Dibuang Sayang

Banyak kejadian menarik untuk diceritakan,  mulai kelucuan-kelucuan Alia, masakan2 Ibu, sampe kejadian kecebur lumpur kemarin, tapi lagi ngga dapet mood untuk cerita. Pas lagi iseng-iseng mau bersihin foto-foto di HP kok nemu beberapa foto yang belum sempat di transfer ke komputer dan sayang kalo dihapus begitu aja, mending disimpen di blog aja biar bisa diliat-liat lagi nanti…

Lyttelton

Kira-kira bulan lalu, tanpa rencana kita jalan ke lyttelton. Tadinya mau belanja mingguan aja tapi ternyata di tengah jalan  Bapak Abink  ngajakin ke Lyttleton. Lincoln – Lyttelton ditempuh selama +/- 45 menit. Lyttleton ini adalah pelabuhan tempat pertama kalinya orang-orang Eropa menginjakkan kaki di New Zealand. Pemandangannya khas New Zealand , laut yang dikelilingi bukit indah banget. Dari Lyttelton, kita lanjut ke pantai Purau Bay, ngga banyak yang bisa dilihat disana, tapi perjalanan menuju ke sana yang Subhanallah indahnya…

Weekend terakhir sebelum Ramadhan, jalan-jalan pagi ke warung kopi depan library. Dapet tempat nyaman di pojokan, dan baru tau kalo dipojokan situ ada banyak  buku dan mainan anak-anak. Alia anteng, Bapaknya juga anteng, pegang mainan masing-masing. Ibu??? Anteng juga menikmati caramel latte yang hangat..

pada sibuk masing-masing
maem pake sendok, susah juga yaa..
lebih asik maem pake tangan ternyataa....
buku baru

Abis dari warung kopi, nyeberang ke community centre.. Ada farmers market, tapi kali ini spesial karena ada bursa buku 2nd juga. Ibu yang paling semangat niih… Segala macam buku diobral dengan harga 1 dolar aja. Bapak Abink pilih2 buku bua Alia, Ibu pilih2 buku buat Ibu sendiri hehehe… Sayang bukunya ngga begitu banyak, Ibu cuma dapet 1 buku resep baking, 1 buku tentang NZ buat bapak dan 5 buku cerita buat Alia. Abis pilih2 buku, Ibu menyempatkan diri belanja sayur. Lumayan, dapet spinach 2 dolar (di supermarket 3-4 dolar), jamur 1/2 kg cuma 4 dolar (di supermarket 6 dolar). Biasanya farmer market di Lincoln ada setiap hari Sabtu. Tapi selama winter cuma ada sebulan sekali, jadi ngga bakal dilewatkan begitu saja nih acara belanja sayur murah…. heheheh…

Ini foto-foto beberapa hari yang lalu. Alia, ada-ada aja gayany gadis kecilku yang pinter, lucu dan solehah ini…

Alia lagi telpon apa siaran ya??
main boneka tangan Pooh n Tiger
pake bando, keliatan jidatnya yg lebar hehehe...
sstt.... Alia mau pake jilbab juga kayak Ibu. Cantiikk....
bantu Ibu berkebun.. Segala mainan dikeluarin....

Winter Holiday (part 1)

Alia dengan perlengkapan lengkap

Setelah hampir batal untuk berlibur, akhirnya keluargahussein hussein jadi juga untuk menghabiskan weekend di Tekapo. Untuk diketahui, Tekapo adalah nama suatu danau di District McKenzie New Zealand. Danau ini cukup terkenal sebagai tempat tujuan wisata. Sudah sejak lama keluarga hussein pingin ber wisata ke Tekapo. Apa lagi setelah sahabat-sahabat keluarga hussein seperti keluarga Om Tisna, Uwak Dudi dan Mbak Dessy berkali-kali berwisata ke Tekapo. Akan tetapi mengingat jarak yang cukup jauh dari Lincoln (sekitar lebih kurang 200km) membuat kami menjadi berpikir 2-3 kali untuk melakukan perjalanan itu.

Akan tetapi setelah “diiming-imingi” foto-foto dari beberapa kawan yang berwisata selama winter ini, kami pun menjadi benar-benar mupeng. Dengan tekad kuat dan rencana yang tidak jelas akhirnya Jumat pagi Pak Abink memesan sebuah kamar di Godley Hotel. Sebenarnya untuk liburan lebih nyaman tinggal di Motel atau holiday home. Tetapi karena pertimbangan Keluarga Hussein cuma berjumlah 3 orang dan waktu booking yang sudah mepet maka Godley merupakan pilihan terbaik.

Tepat pukul 9 pagi Keluarga Hussein berangkat dari rumah. Segala perbekalan termasuk ransum makanan untuk bekal di perjalanan dan juga laptop serta modem internet tidak lupa di bawa. Sebelum berangkat Pak Abink tidak lupa memeriksa safety dari mobil kesayangan Keluarga Hussein Nissan Sunny lansiran 2004. Mulai dari lampu, tekanan angin hingga wiper. Setelah yakin bahwa semua berfungsi maka dengan mantab serta tidak lupa berdoa Keluarga Hussein memulai perjalanan.

Rainbow

Kota pertama yang di lalui adalah Ashburton. Kota ini berjarak kurang lebih 55km dari Lincoln. Sebuah kota kecil yang cukup nyaman. Lebih besar dari Lincoln tapi tidak sebesar Christchurch. Kota ini mengingatkan Pak Abink 4-5 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Wollongong Australia. Kota yang nyaman. Saat melalui Ashburton, Pak Abink membayangkan akan sangat nyaman jika Lincoln sebesar Ashburton. Setelah melalui Ashburton, perjalanan menuju Tekapo hanya melalui hamparan farm dan beberapa kota kecil. Jalan yang dilalui pun besar dan lurus dan kadang-kadang berbukit-bukit. Jalan yang lurus, luas dan rata ini sangat membuat pengendara kendaraan bermotor sangat nyaman selama perjalanan, Pak Abink sempat kembali membayangkan jika Indonesia, suatu negeri yang sangat kaya dengan kekayaan yang berlimpah tetapi masih sangat banyak jalanan yang berlubang dan tidak rata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia tidak bisa membuat jalanan yang nyaman untuk d lalui? atau tidak ada dana untuk pembangunan? wallahualam bissawaf.

Geraldine Museum

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit melalui Rangitata Highway akhirnya perjalanan Keluarga Hussein tiba di Geraldine. Sebuah kota kecil yang cukup dingin. Geraldine merupakan kota terdekat dengan Tekapo. Setibanya di Geraldine, Pak Abink cukup lelah dan sedikit mengantuk mengingat perjalanan yang cukup jauh serta membutuhkan konsentrasi tinggi. Maklum sepanjang perjalanan minimal Pak ABink menyetir dengan kecepatan antara 90-120Km/Jam sehingga dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Jadi diputuskanlah untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat untuk minum kopi. Sambil berjalan-jalan di Geraldine Town dalam rangka mencari warung kopi, Keluarga Hussein menyempatkan diri mampir di Society Historical Museum. Tidak banyak yang bisa di lihat di museum tersebut. Intinya Geraldine Historical Society Museum memberikan gambaran bagaimana para “pakeha” pertama kali datang di daerah Geraldine dan memulai kehidupan. Setelah puas melihat-lihat, Keluarga Hussein akhirnya menemukan tempat untuk minum kopi. Di warung kopi tersebut, kami berjumpa rombongan keluarga Pak Dudi dan Pak Yusa yang juga akan berlibur ke Tekapo. Maka klop lah sudah. Dari pada  berlibur sendiri, lebih seru kalo rame-rame, jadi Keluarga Hussein bergabung dengan rombongan Pak Dudi dan pak Yusa. Setelah ngopi dan beristirahat sejenak, perjalanan pun di lanjutkan. Jarak antara Geraldine dan Tekapo hanya sekitar 45Km. Tetapi karena jalan yang bergununung-gunung dan berkelok-kelok jadi waktu tempuh nya menjadi agak lama. Selama perjalanan dari Geraldine menuju Tekapo, Pak Abink mencari-cari spot-spot yang menarik untuk berhenti mengambil foto mengingat beberapa waktu yang lalu Mbak Dessy juga berlibur ke Tekapo dan berhasil menjepret keindahan Mt John dari kejauhan. Karena winter maka gunung-gunung tersebut terselimuti salju indah sekali.

Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, Pak Dudi menepikan mobil nya mencari tempat yang keren untuk berfoto bersama.

sebelom masuk ke Tekapo Keluarga Hussein menyempatkan berfoto bersama dengan keluarga Pak Dudi dan Keluarga Pak Yusa. Alia lagi bobok jadi ga ikutan poto. Setelah puas berfoto-foto perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Tekapo sudah sekitar jam 2 siang. Karena sudah booking hotel secara online melalui web AA Travel, maka Keluarga Hussein memutuskan untuk langsung check-in di Godley Hotel.

Godley Hotel

Setelah check-in ibu dan Alia menyempatkan diri berfoto. Untuk sekedar informasi Godley hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Tekapo. Dari Godley hanya perlu berjalan tidak lebih 200 metre untuk sampai di tepi danau yang indah. Setelah beristirahat sebentar dan makan siang seadanya. Keluarga Hussein berjalan-jalan di seputar danau. Tidak lupa mengabadikan sudut-sudut indah Lake Tekapo di kala winter.

Hussein’s family @ Tekapo

-story by Bapak Abink-

Salju Pertama Alia

Winter Pertama ALia dan Ibu di New Zealand.. Pengen liat salju, tapi saljunya ngga turun-turun. Ngga sabar, akhirnya di awal winter (awal Juni) kita udah cari salju ke Gunung. Dapet sih, tapi masih tipis dan waktu udah sampe di tempat saljunya, Alia malah bobok di Mobil. Jadinya Alia ngga sempet liat salju deh..

Hari Minggu kemarin kebetulan cuaca cerah. Bapak mendadak ngajakin Ibu dan Alia cari salju lagi. Karena masih ada 1 tempat kosong di mobil, akhirnya kita ajakin om Roby juga. Kebetulan Om Roby baru dateng beberapa hari yang lalu jadi kesempatan buat nemenin blio jalan2 di NZ.

Awalnya mau ke porter Pass aja yang lumayan deket, tapi saran beberapa teman mendingan sekalian ke Mt. Hutt yang pasti salju nya tebel dan ngga begitu jauh juga. Perjalanan dari Lincoln-Mt Hutt ditempuh kurang lebih 1.5 jam.

Selama perjalanan, Alia pinter, anteng.. Ibu bawa perbekalannya cukup banyak, Tapi yang jadi favorit Alia adalah Pop Corn. Sekotak popcorn maunya dipegang sendiri sama Alia

Sampe Alia ketiduran, popcorn nya masih dipegang hehehhe…

Jalanan sepi, lurus, banyak hamparan tanah kosong.. eh, ngga kosong juga sih karena banyak sapi, domba atau angus yang lagi makan rumput. Semakin dekat dengan tujuan, semakin indah pemandangan..  Sayang kita ngga sempat ambil gambar di perjalanan karena Ibu lagi kurang enak badan waktu itu *alesan..* Tapi untung ada Om Roby yang mau berbagi hasil jepretan kameranya buat di share di blog ini..

Udah keliatan gunung yang diselimuti salju. Subhanallah… Indah kan….

Udah deket banget sama tujuan.. Jalanan mulai belok-belok, salju dimana-mana. Horeeee… Akhirnya ketemu salju jugaaa!!!!

Sampe di Mt Hutt rame.. orang-orang pada main ski.. Alia masih mau pake topi dan boot nya.. Lama kelamaan dia minta lepas topi, trus lepas bootnya juga (ganti sepatu biasa).. Nggak mau turun dari gendongan, mungkin ngga nyaman karena bangun tidur dan dingiiin…

Di Mt. Hutt memang tempat orang-orang main ski.. Tapi kita nggak ada rencana main ski, niatnya cuma liat dan main salju aja.. Jadi, pas sampe disana abis poto-poto sebentar, kita nyari tempat buat minum dan ngemil menghangatkan badan., Abis itu kita jadi salting sendiri karena kayaknya cuma kita aja yg pegang tongkat ski heheheh… Akhirnya kita putuskan pindah tempat aja, cari tempat yang lebih sepi.. Dan kita dapet tempat yg sepi dengan sajlu yang tebaalll. Sayangnya Alia masih merasa ngga nyaman, jadi Ibu dan Alia cuma sebentar aja main saljunya.. Alhamdulillah udah puas, ketemu salju 🙂


Perjalanan ke Negeri Awan Putih… New Zealand..

ALia ngga ketemu bapak udah ampir 5 bulan.. Ngga terasa udah waktunya ALia dan Ibu nyusul bapak Abink ke NZ…. seneng, takut… rasanya campur aduk.. Seneng karena mo ketemu sama bapak Abink, tapi takut ada kendala di perjalanan. Maklum, kami baru pertama kali ini menempuh perjaanan panjang, ke New Zealand…

Perjalanan kali ini ALia ngga cuma berdua Ibu aja tapi sama Kai’ & Nini nya ALia dari Banjarmasin.. KIta janjian ketemu Kai Nini di Surabaya sehari sebelum kita bearngkat.. Berarti, tanggal 1 Januari kita udah harus sampe di Surabaya.. Semalem di Surabaya ckuplah, buat jalan2 dan makan-makan yang nantinya bakal susah di temui di NZ. Ibu memuaskan hasrat untuk makan tahu tek-tek dan froyo yum..yum…

Tanggal 2 Januari 2010.. kita berangkat ke bandara jam 7 pagi.. dianter mamma, papa, bubub n oom Rio.. Kecian deh, Oom Rio nangiiss, mungkin udah kebayang bakal kangen sama ALia…

Perjalanan Surabaya-Singapore lancar.. Alhamdulillah.. Nyampe SIngapore, masuk hotel trus langsung jalan2 sama Kai Nini.. Seputaran Orchard Road.. Kai beliin ALia stroller baru di Singapore.. Ibu seneeng heheheh… Iyalah, Ibu yang seneng secara ALia blom ngerti kan..

Tanggal 3 januari 2010.. Masih ada waktu setengah hari untuk jalan-jalan di Singapore.. Kita ke Sentosa Island, ajak ALia liat ikan di underwater world.. Ini kedua kalinya ALia liat ikan di aquarium raksasa.. yang pertama dulu di Seaworld,Ancol waktu umur 8 bulan.. Skarang ALia udah lebih ngerti.. liat kanan kiri… kalo dulu sih ALia lebih cuek karna blom ngerti.

Keluar dari hotel sekitar jam 5 sore, langsung Bandara.. nunggu pesawat cukup lama bikin ALia sedikit rewel kaena ngantuk, capek dan pengen nenen… Begitu boarding, ALia langsung nenen dan bobok.. DI pesawat Singapore-Sydney ini tempat duduk kita terpisah, maksudnya ALia bareng Ibu, terpisah dari Kai dan Nini karena Ibu pesen tempat yang ada bassinet buat ALia, tapi ternyata bassinet di pesawat udah kekecilan buat ALia dan ALia ngga mau bobok di dalam bassinet. Jadilah Ibu pangku ALia selama perjalanan 7 jam Singapore-Sydney.. ALhamdulillah di perjalanan SIn-Syd ALia cuma bangun sekali + 45 menit, trus bobok lagi, puleessss…..

Tanggal 4 Januari 2010.. Sampai di Sydney sekitar jam 7 pagi.. Perjalanan 7 jam dari Singapore nggak begitu melelahkan kok ternyata.. Mungkin karena ALia pinter, anteng dan supply makanan dari si maskapai penerbangan kita lancar jaya hahahah…. Makaaaaaan terusss di dalem pesawat.. mulai minum aer putih sampe susu, atau makan coklat sampai es krim.. Transit di Sydney cuma sekiar 2 jam.. Deket waktu boarding, ALia mulai teriak-teriak ngantuk, minta nenen tapi Ibu ngga kasih karena udah deket banget waktu boarding.. Begitu di dalem pesawat, nenen trus langsung bobok.. sejam sebelum mendarat, ALia bangun.. Mulai minta turun dari pangkuan dan sibuk main-main, tapi ngga rewel.. Begitu udah keliatan daratan, mulai deh ALia nangis, sepertinya pusing, pesawatnya goyang bangett… Ibu juga pusing dan ngeriiii.. Tapi begitu liat indahnya New Zealand dari atas pesawat, perasaan pusing & ngerinya sedikit berkurang.. Ngga berhenti Ibu ucap “Subhanallah..” Indahnya New Zealand….

Jam 2 siang waktu NZ kita sampai dengan selamat.. Dijemput Bapak Abink, dan keluarga Oom Tisna (with tante Ida n Kk Shilla).. Pertama kali ALia ketemu bapak nangis, ngga mau digendong… Gapapa lah, nanti pasti ALia bakal mau juga sama Bapaknya.. Yang penting kita udah sampe di NZ dengan selamat dan siap memulai petualangan di New Zealand, Negeri Awan Putih…..