Mood Booster Saya Adalah………

IMG_20140225_213708

Minggu ini termasuk minggu yang berat buat kami (saya sih, lebih tepatnya). Kenapa? Karena di tengah Minggu saya harus balik lagi ke New Zealand, ninggalin Alia dan Bapak Abink. Jangan ditanya gimana rasanya, kali ini rasanya lebih sedih daripada perpisahan pertama kami di bulan Juli lalu walaupun lebih minim air mata. Mungkin karena saya merasa di Malang adalah zona nyaman saya dan saya merasa dibutuhkan untuk ngurus rumah (tangga) di Malang. Tapi, karena rejekinya masih di NZ ya dinikmati dan disyukuri aja. Kalo dibawa sedih malah nggak produktif nanti. Ya nggak?

Perjalanan Malang-Surabaya-Denpasar-Sydney-Christchurch cukup menyenangkan. Sampe di Christchurch, cuaca sangat cerah dan saya dijemput temen pake mobilnya yang dulu pernah jadi mobil saya. Begitu masuk mobil, lewat jalan2 yang pernah kami bertiga lewatin, ditambah cuaca cerah langsung inget Alia dan Bapak Abink. Biasanya kalo cuaca cerah kami suka jalan-jalan. Tapi kali ini saya sendirian di NZ 😦

Begitu masuk flat, saya langsung disibukkan dengan urusan administrative kayak laporan ke landlord kalo saya udah masuk rumah dan nelpon ke perusahaan listrik untuk sign up account baru di rumah baru. Begitu abis maghrib, leyeh-leyeh di sofa jadi terasa sepinya dan saya keinget bapak Abink dan Alia karena lay out flat lama tapi baru ini sangat mirip rumah kami yang dulu. Bedanya, lagi-lagi saya sekarang sendirian 😦

Sehari setelah saya nyampe New Zealand, saya langsung ke kampus. Saya juga sudah langsung ada janji ketemu beberapa orang untuk urusan kerjaan. Sampe sehari setelahnya saya juga masih disibukkan dengan urusan kerjaan sampe sore. Begitu saya memutuskan untuk mulai pegang thesis lagi, saya dapet kabar kalo Alia demam. Jadi nggak konsen dan memutuskan pulang sambil mampir belanja ke supermarket. Sedihnya jadi bertambah-tambah 😦 Pengeeen banget bawa Alia dan Bapaknya kesini sama saya. Tapi karna kondisi nggak memungkinkan, jadi pinggirin dulu pikiran itu. Ganti dengan pikiran positif, Alhamdulillah banyak saudara di sana yang bisa bantu jaga Alia…

Walaupun sedih (pake banget) pisahan sama keluarga lagi, tapi nggak sampe dibawa berlarut-larut kok.. Hari Sabtu kemarin saya sengaja tinggal dirumah selain karena ada janjian sama Landlord yang mau datang, juga biar bisa Skype sama Alia. Dan anak kecil ku yang sudah sembuh dari demamnya langsung pamer boneka minion barunya, cerita ini itu sambil sarapan pizza 🙂

ALia pake kacamata Minion :)
ALia pake kacamata Minion 🙂

Abis Skype sama bapak Abink n Alia, mood saya jadi bagus banget 🙂 bisa nyiapin bahan tutoring minggu depan, baca-baca buat thesis, sampe bisa  update blog segala hahahha 😀 Ternyata mood booster saya bukan (window) shopping, makan di resto mahal atau ngopi2 di café.. Cukup ngobrol sama Alia n bapak Abink dan semangkok (besar) mixed vegetable salad. Aaaahh….. indahnya hidupkuuuuu…… ALhamdulillah, terimakasih Allah…..

Advertisements

Our 6th Anniversary

PhotoGrid_1387936209577

Tanggal 22 Desember kemarin tepat 6 tahun pernikahan kami. Selama 6 tahun ini kami memang selalu bikin sesuatu yang istimewa. Entah makan malam di luar, beli cake and tukeran kado, atau sekedar masak nasi kuning untuk dimakan bertiga.

Tahun ini kami punya rencana makan siang di luar, trus sore nya nitip Alia di rumah tante atau neneknya jadi kami bisa nonton berduaan. Tapi sehari sebelum hari H kami berubah pikiran. Kami memutuskan untuk seharian males-malesan di rumah, bobok siang ber-tiga, kruntelan di kasur, nemenin Alia main, ditambah ada acara ngasih kado kecil yang kali ini kado nya bertepuk sebelah tangan. Maksudnya, cuma bapak Abink doang yang dapet kado, sedangkan saya nggak dapett hahaha.. kado buat bapak Abink pun sebenernya dadakan, baru dibeli malem sebelumnya nya naik taksi berdua Alia.

Sorenya, pengen nyobain resto baru di Mall MOG tapi ternyata rame banget dan kami nggak dapet parkir. Akhirnya bapak Abink memutuskan untuk dinner di salah satu kopitiam yang lagi hits di Malang  tapi saya blom pernah ke sana. Pas lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba bapak Abink mencetuskan ide brilian yang sempat terkubur. Katanya “Kita nonton Hobbit malem ini aja yuukk Alia nitip di tante atau di Mama” Setelah nge-cek jadwal film, telpon tante dan mama, akhirnya Alia setuju main di rumah mama dengan sogokan es krim kura-kura ninja. Akhirnya kami nonton the Hobbbit yang jam 8.30.

Anniversary tahun ini ditutup dengan not so nice supper di Mc D jam 12 tengah malam. Alhamdulillah….

Happy Anniversary my dear Husband, semoga Allah selalu melindungi keluarga kita sekarang dan selamanya. Aamiin…

Sepotong cerita belajar di New Zealand

Menyambung cerita pengalaman bersekolah Pak ABink di 3 Negara berbeda, sekarang Pak ABink mau sharing cerita mengenai sekolah di New Zealand. Sebenernya pengen cerita lebih banyak mengenai sekolah di Australia dan di Indonesia. Tapi karena dokumentasi photo tercecer entah dimana maka rasanya jadi kurang afdho. Jadi sekarang ceritanya yang di New Zealand dulu mumpung masih banyak yang diingat dan banyak photonya.

Cerita bersekolah di New Zealand ini diawali dari diterima nya Pak ABink jadi dosen di Universitas Brawijaya. Sebagai seorang dosen baru, Pak ABink sudah ditodong pihak fakultas untuk mempersiapkan diri bersekolah kejenjang yang lebih tinggi. Browsing sana browsing sini pingin hati sih ke Eropa. Alasannya sepela soalnya pengena jalan-jalan dan ngerasain hidup di Eropa secara sudah pernah tinggal di Australia sekitar 1.5 tahun.

aotearoa

Setelah ngobrol sana ngobrol sini plus browsing-browsing akhirnya tambatan hati jatuh kepada New Zealand. Kenapa New Zealand? alasannya sepele karena senior Pak ABink – Dr Irawanto sudah berangkat duluan untuk sekolah di New Zealand. Belio banyak bercerita mengenai menarik nya bersekolah di New Zealand.

Dari 8 Universitas yang menawarkan program Doctoral, Pak ABink memutuskan untuk mengirimkan surat aplikasi ke beberapa Universitas. Yang menjadi prioritas adalah University of Auckland secara ini adalah universitas terkemuka di dunia bukan saja di New Zealand. Apa dikata setelah menunggu sekitar 6 bulan surat lamaran S3 Pak ABink mendapat balasan sebuah penolakan. Alasannya adalah karena Master yang Pak ABink miliki adalah coursework yang tidak cukup untuk mengambil Ph.D.

Patah hati ditolak University of Auckland, Pak ABink tidak patah semangat. Setelah koresponden dengan potential supervisor, Pak ABink mengirimkan aplikasi ke tiga Universitas sekaligus. Yaitu Massey University, Waikato University dan Lincoln University. Yang paling cepat membalas adalah Waikato University. Waikato menyatakan akan menerima Pak Abink tetapi harus mengambil Postgraduate Certificate selama 2 semester sebelum dapat mengambil program Doctoral. Senada dengan Waikato University, MAssey University juga memberikan surat penerimaan. Tetapi dengan syarat Pak ABink harus mengambil Master Management tahun kedua sebelum diterima di program Doctoral. FYI di New Zealand program PHD itu fees nya adalah domestic fees. Karena harus menambah PG Cert dan Master di Waikato dan Massey maka untuk tahun pertama Pak ABink tidak eligible untuk domestic fees. Sehingga Pak ABink terpaksa menolak surat penerimaan tersebut.

Bagaimana dengan Lincoln University? Berbeda dengan Waikato dan Massey. Lincoln University memberikan surat penerimaan untuk Pak ABink. Juga dengan syarat. tetapi syarat nya cuma bridging 2 mata pelajaran. Dua mata pelajaran ini bias diambil secara bersama sama dengan program Doctoral dan Pak ABink eligible langsung untuk membayar domestic fees. Akhirnya dengan pertimbangan tersebut, maka Pak ABink menerina tawaran dari Lincoln University.

Lincoln University Canterbury
Lincoln University Canterbury

Setelah mendapat admission dari Lincoln University, muncul masalah kedua. Masalah tersebut adalah berkaitan dengan pendanaan. Akhirnya dengan mengucap Bismillah, pak ABink mendaftar ke program beasiswa DIKTI. Alhamdulillah akhirnya Pak ABink mendapatkan beasiswa tersebut.

Berbekal beasiswa DIKTI, Pak ABink berangkat ke New Zealand pada Agustus 2009. Pada saat itu Bu Abink dan Alia tidak langsung pergi bersama Pak ABink. Pertimbangan utama adalah alasan untuk Pak Abink beradaptasi dan mempelajari lingkungan secara langsung. Selain itu Alia masih berusia 6 bulan sehingga lebih baik menunggu hingga Alia berumur 1 tahun.

Bagi yang ingin bersekolah, Pak ABink sarankan jika membawa keluarga, maka berangkat sedniri terlebih dahulu baru ketika semua sudah settle maka undanglah keluarga untuk datang. Di masa “orientasi” tersebut Pak ABink tinggal di asrama mahasiswa self-catered yang namanya Crescent.

Crescent
Crescent

Di Crescent Pak ABink tinggal bersama dua orang Malaysia dan seorang Jerman. Selama masa orientasi tersebut Pak ABink sangat berterima kasih dengan seorang teman dari Indonesia yaitu Dr. Dessy Aliandrina karena belau selalu siap membantu dan berbagi dengan Pak ABink. Jadi serasa menemukan seorang saudara di tanah nun jauh tersebut.

Bersama dengan Dr. Dwi Suhartanto dan Dr. Dessy Aliandrina
Bersama dengan Dr. Dwi Suhartanto dan Dr. Dessy Aliandrina

Sedangkan untuk perkuliahan, di awal bulan pertama Pak Abink belajarnya nomaden. Seharusnya setiap Doctoral student mendapatkan work station lengkap. Tetapi karena pada saat Pak ABink tiba adalah pertengahan semester maka pada saat itu tidak ada work station kosong, sehingga Pak Abink ditempatkan di ruang bersama yang biasanya diisi mahasiswa tingkat Master.

Setelah beberapa minggu di Orchard Building (nama untuk ruang bersama) Pak Abink dipindahkan ke Printery (ruang khusus Doctoral student). Di Printery ini Pak Abink mendapatkan work station permanent.

Pak ABink at Printery
Pak ABink at Printery

Pada saat itu di Printery sudah ada 3 mahasiswa Indonesia lainnya. Yaitu Dr. Dessy Aliandrina, Dr. Dwi Suhartanto dan Dr. Ludia Wambraw. Sangat menyenangkan memiliki kawan-kawan seperjuangan dari Negara yang sama.

Diawal kedatangan Pak ABink di New Zealand, ada sebuah organisasi pelajar Indonesia yang namanya adalah PPIC (Perhimpunan Pelajar Indonesia Canterbury). Pada saat itu sedikit sekali mahasiswa yang mau bergabung dengan PPIC. Di tahun 2009 hanya sekitar 10 orang mahasiswa Indonesia yang bergabung dalam organisasi tersebut. Ditahun 2010, Pak Abink berkesempatan menjadi Ketua PPIC menggantikan Dr. Dodi Ariyanto yang menyelesaikan studinya.

7233_155450966882_2288857_n
PPIC 2009

Selama menjadi mahasiswa di New Zealand, Pak ABink banyak mengalami kejadian-kejadian luar biasa. Sebut saja gempa bumi. Tercatat selama 3.5 tahun di New Zealand, KeluargaHussein mengalami 3 kali gempa bumi yang cukup besar. Gempa pertama terjadi pada bulan puasa tahun 2010. Gempa tersebut sekitar 7.6SR dan terjadi pukul 4 pagi pada saat waktu sahur. Gempa kedua terjadi pada Bulan Februari 2011 dan yang terakhir pada Juli 2011. Untuk gempa pada Februari 2011 tersebut tercatat yang menyebabkan korban dan kerusakan terbesar. Hampir 90 orang menjadi korban dan kota Christchurch harus di tutup beberapa waktu.

Printery Setelah Gempa
Printery Setelah Gempa

Teringat pesan dari pemberi beasiswa jika selama kuliah karyasiswa diharapkan juga selalu membuka wawasan dan jaringan maka Pak ABink selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan budaya. Salam satunya kegiatan rutin yang diikuti bersama PPIC adalah kegiatan Internasional Night yang rutin diadakan di Lincoln University. Acaranya biasanya terdiri dari cultural performance, pameran kebudayaan dan international dinner. Tim PPIC selalu aktif dalam kegiatan tersebut. Selain International Night banyak juga kegiatan-kegiatan kebudayaan lain yang Pak ABink ikuti seperti halnya Culture Galore dan Santa Parade.

International Night
International Night

Selama 3.5 tahun tinggal di New Zealand, KeluargaHussein menempati 3 rumah yang berbeda. Rumah merupakan salah satu tantangan tersendiri ketika kita tinggal di luar negeri. Mulai dari rumah yang tidak nyaman hingga harga sewa yang terlalu mahal. Pertama kali mendapatkan rumah Pak ABink sedang dalam kondisi terdesak. Hingga H-2 minggu sebelum kedatangan Alia dan Bu Abink, rumah belum didapatkan. Sehingga ketika ada yang menawarkan sebuah rumah yang sudah tua, besar dan mahal mau tidak mau Pak ABink ambil rumah tersebut. Beruntungnya tidak ada kontrak permanen sehingga jika ingin berhenti mengontrak cukup memberikan 3 minggu notice saja kepada owner nya. Dirumah tersebut, KeluargaHussein hanya tinggal selama 4 bulan. Ketika ada seorang kawan dari PNG yang pulang maka dengan antusias KeluargaHussein meng overtake rumah kawan tersebut. Kebetulan tetangga rumah tersebut adalah orang Indonesia juga yaitu Dr. Ludia dari Papua. Sehingga sangat menyenangkan punya tetangga berasal dari satu Negara. Dirumah kedua itu KeluargaHussein tidak tinggal terlalu lama-hanya sekitar 7 bulan. Karena setelah itu KeluargaHussein mendapatkan tawaran untuk tinggal dirumah yang dimiliki kampus. Rumah kampus ini berada dalam lingkungan kampus sehingga sangat dekat dengan office Pak ABink. Dengan banyak pertimbangan akhirnya KeluargaHussein pindah ke rumah kampus -ER01. DIsini kami tinggal hingga Pak ABink lulus.

ER01-Lincoln University
ER01-Lincoln University

Sebagai mahasiswa Doktoral, kurang afdol jika tidak diselingi dengan kegiatan-kegiatan akademis. Selama menjadi mahasiswa Doktoral Pak ABink aktif dalam kegiatan-kegiatan seminar baik menjadi peserta maupun menjadi pembicara. Sebagai pembicara Pak ABink selama kuliah tercatat tiga kali mengikuti conference. Yang pertama adalah Konferensi Pelajar Indonesia di Wellington.

Kongres Pelajar Indonesia Selandia Baru
Kongres Pelajar Indonesia Selandia Baru

Kemudian Pak ABink juga pernah ikut pada Konferensi Social Marketing yang diadakan oleh Australian Association Social Marketing di Griffith Brisbane dan juga Lincoln University Postgraduate conference.

Selain cerita akademik dan persahabatan, Pak Abink juga pernah mengalami kejadian mengerikan selama kuliah di New Zealand. Pada saat itu libur Waitangi Day. Dua hari setelah Pak ABink dinyatakan lulus Program Doktoral. KeluargaHussein ingin mengunjungi kawan yang juga tinggal di Lincoln. Dari arah Kota KeluargaHussein berkendara dengan kecepatan sedang. Di tikungan Birch Rd, seorang pengendara HD dengan kecepatan tinggi menabrak mobil keluargahussein. Sukur Alhamdulillah hanya Mobil Keluargahussein yang hancur lebur dan kaki Pak Abink retak. Alia dan Bu Abink selamat tanpa kekurangan apapun.

FBR 853 setelah kecelakaan
FBR 853 setelah kecelakaan

Dari sepenggal cerita tersebut, Pak Abink sangat banyak bersukur kepada Allah SWT karena berkat nikmat dan rejeki nya keluargahussein banyak mendapatkan pengalaman yang akan terkenang sepanjang masa.

Cerita Mudik #2

Akhirnya, hari-hari yang saya tunggu datang juga.. Setelah beli tiket pulang sejak September lalu, rasanya sudah nggak sabar mau ketemu Alia n bapak ABink lagi di kampung halaman. Seperti yang saya ceritakan di sini bahwa mudik kali ini saya bakal mampir  ke Auckland selama 4 hari, trus terbang ke Bali via Sydney, lanjut terbang ke Surabaya trus naik mobil ke Malang. Perjalanan panjang dan melelahkan, tapi semua terbayar ketika di pintu keluar Juanda International Airport ada anak kecil yang lari menyambut saya dengan pelukan hangatnya 🙂

Mudik kali ini saya sengaja hanya bawa satu koper, dan tas laptop karena nggak mau ribet ketika transit dan lagi pula baggage allowance international flight cuma dapet 23 kg dan domestik flight cuma 20kg. Ini pertama kalinya saya menumpang New Zealand’s flag airline (Air New Zealand) untuk penerbangan domestik dan Internasional karena tiket pulang ke Indo di saat summer holiday cuma tiket AIrNZ-Garuda yang paling terjangkau 🙂 Jadi, perjalanan Christchurch-Auckland dan Auckland-Sydney saya numpang Air NZ. Perjalanan Sydney-Bali dan Bali-Surabaya saya numpang Garuda Indonesia. ALhamdulillah pesawat dari Sydney ke Bali kosong, jadi ya nyaman2 aja walaupun makanannya kurang yummy ….. 🙂

Alhamdulilah perjalanan mudik kali ini lancar aman terkendali kecuali boneka kiwi bird buat ponakan-ponakan yang ketinggalan di Auckland, delay penerbangan Bali-Surabaya selama hampir 2 jam dan koper yang ketinggalan di Sydney karena waktu transit terlalu mepet. Sempat deg-deg an sih waktu sampe Bali semua penumpang udah dapet koper masing-masing kecuali saya. Langsung lapor ke bagian baggage claim. Mereka bantu nge-cek dan ketauan kalo koper saya ketinggalan di Sydney. ALhamdulillah, sampe Malang jadi ada alasan beli baju baru dan bisa diganti sama Asuransi hehehhehe 🙂 Koper baru sampe ke rumah 3 hari setelah saya sampe rumah dan oleh2 langsung diserbu sama si anak kecil dengan riang gembira 😀

Cerita Mudik #1

Nggak terasa udah kurang beberapa hari lagi aja saya mau mudiik 🙂 Packing-packing udah dicicil dari beberapa minggu yang lalu, sekarang mulai angkat2 barang yang mau disimpen di ofis dan simpen-simpen barang yang mau ditinggal di NZ nitip di rumah temen. Repot…. padahal cuma sendiri dan barang nggak begitu banyak…

Jadi inget 7 bulan yang lalu, waktu kita seeluarga boyongan pulang ke Malang. Setelah kurang lebih 3,5 tahun tinggal di NZ, ternyata barang kami banyaaakkk….. packing pun lamaaaaa nggak selasai-selasai. Masukin koper, bongkar lagi, masukin lagi, timbang lagi.. Hasilnya kita bawa 3 koper besar, ditambah 2 tas kecil, plus foto berbingkai 40×40 cm, dan satu airfryer.. Ribet, tapi sayang juga kan kalo baggage allowance yang 30 kg per orang itu nggak dimaksimalkan hehehe…

Di Christchurch Airport sesaat sebelum berangkat
Di Christchurch Airport sesaat sebelum berangkat
Nggak tau deh ini Alia lagi nunjuk apa.. kok keliatan exited banget :)
Nggak tau deh ini Alia lagi nunjuk apa.. kok keliatan excited banget 🙂

Waktu itu kami berencana singgah di Singapore untuk jalan-jalan dan ketemuan sama Kai Nini-nya ALia. 72 jam sebelum terbang kami check in lewat internet. Penerbangan Christchurch-Singapore berhasil check-in. Tapiii pas kita mau check in penerbangan Singapore-Surabaya sistemnya bilang nggak bisa check in, harus hubungi agen atau check in langsung di Bandara. ALhamdulillah kami memutuskan untuk pergi ke agen tempat kami beli tiket besok paginya. Setelah di  liat sama pak Agennya, ternyata bapak Abink nggak boleh masuk Singapore  karena  expired date paspornyanya kurang dari 6 bulan…  Dasar kami ceroboh (dan orang agennya juga nggak ngingetin), kami nggak nge-cek kalo ternyata pasport nya Bapak Abink bakal habis sebelum 6 bulan. PANIK…. karena kami harus terbang besok paginya, hotel di SIngapore udah dibooking untuk 2 hari dan udah janjian sama Kai-Nininya Alia. Akhirnya, diputuskan bapak Abink nggak bakalan tinggal di Singapore, dan langsung naik pesawat ke Surabaya. Sementara saya, Alia, kai, nini bersenang-senang dulu di Singapore. Walaupun waktu itu Alia masih jet lag, kebangun tengah malem dan baru tidur lagi jam 10 pagi di dalem taksi atau di tempat makan 🙂

Singapore
Singapore

Dari Singapore ke Surabaya pun, saya dan Alia cuma ber dua aja karena kai-nini beli pesawat yang berangkat lebih awal. Jadi, setelah nganter Kai Nini di depan hotel, saya dan Alia masih sempat jajan-jajan gorengan dan rujak trus ngadem lagi di kamar hotel. Alia bahkan sempet bobok siang dulu. Ke Changi naik taksi berdua Alia dengan satu tas koper besar yang beratnya sekitar 30kg. Padahal sebagian barang udah di titip ke kai – nini looh… Sampe pak sopirnya bilang “kamu pasti belanja banyak ya di SIngapore.. Koper kamu berat banget” hehehhe belum tau dia kalo koper itu isinya barang2 kita dari NZ 🙂 Perjalanan Singapore-Surabaya lancar, Alia seneng banget main2 di bandara, ngoceeeh terus nggak berhenti ngomong (ini karena dia ngantuk tapi masih seneng main).

Sampai di Surabaya, kami nginep lagi semalem baru besok pagi nya pulang ke Malang. Sampai di Malang, selain happy kembali kerumah ketemu mama papa dan sodara-sodara, ternyata masih banyakk harus di urusin, terutama soal sekolah Alia. Si anak kecil solehah ini ngotot banget pengen cepet2 sekolah, sedangkan ibu-bapaknya agak2 rewel soal milih sekolah yang dirasa cocok dan sesuai kebutuhan. Cerita soal pilih-pilih sekolah Alia, inshaaAllah nanti bakal diceritain juga…

Maap yaa buat yang baca blog ini, cerita-nya mudur ke 7 bulan lalu… Mumpung lagi sempat nulis, biar jadi kenang-kenangan kami juga 🙂

Liburan seru di Dunedin – part 2

Bangun pagi… Pengen telpon Bapak ABink n kk ALia tapi pasti masih pada bobok.. Liat2 foto, baca-baca cerita jaman duluuu, jadi kepengen update blog dan nerusin cerita bapak Abink tentang liburan ke Dunedin yang belum tuntas itu.. Yuukk….

Dunedin, kota favorit Bapak Abink.. Bapak Abink memang suka dengan kota tua, meseum dan bangunan bersejarah.. Pokoknya yang berkaitan dengans ejarah-sejarah gitu dia sukaaa.. Kami sendiri sudah 3x berkunjung ke Dunedin dan kalau ditanya, Bapak Abink masih mau lagi main2 ke sini suatu saat nanti 🙂 (aamiin) Ini beberapa tempat yang sempat kami kunjungi di Dunedin..

Dunedin Railway station. Dunedin Railway station merupakan bangunan tua yang cukup menarik di kunjungi. Sangat terawat dan memilki taman yang cantik. Seperti nya Dunedin railway station ini tidak difungsikan sebagai station yang sebenarnya. Karena sepertinya kereta api di New Zealand cuma difungsikan sebagai kereta barang dan kereta wisata.

Dunedin Railway station
Dunedin Railway Tower

railway

The Octagon. Alun-alun kota Dunedin yang berbentuk segi 8. Selain untuk belanja souvenir, cari makan, atau sekedar ngopi-ngopi, bangunan2 tua sekitarnya juga sangat menarik untuk dijelajahi.

St Paul Cathedral-Octagon
St Paul Cathedral-Octagon
octagon1
Octagon diwaktu malam

Otago Museum. Kalau kemana-mana di NZ, museum adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Pasti adaaa aja yang eberbeda dan manrik di setiap museum. Di otago museum yang menarik ada buterfly garden. DI sana suhunya diatur dibuat seperti suhu di daerah tropis. Begitu masuk sana, rasanya kayak di Indonesia.. Hangat dan humid.. Karena lembab, jadi pohon2 daerah tropis seperti pisang dan lumut bisa tumbuh di situ. Buterfly nya lumayan banyak, bikin saya geli heheheh… tapi alia hepi berat disana, main2 sama buterfly 🙂

Otago Museum
Otago Museum
Alia di Butterfly garden
Alia di Butterfly garden

Baldwin Street-The Steepest Street in the World. Jalan tercuram di dunia. Ini jalanan nggak begitu lebar dan kira-kira panjangnya 350 meter saja…. Biasanya suka ada event-event tahunan yang diadakan di sini misalnya Baldwin Street Gutbuster, lomba lari naik-turun jalan curam ini. Event ini diadakan setahun sekali.  Ada juga Cadbury Jaffa Race. Ini ada lah event charity dimana kita bisa beli tiket yang akan ditukar dengan Jaffa (cokelat bulat kecil dengan coating warna merah atau orange) yang akan digelindingkan bersama-sama dari atas Baldwin Street. Pemilik Jaffa (bernomor) yang paling duluan sampe ke bawah yang jadi pemenangnya.. Kabarnya setiap tahun pabrik cokelat ini bisa menggelindingkan sekitar 25.000 Jaffas.

Jaffa Race  (gambar www.parentcentre.org.nz)
Jaffa Race
(gambar http://www.parentcentre.org.nz)
Siapa/apa kah yang miring???
Siapa/apa kah yang miring???

Otago University. Clock tower di Otago Uni merupakan salah satu arsitektur tua yang jadi daya tarik tersendiri bagi Bapak Abink  pencinta arsitektur tua 🙂

Clock Tower, Otago University
Clock Tower, Otago University

otago

Cadbury World. Siapa sih yang nggak tau merek cokelat yang satu ini? Terkenal dong yaaa cokelat yang satu inii.. Kabarnya, Cadbury world cuma ada di UK dan NZ saja. Jadi pas liburan ke Dunedin kami sempatkan ke Cadbury World. Tempatnya nggak jauh dari pusat kota.. Sayang kami nggak sempet ikut tour yang sampe masuk ke pabriknya, kami cuma ikutan centre tournya aja. Dengan bayar 5 dolar, dapet goodie bag isi beberapa macam cokelat dan bisa masuk dan berkeliling museum kecil yang bercerita tentang sejarah Cadbury. Saran saya, kalau ada waktu dan kesempatan mending sekalian ikut yang shortened tour atau full tour deh, sepertinya jauh lebih seruu… Atau kalau nggak mau ikut tour, bisa juga belanja2 cokelat dan merchandise di tokonya. Harganya??? Kata saya sih sama aja, malah kadang di supermarket suka ada diskon yang bikin harga jadi lebih murah.. Cuumaaaa, selagi di sana kenapa nggak beli lipgloss aroma cokelat, mug cadbury atau miniatur mobil cadbury yang susah didapet di mana-mana… Info tentang cadbury world bisa di lihat di http://www.cadbury.co.nz/en/cadbury-world.aspx

oiya, setiap bulan Juni atau Juli, Cadbury juga punya event Cadbury Cocholate Carnival yang biasanya diadakan selama seminggu. DI acara ini, ada berbagai kegiatan untuk keluarga yang bertema cokelat. Sayang, kami belum pernah datang ke acara ini…

cadbury2

cadbury

Larnach Castle. Apa itu Larnach Castle? Larnach Castle merupakan satu-satunya Castle yang ada di daerah Otago peninsula bahkan di New Zealand. Dulunya kastil ini merupakan kediaman dari seorang Banking yang menjadi politikus di tahun 1930 an Sir William Larnach. Kastil ini sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Kastil nya terawat, ruangan-ruangan didalamnya bersih, terawat dan dijaga agar tetap menyerupai asli nya. DI dalam kastil saya sempet mengkhayal punya library besar, nyaman dan lengkap seperti punya Sir Larnach heheehhe 🙂 Tamannya juga terawat bagus dan luas. Nggak heran sih, secara admissionnya lumayan mahal. Sayang didalam larnach Castel dilarang mengambil photo. Akhirnya Pak Abink cuma mengambil photo di luar Kastil itu. Yang mau tau lebih banyak tenteng Larnach castle silakan ke http://www.larnachcastle.co.nz/

Larnach Castle-Dunedin

The tower. Kita naik sampai ke atas tower, liat pemandangannya dari atas.

Pemandangan dari Tower

Di taman Larnach Castle yang luuaaasss…..
Alia di Larnach’s Garden

 Royal Albatross Centre – Otago Peninsula. Kalau sudah sampe Larnach Castle, udah lumayan deket tuh ke Otago Peninsula untuk liat burung Albatross atau yellow eyed Penguin. Waktu itu kami memang menyempatkan diri pergi ke sana tapi nggak sempat ikut tour liat burung Albatross atau penguin nya. Kami cuma jalan-jalan sekitar Albatross centre aja.. Pemandangannya indah…. 🙂

10150346269706919

1015034626994691910150346269571919

Dari tempat-tempat yang kami kunjungi di Dunedin, yang paling memuaskan  buat saya adalah Otago Peninsula. Waktu itu karena kami udah kecapean jadi nggak sempat menjelajah tempat itu.. Padahal banyak walking track di sekitar situ… Mudah2an dikasih rejeki sama Allah untuk main ke Dunedin lagi Aamiin.. Siapa mau ikuuuttt?????

Ditabrak, Bukan Menabrak

Posting kali ini adalah cerita dari Kai Roben tentang musibah yang kami alami di bulan Februari lalu. Cerita ini hanya sebagai pengingat agar kami tidak lupa bersyukur. Maha besar Allah yang menjaga kami…

———

Pagi tadi, Dr Ananda SH minta agar apa yg diceritakan kpd bpk, detil kronologinya ceritakan juga ke ibunya. Inilah kronologinya.

Satu atau dua minggu sblm ujian lisan keluarga Hussein nggak ke-mana2 krn sibuk belajar utk mempertahankan thesis. Maka, pd Rabu, 6 Febr, lepas zuhur pak Abink ajak keluarga ke Chipmunk Playland & Cafe di Christchurch, sekitar 30 km dr desa Lincoln tempat tinggal mereka. Tetapi karena Chipmunks playland sedang tutup  (hari itu adalah hari libur Waitangi Day di New Zealand) maka Pak ABink memutuskan untuk pergi ke salah satu resto fast food yang menyediakan area bermain anak-anak sambil bersantai menikmati secangkir kopi atau es krim. 

Pulangnya sekitar pkl 4 pm waktu setempat, ketika akan masuk melewati salah satu tikungan di jalan Birchs Road, Desa Prebbleton, kurang dari 10 km Desa Lincoln, tiba-tiba saja dari arah depan dengan sangat kencang Harley Davidson (HD) melewati batas garis pemisah jalan dan berada di jalur Nissan Sunny  pak Abink (buatan thn 2004).
Dalam seper-sekian detik HD itu menabrak sisi kanan Nissan Sunny. Dapat dibayangkan bagaimana cepatnya HD itu dan bagaimana kerasnya tumbukan itu, hingga as roda depan kanan Sunny patah, bannya terpisah dari badan mobil, dan mobil berputar 180 derajat. Pengendara HD dan yang dibonceng terlempar hingga 30 meter.
Untungnya keluarga pak Abink semua pake safety belt, termasuk Alia yang duduk di belakang Pak ABink car-seat nya terpasang dengan sempurna; dan Nissan Sunny yang 3 tahun lalu dibeli dgn harga hanya NZD 6.000 (Rp 40 jt)  kedua airbagsnya bekerja sempurna. Dlm keadaan mobil berasap, Dita cepat bereaksi (dasar memang Dita wanita yg tegar), segera keluar mobil dan menarik keluar Alia yg duduk di belakang sembari teriak supaya pak Abink segera keluar. Pak Abink yg lagi bengong & kesakitan pada kaki kanan & tangan kanan segera mencoba membuka pintu, tapi macet. Melihat Pintu mobil tidak bisa dibuka dan mobil sudah mengeluarkan asap dan bau tidak sedap, Dita berteriak-teriak panik, minta tolong. Tapi, tidak ada seorangpun yang mendekat ke mobil untuk memberi pertolongan (membantu membuka pintu mobil agar Pak ABink bisa keluar). Hanya seorang Ibu yang berteriak bahwa dia sudah menghubungi pemadam kebakaran, polisi dan ambulance. 

Sementara, Pak Abink masih terus mencoba membuka pintu sebelah kanan tapi gagal. Tersadar, segera pak Abink merangkak keluar melalui pintu kiri Sunny. Muka dan hidungnya (luka kecil) berdarah terkena pecahan kaca, berjalan pincang. Seorang ibu2 berumur, si pengendara mobil yg tepat berada di belakang Nissan Sunny omong dgn Dita & pak Abink: “Don’t worry …..anda benar kok karena saya melihat dia mengambil jalan kita”.
Para pengendara mobil di belakang kendaraan yg bertabrakan itu segera menolong & menelpon petugas.  Tidak lama datang polisi, ambulan, dan helikopter. Pengendara HD yg luka parah dibawa helikopter, dan keluarga Hussein naik ambulance, semuanya dibawa ke RS Christchurch. Belakangan diketahui yg dibonceng meninggal, dan si pengendara HD kaki kanannya diamputasi, tangan kanan patah. Alhamdulillah Dita & Alia selamat tanpa ada luka dan boleh pulang malam itu juga, hanya pak Abink kaki kanan sekitar mata kakinya retak, harus bermalam di RS. Kakinya kemudian digips.
Berita terakhir dari koran lokal, The Star Christchurch, polisi sedang menunggu hasil tes darah untuk menentukan apakah alkohol yg menjadi faktor penyebab kecelakaan itu.
Ya Allah, telah engkau lindungi anak-anak & cucu kami dari mara bahaya. Terima kasih ya Allah, berkat kehendakMu keluarga Hussein selamat. Ya Allah, berikan yg terbaik utk yg meninggal, segera sembuhkan pak Abink & si pengendara HD itu dari sakitnya.
Pengalaman yg dapat dipetik dari penuturan Pak Abink adalah:
1. Sebaiknya sebelum jalan/keluar rumah, tunaikan shalat, berdoa semoga terhindar dari segala mara bahaya
2. Walau tidak nyaman, selama dalam kendaraan, apalagi ke luar kota, pakailah safety belt, baik duduk di muka maupun di belakang.

(Story by: Kai Robensjah Sjachran)

Mencicipi Christchurch Hospital #1

Yang namanya sakit dan masuk rumah sakit itu pasti tidak enak. Apa lagi ditambah dengan harus menjalani operasi baik mayor atau minor. Selama tinggal di New Zealand, Bapak ABink sudah 2x masuk rumah sakit.

Ditahun 2011 yang lalu Pak Abink harus menginap tiga hari dua malam di Christchurch Hospital karena harus menjalani operasi pengangkatan empedu.

Operasi empedu Pak Abink ini benar-benar tidak diduga sebelumnya. Kejadiannya bermula dari hari Minggu tanggal delapan Mei yang lalu ketika Keluarga Hussein mengajak Mama Niek dan Bubub jalan-jalan ke Tekapo. Jalan-jalan ini benar-benar tidak direncanakan mengingat cuaca yang tidak menentu. Jadi ketika pagi harinya cuaca cerah KeluargaHussein seketika langsung merencanakan untuk piknik di Tekapo. Alhasil, tidak ada persiapan baik fisik dan mental serta sarana dan prasarana.

Biasanya kalo ke Tekapo maka perlu menginap karena jarak nya PP sekitar 450 KM. Tetapi karena tidak ada persiapan maka jarak 450KM ditempuh dalam waktu satu hari. Dari berangkat pukul 9.30am hingga sampai kembali dirumah sekitar pukul 8pm, Pak Abink masih sehat dan segar. Tidak ada tanda-tanda sakit. Tetapi pada saat tidur, perut Pak Abink sudh terasa tidak nyaman. Nafas agak sesak. Wah ini tanda tanda Mag nya Pak Abink kumat seperti biasanya. Analisa sementara memang Maag karena Pak Abink harus menyetir sepanjang 450KM di jalan berkelok-kelok ditambah karena agak kemalaman maka jalan berkabut dan mencekam. Untuk doping nya Pak Abink mengkonsumsi energy drink macam red bull dan beberapa gelas kopi. Benr-benar klop deh sebagai penyebab penyakit Maag.

Nah Pada Minggu malam tersebut karena perut sudah tidak enak maka Pak Abink minta Acran dari Bu Abink. Setelah minum sebiji Acran perut sudah mulai bisa kompromi hingga keesokan harinya. Hari Senin pun tidak ada masalah. Pak Abink ke kampus seperti biasanya. Belajar dan menjaga ujian. Tapi pada sore harinya ketika mau pulang perut sebelah kanan Pak Abink sakit sekali seperti ditusuk benda tumpul. Bada terasa dingin dan susah untuk bersendawa. Wah Pak ABink langsung curiga. Ini Maag kok sakit sekali. Sampai dirumah langsung minum Acran dan ponstan. Tujuannya untuk menghilangkan rasa nyeri. Minum Acran dan Ponstan lumayan membantu. Sekitar jam 10pm rasa sakit nya mulai berkurang. Sehingga Pak Abink bisa beristirahat dengan nyaman. Tetapi ketika bangun di Pagi harinya. Perut kembali tidak nyaman. Pak Abink terpaksa membatalkan jadwal meeting dengan supervisor. Praktis selama hari harus tinggal dirumah. Acran beberapa kali diminum, tetapi sampai sore tidak menunjukkan hasil. Bu Abink menyarankan untuk segera ke GP untuk minta obat. Tapi Pak Abink mau menunggu hingga esok harinya jika masih sakit. Dengan asumsi penyakit yang mengganggu ini adalah Maag.

Pada malam harinya perut semakin sakit. Semakin nyeri. Sehingga sekitar jam 2am Pak Abink minta Bu Abink untuk diantarkan ke emergency nya Christchurch Hospital. Untung nya saat itu Mama Niek dan Bubub sedang liburan di New Zealand, jadi ketika harus ke RS di pagi bta ada yang menemani Alia di rumah.

Sampai di Emergency, setelah menunggu sebentar, akhirnya di panggil masuk untuk diperiksa, diambil darah, periksa jantung (ECG) dan blood pressure. Hasil ECG dan blood preasurenya baik jadi sedikit tenang buka serangan jantung atau stroke. Kemudian nurse memberika beberapa pain killer. Rasa sakit tetap masih dirasakan. Akhirnya dokter datang sekitar pukul 5am. Dokter datang sambil membawa hasil tes darah. Waktu datang dokter langsung memeriksa perut bagian kanan Pak Abink yang sakit. Kemudian setelah selesai memeriksa, dokter bilang kalo Empedu Pak Abink ada batunya dan harus di ambil. Kalo tidak bisa infeksi dan tersumbat maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Waktu di suruh operasi, Pak Abink langsung melancarkan usaha negosiasi. Tapi tidak berhasil. Setelah diskusi panjang lebar dengan dokter, diputuskan untuk melakukan USG. Untuk memastikan perlu tidak nya operasi.

Sambil menunggu giliran USG, Pak Abink dipindah dari emergency department ke Ward 16. Ward 16 itu ruang rawat inap bagi pasien. Satu kamar berisikan enam orang. Mirip bangsal yang ada di Indonesia. Tapi jauh lebih bersih dan nyaman. Sambil menunggu, rupanya pain killer nya mulai bereaksi, rasa sakit mulai berkurang dan Pak Abink sudah mulai bisa tidur. Karena sudah mulai bisa beristirahat, Bu Abink balik dulu kerumah. Karena Alia dirumah sama mama dan bubub.

Sekitar jam 9 an, Pak Abink mendapat giliran USG dan hasil USG memang menyimpulkan bahwa harus dilakukan operasi. Oleh dokter ditanyakan apakah Pak ABink eligible dengan NZ health system? Karena bukan resident maka Pak ABink tidak eligible. Tetapi karena international student maka Pak Abink di jamin oleh asuransi. Segera staff rumah sakit mengurus asuransi. Sekitar jam 3 sore staff tersebut mengabarkan bahwa asuransi mengcover seluruh biaya operasi dan operasi bisa segera dilakukan. Tetapi karena hingga malam hari ternyata “theatre” untuk operasinya penuh maka operasi di tunda hingga keeseokan harinya.

hospital1

Keesokan harinya, sekitar pukul 11 pagi operasi dilakukan. Ada bu Abink dan Bubub yang menemani di rumah sakit, walaupun tidak boleh masuk ke ruang operasi. ALhamdulillah operasi berjalan lancar. Setelah sadar kembali, pak Abink dibawa kembali ke ruang perawatan. Luka operasi hanya berbentuk 3 sayatan kecil di perut. Keesokan harinya, Pak Abink sudah diperbolehkan pulang.

hospital2

Banyak pelajaran yang kami ambil dari pengalaman ini. Sakit, masuk rumah sakit memang tidak menyenangkan. Tapi kita harus bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. Saat itu ALhamdulillah ada Mama dan Bubub di NZ, Alhamdulillah kami di cover asuransi, jadi tidak harus bayar apapun. Bahkan kontrol ke dokter pasca operasi pun gratis dan sejak saat itu kami jadi lebih peduli kesehatan.

with Bubub
with Bubub

Dibuang Sayang

Banyak kejadian menarik untuk diceritakan,  mulai kelucuan-kelucuan Alia, masakan2 Ibu, sampe kejadian kecebur lumpur kemarin, tapi lagi ngga dapet mood untuk cerita. Pas lagi iseng-iseng mau bersihin foto-foto di HP kok nemu beberapa foto yang belum sempat di transfer ke komputer dan sayang kalo dihapus begitu aja, mending disimpen di blog aja biar bisa diliat-liat lagi nanti…

Lyttelton

Kira-kira bulan lalu, tanpa rencana kita jalan ke lyttelton. Tadinya mau belanja mingguan aja tapi ternyata di tengah jalan  Bapak Abink  ngajakin ke Lyttleton. Lincoln – Lyttelton ditempuh selama +/- 45 menit. Lyttleton ini adalah pelabuhan tempat pertama kalinya orang-orang Eropa menginjakkan kaki di New Zealand. Pemandangannya khas New Zealand , laut yang dikelilingi bukit indah banget. Dari Lyttelton, kita lanjut ke pantai Purau Bay, ngga banyak yang bisa dilihat disana, tapi perjalanan menuju ke sana yang Subhanallah indahnya…

Weekend terakhir sebelum Ramadhan, jalan-jalan pagi ke warung kopi depan library. Dapet tempat nyaman di pojokan, dan baru tau kalo dipojokan situ ada banyak  buku dan mainan anak-anak. Alia anteng, Bapaknya juga anteng, pegang mainan masing-masing. Ibu??? Anteng juga menikmati caramel latte yang hangat..

pada sibuk masing-masing
maem pake sendok, susah juga yaa..
lebih asik maem pake tangan ternyataa....
buku baru

Abis dari warung kopi, nyeberang ke community centre.. Ada farmers market, tapi kali ini spesial karena ada bursa buku 2nd juga. Ibu yang paling semangat niih… Segala macam buku diobral dengan harga 1 dolar aja. Bapak Abink pilih2 buku bua Alia, Ibu pilih2 buku buat Ibu sendiri hehehe… Sayang bukunya ngga begitu banyak, Ibu cuma dapet 1 buku resep baking, 1 buku tentang NZ buat bapak dan 5 buku cerita buat Alia. Abis pilih2 buku, Ibu menyempatkan diri belanja sayur. Lumayan, dapet spinach 2 dolar (di supermarket 3-4 dolar), jamur 1/2 kg cuma 4 dolar (di supermarket 6 dolar). Biasanya farmer market di Lincoln ada setiap hari Sabtu. Tapi selama winter cuma ada sebulan sekali, jadi ngga bakal dilewatkan begitu saja nih acara belanja sayur murah…. heheheh…

Ini foto-foto beberapa hari yang lalu. Alia, ada-ada aja gayany gadis kecilku yang pinter, lucu dan solehah ini…

Alia lagi telpon apa siaran ya??
main boneka tangan Pooh n Tiger
pake bando, keliatan jidatnya yg lebar hehehe...
sstt.... Alia mau pake jilbab juga kayak Ibu. Cantiikk....
bantu Ibu berkebun.. Segala mainan dikeluarin....

Winter Holiday (part 1)

Alia dengan perlengkapan lengkap

Setelah hampir batal untuk berlibur, akhirnya keluargahussein hussein jadi juga untuk menghabiskan weekend di Tekapo. Untuk diketahui, Tekapo adalah nama suatu danau di District McKenzie New Zealand. Danau ini cukup terkenal sebagai tempat tujuan wisata. Sudah sejak lama keluarga hussein pingin ber wisata ke Tekapo. Apa lagi setelah sahabat-sahabat keluarga hussein seperti keluarga Om Tisna, Uwak Dudi dan Mbak Dessy berkali-kali berwisata ke Tekapo. Akan tetapi mengingat jarak yang cukup jauh dari Lincoln (sekitar lebih kurang 200km) membuat kami menjadi berpikir 2-3 kali untuk melakukan perjalanan itu.

Akan tetapi setelah “diiming-imingi” foto-foto dari beberapa kawan yang berwisata selama winter ini, kami pun menjadi benar-benar mupeng. Dengan tekad kuat dan rencana yang tidak jelas akhirnya Jumat pagi Pak Abink memesan sebuah kamar di Godley Hotel. Sebenarnya untuk liburan lebih nyaman tinggal di Motel atau holiday home. Tetapi karena pertimbangan Keluarga Hussein cuma berjumlah 3 orang dan waktu booking yang sudah mepet maka Godley merupakan pilihan terbaik.

Tepat pukul 9 pagi Keluarga Hussein berangkat dari rumah. Segala perbekalan termasuk ransum makanan untuk bekal di perjalanan dan juga laptop serta modem internet tidak lupa di bawa. Sebelum berangkat Pak Abink tidak lupa memeriksa safety dari mobil kesayangan Keluarga Hussein Nissan Sunny lansiran 2004. Mulai dari lampu, tekanan angin hingga wiper. Setelah yakin bahwa semua berfungsi maka dengan mantab serta tidak lupa berdoa Keluarga Hussein memulai perjalanan.

Rainbow

Kota pertama yang di lalui adalah Ashburton. Kota ini berjarak kurang lebih 55km dari Lincoln. Sebuah kota kecil yang cukup nyaman. Lebih besar dari Lincoln tapi tidak sebesar Christchurch. Kota ini mengingatkan Pak Abink 4-5 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Wollongong Australia. Kota yang nyaman. Saat melalui Ashburton, Pak Abink membayangkan akan sangat nyaman jika Lincoln sebesar Ashburton. Setelah melalui Ashburton, perjalanan menuju Tekapo hanya melalui hamparan farm dan beberapa kota kecil. Jalan yang dilalui pun besar dan lurus dan kadang-kadang berbukit-bukit. Jalan yang lurus, luas dan rata ini sangat membuat pengendara kendaraan bermotor sangat nyaman selama perjalanan, Pak Abink sempat kembali membayangkan jika Indonesia, suatu negeri yang sangat kaya dengan kekayaan yang berlimpah tetapi masih sangat banyak jalanan yang berlubang dan tidak rata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia tidak bisa membuat jalanan yang nyaman untuk d lalui? atau tidak ada dana untuk pembangunan? wallahualam bissawaf.

Geraldine Museum

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit melalui Rangitata Highway akhirnya perjalanan Keluarga Hussein tiba di Geraldine. Sebuah kota kecil yang cukup dingin. Geraldine merupakan kota terdekat dengan Tekapo. Setibanya di Geraldine, Pak Abink cukup lelah dan sedikit mengantuk mengingat perjalanan yang cukup jauh serta membutuhkan konsentrasi tinggi. Maklum sepanjang perjalanan minimal Pak ABink menyetir dengan kecepatan antara 90-120Km/Jam sehingga dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Jadi diputuskanlah untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat untuk minum kopi. Sambil berjalan-jalan di Geraldine Town dalam rangka mencari warung kopi, Keluarga Hussein menyempatkan diri mampir di Society Historical Museum. Tidak banyak yang bisa di lihat di museum tersebut. Intinya Geraldine Historical Society Museum memberikan gambaran bagaimana para “pakeha” pertama kali datang di daerah Geraldine dan memulai kehidupan. Setelah puas melihat-lihat, Keluarga Hussein akhirnya menemukan tempat untuk minum kopi. Di warung kopi tersebut, kami berjumpa rombongan keluarga Pak Dudi dan Pak Yusa yang juga akan berlibur ke Tekapo. Maka klop lah sudah. Dari pada  berlibur sendiri, lebih seru kalo rame-rame, jadi Keluarga Hussein bergabung dengan rombongan Pak Dudi dan pak Yusa. Setelah ngopi dan beristirahat sejenak, perjalanan pun di lanjutkan. Jarak antara Geraldine dan Tekapo hanya sekitar 45Km. Tetapi karena jalan yang bergununung-gunung dan berkelok-kelok jadi waktu tempuh nya menjadi agak lama. Selama perjalanan dari Geraldine menuju Tekapo, Pak Abink mencari-cari spot-spot yang menarik untuk berhenti mengambil foto mengingat beberapa waktu yang lalu Mbak Dessy juga berlibur ke Tekapo dan berhasil menjepret keindahan Mt John dari kejauhan. Karena winter maka gunung-gunung tersebut terselimuti salju indah sekali.

Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, Pak Dudi menepikan mobil nya mencari tempat yang keren untuk berfoto bersama.

sebelom masuk ke Tekapo Keluarga Hussein menyempatkan berfoto bersama dengan keluarga Pak Dudi dan Keluarga Pak Yusa. Alia lagi bobok jadi ga ikutan poto. Setelah puas berfoto-foto perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Tekapo sudah sekitar jam 2 siang. Karena sudah booking hotel secara online melalui web AA Travel, maka Keluarga Hussein memutuskan untuk langsung check-in di Godley Hotel.

Godley Hotel

Setelah check-in ibu dan Alia menyempatkan diri berfoto. Untuk sekedar informasi Godley hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Tekapo. Dari Godley hanya perlu berjalan tidak lebih 200 metre untuk sampai di tepi danau yang indah. Setelah beristirahat sebentar dan makan siang seadanya. Keluarga Hussein berjalan-jalan di seputar danau. Tidak lupa mengabadikan sudut-sudut indah Lake Tekapo di kala winter.

Hussein’s family @ Tekapo

-story by Bapak Abink-