bapak wudhu dulu yaa…

Alia : yes… bye-bye

Abis maghrib, pinjem HP ibu buat main telpon2an, ngga sengaja kebuka foto Alia waktu bayi lagi digendong Bapak. Alia langsung mendekat ke Bapak yang lagi duduk  santai  sambil pegang ipad-nya.

Alia : Bapak… Put here. (sambil nunjuk-nunjuk ke sofa)

Bapak-nya pura-pura cuek

Alia : Baaaapaaakkk put.. put here ipad.

Bapak : this one? (sambil nunjuk laptop yang kebetulan udah tergeletak di sofa)

Alia : no..no…

Bapak : this one? (nunjuk ipad yg lagi bapak pegang)

Alia : yup

Bapak : oke.. (taruh ipad di sofa)

Alia : Up.. up… (minta gendong Bapak)

Bapak : Hap. (gendong Alia)

Alia : Same… (sambil nunjuk ke HP Ibu yg ada gambar baby Alia lg digendong Bapak)

Bapak : hahahahahha 😀 (ngakak)

Mainan sama Ibu pake boneka oleh2 dari Nini Kunthi. Terobsesi banget untuk ngelepas bandonya si boneka.

Ibu : Don’t take it off, Kakak…

Alia : off.. off…

Ibu: She wants to wear hair clip like Alia.

Alia : (ngelepas hair clip nya dengan susah payah)

Alia : see? off.. off.. Same… (berusaha ngelepas bando si boneka lagi)

Ibu : Main boneka pooh aja yuuukkkkk (mengalihkan perhatian, sambil ketawa dalam hati 🙂 )

Pak Abink n Alia

Gadis kecilku sudah besar. Sudah 19 bulan. Sudah jadi gadis kecil yang cantik, lincah dan lucu. Pak Abink sangat bersyukur diberikan kesempatan oleh Allah untuk belajar di NZ karena dengan belajar di NZ Pak ABink memiliki banyak kesempatan menghabiskan waktu dengan keluarga khususnya dengan Alia. Pak Abink bisa melihat bagaimana pertumbuhan dan perkembangan Alia dari hari ke hari, melihat bagaimana Alia tumbuh dan belajar merupakan suatu kebahagiaan bagi Pak ABink.

Setiap Selasa dan Jumat Pak Abink harus merelakan waktu di pagi hari untuk menjadi baby sitter nya Alia. Menunggunya tidur, menemaninya bermain dan juga menonton VCD Elmo dan Barney kegemarannya. Karena setiap hari tersebut Ibu ikut English Conversation class yang diadakan oleh Lincoln Community. Awal nya Pak ABink keberatan dan “ngedumel” setiap harus menjadi baby sitter. Tetapi setelah beberapa kali pekerjaan baby sitter itu tidak lagi menjadi beban, malahan menjadi suatu kebahagiaan.

Alia gadis kecil ku merupakan harta yang tak ternilai. Memilikinya merupakan kebahagiaan terbesar bagi Pak Abink dan juga Bu Abink. Kami akan menjaga mu nak, kami akan berusaha memberikan yang terbaik bagimu walaupun kami sadar yang terbaik dari sudut pandang kami belum tentu yang terbaik bagimu. Tapi sebagai orang tua kami akan selalu menyayangi, melindungi dan menjaga mu. Cinta kami sepanjang masa.

Curhat Pak ABink mode:on