Tentang Lagu Anak-anak

Punya anak kecil pasti harus selalu update dengan lagu anak-anak. Salah satu lagu anak-anak yang saya nyanyiin sejak Alia masih bayi adalah lagu ‘Oh Amelia’ ciptaan Pak AT Mahmud. Tapi saya suka ganti liriknya menyesuaikan nama Anak, menyesuaikan suasana atau menyelipkan harapan saya sebagai ibu nya Alia. Jadi liriknya setiap nyanyi bisa beda-beda dan kadang agak ‘narsis’ hehehe…  dan judul lagunya pun ikutan diganti sama Alia jadi ‘Oh kakak Alia’. Sampe sekarang kalau Alia lagi nggak bisa bobok atau lagi nggak enak badan dia kadang minta di puk-puk sambil dinanyiin lagu ‘Oh Kakak Alia’. Misalnya kayak gini nih liriknya :

Oh kakak Alia, anak pintar, anak solehah..

Selalu gembira, riang slalu sepanjang hari

Oh Kakak Alia, anak sopan anak yang cerdas..

Dimana-mana, kakak Alia temannya banyak.

Begitu ALia agak gede, umur setahunan, saya mulai mengenalkan Alia sama Barney. Jadi pas pindahan ke NZ, saya sengaja bawa VCD Barney banyak banget, dan para kakek neneknya juga sering ngirim VCD Barney buat Alia dan makanan buat bapak ibunya. Kenapa barney? karena banyak lagu-lagu yang bagus-bagus dan gampang diikutin iramanya. Jadilah, bukan cuma Alia yang nge-fans sama barney, tapi saya dan bapak Abink juga apal banget sama lagu-lagu Barney 🙂

Begitu lebih gedean lagi, Alia mulai suka nonton acara anak-anak di TV, tetep yang banyak lagu-lagunya kayak Tiki Tour Bus, Blue’s Clues, dan the Wiggles. Karena Tiki Tour dan Blue’s Clues lagunya susah untuk diikutin, jadilah Alia lebih suka nonton the Wiggles, dan mulai minjem-minjem CD the Wiggles dari Library.

Sebenernya, awalnya Alia nggak begitu suka nonton the Wiggles, saya jug agak-agak aneh liat 4 bapak-bapak nyanyi lagu anak-anak sambil joget-joget 🙂 tapi lama kelamaan jadi suka dan apal lagu-lagunya. Bahkan, waktu the Wiggles konser di Christchurch kami sempetin buat nonton.

The Wiggles2
Farewell Concert di CBS Canterbury Arena-Christchurch

Begitu Alia umur 6 tahunan, saya pikir harus cari tambahan referensi lagu anak-anak buat Alia, terutama yang berbahasa Indonesia. Di ulang tahun Alia yang ke 6, saya sengaja nyari CD lagu anak-anak buat kado ulang tahun Alia. Saya coba cari lagunya Tasya, Sherina, sampai lagu-lagu ciptaan Pak Kasur atau Ibu Sud. Tapi susah banget dapetinnya 😦 akhirnya nemu kumpulan lagu anak Indonesia sepanjang masa, tapi kualitas rekaman dan penyanyi nya nggak menarik dan nggak sesuai harapan. Alia juga nggak enjoy dengernya. Karena susah dapet lagu anak-anak yang cocok, dia jadi suka denger lagu-lagu remaja dan dewasa yang dinyanyiin sama BTR atau One Direction 🙂 Lagunya emang enak-enak sih, tapi saya masih pengen selain denger lagu-lagu dewasa/remaja, Alia juga denger lagu anak-anak yang sesuai umurnya.

Sampai tahun lalu, saya denger lagu anak-anak yang dinyanyiin sama Naura, anaknya Nola B3. Begitu Alia denger lagu-lagunya, dia langsung suka, dan nggak berhenti dengerin lagu-lagu Naura. Sejak saat itu, Alia jadi nge-fans banget sama Naura. Kadang saya biarin aja dia nonton Naura TV, update kegiatan-kegiatan Naura 🙂 Alia paling seneng liat Naura pas latihan Gymnastic. Emang dasarnya dari kecil Ailia udah suka jungkir balik, jadinya dia suka pengen ikut2an. Sampe pernah dia bilang pengen ikutan les gymnastic. Tapi, saya belum nemu ada Gymnastic club di Malang buat anak-anak. Alia juga pernah bilang kalau Alia pengen ke Lincoln lagi, karena dia inget dulu pernah ikutan Gym class, trus disekolahnya juga ada monkey bars jadi bisa latian. Duh nak, berat diongkos dong kalau ke Lincoln cuma buat ikutan Gym class  😀

Bulan lalu, Naura ngeluarin album ke dua yang bisa dibeli di toko Ayam goreng. Pastinya saya langsung beli, takut keabisan. Jadilah selama beberapa minggu ini, CD Naura Album 1 tergantikan oleh Album ke 2. Tapi saya dan bapak Abink nggak ada yang protes, karena kam juga suka lagu-lagunya 😀 Happy banget, akhirnya ada lagi lagu anak-anak yang berkualitas, liriknya bagus-bagus dan dinyanyikan secara indah dan “serius”. Ayo dong Naura, bikin konser di Malang nanti pasti Alia nonton deh!

Berburu Sekolah (2)

Sekolah hari pertama Alia.jpg

Setelah cerita sekilas tentang berburu TK dan daycare buat Alia sepulang dari NZ di postingan yang ini, kali ini mua cerita sedikit tentang berburu  sekolah dasar untuk Alia, sekalian menjawab beberapa email yang masuk tanya tentang sekolah dasar di Malang.

Karena sudah lewat setahun, dan saya nggak nyimpen brosur-brosur sekolah yg kami survey, jadi cerita berburu sekolah ini bakal singkat aja, mengingat ingatan saya yang lumayan ‘pendek’. Mudah-mudahan bisa ngasih sedikit gambaran tentang beberapa SD di malang.

Sebenernya jauh-jauh hari kami udah mulai cari tau tentang SD di Malang, tapi ya cuma sepintas lalu aja. Tapi kami sudah punya beberapa gambaran kriteria sekolah yang kami mau.

1. SD MIN Malang  di Jl. Bandung. Ini salah satu SD favorit di Malang. Selain belajar pelajaran umum, pelajaran agama islam nya banyak, termasuk pelajaran bahasa arab dll. Setahun bisa terima 3-4 kelas, tapi seleksinya emang ketat karena peminatnya banyak. Pendaftaran dibuka Sekitar bulan Maret-April. Kalau nggak salah tes di sekolah ini cuma psikotes dan wawancara aja.

2. SD Islam Sabilillah di kawasan Masjid Sabillilah, depan pasar Blimbing. Ini juga banyak tambahan agama Islamnya. Anak-anak sekolah sampai jam 3 (pulang setelah sholat ashar)  dan nggak ada PR lagi di rumah. Persaingan masuk lumayan ketat, karena banyaknya peminat. Untuk bisa  sekolah di SD ini, ada tes mengaji juga. Nilai plusnya, anak-anak juga diajari menghapal Qur’an. Pendaftaran SD Sabilillah ini biasanya sudah dibuka di bulan Maret.

3. SD Unggulan Permata Jingga. Ini SD Swasta Nasional masih baru di sekitar Sawojajar. Sekolah ini adalah sekolah inklusi yang juga menerima murid berkebutuhan khusus jadi anak-anak  bisa belajar berempati. Plus nya sekolah ini nggak pakai TES MASUK, dan metode pendidikannya menyenangkan jadi nggak bikin anak jenuh. Untuk yang beragama Islam, ada sholat Dhuha di sekolah setiap pagi.

4. SD Anak Soleh di Jl. Arumba. Hampir sama seperti SD Islam lainnya. Tapi karena masih relatif baru, seleksi masuknya nggak begitu ketat. Menerima 2 kelas setiap tahun. Nilai plusnya, selain sekolah berbasis agama, SD Anak Saleh ini punya halaman yang luas. Tapi, kurangnya, jalan masuk ke Jl. Arumba masih sempit dan kebayang macetnya dan ramenya kalau pagi pas nganter sekolah. Sebagai supir kurang pengalaman, saya keder deh kalau harus lewat situ tiap pagi 🙂

5. SD PJ Global School di Permata Jingga, di perumahan Permata Jingga. Tes nya nggak ketat, setahun terima 2 kelas, tapi tiap kelas cuma dibatasi 20 orang. Pakai 2 kurikulum, nasional dan kurikulum dari Singapore. Bahasa pengantar bahasa Inggris. Setiap pagi, untuk yg muslim sholat dhuha, yang beragama lain beribadah sesuai agamanya di tempat terpisah. Sekolah ini juga baru buka cabang baru di Jl. Raya Langsep.

6. SDN Kauman (sebelah hotel pelangi). Ini SD negeri favorit di Malang. Terkenal input dan output nya bagus, tapi memang sekolahnya jadi lebih berat ada PR, dll.

Sebenernya untuk yang mau cari sekolah Islam, masih ada lagi sekolah-sekolah Islam lain, seperti SD Insan Amanah di Griyashanta, SD Moh. Hatta di Jl. Simpang Flamboyan atau SDIT Insan Permata di sekitar Sengkaling. Untuk yang mau cari sekolah nasional berwawasan Internasional (berbahasa Inggris) ada SD Lab UM di kawasan Univ Negeri Malang, atau sekolah Gracia di Jl Bunga Lely.

Lagi-lagi saya nggak bisa kasih masukan spesifik sekolah mana yang terbaik di Malang. Kan kebutuhan dan prioritas tiap anak & orang tua berbeda-beda.

Alhamdulillah kami sudah nemu sekolah yang paling mendekati kriteria kami (dengan segala plus minus nya), dan sejauh ini Alia happy sekolah disitu..  Tahun ini ALia bakal naik ke kelas 2, trus nggak lama lagi kami harus mulai hunting SMP buat Alia. Hhhmmm atau mungkin hunting TK/Playgroup dulu deh, buat adeknya Alia 🙂

Academic Trip: Kuala Lumpur – Kuantan (1)

Di bulan Oktober lalu, saya dan bapak Abink berkesempatan menghadiri dan berpartisipasi di Internasional conference di Kuantan, Malaysia. Ceritanya, ini conference perpisahan sebelum saya lulus dari Lincoln University. Sengaja cari yang deket rumah karena research budget udah menipis dan nggak kepengen nombok hehehhe..

Academic trip ke Kuantan kali ini agak luar biasa, karena kami bawa anak kecil. Iya, Alia ikut nemenin bapak ibunya conference. Awalnya ragu sih, bawa anak kecil ke conference. Tapi setelah tanya sama panitia dan bikin beberapa kesepakatan sama Alia, akhirnya kami putuskan untuk ajak Alia.

Persiapan pergi kali ini memang agak lebih ribet karena saya dan bapak Abink dibiayai oleh instansi yang berbeda, ditambah Alia yang harus bayar dari kantong pribadi. Proses beli tiket, sinkronisasi penerbangan dan tempat duduk perlu effort sedikit 🙂 tapi ya udah lah ya, karena udah diniatin jadi ya dijalani aja. Toh tinggal angkat telepon dan buka internet 🙂

Karena bawa Alia, kita sengaja nambah 2 hari dari jadwal konferens untuk santai-santai. Sebenernya kami nggak menjadwalkan kemana-mana selama di Kl dan Kuantan kali ini. Niatnya cuma untuk conference sekaligus refreshing bertiga. Jadi ngapain aja kita selama di KL dan Kuantan?

DAY 1. KL – Suria KLCC Mall, Bukit bintang & Mini Reunion

Kami berangkat pakai pesawat pagi dari Surabaya ke KL. Sampai di KL,langsung naik taksi ke Dorsett Regency Kuala Lumpur. Alhamdulillah udah bisa langsung cek in. Abis cek ini, kami langsung cuss jalan-jalan ke sekitar bukit  bintang, cari makan siang.. Males yang ribet-ribet, kami akhirnya makan di Food Republic di dalem Pavilion mall aja. Tau nggak apa yang dicari pertama kali sama bapak Abink? Dia cari es Bandung, rose syrup yang wanginya khas ituu…

Abis makan siang, ada insiden Alia mimisan banyaakkk banget, sampe  agak panik karena mimisannya nggak brenti-brenti. Cuaca hari itu memang panasss banget, ditambah capek dan minum es bandung. Akhirnya istirahat bentar di dalem mall, sambil nyusun rencana selanjutnya. Biar nggak terlalu capek, akhirnya kita putuskan untuk ke toko buku Kinokuniya di Suria KLCC mall siang itu naik GO-KL. GO-KL ini free bus yang berhenti dibeberapa titik. Untuk ke Suria KLCC mall, naik yang  green line. Halte GO-KL ini di sekitar  Pavillion mall aja, jadi kami nggak perlu jalan jauh lagi.

Abis hunting buku, kami jalan-jalan aja di dalem mall, dan minum es Bandung lagi 😀 tapi kami nggak lupa untuk poto-poto narsis ala tourist di petronas twin towers juga.. Sayang hari itu KL ditutupi kabut asap yg cukup tebal 😦

KL3

Selain jalan-jalan santai dan hunting buku, agenda kami hariitu adalah ketemuan sama salah satu temen Bapak Abink sewaktu kuliah di Lincoln dulu. Kami janjian di salah satu spot dekat hotel, di Bukit Bintang. Karena waktu janjian uda makin dekat, kami segera naik GO-KL green line untuk kembali ke Bukit Bintang.

KL1

Setelah makan malam, reunian di lanjut di lobby hotel, karena Alia udah capek dan butuh istirahat 🙂

KL4

DAY 2 KL-

Di hari ke-2 ini, kami rencana jalan-jalan sebentar trus lanjut berangkat naik pesawat ke Kuantan setelah makan siang. Karena nggak begitu jauh dari bukit bintang, kami memutuskan untuk ke Central Market (Pasar Seni) aja. Naik GO-KL lagi, tapi yang purple line.

KL5

Sampe di pasar seni, muter-muter bentar trus lanjut naik ke lantai atas ke 3D Illusion Art Museum. Di 3d museum ini ada sekitar 36 foto plus satu ruangan untuk muter film 3d tentang binatang dimana kita bisa “main” bareng bintang-binatang itu. Lumayan seru sih foto-foto di sana.. Alia juga happy banget..

KL6.jpg

KL7

KL8

KL9

Karena waktu nya udah mepet harus brangkat ke bandara untuk lanjut ke Kuantan, kami segera balik ke bukit bintang dan ngeliat ada Nando’s , resto ayam kesukaan kami waktu di Christchurch. Akhirnya diputuskan makan siang dulu di nandos, ambil koper ke hotel, trus langsung lanjut naik taksi ke bandara. Ada yang udah nggak sabar mau main pasir di pantai Kuantan 🙂

Alia & Ibu : Movie Date

Udah dari berhari-hari yang lalu si anak kecil ngajakin nonton film di bioskop. Zootopia. Setiap ngeliat iklannya di TV, si anak kecil selalu minta nonton.

Alia : ” Ini kan udah Februari, Ibu.. kapan kita nonton Zootopia”

Ibu : “Iya nanti ya kak, kalau ada waktu dan ada rejeki kita nonton ya”

Alia : “Janji yaa..”

Akhirnya, kemaren abis jemput Alia ekskul nari di sekolah saya sengaja bawa sandal Alia di mobil. Tadinya mau ajak Alia nge-date berdua makan es krim aja, tapi di jalan kepikiran pengen bikin surprise kecil buat Alia. Sengaja minggirin mobil bentar, trus browsing bioskop mana yang lagi muter film Zootopia, sekalian liat jam tayangnya. Ternyata ada yang main jam 3.15, saya pikir cukuplah waktu untuk ngejar sebelum jam 3.15 sampe sana.

Waktu Alia dikasih tau kalau kita mau nonton Zootopia berdua hari ini, dia seneng banget.. Walaupun dengan catatan dapet parkir, dapet tiket dan ada beberapa kesepakatan kecil sama Alia 🙂

Sampe sana, Alhamdulillah dapet parkir. Tapi, pas mau beli tiket ternyata saya salah liat jam tayang, film nya bukan jam 3.15 tapi jam 13.15. Duh, udah telat banget berarti! Ada lagi baru jam 5 an. Tadinya saya bilang ke Alia nggak usah nonton hari ini. Tapi ALia pengen banget nonton, dan karena udah nyampe tempatnya juga dan Alia oke aja untuk nunggu sekitar 2 jam an, ya udah lah kita beli tiket yang jam 5 itu. Sembari nunggu, kita makan siang dulu di resto fast food favorit anak-anak. Heran juga saya kemaren Alia mesen fish burger plus kentang dan milo, dimakan sampe abis…. Biasanya Alia selalu nyisa kalau makan burger, apalagi pake kentang goreng..

Abis makan, kita mau sholat Ashar di masjid besar depan gedung bioskopnya. Tapi mendungnya gelap banget, takutnya ujan trus nggak bisa balik ke gedung bioskopnya. Tapi Bismillah aja, nyebrang lewat Alun-alun Malang ke Masjid Jami’ yang sungguh adem itu.. Abis sholat kita buru-buru nyebrang lagi ke mall tempat gedung bioskopnya. Sebenenrya Alia minta nunggu nya di Alun-alun aja, sambil liat burung katanya. Tapi karena mendungnnya udah menggantung jadi dia oke aja, waktu saya bilang tunggu di mall aja. Daripada nggak jadi nonton ya Kak?

12814539_10207192553065519_2310788192682237127_n
Masjid Jami’ Malang (foto diambil beberapa minggu yg lalu) 

 

10660125_10207192553745536_9048908420697895865_n
Alun-alun Malang (foto diambil beberapa minggu yg lalu)

Film nya masih sekitar sejam setengah lagi. Kita nunggu di Lounge gedung bioskopnya sambil nyeruput ice green tea latte berdua. Main tebak-tebakan, main orang-gajah-semut, becanda-becanda, cerita-cerita.. Bener-bener berasa nge-date nya 🙂 Alia sama sekali nggak rewel (walaupun nanya jam tiap 5 menit sekali).

Akhirnya, pas pintu theater udah dibuka, kita cepet2 masuk ke dalem, dan begitu film dimulai, si anak kecilnya langsung asik nonton sambil ngemil popcorn. Trus film nya gimana? Film nya bagusss pake banget! Kata ALia, dia paling suka part yang pas Nick the Fox jadi liar. Trus part yang paling lucu menurut Alia adalah part yang ada Sloth-nya 😀 Besokannya Alia langsung minta search di yutub tentang Sloth, the slowest mammal on earth.

Intinya, nggak rugi nge-date berdua Alia kemaren. Walaupun capek, tapi semua terbayar. Anaknya senang, Ibu nya happy.. Bapaknya? Bapaknya kebagian cerita dan foto-fotonya aja plus ngeluarin duitnya 🙂

Hari-hari Menyenangkan di Taman Kanak-kanak

Hari ini, saya bikin sedikit kompilasi foto-foto Alia selama di Pre-school dan kindy di New Zealand dan Indonesia. Ternyata punya anak yang baru lulus TK itu rasanya campur aduk antara sedih dan seneng..

Dulu, pertama kali masuk ‘sekolah’ di playcentre Alia sama sekali nggak mau ditinggal.Lama kelamaan, dia udah enjoy main sendiri atau main bareng temen-temennya. Setelah Alia umur 2.5 tahun, pindah ke Lincoln Pre-school karena saya mulai kerja dan nggak punya tenaga untuk aktif di playcentre yang harus duty dan bantu-bantu administrasi. Setelah ulang tahunnya yang ke-3, Alia pindah sekolah lagi ke Lincoln KidsFirst. Di umur 4tahun, Alia harus pulang ke Indonesia dan sekolah di See me grow. setelah lulus dari see me grow masuk ke Iqro dan sekarang Alia udah lulus dari Iqro, siap masuk SD.

Alia tulis di surat terimakasihnya untuk Ms Linda & Ms Windri:
Alia tulis di surat terimakasihnya untuk Ms Linda & Ms Windri: “Terimakasih sudah mengajari Alia berdoa dan menulis” 🙂

Karena lagi jauh-jauhan sama Alia, rasanya campur aduk kalo ngeliat foto-foto dan video Alia yang di tag ke saya oleh para mama di Iqro’ (makasih ya semua!). Apalagi kalo liat foto-foto Alia jaman dulu, waktu masih baru masuk sekolah sampai sekarang udah bisa baca pidato di depan teman-teman, guru dan orang tua. Rasanya waktu cepat sekali berlalu.. Walaupun saya nggak ada di sana waktu Alia lulus TK dan nggak bisa antar Alia di hari pertamanya masuk SD, tapi doa saya selalu mengiringi.

———————————–

Salah satu cerita tentang  Playcentre bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  Lincoln pre-school bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  Lincoln KidsFirst bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  See Me Grow bisa dibaca di sini

Dating with my little girl

Senin sampai Jumat adalah hari sibuk. Sejak si Ibu sekolah di New Zealand, mau tidak mau Alia hampir menghabiskan hari-harinya di sekolah dan di penitipan. Jam 6 Pak ABink bangunin Alia, kemudian lanjut nyiapin sarapan. Semenjak umur 6 tahun ini sudah agak lumayan Alia sudah mau makan sendiri. Setelah sarapan, lanjut dengan mandi dan ganti baju. Sama seperti sarapan, semenjak umur 6 tahun Alia sudah TOP mau mandi sendiri dan ganti baju sendiri. Tinggal disiapin air panas dan pakaiannya semua beres. Setelah siap jam 7.15 diantar ke sekolah, dan PakAbink jemput jam 4 an. Hampir setiap hari jadwal nya adalah seperti itu. Banyak teman yang tanya gimana cara Pak ABink bisa handle rutinitas seperti ini? .Yes… jawabannya karena Pak ABink super daddy…. sombong mode:on. Untuk jawaban sebenernya nanti dibahas di postingan lainnya. Postingan ini cuma mau cerita daring seru Pak ABink dengan Alia.

Nah kembali kecerita di atas, sibuknya hari kerja membuat, waktu maen-maen, ngobrol-ngobrol dan becanda-becanda agak sedikit berkurang walau setiap malam Pak Abink dalam 6 tahun ini selalu menjadi pendongeng yang baik buat Alia. Mumpung Sabtu dan Minggu belakangan jadwal mengajar Pasca kelas paruh waktu nya Pak ABink belum giliran, maka Pak ABink selalu mencoba untuk menebus dosa dengan ngajak Alia jalan-jalan, shopping, berenang atau hanya sekedar main Alia’s game.

Untuk episode weekend ini dating dengan Alia dimulai dengan dinner di Hotel Pelangi. Jumat malam setelah Solat Magrib, Pak Abink pengen dinas inspeksi ke Hotel Pelangi. Karena Alia cuma nonton Tipi jadi kayaknya bakalan asik kalo ngajak Alia. Setelah nego ini itu, sepakat Alia ikut Pak ABink kerja. Sesuai kesepakatan, selama Pak ABink inspeksi dan memberi arahan kepada karyawan, Alia dengan manis nya duduk di Restoran sambil main Tab S nya Pak Abink dan ngemil kentang goreng. Setelah selesai memberi arahan dan inspeksi, Pak Abink ikutan duduk di restoran sambil nunggu Jus Melon dan Kentang goreng nya Alia habis. Di tengah negmil kentang goreng, tiba-tiba Alia bilang:

Alia : Bapak, ayo kita bikin joke…..

Pak Abink : Joke apaan nak?

Alia : Jeli apa yang terbang ke langit???

Pak Abink : Mana ada jeli yang terbang….jeli mah untuk di makan…

Alia : Salah…. bapak nyerah kah????

Pak Abink : ya bapak nyerah….

Alia : jawabannya Jelikopter…..

Pak Abink : hahahaha….. (sakti juga nih bocah….)

Setelah opening yang gokil, tebak-tebakannya berlanjut sampe si kentang goreng ludes. Pak ABink kontribus dengan ikut ngemil dua potong….(suerrr cuma dua potong)

Sampe rumah Alia, langsung cuci kaki dan solat Isha. Habis solat, Alia langsung ambil buku dan nyodorin buku untuk dibaca. Sambil nyodorin dia nego untuk bobok di kamar saya. FYI kami punya perjanjian. Alia sudah 6 tahun, jadi harus bobok sendiri di kamarnya. Cuma kalo holiday dia boleh tidur sama Pak Abink. Karena Jumat belom holiday jadi dengan terpaksa keinginan cuma keinginan. Sempat agak ngambek tapi setelah bikin kesepakatan kalo hari Sabtunya jalan-jalan ke Matos cari buku baru maka Alia sepakat untuk tidur sendir.

Hari Sabtu pagi, Pak Abink sudah ganteng jam 8. Karena Pak Abink mau ketemu manajer Hotel Pelangi untuk kasi beberapa pengarahan. Alia belum mandi waktu Pak Abink mau berangkat. Sebelum berangkat, Pak Abink kasi pesen, kalo jam 10 an Pak Abink selesai kerja langsung pulang jemput Alia lanjut ke Matos beli buku.

Pulang kerja ternyata Alia melaksanakan kesepakatan, sudah mandi lengkap dengan baju pink dan sepatu yang juga berwarna pink. Keren banget nih si gadis.

Sampe di Matos Pak Abink dan Alia langsung ke Gramedia cari buku. Kita kembali buat kesepakatan. Kali ini Pak ABink beri kebebasan ke Alia buat beli buku sendiri selama terjangkau. Tetapi syarat nya Alia harus baca buku itu sendiri. Akhir nya deal. Alia cari buku sendiri. Setelah browsing sana sini akhirnya Alia dapat 3 buku paporit. Dua buku Frozen dan 1 Buku Strawberry Shortcake

IMG_2738

Dapet buku paporit, tidak membuat Alia pengen pulang. Si gadis malah nantangin, juntuk ga pulang dulu. Tapi jalan-jalan dulu (bener-bener deh…turunan si Ibuk…..).

Puter-puter di Matos akhirnya capek dan laper yang ujung-ujung nya membuat kami stop di salah satu cafe paporit KeluargaHussein. Setelah lihat-lihat menu kami sepakat, untuk pesen sebucket chicken wing dan semangkok french fries. Untuk minum, Alia mau es teh tarik, kalo pak Abink kopi tarik aja.

Alia dan Es Teh Tarik nya
Alia dan Es Teh Tarik nya

Sebagai penggemar ayam, Pak ABink dan Alia berlomba menghabiskan si Chicken Wing. dalam kurang dari 1 jam bucket Chicken Wing kosong. Pak Abink kontribusi sekitar 65% untuk Chicken Wing dan Alia mendominasi French Fries dengan sekitar 60% kontribusi ngabisin. Habis makan kumat bakat selfie Pak Abink. Selfie lah kami

Selfie Dulu....
Selfie Dulu….

Selfie sudah, kenyang sudah, jalan-jalan sudah. Maka next stop adalah rumah. Sampai rumah si Bapak langsung tepar dan si Alia sibuk dengan Loom Band nya. Berakhir lah dating kami weekend kali ini. Walaupun tidak bisa mengganti waktu yang hilang selama weekdays, paling tidak jalan-jalan dengan Alia ini bisa memperkuat team work kami. Jadi inget pesen Kak Seto. jaman sekarang jangan bermimpi punya anak penurut, tapi mimpilah punya anak yang mandiri dan bisa bekerja sama.

si Kupu-kupu

Alia ayunan

Halo… Disini kupu-kupu Alia. Siapa ini?

Itu sapaan baru Alia kalo lagi teponan sama saya. Alia nggak cuma menyebut dirinya sendiri kupu-kupu, tapi ngasih panggilan juga buat Ibu n Bapaknya. Dia panggil saya ‘kepompong Ibu’  dan ‘ulat Bapak’ untuk bapak Abink..

Di umur Alia yang 6 tahun ini, saya dan bapak Abink cukup hepi dengan ‘pencapaian’ Alia. Ditengah keterbatasan kami sebagai orang tua yang sama-sama sibuk, bahkan harus menjalani long distance parenting untuk beberapa saat, kami bersyukur karena perkembangan Alia lumayan oke. Terlepas dari drama-drama kecil seputar parenting, kami pengen Alia tau kalo kami bangga banget punya anak kayak Alia 🙂

Di 6 tahun ini dia udah lumayan bisa pegang komitmen. Dari awal pas Alia pulang ke Indonesia, saya dan bapak Abink pengen Alia punya kegiatan di luar rumah selain sekolah. Jadi, kami kasih Alia pilihan mau belajar musik atau belajar lukis/gambar. Dia pilih musik.

Awalnya dia pengen banget belajar gitar, tapi di tempat les musik deket rumah masih belom bisa nerima anak 6 tahun untuk belajar gitar. Kami tawarin lagi, mau tetep musik atau gambar? Alia tetep pilih musik, dan pilihan akhirnya jatuh ke piano. Dari awal kami udah bilang kalo Alia udah bikin pilihan, harus dijalani. Dan ternyata, dia suka les pianonya. Ibu Bapak nya yang nggak bisa main piano tentunya hepi banget punya anak yang bisa baca not balok dan bisa main piano hahahha 😀 *rabidmom mode:on.

Satu kejadian lagi yang bikin saya bangga sama si kupu-kupu Alia ini.. Kemaren dia lagi nggak enak badan. Udah 2 hari pilek sih memang.. Tapi, hari Rabu kemarin dia udah enakan dan harusnya bisa masuk sekolah walopun masih meler dikit. Tapi, dia bilang ke Bapak Abink nggak usah sekolah dulu.

Sama bapaknya dikasih pilihan:(1) Alia masuk sekolah seperti biasa plus daycare sampe jam 4, atau (2) boleh istirahat di rumah tapi nggak boleh nonton TV sampe bapak Abink pulang kerja, harus latihan piano untuk konser minggu depan, bobok/istirahat siang, dan nggak usah ikut berenang di sekolah hari Kamis.

Kalo menurut saya pilihan nomer-2 itu lumayan berat buat Alia. Biasanya kalo di rumah dia jarang banget istirahat/bobok siang. Trus nggak nonton TV dari pagi sampe jam 5 sore itu juga lumayan susah kalo Alia lagi di rumah. Apalagi, pilihan nggak berenang di sekolah itu kayaknya nggak mungkin dia pilih karena Alia selalu excited kalo pas ada acara berenang di sekolah. tapi ternyataaaaaa… dia pilih tetep di rumah dan setelah di cek, dia menepati semua kesepakatan yang udah dibuat. Ooohh, Ibu bangga banget deh sama kk Alia 🙂

Pencapaian lain Alia di umur 6 tahun ini, akhirnya dia berani masukin kepala ke air dan berenang. Walopun gayanya masih acak-acakan, tapi saya bangga banget. Secara saya cuma bisa berenang gaya katak, dan paling pol cuma maju 5 meter aja.

#swimming lesson with the best coach in the world bapak Abink @misterhussein

A post shared by Raditha Hapsari (@radithahapsari) on

Itu foto sekitar 3 bulan lalu, Alia masih belajar pake pelampung dan belom brani nyelupin kepala ke air 😀

Sebenernya Alia udah lumayan sering nyemplung ke kolam renang. Paling nggak sebulan sekali berenang di sekolah dan lumayan sering diajak berenang sambil diajarin sama bapak Abink karena bapak Abink lumayan jago berenangnya. Tapi sampe sekitar 3 minggu lalu, dia masih belum berani untuk masukin kepala ke air dan tahan napas.

Ternyata, pas bapak Abink lagi nggak enak badan, si Alia di bawa berenang dan disuruh nyemplung sendiri. Ternyata waktu itu dia lepas pelampungnya dan tiba-tiba aja berani masukin kepala ke air dan akhirnya berhasil berenang beberapa meter. Wooohooo…. berarti tugas bapak Abink selanjutnya tinggal ngelatih pernapasan Alia aja.. Yeaaayyy!!

Kupu-kupu Alia, semoga selalu jadi anak yang baik dan jadi kebanggan keluarga ya nak… We love you, my little butterfly. Just spread your wings and fly high…

Berburu Sekolah

Alia Kolase

Anak kecil yang dulu lahirnya cuma 2.6 kg itu udah 6 tahun aja umurnya. Tahun ini mau masuk SD. Anaknya sih biasa-biasa aja mau masuk SD, tapi bapak Ibu nya yang bingung cari-cari sekolah yang cocok buat Alia. Sebenernya pengalaman hunting sekolah buat Alia ini bukan pertama kalinya. Waktu kita baru pulang dari New Zealand sekitar 2 tahun yang lalu juga saya dan bapak Abink lumayan kebingungan nentukan Alia harus sekolah dimana.

Tahun 2013 lalu, kami pulang ke Malang karena bapak Abink udah beres sekolahnya dan harus kembali kerja. Sedangkan waktu itu Alia yang umurnya 4 tahun juga lagi hepi-hepi nya sekolah TK di KidsFirst Lincoln. Punya banyak temen, lumayan sering playdate, dan udah deket sama guru-gurunya. Tapi memang nggak ada pilihan, Alia harus ikut pulang dan pindah sekolah ke Malang. Begitu sampe Malang, euforia liburan cuma terjadi di 2-3 hari pertama aja.  Selanjutnya Alia udah rewel minta sekolah. Salahnya, saya dan bapak Abink nggak punya gambaran Alia mau disekolahin di  mana, karena beberapa saat kami masih di NZ, beberap saat sbelum pulang kami ribet banget ngeberesin rumah ditambah ada kejadian kecelakaan itu 😦

Jadilah kami survey-survey sekolahnya lumayan kilat waktu itu, ditambah tanya-tanya temen yang punya anak seumuran Alia pada sekolah di mana hehehhe 🙂 Waktu itu salah satu kriteria sekolah yang kami cari adalah full day school atau ada day care nya sekalian karena Alia bakal stay di Malang sama Bapak Abink aja sementara saya harus balik lagi ke NZ. Kriteria lain untuk calon sekolah Alia adalah bersih, aman dan harus bikin anak happy sekolah di situ. Nggak muluk-muluk. Jadilah kami survey beberapa sekolah:

1. TK BA Restu. Waktu itu kami survey sekolah sekitar bulan April dan kebetulan TK ini udah buka pendaftaran. Kami nggak sempat survey liat-liat sampe ke dalem2nya karena pas itu hari sekolah dan sekolah rame sama calon2 murid baru yang antri ambil formulir. Kami juga sempat beli formulirnya yang cukup mahal harganya sekitar Rp 200.000 kalo nggak salah. Cuma sebentar di sana, di jalan pulang saya tanya Alia mau nggak sekolah di situ? ALia jawabnya ” No. Too crowded”. Memang sih BA Restu ini salah satu TK favorit di Malang. Kalo liat guru-gurunya keliatan kalo udah berpengalaman (udah setengah baya). Saya dan bapak ABink juga kurang sreg karena terlalu banyak murid dan nggak ada day care ditambah lagi mereka nggak mau terima murid baru secepatnya. Harus tunggu tahun ajaran baru. Akhirnya, walaupun formulir udah dibeli, Alia nggak jadi deh sekolah di sana.

2. TK Anak Saleh. 

TK anak saleh ini lumayan masih baru. Ada day care nya juga dan lokasinya dekat rumah kami. Waktu kami survey ke sana belum dibuka pendaftaran murid baru dan kami sempat masuk untuk lihat-lihat ke dalam ruangannya. Bagusnya TK anak saleh ini sekolah islam yang tentunya udah ada pelajaran agama dan mengaji untuk anak-anak. Tapi uang pangkalnya lumayan mahal (untuk ukuran kota Malang)  sekitar Rp 6.000.000 dan lagi-lagi nggak bisa terima murid baru di tengah tahun ajaran. Padahal Alianya waktu itu udah pengen banget masuk sekolah dan di tambah lagi kami kurang sreg sama “suasana” day care nya. Nggak jadi deh Alia sekolah di sana..

3. TK Palm Kids 

Kami survey TK Palm Kids yang di Perumahan Permata Jingga, cukup dekat dengan rumah kami. Waktu datang ke sana, Alia kelihatan happy dan bilang mau sekolah di situ. Mungkin karena muridnya nggak terlalu banyak. Di Palm kids anak-anak belajar pake 2 bahasa. Bahasa indonesia dan bahasa inggris. Kalau nggak salah ada tambahan bahasa mandarinya segala (cmiiw). Walaupun di palm Kids mau menerima murid baru di tengah tahun ajaran, tapi sayang kelasnya sudah penuh untuk yang di permata jingga, dan lagi sekolah nya cume sampe jam 11 an. Artinya kami harus cari day care lagi untuk Alia sepulang sekolah. Repott….

4. TK Brawijaya

TK ini berada di lingkungan Universitas Brawijaya dan ada day care nya juga. Waktu itu bapak Abink pengen banget Alia sekolah di sini biar kalo pas lagi istirahat atau lagi senggang, bapaknya bisa nengokin Alia di daycare 🙂 Dari segi biaya juga terjangkau. Waktu itu ALia udah rewel banget minta masuk sekolah karena beberapa hari cuma survey-survey aja tapi nggak masuk-masuk sekolah hehehhe… Tapi saya sebenernya agak nggak sreg sama pengamanan’nya karen pas kami ke sana pager sekolah dibiarin terbuka dan halamannya langsung ke jalan besar. Akhirnya pending dulu dan coba liat sekolah yang lain.

5. See Me Grow

Tau TK ini dari temen yang anaknya juga sekolah di sana. TK ini baru dibuka di tahun 2012. Jadi waktu itu masih baru banget, belum pernah ada murid yang lulus 🙂 Waktu pertama kali ke sana kesan pertama yang saya tangkap sekolah ini hommy dan bersih banget. Tanya2 soal day care nya juga saya udah langsung cocok dan Alia bilang mau sekolah di situ. Akhirnya hari itu juga langsung daftar di sekolah itu. Uang pangkalnya juga murah waktu itu cuma sekitar  Rp 2.500.000. Tapi uang bulanan + day care nya memang lebih mahal dari sekolah-sekolah lain yang kami survey. Tapi nggak apa2  lah, yang penting anak nya hepi dulu 🙂

Jadilah besok nya Alia langsung masuk sekolah (tanpa day care selama beberapa hari) untuk adaptasi. Proses adaptasi Alia di sekolah baru juga cukup baik, nggak begitu menguras airmata. Walaupun ada drama-drama kecil soal bahasa, kebiasaan di dalam kelas dll.

Di beberapa hari pertama Alia sekolah, teachernya bilang kalau Alia nggak malu-malu tanya sama teacher arti kata-kata yang diomongin temen2nya. maklum, waktu itu Alia masih belum lancar ngomong bahasa Indonesia. Untungnya See Me Grow belajarnya pakai 2 bahasa. Bahasa Indonesia dan bahasa inggris yang membantu proses adaptasi Alia di lingkungan baru.

Adaptasi Alia dari Lincoln Kidsfirst ke See Me Grow lumayan lancar, walaupun setelah beberapa hari ada drama-drama nggak mau sekolah. Ceritanya, selama di Lincoln anak-anak nggak pernah dipaksa untuk belajar nulis atau duduk belajar di kelas, sedangkan di Indonesia anak TK udah harus duduk di kelas belajar nulis, baca, menggunting dll. Karena Alia masih belum terbiasa duduk lama di kelas dan nulis nya juga belum lancar, dia hampir selalu selesai paling akhir kalo pas pelajaran nulis. Suatu hari, waktu temen2 seklasnya (yang cuma 8 orang) udah selesai nulis, alia masih belum slesai. Sama teacher, temen2 diminta kasih semangat ke Alia, tapi mungkin karena Alianya grogi jadinya Alia nya malah nangis.. tapu setelah dikasih pebgertian akhirnya acara nangis di kelas udah bisa diatasi.

Alia pulang ke indonesia waktu itu di bulan April dan langsung masuk sekolah di tengah2 tahun  ajaran. Tadinya saya dan bapak Abink maunya Alia nggak usah lanjut ke TK B dulu, karena takutnya anaknya belum siap. Tapi setelah kinsultasi sama bu guru akhirnya diputuskan Alia tetel naik ke tk b walaupun cuma belajar 2 bulan di tk a. Pertimbangannya, selai  karena anaknya mampu ngikutin pelajaran, kami juga nggak mau dia jadi minder karena ditinggal naik kelas sama teman2 lainnya. Begitu juga setelah di tk b, kami memutuskan kali Alia ikutan di wisuda walaupun umurnya masih belum cukup. Lulus dari tk See Me Grow, Alia nggak langsung masum sd tapi pindah ke TK yang lain yang kami rasa sesuai kebutuhan kami (dan Alia) selanjutnya. Karena kami rasa daptasi dengan lingkungan  di Indonesia sudah oke, jadi kali ini kami nggak lagi cari sekolah bilingual buat alia.

Nggak terasa, Alia udah hampir lukus tk (lagi).. Tapi kali ini kami harus cari sd yang cocok buat Alia (dan bapak ibunya). Proses cari sd buat Alia ini juga lumayan menguras emosi ibunya (kalo bapaknya lebih tenang). Lumayan bikin ibunya berasa jadi abg labil karena bingung mau daftar sekolah yang mana. Sekolah A oke, tapi kayaknya sekolah B lebih bagus.. Browsing2, kepincut sekolah c yang yahud. Duhh… harus shalat istikharah dan ngobrol2 lagi sama bapak abink tentang apa harapan dan kebutuhan kita untuk sekolah anak.. cari sekolah  harus sesuai kebutuhan kaann?!

Makanya sebelum balik ke nz, saya benar benar memanfaatkan waktu yang ada untuk survey sekolah Alia. Mudah2an sekolah alia nanti bisa bantu saya dan bapak Abink untuk mengarahkan Alia jadi anak yang selalu ingin belajar, santun dan solehah. Aamiin…..

Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen 🙂  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

Menyusuri Lake Wakatipu
Menyusuri Lake Wakatipu
Kingston
Kingston
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun 😦 tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah 🙂 Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha 😀

invercargill2

invercargill1
Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut 🙂 sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

bluff2
Bluff Walking Track
bluff4
Bluff Walking Track
bluff3
Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

Camera 360
Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..
Camera 360
Domba-domba yang lagi digiring
SInggah sebentar di Wanaka
Wanaka

Alia dan Mobil-mobilan

Masih seputar hobi baru saya mengoleksi mobil-mobilan khususnya yang merek Tomica. Jadi ceritanya sudah sejak awal minggu saya janji sama Alia. Kalo selama 1 minggu ini sikap nya baik maka weekend kita beli mainan. Alia setuju, dan selama seminggu ini Alia menunjukkan sikap yang nice dan manis.

Sesuai perjanjian maka sejak hari Jumat, kita sudah buat rencana. Nanti hari Sabtu, Bapak rapat dengan manajemen di pagi hari terus siang kasi materi pembekalan anak-anak yang akan internship setelah itu makan siang sama tante dan Alia baru sorenya kita ke toko mainan untuk beli mainan. Kesepakatan dibuat. Alia mau mainan gitar-gitaran. Wah murah nih kalo cuma mainan gitar-gitaran.

Maka hari Sabtu sesuai perjanjian di sore harinya Bapak dan Alia ke toko mainan langganan bapak (langganan bapak beli Tomica maksudnya). Dulu sudah pernah Alia beli mainan disitu, toko nya lengkap dan harganya miring jauh dibandingkan kalo beli di Kidzone atau di Toys Kingdom.

Setelah lihat ini dan itu, Alia nanya sendiri ke taci’ yang jual kalo ada jual gitar-gitaran atau ndak. Ternyata sudah gada. Adanya gitar2x an kecil plastik dan kurang menarik. Alhasil Bapak dan Alia sepakat yang lain saja. Setelah lihat sana lihat sini Alia tertarik sama patung-patungan Princess Sofia. Sebenernya itu hiasan untuk Kue Ulang Tahun. Lumayan mahal 4 biji (sepaket) harga nya Rp 65 rebu. Alia ngotot pengen itu. Tapi karena saya ga melihat worth dari maenan tersebut, maka saya mencoba mengalihkan perhatian Alia ke yang lainnya.

Secara otak Tomica saya bekerja maka saya mencoba membujuk Alia untuk beli Tomica saja. Untungnya Tomica punya koleksi diecast yang cartoon character. Jadi ada Snoopy, Hello Kitty, Pokemon dan banyak lagi. Bapak minta mbak yang jualan untuk nunjukin ke Alia yang Snoopy dan Hello Kity. Eh Alia ternyata seneng. Kayak punya Bapak katanya. Awal nya Alia pengen dua-dua nya. Tapi ternyata 1 biji nya lumayan mahal Rp 70 rebu. Secara bapak juga pengen beli yang lain (punya bapk lebih murah cuma Rp 40 rebu), jadi saya nego dengan Alia. Gimana kalo Alia satu dan Bapak satu. Trus perjanjian lainnya adalah kalo Alia sudah ga mainin lagi, Hello Kitty nya di masukin ke garasi mobil-mobilannya bapak. Eh ternyata setuju tapi dengan catatan kalo Hello Kitty nya tetep punya Alia. Di tekanin dua kali heheheh. Akhir nya deal lah kami.

Alia dapat mainan baru

Hello Kitty nya Alia
Hello Kitty nya Alia

Dan bapak pun juga dapat Tomica Baru

Mainan barunya bapak
Mainan barunya bapak

Molen nya bapak dan Hello Kitty nya ALia di parkir barengan di garasi nya Bapak

Parkiran Mobil
Parkiran Mobil