Napak Tilas New Zealand 2014: Christchurch City

Selain jalan-jalan dan nostalgia seputar kampus dan Lincoln town, saya juga sempat bawa Alia dan bapak Abink jalan-jalan ke Christchurch City. Karena kami nggak punya kendaraan, lagi-lagi kami menikmati jalan-jalan di Christchurch city naik bus. Walaupun dengan naik bus kemana-mana bikin perjalanan jadi lama, tapi ALia happy banget naik bus di sini.Kami biasa berangkatnya siang atau menjelang sore setelah semua urusan beres. Kadang Alia sampe ketiduran di bus karena kecapekan 🙂

Jadi selama di CHristchurc, kami kemana aja?

HAGLEY PARK/BOTANICAL GARDEN. Dari Lincoln ke Hagley park bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit naik bus 81. Sebenernya di hari kami ke sana cuacanya lagi mendung ditambah angin dingin. Tapi karena Alia ngotot pengen main di (playgroundnya) Hagley akhirnya kami putuskan untuk ‘mampir sebentar’. Nggak banyak yang bisa dilakukan di Hagley park waktu winter. Bunga-bunga belum ada yang mekar dan kolam untuk main air ditutup karena dingin. Jadi kami kemarin cuma ajak Alia main sebentar di playground, trus jalan aja menyusuri taman, dan numpang lewat di visitor centre yang baru dibuka. Visitor centre nya lumayan keren. Ada cafe, nursery, dan toko souvenirnya juga.

Hagley park ini cukup luas (sekitar 165 hectares) dan dibagi jadi 2 bagian. North dan South Hagley Park. Kalau hari hangat, hagley park ini bakal dipenuhi orang-orang (dengan keluarga) untuk piknik, jalan-jalan, atau sekedar baca buku sambil tidur-tiduran di rumput. Di botanical gardennya sendiri di bagi jadi beberapa sections: playground area, azalea and magnolia garden yang mekar di bulan September, rose garden yang bakal mekar di sekitar bulan Januari, daffodil garden yang indah di bulan September, ada juga tropical garden yang di ruangan khusus dengan suhu dan kelembapan yang diatur sehingga pohon dan bunga tropis bisa hidup di situ. Dulu, setiap ada kesempatan, kami serig sekali jalan-jalan di Hagley park untuk sekedar ngasih makan bebek, ajak Alia main di playground atau nemenin Alia main sepeda keliling taman. Jadi pas kita bertiga balik ke Hagley park lagi, rasanya seneg bangettt….

chc2

CATHEDRAL SQUARE. Sebenernya dulu kami nggak begitu sering ke sini. Apalagi sesudah gempa besar di bulan tahun 2011 dan 2012 lalu bikin gereja Cathedral nya hancur dan belum selesai diperbaiki sampai sekarang.

chc5
in front of the Chalice
chc6
Gereja Cathedral yang masih belum selesai diperbaiki

CHRISTCHURCH GONDOLA. Sebenernya, kami belum pernah naik gondola di Chc sebelum ditutup karena gempa di tahun 2011 itu. Pas Alia dan bapak Abink pulang ke Indonesia tahun lalu pun, gondola nya belum beroperasi. Jadilah kesempatan naik gondola untuk Alia dan bapak Abink baru ada pas jadi turis bulan lau 🙂 Saya sendiri udah naik duluan summer tahun lalu dan udah posting juga di sini. ALia sih seneng naik gondola.. Tapi pas udah sampe atas, dan pas masuk ke time tunnel dia agak ketakutan. Jadi di time tunnel itu kan naik kereta kecildi ruangan yg gelap gitu. Alia sebenernya nggak takut gelap sih, tapi memang ‘boneka-boneka’ atau patung-patung yang di situ agak serem siih.. Jadinya dia agak nggak hepi gitu di dalem time tunnel nya. Untung cuma sebentar 🙂

gond1

gond2

gond3

Jadi cuma ke situ-situ doang selama di Christchurch??? Iyaaaa…. tapi udah lah ya, cukup napak tilas di Christchurchnya. Kita lanjut napak tilas ke kota yang lain lagi: Queenstown!!

Advertisements

“Alia juga mau jadi guru, tapi gurunya anak kecil….”

Sepertinya postingan mengenai sekolah masih berlanjut. Setelah si ibu menerima tantangan dari seorang kawan blogger untuk posting cerita mengenai sekolah, saya juga ga mau ketinggalan cerita mengenai cita-cita anak kecil lucu yang pengen jadi guru – tapi gurunya anak kecil.

Jika si Ibu sejak dulu pengen jadi guru TK dan katanya berkembang menjadi pemiliki sekaligus guru, maka sejak dulu saya pengen jadi dosen. Mungkin keinginan jadi dosen ini dikarenakan kakek saya dulu dosen, kemudian mama saya juga dosen, papa juga dosen walau cuma part-time (belio notaris).  Nah jadi mungkin karena pas hamil dulu mama sering ngajak saya ngajar (dalam perut) jadi sejak kecil saya sudah pengen jadi dosen. Seijin Sang Pencipta, akhirnya saya berhasil menggapai mimpi menjadi seorang dosen.

Nah ternyata keinginan jadi guru itu nular ke Alia. Sejak lama Alia paling senang main sekolah-sekolahan. Boneka-boneka nya di jejer kemudian Alia niruin gurunya kalo lagi ngajarin murid-muridnya. Mulai dari ngajari speeling, singing sampai marahin muridnya yang “pura-puranya” ngompol. Bapake ini juga sering kali juga berperan jadi murid. Ikut nyanyi sama anak-anak TK lainnya. Seru deh kalo Alia sudah mulai maen sekolah-sekolahan.

Suatu hari Alia nanya ke saya. :

Alia : Bapak, kerja jadi dosen ya?

Bapak : kok Alia tahu?

ALia : Di kasi tahu mama (mama itu panggilan untuk Oma nya Alia..)

Bapak : Alia tahu apa itu dosen?

Alia : Tahu, dosen itu guru kan?

Bapak : Sip….dosen itu guru, sama kayak teacher Ayu (guru favorit nya Alia di See me grow yang sering Alia tiruin), tapi kalo dosen murid nya itu orang gede bukan anak kecil.

Alia : ooo, jadi dosen itu guru nya orang besar ya?

Bapak : Yes

Alia : Kalo sudah gede, Alia juga mau jadi guru, tapi gurunya anak kecil aja

Bapak : boleh, jadi Alia harus rajin belajar supaya pintar.

Dari percakapan itu saya berpikir, profesi apa pun itu baik. Tapi menjadi seorang guru itu merupakan sebuah panggilan hidup. Saya cuma bisa berdoa dan mendukung sepenuh hati apa yang dicitacitakan gadis kecil itu, Semoga mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.

Alia dan Sekolah Barunya

Ceritanya Alia sudah lulus dari TK nya yang dulu See Me Grow. Tapi karena Alia belum genap 6 tahun, Pak dan Bu Abink sepakat untuk belum memasukkan Alia ke SD. Pertimbangannya sederhana. Yang pertama, Alia memang belum cukup umur sehingga biarlah nambah setahun untuk bermain sambil belajar (nggak dibebani PR dan tugas-tugas) dan yang kedua kalo masuk SD kecuali yang full day pulang sekolah nya jam 12 an alias gada penitipan beda dengan TK.

Atas dua pertimbangan tersebut maka Alia tidak kami lanjutkan sekolah ke SD. Tapi kok pindah sekolah? kenapa ndak tetep di See Me Grow?. Ada beberapa alasan yang mendasari kami memindahkan Alia untuk pindah sekolah. Tetapi sebagai latar belakang kami ingin mencupakan Terima Kasih yang sangat besar kepada See Me Grow khususnya kepada para teacher dan pengelola karena 1 tahun Alia sekolah di See Me Grow banyak sekali yang diperoleh dan dipelajari. Overall kami sangat puas dengan See Me Grow. Nah kalo puas alasan pindahnya apa donk?

Alasan yang pertama berkaitan dengan kelulusan. Alia ini termasuk angkatan pertama di See Me Grow. Di angkatan K2 (TKB atau TK nol besar) nya ada 5 anak termasuk Alia (Rafael, Rara, Berryl, Shiera dan Alia) nah saya dan Bu ABink berpikir, kasian Alia kalo ke empat temennya lulus tapi Alia ndak, bisa bikin kecewa dan sedih. Jadi supaya ngerasa sama dengan teman-temannya maka kami minta Alia juga di luluskan. Yang kedua berkaitan dengan pendidikan agama. Secara kognisi, affeksi dan psikomotorik kami sangat puas dengan pendidikan di See Me Grow. Tetapi See Me Grow adalah sekolah nasional dimana tidak ada muatan agama. Sehingga dikarenakan waktu (bukan berarti mau lepas dari tanggung jawab) kami berpikir jika lebih baik Alia di masukkan ke sekolah yanga da muatan agamanya.

Dari kedua pertimbangan tersebut, Alia kami pindahkan ke TK lainnya. Dengar dari teman-teman, TK yang baru berdiri beberapa tahun ini reputasinya cukup baik. Fasilitas lengkap, guru yang sabar dan yang pasti ada muatan agaman. Di hari saya mendaftar saya ketemu dengan ketua yayasan yang kebetulan satu profesi sebagai dosen. Kami banyak ngobrol dan saya merasa pola pendidikan anak yang saya harapkan juga sama dengan visi dan misi beliau sehingga semakin mantablah kami memindahkan Alia ke TK tersebut.

Di awal sekolah Alia menolak untuk bersekolah. Tapi sebagai anak baik, Alia tetap sekolah. Cuma ya begitu setiap pagi harus berdebat dan berdiskusi dulu mengenai kenapa Alia harus pindah dari See Me Grow. Setiap hari saya dan Bu Abink (lewat Line) mencoba menjelaskan. Lama kelamaan, Alia mulai beradaptasi dengan sekolah dan teman barunya.

Halal bi Halal di Sekolah Alia

Beberapa hari yang lalu ada acara Halal bi Halal di sekolah nya Alia. Orang tua juga di undang. Mendengar penjelasan dari ketua yayasan dan melihat langsung bagaimana para guru menghandle para murid, saya percaya bahwa sekolah yang baru bisa memberikan yang terbaik bagi Alia. Semoga Alia selalu jadi anak solehah yang membanggakan keluarga. Aamiin..

Napak Tilas New Zealand 2014: Lincoln

Waktu pertama kali ketemu Alia dan Bapak ABink di Christchurch Airport, rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan #lebay. Tapi beneran loh, karena waktu bapak Abink harus kembali kerja di Indonesia dan saya balik ke New Zealand tanpa mereka, rasanya agak-agak berlebihan untuk minta Alia dan bapak Abink untuk balik ke New Zealand, walaupun cuma untuk sekedar liburan. Selain karena agak susah ngatur waktunya, tapi alesan utama sih karena budget liburan ke New Zealand itu ‘lumayan banget’ buat kami 🙂

Tapi, rejeki itu memang sudah ada yang atur ya.. di saat saya menyibukkan diri dan menguatkan hati untuk kembali ke NZ tanpa mereka, ada kabar kalau bapak ABink bakal ada kerjaan ke New Zealand selama 2 minggu. Tapi, pertanyaan selanjutnya ‘apa Alia mau diajak juga?’ Lagi-lagi kami galau karena jadwal keberangkatan bapak ABink ke sini nggak bertepatan dengan liburan semester di sini, yang artinya saya masih harus kerja dan bapak Abink juga bakal punya jadwal meeting yang lumayan padat. Tapi, setelah sepakat untuk nemenin Alia nya gantian jadilah diputuskan untuk bawa Alia, lumayan ketemu 2 minggu melepas kangen 🙂

Trus apa aja kegiatan kami selama 2 minggu di NZ? DI hari pertama mereka datang, langsung jalan-jalan keliling kampus, nostalgia untuk bapak Abink dan Alia. Lewat lapangan belakang rumah kami dulu, library, office bapak dulu, dan jalan-jalan seputar kampus yang sering kami lewati dulu.

Ivey Hall -Lincoln University Library
Ivey Hall -Lincoln University Library
Bug hotel
Bug hotel di kampus
Lincoln University Bus Stop
Lincoln University Bus Stop

Selain jalan-jalan di sekitar kampus, kami juga sempat jalan-jalan ke lincoln town (sekitar 2km dari kampus). Sempat ajak Alia masuk ke Lincoln Library yang baru di renovasi. ALia samapi nggak percaya library nya jadi bagus.. Dulu, waktu rumah kami masih di depan library, saya sering banget ajak Alia ke library. Setiap seminggu sekali saya juga biasa bawa Alia ikutan toddler time di library. Jadi Lincoln library lumayan punya kenangan buat Alia..

(new) Lincoln Library
(new) Lincoln Library

Setelah dari library, kami nyebrang ke cafe favorit untuk menikmati chai latte (dan fluffy untuk Alia). Ngomong-ngomong soal fluffy, biasanya di sini fluffy selalu di sajikan dengan marshmallow. Tapi dari dulu, kami udah kasih tau Alia kalau marhmallow yang di cafe-cafe itu kita nggak tau apakah gelatine nya halal atau nggak. Kadang gelatine juga dibuat dari babi. Jadi, dari dulu Alia nggak pernah makan marshmallow di new zealand. Bukan karena semua marshmallow di sini nggak hahal, tapi karena saya males cari tau merek marshmallow mana yang halal. Pernah sih sekali tanpa sengaja saya nemu postingan orang jual marshmallow halal di trade me, dan saya beli buat Alia. Dan selama beberapa tahun di NZ, Alia cuma makan marhsmallow sekali itu aja 🙂

Nah beberapa bulan lau saya baru tau kalo ternyata  ada juga marshmallow halal yang di jual di supermarket. Waktu alia ke sini kemaren, saya beli sekantong marshmallow untuk Alia. Yang pertama kali keluar dari mulut ALia waktu tau saya beliin marshmallow “Ini marshmallow nya halal nggak bu?” dan kemudian terjadilah percakapan kecil soal makanan:

ALia : Ini marshmallownya halal ya bu?

Ibu : Iya kak, ini halal.

Alia : Kok ibu tau?

Ibu : Ibu udah tanya ke pabriknya 🙂 (walaupun sebenrnya bukan saya yang nanya sih)

Alia : Kalau orang muslim itu nggak makan pork ya bu?

Ibu : Iya kak. Tapi kita boleh makan ayam, daging sapi, kambing, ikan…

Alia : Kalo Jojo (sahabat ALia waktu di NZ dulu) sukanya makan salami. Itu kan ada pork nya. Tapi nggak apa-apa kalo Jojo kan bukan muslim

Ibu : ALia mau makan salami? (ibu yang iseng … boleh nggak sih iseng nanya kayak gini ke anak?)

Alia : Nggak mau…. ALia kan muslim.. terus, pork kan kotor. Alia nggak mau ah kotor-kotor..

Ibu : (fiiuuh… slamet.. slamet… )

chai latte & fluffy
chai latte & fluffy

Puas ngobrol-ngobrol, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lincoln town bus stop yang ada papan tulisan Lincoln nya. Selama ini belum pernah foto di situ. Sekarang karena merasa jadi turis merasa harus foto di situ hahaha 😀

10568716_336027886551896_1198268073_n
Selain jalan-jalan sekitar Lincoln, kami juga sempat napak tilas ke Christchrch city, dan Queenstown. Kami juga sempat mampir ke Invercargill untuk mewujudkan keinginan bapak Abink yang dulu selalu saya tolak. Kali ini karena (lagi-lagi) merasa turis, jadi nggak ada salahnya kita mampir ke sana. InshaaAllah cerita nya bakal di posting kalo lagi nggak males yaa….

Salam,

Keluargahussein (yang udah nggak sabar ngumpul dan liburan lagi) 🙂

Liburan Lebaran Manis

10569209_335094483311903_1045622079_n

Udah sebulan lebih nggak nge-blog, walaupun udah masuk akhir bulan Syawal, saya mau bilang Selamat Lebaran dulu buat semuanya ya… Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga..

Kalau lebaran tahun lalu saya sendirian, tahun ini saya nggak sendiri lagi karena 2 orang kesayangan datang jauh-jauh dari Indonesia untuk berlebaran di New Zealand. Sebenernya tujuan awalnya bukan untuk lebaran siih.. Tapi Bapak Abink lagi ada join research dan tugas lain yang mengharuskan untuk datang ke New Zealand. Karena kebetulan waktu kosongnya pas libur lebaran, jadilah sekalian merayakan lebaran di NZ. Jauh-jauh hari setelah tau bapak ABink bakal ada tugas ke NZ, saya udah nitip pesen kalo saya pengen Alia diajak juga.. Awalnya agak ragu sih ngajak Alia karena kami (saya dan bapak Abink) sama-sama punya agenda kerjaan. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan Alia diajak ke NZ dengan beberapa konsekuensi yang sudah kami sepakati bersama.

Sebulan sebelum berangkat ke NZ, Alia udah mulai itung-itung hari, sambil merencanakan kepingin ketemu siapa aja di NZ (tentunya sahabat-sahabat nya di Kindy dulu). Dan setiap dia minta saya pulang ke Malang, saya selalu bilang “kan Ibu tunggu kk Alia mau ke Lincoln dulu..” dan itu berhasil bikin dia jadi hepi lagi 🙂

Nungguin orang-orang tersayang yang mau dateng memang bener-bener bikin semangat, happy, deg-deg an sekaligus lapar mata dan menguras dompet. Kenapa? Karena sebelum mereka datang saya memang niat mau beli baju-baju hangat buat Alia karena baju2 hangat ALia dulu udah nggak muat dan udah dihibahkan juga. Tapi setiap keluar dari toko anak-anak, adaa aja bonusnya 🙂 Buat bapak ABink gimana? Buat bapak Abink nggak perlu beli karena jaket n thermalnya masih lengkap.. Cuma perlu nambah beli kaos kaki dan kaos tangan aja.

Di hari mereka datang, saya dibantu seorang  teman baik untuk jemput mereka dan kemudian nginep di rumah teman tersebut selama 2 minggu. Nginep di rumah keluarga yang luar biasa baiknya ini bikin kami merasa beruntung punya teman/saudara walaupun jauh dari kampung halaman. Terimakasih ya mas, mbak…. You know who you are!

Hari lebaran di NZ tahun ini diumumkan secara mendadak. Kok iso? DI sore hari tanggal 27 Juli beberapa umat muslim sudah pergi untuk melihat hilal tapi belum terlihat. Jadi diumumkan bahwa lebaran di NZ bakal jatuh di tanggal 29 (bukan 28). Tapi ditengah malam, ternyata pengumuman itu direvisi dan ditetapkan lebaran jatuh tanggal 28. Bahkan ada beberapa teman yang nggak tahu kalau ada revisi pengumuman itu heheheh….

Lebaran1

Kalau tahun-tahun sebelumnya kami sholat ied di kota, tahun ini warga muslim di Lincoln juga mengadakan sholat idulfitri di mushala kampus. Karen kami nggak punya kendaraan, jadi kami memang sudah berniat untuk sholat di kampus aja. selain itu, saya ada janji meeting kerjaan nggak bisa di batalkan di hari itu. Karena kebetulan saya lagi nggak sholat, jadilah saya nitip Alia ke teman-teman Indonesia di sana. Nggak mungkin juga ALia ikutan ke shaf laki-laki sama Bapak Abink 🙂 Lagi-lagi saya bersyukur punya saudara yang baik-baik di sini…

Lebaran tahun ini jadi lebaran yang sangat berkesan buat saya. Setelah lebaran sendirian tahun lalu, dan menahan diri untuk nggak terlalu berharap jalan-jalan di NZ sama ALia dan bapak Abink lagi, akhirnya Allah ngasih kejutan manis di tahun ini. Menyusuri jalan yang dulu pernah kami lewati, menyusuri lapangan belakang rumah kami dulu, menemani Alia main di tempat bermain favoritnya waktu kecil, menghabiskan sore di cafe favorit kami ditemani sepotong salmon bagel dan yang terpenting, mereka ada di sini dan kami merayakan lebaran bersama. Sekeluarga!

Teh Anget

894451_278083719012980_1866033612_oPagi-pagi keinget anak kecil solehah ku yang sekarang udah besar .. udah 5 tahun !

Inget 3 tahun lalu waktu mama saya main ke New Zealand, dan ALia masih 2 tahun umurnya. Kebetulan saya biasakan makanan/minuman Alia nggak pake gula garam sampe umur setahun, trus setelahnya dia makan gula garamnya juga sedikiiitt banget. Kalo Alia lagi pengen minum teh juga biasanya saya bikin teh tawar atau pake gula dikiit banget. Sedangkan mama dan papa saya kalo minum teh harus pake gula yang banyak.. Suatu hari, di rumah kami mama saya bikin teh anget dan Alia pengen nyobain.. dan kira-kira terjadi percakapan begini:

ALia : Mama, Alia mau tea nya.

Mama : Boleh, ini anget kok.. Warm…

Alia: yummm…. (dan dia teringat-ingat selalu sama teh manis anget itu)

Besoknya…..

Alia : Ibu, Alia mau minum tea.

Saya: Oke Alia, ibu bikin yaa (dan saya bikin teh hangat dengan gula seujung kuku)

Setelah Alia minum teh bikinan saya….

Alia : Ibu, Alia maunya teh anget… yang warm…

Saya : Iya itu kan ibu bikinnya anget, nggak panas kok…

Alia: Tea nya Ibu nggak warm.. Alia mau yang warm kayak yang mama bikin kemarin….

Ternyata (dulu) Alia mengasosiasikan WARM=SWEET , “anget” itu artinya “manis” hahaha….

I miss you Alia……

Weekend Update

Hari ini diem di rumah karena mau nyuci, bersih2 rumah, masak untuk beberapa hari dan Skype sama Alia & Bapak Abink. Hasilnya? Nyuci beres.. Rumah bersih walaupun kurang sempurna, Belajar, dapet lah sedikit-sedikit.. Skype dan telpon SUkses!!

Seharian vIdeocall dua kali. Nelpon sampe 4 kali dan nggak cuma sebentar. Obrolan hari ini ditutup dengan dengerin Alia n Bapak Abink main jual-jualan dan sekolah-sekolahan. Dan, saya sukses bangga denger bapak Abink yang dengan sabar ngeladenin Alia main, dan bangga karena ALia udah pinter banget baca bukunya..

Ceritanya bapak ABink jadi muridnya, Alia jadi gurunya. Karena ini ceritanya waktu tidur siang untuk murid-murid, jadi gurunya bacain cerita di tempat tidur. Bapak Abink pilih cerita tentang princess Sofia untuk dibacain Alia. Ada yang lucu, pas Alia baca di bagian sofia bilang “I don’t know how to be myself and a princess at the same time“. ALia baca kata “know” nya pake dikasih huruf K jelas didepannya jadi kedengerannya kayak “kenow”. Pas dibenerin sama bapak Abink, dia bilang “itu kan di depannya da huruf K nya bapaaak…” Jadiah bapak Abink yang beralih peran jadi guru untuk menjelaskan ke anak kecil yang bahasa Inggrisnya udah mulai medok (tapi kita semua sayang) itu.

Baruuuu aja telpon ditutup tapi sayanya udah kangen lagi hehhehe…. Weekend depan kita ngobrol seharian lagi ya kk ALiaa… Aymisyu anak solehah-ku….

skype

Mood Booster Saya Adalah………

IMG_20140225_213708

Minggu ini termasuk minggu yang berat buat kami (saya sih, lebih tepatnya). Kenapa? Karena di tengah Minggu saya harus balik lagi ke New Zealand, ninggalin Alia dan Bapak Abink. Jangan ditanya gimana rasanya, kali ini rasanya lebih sedih daripada perpisahan pertama kami di bulan Juli lalu walaupun lebih minim air mata. Mungkin karena saya merasa di Malang adalah zona nyaman saya dan saya merasa dibutuhkan untuk ngurus rumah (tangga) di Malang. Tapi, karena rejekinya masih di NZ ya dinikmati dan disyukuri aja. Kalo dibawa sedih malah nggak produktif nanti. Ya nggak?

Perjalanan Malang-Surabaya-Denpasar-Sydney-Christchurch cukup menyenangkan. Sampe di Christchurch, cuaca sangat cerah dan saya dijemput temen pake mobilnya yang dulu pernah jadi mobil saya. Begitu masuk mobil, lewat jalan2 yang pernah kami bertiga lewatin, ditambah cuaca cerah langsung inget Alia dan Bapak Abink. Biasanya kalo cuaca cerah kami suka jalan-jalan. Tapi kali ini saya sendirian di NZ 😦

Begitu masuk flat, saya langsung disibukkan dengan urusan administrative kayak laporan ke landlord kalo saya udah masuk rumah dan nelpon ke perusahaan listrik untuk sign up account baru di rumah baru. Begitu abis maghrib, leyeh-leyeh di sofa jadi terasa sepinya dan saya keinget bapak Abink dan Alia karena lay out flat lama tapi baru ini sangat mirip rumah kami yang dulu. Bedanya, lagi-lagi saya sekarang sendirian 😦

Sehari setelah saya nyampe New Zealand, saya langsung ke kampus. Saya juga sudah langsung ada janji ketemu beberapa orang untuk urusan kerjaan. Sampe sehari setelahnya saya juga masih disibukkan dengan urusan kerjaan sampe sore. Begitu saya memutuskan untuk mulai pegang thesis lagi, saya dapet kabar kalo Alia demam. Jadi nggak konsen dan memutuskan pulang sambil mampir belanja ke supermarket. Sedihnya jadi bertambah-tambah 😦 Pengeeen banget bawa Alia dan Bapaknya kesini sama saya. Tapi karna kondisi nggak memungkinkan, jadi pinggirin dulu pikiran itu. Ganti dengan pikiran positif, Alhamdulillah banyak saudara di sana yang bisa bantu jaga Alia…

Walaupun sedih (pake banget) pisahan sama keluarga lagi, tapi nggak sampe dibawa berlarut-larut kok.. Hari Sabtu kemarin saya sengaja tinggal dirumah selain karena ada janjian sama Landlord yang mau datang, juga biar bisa Skype sama Alia. Dan anak kecil ku yang sudah sembuh dari demamnya langsung pamer boneka minion barunya, cerita ini itu sambil sarapan pizza 🙂

ALia pake kacamata Minion :)
ALia pake kacamata Minion 🙂

Abis Skype sama bapak Abink n Alia, mood saya jadi bagus banget 🙂 bisa nyiapin bahan tutoring minggu depan, baca-baca buat thesis, sampe bisa  update blog segala hahahha 😀 Ternyata mood booster saya bukan (window) shopping, makan di resto mahal atau ngopi2 di café.. Cukup ngobrol sama Alia n bapak Abink dan semangkok (besar) mixed vegetable salad. Aaaahh….. indahnya hidupkuuuuu…… ALhamdulillah, terimakasih Allah…..

No More Baby Alia : She is turning 5 !

DSC_0012_edit

Cepet banget siih kamu gedenya naakkk…. Udah suka Princess n Barbie, suka pake lotion n lipstick ibu, suka pake-pake parfum, suka  pake spatu high heels (yang kadang2 suka ibu sembunyiin), suka bikin pertanyaan-pertanyaan ‘menantang’,.. Udah 5 tahun aja nih bebi kecil nya Bpak Ibu yang lahirnya cuma 2.6 kg yang dulu suka dicium-cium lehernya yang ‘apek’ tapi enak ituu…

Ulang tahun ALia kali ini memang sudah ditunggu-tunggu sama si anak kecil karena Ibu janji akan ada di Indonesia pas ultah Alia. Beberapa minggu sebelumnya, saya dan Bapak ABink udah sepakat untuk nggak ngadain acara apa-apa untuk ultah Alia kecuali tiup lilin di sekolah dan makan malam bareng keluarga dekat, nggak pake ngirim undangan. Toh acaranya di sekolah dan temen-temannya pasti dateng ke sekolah. Biasanya, di sekolah ALia, kalo ada acara ultah yang pake undangan suka ‘ditagih’ kado. Kami nggak pengen temen-temen alia merasa terbebani harus bawa kado. Saya juga wanti-wanti ke bu guru kalau temen-temen nggak usah diingetin untuk bawa kado. Menurut kami, esensi acara ulang tahun kan untuk bersyukur, berbagi kebahagiaan dan berdoa bersama. Goody bags yang dibagikan pun sangat sederhana. Tapi yang ultah cukup senang dengan goody bags gambar princess kesukaannya. Ibu nya juga senang karena isi goody-bag nya bisa dibilang environmental friendly karena wadah-wadahnya bisa dipake lagi dan minim bungkus plastik sekali pake. Bapaknya pun hepi karena bajetnya masih sesuai target 🙂

20140128_085403 20140128_090302 20140128_090425 20140128_091125 20140128_09254720140128_093718

Nggak terasa udah punya anak umur 5 tahun, bukan balita lagi.. Anaknya juga udah ngerasa besar udah pengen punya adek  masuk SD katanya..  Beberapa waktu lalu pas gathering di sekolah Alia saya ngobrol sama mama salah satu teman akrab ALia di sekolah, ceritanya ALia dan temannya ini udah punya rencana sendiri mau masuk SD bareng2 dan sekolah di SD yang sama hihihi,… Padahal, saya dan bapak Abink maunya Alia ngulang TK B aja lagi, biar puas main-main, selain susah juga cari SD yang mau nerima anak dibawah 6 tahun.

Si anak 5 tahun ini juga udah asik kalo diajak jalan-jalan. Beberapa waktu lalu kami sempat jalan-jalan ke Jogja dan ke Singapore, Alia udah asik diajak main.. Nggak penakut, nggak rewel dan kuat jalan 🙂

Sedihnya, 3 minggu lagi Ibu harus balik ke NZ. Alia udah dikasih tau jauh-jauh hari dan dibilangin kalo Ibu bakal segera pulang lagi atau Alia n Bapak ABink yang bakal visit Ibu ke NZ. Kalo disuruh pilih, dia pilih visit Ibu ke NZ biar bisa ketemu temen2nya, bisa main ke library yang dulu sering didatengi, main ke Hagley Park dan minum fluffy di Coffee Culture 🙂 Kalau Ibu yang disuruh pilih, mending Ibu aja yg pulang ke Indonesia biar nggak berat di ongkos hahahha 😀 Tapi, siapa tahu Allah kasih rejeki buat kami liburan ke NZ sama anak umur 5 tahun yang udah asik di ajak jalan-jalan ini…. 🙂

Alia mau punya adek……

mom n alia

Kalau ditanya, mau punya anak berapa, sebelum punya Alia saya pengen punya dua anak. Tapi setelah Alia lahir, saya sempat kepikiran punya satu aja. Banyak temen-temen yang bilang jangan punya anak cuma satu, yang kasian anaknya lah, yang nanti jadi anak manja, yang nanti kalo kita tua nggak ada nemenin, dan sederet alasan lain. Tapi sampai kira-kira setahun lalu, saya masih nggak kepikiran mau punya anak lagi. Tapi, beberapa bulan belakangan ini saya kepengeeen banget punya bayi lagi….

Eh, tapi nggak kok, saya belum hamil lagi, walaupun udah pengen banget punya bayi lagi… Ditambah akhir-akhir ini Alia memang sering bilang kalo pengen punya adek, dan menurut guru di sekolahnya, dia ‘lumayan’ ngemong kalo sama anak yang lebih kecil di sekolah. Tapi karena pertimbangan sekolah saya yang belom slesai, dan umur saya masih lumayan muda (uhuk!), jadi kami memutuskan untuk mengajukan proposal sama Allah biar dikasih tambahan anaknya nanti dulu aja.. yaaa kira-kira 2 tahun lagi lahh… (bilang aamiin buat kami plisss…)

Sebenernya posting kali ini mau share rekaman chit-chat sama Alia beberapa hari yang lalu tentang keinginannya punya adek… enjoy!

Alia : Ibu, Alia mau punya adek.
Ibu : Iya, inshaaAllaah.. Tapi kan Alia udah punya Qiika & Kenzie (sepupu-sepupunya).
Alia : iya sih, tapi kan Alia mau adek yang bobok di rumah Alia. (Alia lagi suka ngomong “iya sihh” atau “enggak siih”)
Ibu : Oke, nanti kita minta Qiika sama Kenzie nginep di rumah Alia yaa…
Alia : Bukan gituuu.. Alia mau adeknya bobok di sini lamaa… trus Ibu nya yang ini (nunjuk ke Ibu) sama kayak ibu nya Alia.

Sore harinya pas kita lagi di mobil…

Alia : Ibu, Alia mau punya Adek.
Ibu : Iya inshaaAllah ya kak, nanti kalau Ibu sudah selesai sekolah.
Alia : Alia tau gimana caranya biar adeknya cepet dateng.
Ibu, sini Alia bisikin…..
(bisik-bisik) “Ibu harus minum susu, kalo yang cokelat adeknya agak lama lahirnya, tapi kalo yang strawberry adek nya bisa langsung ada”
Ibu : Kok Alia tau?
Alia : Iya, nonton di TV
Ini anak kayaknya korban iklan susu ibu hamil wkwkwkw….

Besok paginya, bangun tidur, nonton TV ber-tiga sambil leyeh-leyeh di sofa
Alia     : Bapak, Alia mau punya Adek.
Bapak : Iya inshaaAllah nanti kalo Alia sudah 7 tahun yaa.
Alia     : Kenapa? Sekarang aja..
Bapak : Tunggu Ibu selesai sekolah.. Kalau sekarang siapa yang nemenin adeknya nanti?
Alia      : Alia sudah bisa pangku kok..
Bapak : Alia mau adeknya girl or boy?
Alia     :hhmmmmm??? (mikir)
Bapak : Boy aja yaaa.. biar seru main-main sama Alia
Alia     : Loh enggak Bapak… Ya terserah Allah aja..
Oooohh, wise sekali anakkuu…… Semoga Allah mengabulkan keinginanmu 2 tahun lagi ya Kakak Alia…. 🙂