Sekolah Impian

Waktu saya kecil setiap ditanya cita-cita saya apa, selalu saya jawab “mau jadi guru TK”. Saya ingat betul, waktu itu nenek saya pernah bilang “Jangan jadi guru. Guru itu gajinya kecil”. Dari situ, saat saya sma saya mulai berpikir untuk merubah sedikit cita-cita saya, dari “guru Tk” menjadi “guru dan pemilik TK” 🙂 cerdas nggak tuh? Sekarang gimana? Sekarang saya masih tetep pengen punya early childhood centre sendiri seperti yang saya tulis di halaman ini.

Kebetulan sekali mb Joeyz lagi bikin ‘sayembara’ tentang sekolah impian.  Jadi kalau punya rejeki, sekolah macam apa yang pengen saya dirikan? Udah ketebak lah ya kalo say pengen bikin TK 🙂 trus TK macam apa?

Pertama-tama, saya pikir bukan cuma anak di daerah terpencil/tdk mampu saja yang membutuhkan pendidikan berkualitas. Anak-anak di kota pun butuh pendidikan yang berkualitas. TK impian saya ini bias di aplikasikan di desa maupun di kota (kayak kampanye ya). Bayarnya gimana? Bayarnya subsidi silang aja. Yang mampu bayar, yang nggak mampu nggak usah bayar, kan punya cadangaan 10M.. Beberapa poin tentang sekolah impian saya:

Menghargai anak-anak sebagai pribadi-pribadi yang unik (udah kayak iklan belum nih kalimatnya?). Karena setiap anak itu unik, jadi jangan merasa aneh kalau setiap anak punya keinginan, kemampuan dan pendapat yang berbeda. Di sekolah saya nanti, setiap murid bakal di-encourage untuk mengungkapkan pendapatnya, apapun itu. Di sekolah bakal ditanamkan kalau berbeda itu bukan masalah. Jadi, guru sebagai fasilitator harus benar-benar menghargai pendapat setiap anak. Nggak ada gambar siapa lebih bagus dari siapa. Setiap anak punya kreatifitasnya masing-masing. Nggak ada yang salah kalau anak menggambar daun berwarna pink, bukan hijau. Kebetulan, kami punya pengalaman tentang ini di sekolah Alia di NZ yang pernah diceritakan bapak Abink di sini. Kalau anak-anak sudah terbiasa dengan perbedaan, sudah pasti Indonesia di masa depan akan semakin damai. Nggak ada lagi tuh yang putus silaturahim gara-gara beda pilihan capres 🙂

Untuk menunjang penghargaan terhadap setiap pribadi anak yang unik, di sekolah saya nanti bakal ada sesi di mana setiap anak bebas memilih kegiatan apa yang ingin dilakukan. Bebas. Misalnya, kegiatan membuat kerajinan tangan. Kalau di sekolah-sekolah pada umumnya semua anak akan membuat kerajinan tangan yang sama, di sekolah saya nanti anak-anak bebas membuat kerjinan tangan sesuai keinginannya. Boleh menggunting kertas, menempel, membuat sesuatu dari kardus, dari ranting, melukis, terserah mereka. Mereka (walaupun masih anak-anak) berhak menentukan pilihan.

Mengajarkan nilai kasih sayang, saling menghargai dan sopan-santun. Walaupun anak-anak bebas berpendapat dan bebas menentukan pilihan, di sekolha tetap diajarkan bagaimana ber sopan-santun. Bagaimana harus menghormati yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda. Tidak  boleh ada bullying dan kekerasan sama sekali di sekolah saya nanti.

Sekolah dengan arena bermain yang luas. Arena bermain yang saya maksud di sini bukan di dalam ruangan ya. Di luar ruangan. Kenapa luar ruangan? Tau kan kalau anak kecil itu nggak bias diem dan cepat bosan? Coba bayangkan kalau sekolah anak-anak minim tempat bermain luar ruangan. Kita aja yang kalo diminta stay di dalem ruangan bakal bosen dan nggak produktif kan.. Apa lagi anak-anak. Selain itu, di Tk saya nanti anak-anak bakal di encourage untuk bermain di luar banyak-banyak. Tanpa takut kotor!

Di TK saya nanti juga bakal ada kebun sayur yang ditanam oleh anak-anak danada hewan peliharaan seperti ayam, kelinci, ikan (sekarang sih cuma tiga hewan itu yang ada di pikiran saya, secara saya ‘geli’ sama segala jenis binatang). Dari situ anak-anak belajar tentang sains, belajar bersyukur, berbagi, sekaligus belajar menghargai orang lain.

Nggak boleh bawa snack kemasan untuk bekal. Jaman sekarang kan penyakit makin aneh-aneh ya.. Diduga, berbagai penyakit muncul karena gaya hidup dan makanan yang nggak sehat. Makanya di sekolah saya nanti anak-anak akan dapat snack sehat dan buah-buahan. Anak-anak boleh juga bawa bekal dari rumah, tapi harus bekal sehat (sehat bukan berarti nggak enak kan!). Kalau anak-anak bawa homemade food, pasti lebih sehat dan akan mengurangi sampah juga. Misal nih ya, di TK saya nanti ada 40 orang murid. Kalau setiap hari mereka bawa bekal snack kemasan, bakal berapa banyak plastic yang terkumpul selama sehari, sebulan, setahun? Selain sehat, juga mengajarkan mereka untuk menjaga lingkungan. Anak kecil itu makhluk paling pinter loh.. Kalau di sekolah ditanamkan bagaimana cara menjaga kesehatan dan menjaga lingkungan, diharapkan ini akan menjadi kebiasaan sampai mereka besar nanti.

Mengajarkan ‘hidup sederhana’. Sebisa mungkin sekolah akan memanfaatkan barang-barang bekas untuk sarana bermain dan belajar. Sebisa mungkin tidak mendorong anak untuk beli, beli dan beli. Tapi gunakan barang bekas yang masih bias dimanfaatkan. Banyak kok yang bias kita bikin dari barang bekas. Contohnya: sock puppets dari kaus kaki bekas atau yang ilang sebelah. Anak-anak pasti seneng bikinnya dan kalo udah jadi bias di lanjut bikin pertunjukannya di sekolah.

Sock puppet. pic from www.aokcorral.com
Sock puppet. pic from http://www.aokcorral.com

Berusaha menggunakan bahan dari alam untuk media bermain dan belajar. contonya nih melukis dengan media daun atau melukis di batu.

pic from www.lushome.com
pic from http://www.lushome.com
pic from www.indesignartandcraft.com
pic from http://www.indesignartandcraft.com

masih dalam rangka ‘hidup sederhana’, anak-anak boleh merayakan ulang tahun di sekolah, tapi tanpa bagi-bagi goodie bag mewah, tanpa kue tart yang mewah. Sekolah yang akan memfasilitasi ‘pesta’ ulang tahun untuk anak. Maksudnya apa? Maksudnya supaya anak-anak (atau orang tuanya) nggak terbiasa ‘pamer’ dan saling berlomba mengadakan pesta ultah nan meriah (dengan bingkisan yang mahal) di sekolah 🙂

Guru yang fun, tidak berhenti bercerita dan bertanya kepada anak-anak. Dengan bertanya dan bercerita akan merangsang anak untuk berpikir dan kreatif. Jadi, guru-gurunya harus dipastikan sayang anak, dan nggak capek ngomong sama anak-anak. Lemah lembut, tapi bias tegas di saat yang dibutuhkan. Para guru juga harus terlibat dalam semua kegiatan anak-anak (baca:nggak jaim alias jaga image).

Orang tua murid yang berkomitmen untuk mendukung program sekolah. Ini penting banget ya, walaupun mungkin untuk ibu bekerja agak susah menyediakan homemade food (no-wrap) untuk anak-anaknya, tapi nggak ada yang nggak mungkin kok.Percuma juga kalo disekolah anak-anak diberi kebebasan berimajinasi, tapi di rumah masih sering dihakimi dan dibanding-bandingkan. Jadi, komitmen orang tua penting!

Sepertinya sekolah impian saya biasa-biasa aja dan cenderung ‘kejam’ ya? Intinya, saya pengen anak-anak jadi long-life learner  jadi pribadi yang selalu bersyukur dan mudah berempati, peduli dengan alam, keluarga dan diri sendiri. Sebenernya masih banyak lagi nih, tapi untuk sekarang cukup itu dulu deh ya.. Itu menurut saya seperti ‘filosofi’nya sekolah impian saya nanti.

Menangin saya dong teacher Joeyz sekolah ini bukan mustahil untuk di bangun di Indonesia untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Apalagi kalau ada dana 10 M 🙂 … Saya mupeng sama novel & tas nyaa.. atau kalau nggak dapet yang itu, blazer merahnya boleh juga 🙂

Advertisements

Napak Tilas New Zealand 2014: Lincoln

Waktu pertama kali ketemu Alia dan Bapak ABink di Christchurch Airport, rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan #lebay. Tapi beneran loh, karena waktu bapak Abink harus kembali kerja di Indonesia dan saya balik ke New Zealand tanpa mereka, rasanya agak-agak berlebihan untuk minta Alia dan bapak Abink untuk balik ke New Zealand, walaupun cuma untuk sekedar liburan. Selain karena agak susah ngatur waktunya, tapi alesan utama sih karena budget liburan ke New Zealand itu ‘lumayan banget’ buat kami 🙂

Tapi, rejeki itu memang sudah ada yang atur ya.. di saat saya menyibukkan diri dan menguatkan hati untuk kembali ke NZ tanpa mereka, ada kabar kalau bapak ABink bakal ada kerjaan ke New Zealand selama 2 minggu. Tapi, pertanyaan selanjutnya ‘apa Alia mau diajak juga?’ Lagi-lagi kami galau karena jadwal keberangkatan bapak ABink ke sini nggak bertepatan dengan liburan semester di sini, yang artinya saya masih harus kerja dan bapak Abink juga bakal punya jadwal meeting yang lumayan padat. Tapi, setelah sepakat untuk nemenin Alia nya gantian jadilah diputuskan untuk bawa Alia, lumayan ketemu 2 minggu melepas kangen 🙂

Trus apa aja kegiatan kami selama 2 minggu di NZ? DI hari pertama mereka datang, langsung jalan-jalan keliling kampus, nostalgia untuk bapak Abink dan Alia. Lewat lapangan belakang rumah kami dulu, library, office bapak dulu, dan jalan-jalan seputar kampus yang sering kami lewati dulu.

Ivey Hall -Lincoln University Library
Ivey Hall -Lincoln University Library
Bug hotel
Bug hotel di kampus
Lincoln University Bus Stop
Lincoln University Bus Stop

Selain jalan-jalan di sekitar kampus, kami juga sempat jalan-jalan ke lincoln town (sekitar 2km dari kampus). Sempat ajak Alia masuk ke Lincoln Library yang baru di renovasi. ALia samapi nggak percaya library nya jadi bagus.. Dulu, waktu rumah kami masih di depan library, saya sering banget ajak Alia ke library. Setiap seminggu sekali saya juga biasa bawa Alia ikutan toddler time di library. Jadi Lincoln library lumayan punya kenangan buat Alia..

(new) Lincoln Library
(new) Lincoln Library

Setelah dari library, kami nyebrang ke cafe favorit untuk menikmati chai latte (dan fluffy untuk Alia). Ngomong-ngomong soal fluffy, biasanya di sini fluffy selalu di sajikan dengan marshmallow. Tapi dari dulu, kami udah kasih tau Alia kalau marhmallow yang di cafe-cafe itu kita nggak tau apakah gelatine nya halal atau nggak. Kadang gelatine juga dibuat dari babi. Jadi, dari dulu Alia nggak pernah makan marshmallow di new zealand. Bukan karena semua marshmallow di sini nggak hahal, tapi karena saya males cari tau merek marshmallow mana yang halal. Pernah sih sekali tanpa sengaja saya nemu postingan orang jual marshmallow halal di trade me, dan saya beli buat Alia. Dan selama beberapa tahun di NZ, Alia cuma makan marhsmallow sekali itu aja 🙂

Nah beberapa bulan lau saya baru tau kalo ternyata  ada juga marshmallow halal yang di jual di supermarket. Waktu alia ke sini kemaren, saya beli sekantong marshmallow untuk Alia. Yang pertama kali keluar dari mulut ALia waktu tau saya beliin marshmallow “Ini marshmallow nya halal nggak bu?” dan kemudian terjadilah percakapan kecil soal makanan:

ALia : Ini marshmallownya halal ya bu?

Ibu : Iya kak, ini halal.

Alia : Kok ibu tau?

Ibu : Ibu udah tanya ke pabriknya 🙂 (walaupun sebenrnya bukan saya yang nanya sih)

Alia : Kalau orang muslim itu nggak makan pork ya bu?

Ibu : Iya kak. Tapi kita boleh makan ayam, daging sapi, kambing, ikan…

Alia : Kalo Jojo (sahabat ALia waktu di NZ dulu) sukanya makan salami. Itu kan ada pork nya. Tapi nggak apa-apa kalo Jojo kan bukan muslim

Ibu : ALia mau makan salami? (ibu yang iseng … boleh nggak sih iseng nanya kayak gini ke anak?)

Alia : Nggak mau…. ALia kan muslim.. terus, pork kan kotor. Alia nggak mau ah kotor-kotor..

Ibu : (fiiuuh… slamet.. slamet… )

chai latte & fluffy
chai latte & fluffy

Puas ngobrol-ngobrol, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lincoln town bus stop yang ada papan tulisan Lincoln nya. Selama ini belum pernah foto di situ. Sekarang karena merasa jadi turis merasa harus foto di situ hahaha 😀

10568716_336027886551896_1198268073_n
Selain jalan-jalan sekitar Lincoln, kami juga sempat napak tilas ke Christchrch city, dan Queenstown. Kami juga sempat mampir ke Invercargill untuk mewujudkan keinginan bapak Abink yang dulu selalu saya tolak. Kali ini karena (lagi-lagi) merasa turis, jadi nggak ada salahnya kita mampir ke sana. InshaaAllah cerita nya bakal di posting kalo lagi nggak males yaa….

Salam,

Keluargahussein (yang udah nggak sabar ngumpul dan liburan lagi) 🙂

Liburan Lebaran Manis

10569209_335094483311903_1045622079_n

Udah sebulan lebih nggak nge-blog, walaupun udah masuk akhir bulan Syawal, saya mau bilang Selamat Lebaran dulu buat semuanya ya… Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga..

Kalau lebaran tahun lalu saya sendirian, tahun ini saya nggak sendiri lagi karena 2 orang kesayangan datang jauh-jauh dari Indonesia untuk berlebaran di New Zealand. Sebenernya tujuan awalnya bukan untuk lebaran siih.. Tapi Bapak Abink lagi ada join research dan tugas lain yang mengharuskan untuk datang ke New Zealand. Karena kebetulan waktu kosongnya pas libur lebaran, jadilah sekalian merayakan lebaran di NZ. Jauh-jauh hari setelah tau bapak ABink bakal ada tugas ke NZ, saya udah nitip pesen kalo saya pengen Alia diajak juga.. Awalnya agak ragu sih ngajak Alia karena kami (saya dan bapak Abink) sama-sama punya agenda kerjaan. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan Alia diajak ke NZ dengan beberapa konsekuensi yang sudah kami sepakati bersama.

Sebulan sebelum berangkat ke NZ, Alia udah mulai itung-itung hari, sambil merencanakan kepingin ketemu siapa aja di NZ (tentunya sahabat-sahabat nya di Kindy dulu). Dan setiap dia minta saya pulang ke Malang, saya selalu bilang “kan Ibu tunggu kk Alia mau ke Lincoln dulu..” dan itu berhasil bikin dia jadi hepi lagi 🙂

Nungguin orang-orang tersayang yang mau dateng memang bener-bener bikin semangat, happy, deg-deg an sekaligus lapar mata dan menguras dompet. Kenapa? Karena sebelum mereka datang saya memang niat mau beli baju-baju hangat buat Alia karena baju2 hangat ALia dulu udah nggak muat dan udah dihibahkan juga. Tapi setiap keluar dari toko anak-anak, adaa aja bonusnya 🙂 Buat bapak ABink gimana? Buat bapak Abink nggak perlu beli karena jaket n thermalnya masih lengkap.. Cuma perlu nambah beli kaos kaki dan kaos tangan aja.

Di hari mereka datang, saya dibantu seorang  teman baik untuk jemput mereka dan kemudian nginep di rumah teman tersebut selama 2 minggu. Nginep di rumah keluarga yang luar biasa baiknya ini bikin kami merasa beruntung punya teman/saudara walaupun jauh dari kampung halaman. Terimakasih ya mas, mbak…. You know who you are!

Hari lebaran di NZ tahun ini diumumkan secara mendadak. Kok iso? DI sore hari tanggal 27 Juli beberapa umat muslim sudah pergi untuk melihat hilal tapi belum terlihat. Jadi diumumkan bahwa lebaran di NZ bakal jatuh di tanggal 29 (bukan 28). Tapi ditengah malam, ternyata pengumuman itu direvisi dan ditetapkan lebaran jatuh tanggal 28. Bahkan ada beberapa teman yang nggak tahu kalau ada revisi pengumuman itu heheheh….

Lebaran1

Kalau tahun-tahun sebelumnya kami sholat ied di kota, tahun ini warga muslim di Lincoln juga mengadakan sholat idulfitri di mushala kampus. Karen kami nggak punya kendaraan, jadi kami memang sudah berniat untuk sholat di kampus aja. selain itu, saya ada janji meeting kerjaan nggak bisa di batalkan di hari itu. Karena kebetulan saya lagi nggak sholat, jadilah saya nitip Alia ke teman-teman Indonesia di sana. Nggak mungkin juga ALia ikutan ke shaf laki-laki sama Bapak Abink 🙂 Lagi-lagi saya bersyukur punya saudara yang baik-baik di sini…

Lebaran tahun ini jadi lebaran yang sangat berkesan buat saya. Setelah lebaran sendirian tahun lalu, dan menahan diri untuk nggak terlalu berharap jalan-jalan di NZ sama ALia dan bapak Abink lagi, akhirnya Allah ngasih kejutan manis di tahun ini. Menyusuri jalan yang dulu pernah kami lewati, menyusuri lapangan belakang rumah kami dulu, menemani Alia main di tempat bermain favoritnya waktu kecil, menghabiskan sore di cafe favorit kami ditemani sepotong salmon bagel dan yang terpenting, mereka ada di sini dan kami merayakan lebaran bersama. Sekeluarga!

Pelajaran Hari Ini

Saya termasuk orang yang susah untuk bilang “nggak”, termasuk sama diri sendiri. Hari ini saya presented di internal conference di kampus tapi rasanya nggak maksimal secara di awal saya register udah ragu-ragu,  karena udah pernah ikut tahun lalu dan saya juga baru ikut thr3sis competition di bulan Juni lalu. Tapi ketika spv saya yang biasanya cuek bebek meng-encourage saya untuk ikut, saya jadi nggak bisa nolak dan akhirnya saya kirim abstract penelitian saya tepat di hari terakhir batas pengiriman abstract, dan kirim power point presentasi ke panitianya pun telat (sampe harus di tagih). Malu siih, tapi karena saya sudah bilang ‘iya’ sama pak spv jadi saya nggak bisa mundur lagi. Siap nggak siap, mau nggak mau, saya harus ngomong sesuatu kaan…Dan ternyata spv saya dateng tepat beberapa saat sebelum giliran saya presentasi.  Rasanya gimana?? Rasanya nggak sama kayak ngadepin anak-anak bule yang suke ngeyel, abis pak spv nggak ada ngomongnya… Tapi “dahi berkerutnya” sudah cukup bikin saya stress…

ALhamdulillah udah berlalu, sekarang fokus ke thesis lagi..

Pelajaran yang bisa dipetik hari ini:

  • Harus punya prioritas, jangan semua mau dilakukan tapi hasilnya malah nggak maksimal.
  • Nggak bakal bisa menyenangkan semua orang. Sebelum meng-iya-kan permintaan seseorang, tanya ke diri sendiri dulu. Ada yang bakal dikorbankan nggak? Kalau ada, sanggup hadapi resiko atas pengorbanan itu nggak? Baru bikin keputusan.
  • Preparation makes perfect.

Maaf ya yang pada mampir baca dan berharap dapet pelajaran dari tulisan ini… Ternyata ini cuma curcol-an semata..

Hello Winter !

Suhu pagi ini (8am)

Hello winter !

Winter tahun ini sepertinya terlalu cepat datang. Waktu bulan Mei belum berakhir pun suhu sudah mencapai minus 5, dan salju sudah turun. Winter tahun ini pun sepertinya perjuangan saya lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. Di akhir Mei kemarin, saya sudah merasakan harus bersepeda di tengah hujan (yang juga mengandung sedikit es) dari rumah ke kampus. Jangan ditanya dinginnya.. Kalau biasanya cuma jari-jari tangan dan kaki yang mati rasa, waktu itu rasanya sekitar mata saya juga mati rasa 🙂 Alhamdulillah jarak antara rumah ke kampus cuma 2km, atau 10 menit bersepeda. Saat pulang dari kampus juga jadi saat-saat yang ‘malesin’ alias bikin males. Kalo biasanya orang-orang pada hepi untuk pulang ke rumah, buat saya bikin males karena inget harus menembus dinginnya malam dengan bersepeda. Yang jadi penyemangat pulang adalah (lagi-lagi) bisa nelpon Alia n bapak Abink sesampainya di rumah. Tapi, aku tetap rindu rumah dekat kampus…..  Walaupun dinginnya sampe menusuk tulang, senengnya kalo pas winter gini tiap pagi bisa ngeliat bunga-bunga es di atas rumput, di atas semak-semak, di bunga, bahakan bunga es di atas mobil pun keliatan indah kalo tertimpa sinar matahari. Jadi, karena saya juga nggak akan selamanya tinggal di New Zealand dan musim juga pasti akan berganti, yang bisa (dan harus) dilakukan sekarang adalah bersyukur dan nikmati 🙂 Buat yang lagi kepanasan di Indonesia, monggo dinikmati dulu beberapa foto yang sempat saya ambil pagi ini….

Camera 360

Pine cone dan maple leaf
Pine cone dan maple leaf

Camera 360

Siap tempur :)
Siap tempur 🙂

Weekend Update #2

Udah hari Selasa, tapi masih ngomongin wiken?? Ahh nggak papa lahh, mumpung lagi ujhan bechek ngga ada ojhek jadi jam segini masih diem di kamar sambil iseng2 nulis wiken update 🙂

Video Call. Wiken ini nggak lama sih skype nya karena saya lagi banyaak kerjaan, marking 45 paper dan nge-donlot-in data dari satistics NZ orderan dari si bos yang harus diberesin secepatnya. Jadilah skype kali ini lumayan singkat, sambil makan siang dan sambil masak. Intinya nggak mau ada waktu yang kebuang hehehe…

Alia n bapak ABink cerita kalo kemarin baru ambil raport Alia di sekolah. Overall, ALia raport nya bagus, kemampuan dan keinginan membaca nya top dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Yang bikin saya lebih hepi, dia di sekolah (dan di rumah) selalu inget bilang “please, thank you, excuse me” dsb. Contohnya pas kita lagi skype tiba-tiba alia pengen main sepeda di luar dan minta ditemenin Mak Ul (ART kami). ALia bilang “Mak Ul… Alia mau minta tolong…”  iiih, manis banget deh anakku. *rabidmom mode:on

Sebagai hadiah karena ALia jadi anak manis, saya bakal kirim sesuatu yang saya pesen dari ol shop. Yang bayar tetep bapak Abink, karna kalo saya transfer dari sini fee nya lebih mahal dari harga barangnya hahhaaha.. *alesan

Green Smoothy Challenge. Awal bulan ini saya sign up untuk ikutan 30 days green smoothy challenge yang dipoplerkan oleh Jadah + Jen. Jadilah wiken kemaren kesempatan untuk beli-beli buah biar green smoothy nya nggak nge bosenin. Sebenernya saya udah lama banget nyobain green smoothy (dulu banyak orang nyebutnya green monster), trus berhenti. Sampai tahun lalu saya mulai minum green smoothy lagi tapi masih on-off suka-suka saya aja. Jadilah bulan ini saya pengen mulai rutin lagi minum green smoothy. Bukan biar kurus sih niat utamanya tapi biar sehat dan jadi kebiasaan baik. Doakan saya berhasil yaaa…

Flatmate. Flatmate saya udah dateng. Happy…. karena ga harus pulang sendirian kalo malem, bisa sepedaan berdua.. ada temen ngobrol juga di rumah.

Sekian posting tentang wiken update yang penting nggak penting ini 🙂

Weekend Update

Hari ini diem di rumah karena mau nyuci, bersih2 rumah, masak untuk beberapa hari dan Skype sama Alia & Bapak Abink. Hasilnya? Nyuci beres.. Rumah bersih walaupun kurang sempurna, Belajar, dapet lah sedikit-sedikit.. Skype dan telpon SUkses!!

Seharian vIdeocall dua kali. Nelpon sampe 4 kali dan nggak cuma sebentar. Obrolan hari ini ditutup dengan dengerin Alia n Bapak Abink main jual-jualan dan sekolah-sekolahan. Dan, saya sukses bangga denger bapak Abink yang dengan sabar ngeladenin Alia main, dan bangga karena ALia udah pinter banget baca bukunya..

Ceritanya bapak ABink jadi muridnya, Alia jadi gurunya. Karena ini ceritanya waktu tidur siang untuk murid-murid, jadi gurunya bacain cerita di tempat tidur. Bapak Abink pilih cerita tentang princess Sofia untuk dibacain Alia. Ada yang lucu, pas Alia baca di bagian sofia bilang “I don’t know how to be myself and a princess at the same time“. ALia baca kata “know” nya pake dikasih huruf K jelas didepannya jadi kedengerannya kayak “kenow”. Pas dibenerin sama bapak Abink, dia bilang “itu kan di depannya da huruf K nya bapaaak…” Jadiah bapak Abink yang beralih peran jadi guru untuk menjelaskan ke anak kecil yang bahasa Inggrisnya udah mulai medok (tapi kita semua sayang) itu.

Baruuuu aja telpon ditutup tapi sayanya udah kangen lagi hehhehe…. Weekend depan kita ngobrol seharian lagi ya kk ALiaa… Aymisyu anak solehah-ku….

skype

Note to myself: Jangan sensii…

Tiga minggu balik ke NZ sendirian setelah 3 bulan ‘liburan’ di Malang memang berat buat saya. Manalah saya harus tinggal sendiri di rumah yang berjarak sekitar 2km dari kampus, beban kerja berlipat-lipat dibanding tahun lalu, nggak bisa kerja sampai malem banget di ofis (karna ga ada mobil dan nggak berani pulang larut malam kalo naik sepeda), dan dan hal-hal lain sempat bikin saya lebih ‘sensi’ dan cepet mewek. Banyak yang bilang kalo saya itu hebat, karena bisa pisah lama sama anak dan suami.. Walaupun kadang-kadang (kadang-kadang loh yaaa..) rasa simpatik atau pujian buat saya itu suka bikin saya sensi dan jadi bikin saya merasa ‘dihakimi’. Ketika orang bilang “ya ampuun kok bisa sih jauh sama anak selama itu..” di telinga saya itu kedengarannya kayak “Ihhh .. tega amat sih kamu ninggalin anakmu selama itu..”. Walaupun mungkin dari orang yang ngomong nggak ada maksud untuk begitu.

Sensitifnya saya juga terjadi kalo lagi denger suara Alia atau bapak Abink. Kayak beberapa hari yang lalu, setelah 4 jam tutorial yang bikin saya nggak menyentuh thesis sama sekali hari itu, saya nelpon bapak Abink. Baru denger suaranya aja, saya langsung mewek.. Trus dapet voice note dari Alia juga mewek.. Bermaksud menghibur diri dengan nonton talk show di yutub, mewek lagi (karna ceritanya sedih) hihihi… Tapi, bukan bapak Abink namanya kalo nggak bisa meyakinkan saya kalau kami bakalan baik-baik aja.

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya ketemu tetangga flat saya seorang PhD student dari negara tetangga. Waktu itu saya baru pulang dari office sekitar jam 8malam. Di depan gang saya ketemu beliau yang mau balik ke kampus karena ada kerjaan dan terpaksa ninggalin anaknya yang masih 7-8 tahunan sendirian di rumah.  Mungkin kalo saya harus bawa Alia ke sini, saya nggak bakal punya keberanian untuk ninggalin Alia sendiri dirumah sementara saya ke ofis. Tapi ofkors waktu itu saya nggak bilang “wah, kamu hebat deh kok bisa ninggalin anak kamu sendirian malem-malem di rumah” 🙂 bisa-bisa saya bikin dia ‘sensi’ dan merasa dihakimi heheheh…

Tetanggaku itu bukan satu-satunya Ibu-ibu yang bawa anaknya sendirian kesini, sedangkan mereka juga harus sekolah dan suami nggak bisa ikut. Masih banyak ibu-ibu lain yang harus juggling antara sekolah, nemenin anaknya main, ngerjain tugas, nyiapin makan anak dsb. Belum lagi kalo anaknya sakit. Mereka semua jadi bikin saya lebih semangat dan lebih bersyukur. Berpikir bahwa apa yang kami jalani sekarang ini (termasuk LDM) adalah bagian dari rejeki Allah buat kami.

Ya, semua pilihan pasti butuh perjuangan dan ada konsekuensinya. Saya (dan bapak Abink) tentunya sudah melalui proses dan pertimbagan ketika kami memutuskan untuk menjalani LDM sementara. Sayapun yakin setiap ibu-ibu yang memutuskan sekolah untuk sekolah lagi dengan membawa keluarga atau tidak juga pasti punya pertimbangan sendiri. Sekarang, tinggal gimana kita menjalaninya aja. Kan kita sendiri yang menentukan kita mau sedih atau bahagia dengan pilihan kita.  Kalau lagi sedih atau khawatir saya juga selalu ingat hadist dari Al-Tarmidhi ini:

….. Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction and ease with hardship.

Udah deh, nggak usah sensi-sensi lagii 🙂 Minum hot cokelat aja yuuk ahh….. 🙂

IMG_20140316_141804

Mood Booster Saya Adalah………

IMG_20140225_213708

Minggu ini termasuk minggu yang berat buat kami (saya sih, lebih tepatnya). Kenapa? Karena di tengah Minggu saya harus balik lagi ke New Zealand, ninggalin Alia dan Bapak Abink. Jangan ditanya gimana rasanya, kali ini rasanya lebih sedih daripada perpisahan pertama kami di bulan Juli lalu walaupun lebih minim air mata. Mungkin karena saya merasa di Malang adalah zona nyaman saya dan saya merasa dibutuhkan untuk ngurus rumah (tangga) di Malang. Tapi, karena rejekinya masih di NZ ya dinikmati dan disyukuri aja. Kalo dibawa sedih malah nggak produktif nanti. Ya nggak?

Perjalanan Malang-Surabaya-Denpasar-Sydney-Christchurch cukup menyenangkan. Sampe di Christchurch, cuaca sangat cerah dan saya dijemput temen pake mobilnya yang dulu pernah jadi mobil saya. Begitu masuk mobil, lewat jalan2 yang pernah kami bertiga lewatin, ditambah cuaca cerah langsung inget Alia dan Bapak Abink. Biasanya kalo cuaca cerah kami suka jalan-jalan. Tapi kali ini saya sendirian di NZ 😦

Begitu masuk flat, saya langsung disibukkan dengan urusan administrative kayak laporan ke landlord kalo saya udah masuk rumah dan nelpon ke perusahaan listrik untuk sign up account baru di rumah baru. Begitu abis maghrib, leyeh-leyeh di sofa jadi terasa sepinya dan saya keinget bapak Abink dan Alia karena lay out flat lama tapi baru ini sangat mirip rumah kami yang dulu. Bedanya, lagi-lagi saya sekarang sendirian 😦

Sehari setelah saya nyampe New Zealand, saya langsung ke kampus. Saya juga sudah langsung ada janji ketemu beberapa orang untuk urusan kerjaan. Sampe sehari setelahnya saya juga masih disibukkan dengan urusan kerjaan sampe sore. Begitu saya memutuskan untuk mulai pegang thesis lagi, saya dapet kabar kalo Alia demam. Jadi nggak konsen dan memutuskan pulang sambil mampir belanja ke supermarket. Sedihnya jadi bertambah-tambah 😦 Pengeeen banget bawa Alia dan Bapaknya kesini sama saya. Tapi karna kondisi nggak memungkinkan, jadi pinggirin dulu pikiran itu. Ganti dengan pikiran positif, Alhamdulillah banyak saudara di sana yang bisa bantu jaga Alia…

Walaupun sedih (pake banget) pisahan sama keluarga lagi, tapi nggak sampe dibawa berlarut-larut kok.. Hari Sabtu kemarin saya sengaja tinggal dirumah selain karena ada janjian sama Landlord yang mau datang, juga biar bisa Skype sama Alia. Dan anak kecil ku yang sudah sembuh dari demamnya langsung pamer boneka minion barunya, cerita ini itu sambil sarapan pizza 🙂

ALia pake kacamata Minion :)
ALia pake kacamata Minion 🙂

Abis Skype sama bapak Abink n Alia, mood saya jadi bagus banget 🙂 bisa nyiapin bahan tutoring minggu depan, baca-baca buat thesis, sampe bisa  update blog segala hahahha 😀 Ternyata mood booster saya bukan (window) shopping, makan di resto mahal atau ngopi2 di café.. Cukup ngobrol sama Alia n bapak Abink dan semangkok (besar) mixed vegetable salad. Aaaahh….. indahnya hidupkuuuuu…… ALhamdulillah, terimakasih Allah…..

No More Baby Alia : She is turning 5 !

DSC_0012_edit

Cepet banget siih kamu gedenya naakkk…. Udah suka Princess n Barbie, suka pake lotion n lipstick ibu, suka pake-pake parfum, suka  pake spatu high heels (yang kadang2 suka ibu sembunyiin), suka bikin pertanyaan-pertanyaan ‘menantang’,.. Udah 5 tahun aja nih bebi kecil nya Bpak Ibu yang lahirnya cuma 2.6 kg yang dulu suka dicium-cium lehernya yang ‘apek’ tapi enak ituu…

Ulang tahun ALia kali ini memang sudah ditunggu-tunggu sama si anak kecil karena Ibu janji akan ada di Indonesia pas ultah Alia. Beberapa minggu sebelumnya, saya dan Bapak ABink udah sepakat untuk nggak ngadain acara apa-apa untuk ultah Alia kecuali tiup lilin di sekolah dan makan malam bareng keluarga dekat, nggak pake ngirim undangan. Toh acaranya di sekolah dan temen-temannya pasti dateng ke sekolah. Biasanya, di sekolah ALia, kalo ada acara ultah yang pake undangan suka ‘ditagih’ kado. Kami nggak pengen temen-temen alia merasa terbebani harus bawa kado. Saya juga wanti-wanti ke bu guru kalau temen-temen nggak usah diingetin untuk bawa kado. Menurut kami, esensi acara ulang tahun kan untuk bersyukur, berbagi kebahagiaan dan berdoa bersama. Goody bags yang dibagikan pun sangat sederhana. Tapi yang ultah cukup senang dengan goody bags gambar princess kesukaannya. Ibu nya juga senang karena isi goody-bag nya bisa dibilang environmental friendly karena wadah-wadahnya bisa dipake lagi dan minim bungkus plastik sekali pake. Bapaknya pun hepi karena bajetnya masih sesuai target 🙂

20140128_085403 20140128_090302 20140128_090425 20140128_091125 20140128_09254720140128_093718

Nggak terasa udah punya anak umur 5 tahun, bukan balita lagi.. Anaknya juga udah ngerasa besar udah pengen punya adek  masuk SD katanya..  Beberapa waktu lalu pas gathering di sekolah Alia saya ngobrol sama mama salah satu teman akrab ALia di sekolah, ceritanya ALia dan temannya ini udah punya rencana sendiri mau masuk SD bareng2 dan sekolah di SD yang sama hihihi,… Padahal, saya dan bapak Abink maunya Alia ngulang TK B aja lagi, biar puas main-main, selain susah juga cari SD yang mau nerima anak dibawah 6 tahun.

Si anak 5 tahun ini juga udah asik kalo diajak jalan-jalan. Beberapa waktu lalu kami sempat jalan-jalan ke Jogja dan ke Singapore, Alia udah asik diajak main.. Nggak penakut, nggak rewel dan kuat jalan 🙂

Sedihnya, 3 minggu lagi Ibu harus balik ke NZ. Alia udah dikasih tau jauh-jauh hari dan dibilangin kalo Ibu bakal segera pulang lagi atau Alia n Bapak ABink yang bakal visit Ibu ke NZ. Kalo disuruh pilih, dia pilih visit Ibu ke NZ biar bisa ketemu temen2nya, bisa main ke library yang dulu sering didatengi, main ke Hagley Park dan minum fluffy di Coffee Culture 🙂 Kalau Ibu yang disuruh pilih, mending Ibu aja yg pulang ke Indonesia biar nggak berat di ongkos hahahha 😀 Tapi, siapa tahu Allah kasih rejeki buat kami liburan ke NZ sama anak umur 5 tahun yang udah asik di ajak jalan-jalan ini…. 🙂