Dari 3 menjadi 4: Shopping Dokter Kandungan dan RS Bersalin di Malang

Setahun sebelum hamil saya memang sudah browsing dan tanya sana sini tentang dokter SpOG yang rekomended di kota Malang. Selain untuk periksa insidentil dan konsultasi aja, juga untuk persiapan kehamilan yang ke 2. Iya, saya memang punya keinginan untuk punya anak lagi setelah sekolah saya beres.

Dari rekomendasi teman-teman, di tahu 2014 saya konsultasi dengan salah satu dokter kandungan perempuan, dan lumayan cocok. Antrinya nggak begitu banyak, orangnya udah setengah baya dan keibuan, dan saya puas dengan pelayanannya.. Akhirnya waktu saya telat datang bulan di akhir tahun 2015 lalu, saya datang lagi ke beliau untuk periksa kehamilan. Sampai di bulan ke 4, ketika saya dan bapak Abink mau mulai ngobrol soal keinginan kami untuk melahirkan secara normal, belau dengan gamblang menyarankan sesar lagi aja. Kata beliau: “kalau mau punya anak cuma 2, mending sesar aja bu”.

Karena kecewa dan merasa tidak didukung, akhirnya beberapa hari setelah periksa di beliau saya memutuskan untuk periksa dan konsultasi lagi dengan dokter kandungan yang membantu kelahiran Alia dulu. Saat itu juga kami ngobrol tentang kemungkinan melahirkan normal setelah melahirkan secara caesar 7 tahun yang lalu. Jawaban dokter yang kali ini ngambang sih, “kita liat aja nanti bu.. Kalau nggak ada kendala seharusnya bisa.. tapi kita liat aja nanti”. Yaa paling nggak pak dokter ini nggak langsung menyarankan untuk sesar aja. Akhirnya saya sempat tuh kontrol 3 kali ke beliau, plus usg 4 dimensi di sana.

Baby Zidni /22-03-2016/ 30-06-2016 #son #appleofmyeye #babyboy #BabyZidni #ZidniHussein

A post shared by Raditha Hapsari (@radithahapsari) on

Masuk usia kandungan 7 bulan, saya mulai survey-survey rumah sakit bersalin. Sebenernya Pak Dokter punya RSB sendiri, dan dulu Alia lahir di sana. Tempatnya hommy dan nyaman, enak banget… Tapi, saya pengen survey-survey lagi dan pengen memastikan kalau RS tempat lahiran nanti adalah RS yang pro ASI dan IMD, secara waktu Alia lahir nggak sempat IMD 😦 Akhirnya, setelah survey sana sini, saya kepincut sama RS Hermina, dan pengen lahiran di Hermina aja. Masalahnya, pak Dokter nggak praktek di Hermina, jadilah saya ganti dokter lagi di bulan ke 7 kehamilan.

Saya pilih dr. Maria Ulfa, SpOG di Hermina atas saran beberapa suster yang bilang kalau dr Maria ini pro normal dan lumayan sering bantu VBAC. Kebetulan, saya sudah umayan sering dengar nama beliau disebut-sebut sebagai salah satu SpOG yang lumayan diperhitungkan di Malang. Ternyata dr. Maria orangnya ramah, menenangkan, dan bisa ditanya-tanya lewat WA 🙂 dan sampe sekarang saya masih suka tanya2 sama beliau lewat WA dan selalu dibales.

Di hari pertama kali ketemu dan kontrol sama dr Maria, saya langsung memutuskan untuk lahiran di Hermina aja. Walaupun nggak se-hommy RS tempat lahiran Alia dulu, RS Hermina ini menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Hari itu juga saya langsung bikin previllage card, dengan membayar uang muka/cicilan/tabungan pertama biaya persalinan. Dengan previllage card kita dapet gratis senam hamil seminggu 2x sampai lahiran, trus dapet gratis ikut kelas laktasi, trus pas udah lahiran dapet gratis 2x kelas pijat bayi dan senam nifas. Jadi kalau sudah yakin mau lahiran di Hermina, segera saja nyicil biaya persalinannya. Kalau kita sudah setor sebanyak 20% dari perkiraan biaya lahiran, kita bakal dapet previlage card dan bisa menikmati senam hamil gratis, kelas pra persalinan, kelas laktasi, dan fasilitas lainnya. Lumayan bisa menghemat 25.000 setiap kali mau senam hamil.Ditambah lagi, kalau pas lahiran ternyata kita sudah setor lebih dari 80% biaya lahiran, kita bakal dapet diskon 7%. Lumayan kan…. Selain fasilitas itu semua, RS Hermina juga punya ambulance yang siap menjemput (layanan dalam kota) kalau ada kejadian emergency.

Kalau soal antrian, di RS ini lebih baik telpon dulu dan daftar kalau mau periksa ke dokter. Kalau datang langsung, bisa-bisa dapet nomor antrian buntut, capek nunggunya 🙂

Kalau ngomong soal harga, menurut saya harga di RS Hermina ini hampir sama dengan RS bersalin sekelas nya, seperti di Melati Husada atau Puri Galeri. Sayangnya, saya cuma sempat survey harga saja dan nggak sempat membandingkan fasilitas dari RSB yang lain. Secara sudah kepincut sama dokter dan fasilitasnya Hermina 🙂

Kesan melahirkan di RSB Hermina, suster-suster semua ramah dan helpful. Baby otomatis rawat gabung tanpa diminta, dan IMD walaupun setelah sesar. Setelah melahirkan, ada suster yang datang untuk menjelaskan cara-cara merawat bayi (pasti bermanfaat untuk ibu baru, dan cukup me-refresh  ingatan saya setelah 7 tahun nggak pegang bayi. Ada juga suster yang datang untuk mengajarkan teknik pijat agar ASI melimpah.

Buat yang lagi hamil, selamat menjalani kehamilan dengan senang, selamat hunting RS buat lahiran, mudah-mudahan semua selamat, sehat lancar lahirannya!

Advertisements

Academic Trip: Kuala Lumpur – Kuantan (2)

Sehari di Kuala Lumpur kami habiskan cuma untuk jalan-jalan santai di sekitar hotel dan reunian dengan teman lama, ditutup dengan lunch istimewa di Nando’s.

Ambil koper di hotel, langsung nyari taksi untuk lanjut ke bandara. Waktu sopir taksinya tau kalau kami mau ke Kuatan, dia bilang kalau ke Kuantan mending naik mobil aja, paling 3 jam juga nyampe.. hehehehe… Kita emang udah niatin naik pesawat aja ke Kuantannya, walaupun terbangnya cuma 45 menit 🙂

Sampai Kuntan, kami dijemput teman kuliah waktu di Lincoln dulu, yang kebetulan tinggal di Kuantan dan beliau juga jadi panitia conference yang kami hadiri. Setelah makan malam, Langsung diantar ke hotel untuk istirahat. Di Kuantan kami nginap di SwissBell Garden Resort Hotel, tempat diadakannya conference. Sengaja pilih di situ biar deket sama tempat conference dan kebetulan hotelnya punya akses langsung ke pantai. Ditambah lagi playground dan kolam renang anak-anak nya cukup luas, walaupun, bangunan dan interior kamarnya udah keliatan tua..

kuantan 2

Sebenernya saya dan bapak Abink punya jatah masing-masing satu kamar, tapi karena nggak pengen ‘pisah ranjang’ dan Alia masih nggak mungkin bobok beda kamar sama kami, jadi saya minta satu kamar aja buat kami, tapi minta upgrade ke family room 🙂 Sebelum berangkat, urusan upgrade kamar sebenernya udah beres lewat email. Tapi nggak tau kenapa waktu kita check in, kamar yang dijanjikan belum siap. Jadilah kami dikasih dua kamar, dan dijanjikan untuk pindah ke family room besoknya. OK deeehh….

Hari ke-2 di Kuantan, diisi oleh conference seharian. Di acara pembukaan dan sesi hari pertama ini kami sengaja ajak Alia karena nggak pengen absen, tapi saya ngalah, duduk di belakang aja nemenin Alia. Pas break makan siang, kami sengaja nggak makan di tempat conference karena pengen liat-liat kota Kuantan sekalian makan siang di luar aja. Akhirnya pesen taksi, muter kota Kuantan. Kuantan ini kota pantai di Pahang. Feel nya kayak di Banjarmasin. Ya panasnya, ya suasanya, mirip Banjarmasin. Cuma memang kota Banjarmasin keliatan lebih gede dan lebih rame kotanya.

Setelah puter-puter kota, trus diantar sama pak sopir taksi nya ke East Coast Mall, mall terbesar di kuantan untuk makan siang. Cari-cari foodcourt nggak ketemu, akhirnya kami pilih makan di warung ayam aja, mesen 2 paket Nasi Ayam yang ternyata enaaaakk dan lengkap banget. Nasi ayam Hainan ini juga favorit bapak Abink setiap ke Singapore/Malaysia, selain es Bandung 🙂

kuantan7

Setelah makan siang kami langsung balik ke hotel lagi untuk ikut conference sesi selanjutnya. Kebetulan saya dan Bapak Abink kebagian presentasi di sesi terakhir conference hari pertama ini. Saya dan bapak Abink di track yang sama, dan Bapak Abink didaulat sebagai chair person di sesi ini. Karena kami presentasi di sesi yang sama, jadilah Alia harus ikut lagi ke dalam ruangan conference. Begitu kami masuk ruangan semua langsung liat ke Alia dan bilang kalau Alia adalah peserta termuda di conference ini 🙂 Lagi-lagi saya memilihkan tempat duduk paling belakang untuk Alia, dan saya menemani disebelahnya. Untungya lagi conference kit-nya ada highlighter warna-warni yang bisa Alia pakai untuk gambar dan mewarna. Alhamdulillah selama conference dan selama bapak Ibu nya presentasi Alia nggak rewel, dan nggak ribut sama sekali. Malah dia inisiatif untuk foto-fotoin saya pas presentasi 🙂

kuantan3

kuantan8

Hari ke-3 di Kuantan, setelah subuh kami langsung ke pantai.. main-main sebentar trus lanjut sarapan. Tapi ternyata setelah sarapan, Alia nagih ke pantai lagi. Ya udah deh, akhirnya saya nemenin Alia main di pantai dan terpaksa absen di sesi terakhir conference. Sementara bapak Abink lanjut conference, saya nemenin ALia main pasir lanjut berenang di kolam renang. Pantainya menurut saya biasa aja, tapi sepiii dan ombaknya nggak besar, enak buat main. Cuma panasnya itu lohh bikin nggak kuat main lama-lama..

kuantan5

Setelah puas main di pantai, saya cuma main di sekitar hotel berdua Alia karena bapak Abink ada undangan untuk ngasih kuliah tamu di University Malaysia Pahang (UMP). Karena conference sudah slesai dan bosen juga stay di hotel, akhirnya saya ajak Alia nge-mall lagi 😀 dan janjian sama bapak Abink di East coast mall (lagi). Karena udah makan siang di hotel, jadilah kami cuma beli manisan aneka buah buat saya, dan es krim buat Alia.

kuantan 4

Hari ke-3 Malamnya, kami janjian sama beberapa teman kuliah di Lincoln yang sekarang tinggal di Pahang untuk makan malam bareng.

Kuantan1
Photo courtesy of kak Maz

Malam terakhir kami di Kuantan terasa spesial, selain karena dinner pakai menu spesial, tapi juga karena makannya rame-rame sama teman dan tetangga di Lincoln dulu.

Perjalanan ke KL dan Kuantan kali ini walaupun cuma sebentar, memang kami niatkan untuk conference, jalan-jalan keluarga dan menyambung silaturahmi dengan kawan lama. Alhamdulillah semua tercapai 🙂

 

Academic Trip: Kuala Lumpur – Kuantan (1)

Di bulan Oktober lalu, saya dan bapak Abink berkesempatan menghadiri dan berpartisipasi di Internasional conference di Kuantan, Malaysia. Ceritanya, ini conference perpisahan sebelum saya lulus dari Lincoln University. Sengaja cari yang deket rumah karena research budget udah menipis dan nggak kepengen nombok hehehhe..

Academic trip ke Kuantan kali ini agak luar biasa, karena kami bawa anak kecil. Iya, Alia ikut nemenin bapak ibunya conference. Awalnya ragu sih, bawa anak kecil ke conference. Tapi setelah tanya sama panitia dan bikin beberapa kesepakatan sama Alia, akhirnya kami putuskan untuk ajak Alia.

Persiapan pergi kali ini memang agak lebih ribet karena saya dan bapak Abink dibiayai oleh instansi yang berbeda, ditambah Alia yang harus bayar dari kantong pribadi. Proses beli tiket, sinkronisasi penerbangan dan tempat duduk perlu effort sedikit 🙂 tapi ya udah lah ya, karena udah diniatin jadi ya dijalani aja. Toh tinggal angkat telepon dan buka internet 🙂

Karena bawa Alia, kita sengaja nambah 2 hari dari jadwal konferens untuk santai-santai. Sebenernya kami nggak menjadwalkan kemana-mana selama di Kl dan Kuantan kali ini. Niatnya cuma untuk conference sekaligus refreshing bertiga. Jadi ngapain aja kita selama di KL dan Kuantan?

DAY 1. KL – Suria KLCC Mall, Bukit bintang & Mini Reunion

Kami berangkat pakai pesawat pagi dari Surabaya ke KL. Sampai di KL,langsung naik taksi ke Dorsett Regency Kuala Lumpur. Alhamdulillah udah bisa langsung cek in. Abis cek ini, kami langsung cuss jalan-jalan ke sekitar bukit  bintang, cari makan siang.. Males yang ribet-ribet, kami akhirnya makan di Food Republic di dalem Pavilion mall aja. Tau nggak apa yang dicari pertama kali sama bapak Abink? Dia cari es Bandung, rose syrup yang wanginya khas ituu…

Abis makan siang, ada insiden Alia mimisan banyaakkk banget, sampe  agak panik karena mimisannya nggak brenti-brenti. Cuaca hari itu memang panasss banget, ditambah capek dan minum es bandung. Akhirnya istirahat bentar di dalem mall, sambil nyusun rencana selanjutnya. Biar nggak terlalu capek, akhirnya kita putuskan untuk ke toko buku Kinokuniya di Suria KLCC mall siang itu naik GO-KL. GO-KL ini free bus yang berhenti dibeberapa titik. Untuk ke Suria KLCC mall, naik yang  green line. Halte GO-KL ini di sekitar  Pavillion mall aja, jadi kami nggak perlu jalan jauh lagi.

Abis hunting buku, kami jalan-jalan aja di dalem mall, dan minum es Bandung lagi 😀 tapi kami nggak lupa untuk poto-poto narsis ala tourist di petronas twin towers juga.. Sayang hari itu KL ditutupi kabut asap yg cukup tebal 😦

KL3

Selain jalan-jalan santai dan hunting buku, agenda kami hariitu adalah ketemuan sama salah satu temen Bapak Abink sewaktu kuliah di Lincoln dulu. Kami janjian di salah satu spot dekat hotel, di Bukit Bintang. Karena waktu janjian uda makin dekat, kami segera naik GO-KL green line untuk kembali ke Bukit Bintang.

KL1

Setelah makan malam, reunian di lanjut di lobby hotel, karena Alia udah capek dan butuh istirahat 🙂

KL4

DAY 2 KL-

Di hari ke-2 ini, kami rencana jalan-jalan sebentar trus lanjut berangkat naik pesawat ke Kuantan setelah makan siang. Karena nggak begitu jauh dari bukit bintang, kami memutuskan untuk ke Central Market (Pasar Seni) aja. Naik GO-KL lagi, tapi yang purple line.

KL5

Sampe di pasar seni, muter-muter bentar trus lanjut naik ke lantai atas ke 3D Illusion Art Museum. Di 3d museum ini ada sekitar 36 foto plus satu ruangan untuk muter film 3d tentang binatang dimana kita bisa “main” bareng bintang-binatang itu. Lumayan seru sih foto-foto di sana.. Alia juga happy banget..

KL6.jpg

KL7

KL8

KL9

Karena waktu nya udah mepet harus brangkat ke bandara untuk lanjut ke Kuantan, kami segera balik ke bukit bintang dan ngeliat ada Nando’s , resto ayam kesukaan kami waktu di Christchurch. Akhirnya diputuskan makan siang dulu di nandos, ambil koper ke hotel, trus langsung lanjut naik taksi ke bandara. Ada yang udah nggak sabar mau main pasir di pantai Kuantan 🙂

Alia & Ibu : Movie Date

Udah dari berhari-hari yang lalu si anak kecil ngajakin nonton film di bioskop. Zootopia. Setiap ngeliat iklannya di TV, si anak kecil selalu minta nonton.

Alia : ” Ini kan udah Februari, Ibu.. kapan kita nonton Zootopia”

Ibu : “Iya nanti ya kak, kalau ada waktu dan ada rejeki kita nonton ya”

Alia : “Janji yaa..”

Akhirnya, kemaren abis jemput Alia ekskul nari di sekolah saya sengaja bawa sandal Alia di mobil. Tadinya mau ajak Alia nge-date berdua makan es krim aja, tapi di jalan kepikiran pengen bikin surprise kecil buat Alia. Sengaja minggirin mobil bentar, trus browsing bioskop mana yang lagi muter film Zootopia, sekalian liat jam tayangnya. Ternyata ada yang main jam 3.15, saya pikir cukuplah waktu untuk ngejar sebelum jam 3.15 sampe sana.

Waktu Alia dikasih tau kalau kita mau nonton Zootopia berdua hari ini, dia seneng banget.. Walaupun dengan catatan dapet parkir, dapet tiket dan ada beberapa kesepakatan kecil sama Alia 🙂

Sampe sana, Alhamdulillah dapet parkir. Tapi, pas mau beli tiket ternyata saya salah liat jam tayang, film nya bukan jam 3.15 tapi jam 13.15. Duh, udah telat banget berarti! Ada lagi baru jam 5 an. Tadinya saya bilang ke Alia nggak usah nonton hari ini. Tapi ALia pengen banget nonton, dan karena udah nyampe tempatnya juga dan Alia oke aja untuk nunggu sekitar 2 jam an, ya udah lah kita beli tiket yang jam 5 itu. Sembari nunggu, kita makan siang dulu di resto fast food favorit anak-anak. Heran juga saya kemaren Alia mesen fish burger plus kentang dan milo, dimakan sampe abis…. Biasanya Alia selalu nyisa kalau makan burger, apalagi pake kentang goreng..

Abis makan, kita mau sholat Ashar di masjid besar depan gedung bioskopnya. Tapi mendungnya gelap banget, takutnya ujan trus nggak bisa balik ke gedung bioskopnya. Tapi Bismillah aja, nyebrang lewat Alun-alun Malang ke Masjid Jami’ yang sungguh adem itu.. Abis sholat kita buru-buru nyebrang lagi ke mall tempat gedung bioskopnya. Sebenenrya Alia minta nunggu nya di Alun-alun aja, sambil liat burung katanya. Tapi karena mendungnnya udah menggantung jadi dia oke aja, waktu saya bilang tunggu di mall aja. Daripada nggak jadi nonton ya Kak?

12814539_10207192553065519_2310788192682237127_n
Masjid Jami’ Malang (foto diambil beberapa minggu yg lalu) 

 

10660125_10207192553745536_9048908420697895865_n
Alun-alun Malang (foto diambil beberapa minggu yg lalu)

Film nya masih sekitar sejam setengah lagi. Kita nunggu di Lounge gedung bioskopnya sambil nyeruput ice green tea latte berdua. Main tebak-tebakan, main orang-gajah-semut, becanda-becanda, cerita-cerita.. Bener-bener berasa nge-date nya 🙂 Alia sama sekali nggak rewel (walaupun nanya jam tiap 5 menit sekali).

Akhirnya, pas pintu theater udah dibuka, kita cepet2 masuk ke dalem, dan begitu film dimulai, si anak kecilnya langsung asik nonton sambil ngemil popcorn. Trus film nya gimana? Film nya bagusss pake banget! Kata ALia, dia paling suka part yang pas Nick the Fox jadi liar. Trus part yang paling lucu menurut Alia adalah part yang ada Sloth-nya 😀 Besokannya Alia langsung minta search di yutub tentang Sloth, the slowest mammal on earth.

Intinya, nggak rugi nge-date berdua Alia kemaren. Walaupun capek, tapi semua terbayar. Anaknya senang, Ibu nya happy.. Bapaknya? Bapaknya kebagian cerita dan foto-fotonya aja plus ngeluarin duitnya 🙂

Hari-hari Menyenangkan di Taman Kanak-kanak

Hari ini, saya bikin sedikit kompilasi foto-foto Alia selama di Pre-school dan kindy di New Zealand dan Indonesia. Ternyata punya anak yang baru lulus TK itu rasanya campur aduk antara sedih dan seneng..

Dulu, pertama kali masuk ‘sekolah’ di playcentre Alia sama sekali nggak mau ditinggal.Lama kelamaan, dia udah enjoy main sendiri atau main bareng temen-temennya. Setelah Alia umur 2.5 tahun, pindah ke Lincoln Pre-school karena saya mulai kerja dan nggak punya tenaga untuk aktif di playcentre yang harus duty dan bantu-bantu administrasi. Setelah ulang tahunnya yang ke-3, Alia pindah sekolah lagi ke Lincoln KidsFirst. Di umur 4tahun, Alia harus pulang ke Indonesia dan sekolah di See me grow. setelah lulus dari see me grow masuk ke Iqro dan sekarang Alia udah lulus dari Iqro, siap masuk SD.

Alia tulis di surat terimakasihnya untuk Ms Linda & Ms Windri:
Alia tulis di surat terimakasihnya untuk Ms Linda & Ms Windri: “Terimakasih sudah mengajari Alia berdoa dan menulis” 🙂

Karena lagi jauh-jauhan sama Alia, rasanya campur aduk kalo ngeliat foto-foto dan video Alia yang di tag ke saya oleh para mama di Iqro’ (makasih ya semua!). Apalagi kalo liat foto-foto Alia jaman dulu, waktu masih baru masuk sekolah sampai sekarang udah bisa baca pidato di depan teman-teman, guru dan orang tua. Rasanya waktu cepat sekali berlalu.. Walaupun saya nggak ada di sana waktu Alia lulus TK dan nggak bisa antar Alia di hari pertamanya masuk SD, tapi doa saya selalu mengiringi.

———————————–

Salah satu cerita tentang  Playcentre bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  Lincoln pre-school bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  Lincoln KidsFirst bisa dibaca di sini

Salah satu cerita tentang  See Me Grow bisa dibaca di sini

Berbagi Dapur

Sering denger orang bilang kalo masakan laki-laki itu lebih enak daripada masakan perempuan? Saya sudah membuktikan. Dulu, waktu kami sekeluarga masih “berlibur sangat panjang” di NZ, saya selalu ‘berbagi dapur’ sama bapak Abink karena bapak Abink suka masak di waktu senggangnya. Walaupun kalo abis bapak Abink masak dapur jadi kayak kapal pecah, tapi masakannya enak loh. Bahkan bapak Abink sempet dapet pesenan macaroni schotel beberapa loyang untuk acara gathering suatu komunitas.

Sempet suatu saat, pas bapak Abink lagi banyak waktu luang kita bikin kompetisi bikin kue antara bapak Abink VS salah satu temen baik kami dari Vietnam yang tinggal di sebelah rumah. Si temen kami ini juga baru-baru suka bikin kue. Akhirnya mereka bertanding bikin fruit muffin, dan yang menang adalah bapak Abink…. Hebat deh, suamiku 🙂

Brownies
Brownies Cheese Cake
bnasigoreng
Nasi goreng
bmacaroni
Macaroni Schotel
bchicken
Ayam Panggang, Telur Dadar
baso kuah
Bakso Kuah
cookies
Chocolate chips cookies

Hobi masak bapak Abink waktu itu pastinya sangat membantu saya banget. Di tahun ke tiga masa sekolahnya memang bapak Abink banyak waktu luang, sedangkan saya baru mulai nulis proposal thesis. Jadinya kayak gayung bersambut. Dapur yang bisanya jadi wilayah kekuasaan saya jadi diambil alih sama bapak Abink. Kalau pas lagi sama-sama pengen masak, kadang saya dan bapak Abink juga masak bareng-bareng, atau bikin kue bertiga sama Alia. Alia juga pastinya ikut hepi, karena gizi dan seleranya selalu terpenuhi.

Terimakasih ya bapak Abink, udah jadi tim ‘dapur’ yang solid dan saling mengisi 🙂

Pantang Pulang Sebelum Padam

Dapet feedback dari pak SPV, setelah menunggu 2 minggu lamanya. Agak-agak membingungkan sih, komen-komennya. Pas didatengi ke ofisnya, bliaunya nggak ada di tempat. Ya wis, coba dikerjain sendiri dulu aja sambil nunggu ketemuan hari Senin nanti.

Disela-sela ngerjain revisian chapter, tiba-tiba pak SPV ngirim email lagi kata pembukanya gini “I hope you aren’t depressed by my comments”. hihihih… iya juga sih, saya agak2 down begitu liat komennya yg lumayan banyak. Ihhh serem deh, jangan-jangan si bapak bisa baca isi hatiku  😀

Pengennya sih istirohat dulu, mencerna komen satu demi satu, pelan-pelan kerjanya… tapi kalo inget janjiku ke anak gadisku pagi ini, kayaknya gak bisa ini kalo kerja pelan-pelan. Harus di gas pol ini. Nggak ada libur weekend ini.

Tadi pagi, nelpon ke rumah cerita-cerita dan becanda2 seperti biasa. Terus, tiba-tiba aja obrolan mengarah ke potong rambut alia karna udah mulai nggak rapi. Trus terjadilah percakapan berikut:

Ibu : Alia, rambutnya dirapihin ya. Ke salon aja, nanti dianter bapak..

Alia : Nggak mau.

Ibu: Enak loh, nanti sebelum dipotong dikeramas dulu

Alia : Alia udah pernah.

Bapak: Alia lagi pengen mainan apa?

Alia : Alia nggak pengen mainan. Alia pengen nonton frozen.

Bapak : Ok. Kalo gitu, abis dari salon Alia boleh nonton frozen di laptop.

Alia : Alia maunya frozen yang baru

Bapak : Emang ada frozen yang baru?

Alia : Ada, Alia liat iklannya di TV

Ibu: Tapi itu belom ada di bioskop, kak.

ALia : Itu mungkin adanya bulan Agustus bu.

Ibu : Ohya? kalo gitu nanti ibu ikut ya nonton bareng.

Alia : Ibu udah pulang bulan Agustus? Agustus 2015?

Ibu : InshaaAllah..

Alia : Yeaaayyyyyy!!!!!

Kalo ibu bisa pulang sekarang, Ibu bakal pulang sekarang juga. Tapi kan kalo kata orang Banjar “waja sampai kaputing”, kalo kata petugas pemadam kebakaran “pantang pulang sebelum padam” (mengutip kata-kata Kai Roben dan bapak Abink). Makanya Ibu juga pantang pulang sebelum beres. “Beres” disini bermakna ganda ya.. bisa berarti “submit” atau “lulus” atau “punya full draft”. Tergantung nanti Agustus deh, saya bisa sampai tahapan yang mana.

Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen 🙂  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

Menyusuri Lake Wakatipu
Menyusuri Lake Wakatipu
Kingston
Kingston
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun 😦 tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah 🙂 Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha 😀

invercargill2

invercargill1
Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut 🙂 sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

bluff2
Bluff Walking Track
bluff4
Bluff Walking Track
bluff3
Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

Camera 360
Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..
Camera 360
Domba-domba yang lagi digiring
SInggah sebentar di Wanaka
Wanaka

Awesome Week

Dear September, thankyou for being nice to me 🙂 Beberapa hal yang bikin saya hepi selama seminggu ini:

Menang giveaway-nya teacher Joeyz. Baru pertama kali ikutan giveaway dan ngerjain postingannya pun secepat kilat sebelum berangkat ke Auckland.. Tapi  tenyata menang…. . Hadiahnyapun sesuai yang saya pengen. Thankyou teacher Joeyz!

Diskonan Mania. Sejak sepatu kesayangan harus rela dibuang di Invercargill karena sobek, basah dan nggak layak pakai lagi, saya memang pengen banget beli sepatu keds/casual baru. Saya tuh agak rewel sama sepatu.. Waktu pulang ke Malang akhir tahun lalu, sempet beli sepatu, sampe dua pasang. Tapi karena pengen ngirit akhirnya beli yang murah aja. Tapi begitu dipakai sekali dua kali trus rasanya nggak nyaman jadi jarang dipake lagi… Sekarang merasa butuh sepatu nyaman buat jalan-jalan. Kebetulan ada temen ngasih info kalo toko sepatu kesayangan lagi diskon besar-besaran tapi cuma sehari. Akhirnya abis tutorial, saya bela-belain naik bis ke sana demi diskonan. Semua sepatu dewasa turun harga jadi $50 dan sepatu anak-anak jadi $35. Baju olahraga, sweater dll jadi $30. Trus saya beli yang mana? Saya beli sepatu yang harga awalnya $230 dan diskon jadi cuma $50 saja. hahahah 😀 ga mau rugi.

Makan Pempek enak. Ini juga yang bikin minggu saya ceria! Ada temen yang lagi jualan pempek. Saya beli dan ternyata nggak mengecewakan. enaakk… Padahal minggu sebelumnya saya udah sempet browsing-browsing cara bikin pempek sendiri.. Alhamdulillah ada yang jualan dan enak, jadi nggak perlu susah-susah bikin sendiri.

Pengajian Ibu-ibu. Bulan Agustus lalu, beberapa ibu-ibu (baca: ibu muda. Penting untuk diperjelas) di sini memutuskan utuk bikin pengajian bulanan. Acara nya baca Al-Qur’an, denger ceramah, bahas tajwid, silaturahmi dan makan-makan… Kalau bulan lalu yang jadi idola adalah tahu crispy plus sambel petis, bulan ini ada bika Ambon yang yummoo sekali.. Iman kuat, batin tenang, perut kenyang 🙂

Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho
Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho

Menghitung hari untuk kumpul keluarga lagi. Beberapa waktu yang lalu pas Alia tanya kapan saya pulang, saya jawab masih 60 hari lagi dan Alia bilang masih lama.. Beberapa hari yang lalu, kk ALia tanya lagi, kapan ibu sampe ke sini? Saya bilang 50 hari lagi. Dan nggak nyangka itu bikin Alia hepi banget… Kata ALia “yeaayyy, nggak sampai 60 hari lagi ibu ke sini”. Padahal 60 dan 50 hari kan beda tipis yaa… Tapi mungkin ALia lihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Positifnya, 50 hari itu kurang dari 60 hari ! heheheh…. bikin saya ikutan hepi juga.

Being nominated for Green Award. Ini nih highlight of the week nya. Dinominasikan untuk Green Award! Bukan, ini bukan award lingkungan hidup.. Ini award untuk teaching and support excellent. Jadi, setiap tahun Lincoln University Student Association (LUSA) bikin acara Gold and Green award. Gold untuk student yang dirasa berpengaruh di kehidupan kampus (bisa melalui sport, clubs, events atau cultural activities) dan green untuk lecture, tutor atau support person di university. Untuk Green award, semua student bisa menominasikan lecture/tutor favoritnya.. Rasanya nggak percaya.. secara saya merasa ngajarnya biasa-biasa aja. Kadang saya masih diketawain soal aksen ‘medhok’ saya yang mungkin aneh buat mereka. Pernah juga dikerjain mahasiswa, diajak ‘minum’ atau dikasih pandangan aneh dari atas sampai ke bawah… Semester lalu malah saya selalu stress sebelum ngajar karena kebetulan saya tutoring matakuliah umum tentang research dan sedikit statistik, yang mahasiswanya (sepertinya) banyak dari agriculture. Farmer muda atau calon farmer yang agak susah dikendalikan 🙂 Tapi dengan dinominasikan di green award ini, semua terbayar.. Walaupun saya masih susah percaya sih, sampai saya email ke award commiteenya beneran nggak itu undangan karena saya dinominasikan?  Nggak peduli nanti saya bakal dapet awardnya atau enggak, dinominasikan aja udah bikin saya tersanjung.. Ya iyalah, secara kemungkinan dapet awardnya pun kecil.. yang tahun-tahun sebelumnya penerima awardnya orang-orang hebat semua…. Mudah-mudahan aja ini bukan pengumuman dan undangan salah kirim  yaaa 😀

Green Award for Teaching and Supprot Excellent
Green Award for Teaching and Supprot Excellent

Kalo kamu, apa yang bikin hepi selama seminggu ini?

Napak Tilas New Zealand 2014: Lake Tekapo & Queenstown

Bisa dibilang lake Tekapo adalah tempat wisata yang paling sering kami kunjungi selama tinggal di NZ. Selama 3.5 tahun di New Zealand, kami sudah 4 kali ke sana di 3 musim yang berbeda (winter, spring dan autumn). Pas Alia dan bapak Abink ke NZ kemaren, kami merencanakan untuk liburan ke luar kota Christchurch untuk 2-3 hari waktu weekend. Sebenernya bapak Abink pengen ke North Island ke Rotorua & Matamata atau ke Wellington. Tapi karena saya cari tiketnya agak mepet, jadi harga tiket pesawat udah mahal aja.. Jadi kita cari alternative liburan yang sesuai budget. Setelah mempertimbangkan waktu, tenaga dan ketebalan dompet, akhirnya diputuskan ke Queenstown (lewat lake Tekapo) dan Invercargill aja.

Liburan kali ini kami sewa mobil dari Christchurch ke Queenstown trus pulangnya naik bis. ALesannya sih biar ngirit (secara tiket pesawat kok ya pas mahal bener) dan sekalian biar bisa brenti-brenti di jalan untuk nostalgia dan poto-poto. Jadi, monggo dinikmati foto-foto amatirnya….

Perjalanan dari Christchurch Lincoln ke Lake Tekapo perlu waktu sekitar 3 jam. Karena kami berangkat pagi dan bapak Abink nggak sempat ngopi, jadi kami berhenti dulu untuk beli kopi di salah satu cafe di daerah Dunsandel. Take away aja….

dunsandel cafe
Dunsandel cafe

Sekitar satu setengah jam dari Dunsandel, kami berhenti lagi di Geraldine. Salah satu kota kecil yang cantik, dan setiap jalan ke Tekapo kami selalu mampir ke kota ini untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Tekapo.

geraldine
Geraldine Museum

Lake Tekapo. Karena ini kelima kalinya kami ke Lake Tekapo, jadi kami sepakat untuk nggak berlama-lama di sini. Di Lake tekapo, kami cuma berhenti sebentar untuk foto-foto di depan danau, di depan patung anjing dan di depan gereja kecil yang banyak dicetak di kartu pos itu..  Sayang kami fotonya cuma pakai kamera HP jadi hasilnya nggak begitu bagus. Padahal bapak Abink bawa “kamera beneran” lohh.. tapi nggak tau kenapa selama liburan kami nggak pake kameranya jadinya hasil fotonya nggak maksimal (halahh, padahal belum tentu bagus juga kalo pake kamera beneran 😀 hahaha..) Oiya, cerita tentang lake Tekapo juga sudah pernah di posting di sini , di sini dan di sini yaa..

tekapo5
Bapak Abink n Kk ALia (yang banyak gaya) di depan Lake Tekapo
tekapo8
Lake Tekapo
tekapo4
Lake Tekapo dan Church of The Good Shepherd – foto ini diambil bapak Abink sekitar summer 2 tahun lalu- kemarin nggak dapet foto yg bagus di tekapo 😦

Biasanya, kalo udah sampe Tekapo, kami selalu menyempatkan untuk naik ke Mt John untuk liat Lake Tekapo dari atas gunung. Tapi kali ini kami memutuskan nggak naik ke Mt John karena ngejar sholat Ashar di Queenstown. Tapi, kita berhenti makan siang dulu di lake Pukaki sekitar 1 jam dari lake Tekapo. Makan siang kami hari itu smoked salmon sandwiches pake sambel ABC 🙂 yumm…

Sampe Queenstown udah sore, dan agak gerimis. Jadilah sore itu kami cuma keluar cari makan malam sebentar di tengah kota terus balik ke Hotel untuk istirahat.

Queenstown

Ini keempat kali nya kami ke Queenstown, tapi kami masih tetap excited karena kami mencoba ‘atraksi’ yang berbeda. Liburan ke Queenstown kali ini, selain jalan-jalan di sekitar ‘queenstown mall’, kami pengen coba cruising di lake Wakatipu. Berbekal tiket diskonan, kami mengarungi lake Wakatipu selama 1.5 jam. Sayangnya, hari itu hujan deras, jadi indahnya lake Wakatipu nggak keliatan maksimal.

Lake Wakatipu
Lake Wakatipu
wakatipu1
Cruising Lake Wakatipu
queenstown4
Quuenstown Mall in the morning
Camera 360
Hotel tempat kami menginap, persis di depan Lake Wakatipu

Selain cruising di lake Wakatipu dan jalan-jalan di sekitar kota, kami juga sempat coba masuk ke minus5 icebar. Walaupun namanya minus5, tapi di dalem ruangannya jauuuuhhh lebih dingin dari minus 5. Makanya mereka juga menyediakan jaket, sarung tangan bahkan topi juga kalu mau pake topi. Tiket masuk yang saya beli sudah termasuk complimentary drink. Kebetulan saya beli family pass (lagi diskon banyak banget) dapet 2 cocktail dan 2 mocktail. Karena kami nggak minum alkohol sama sekali jadi kami bertiga pesen mocktail semua. Di sini, semuanya terbuat dari es. Mulai dari kursi, hiasan-hiasan sampai gelasnyapun terbuat dari es. Yang paling seneng di icebar ini tentu aja Alia.. Dari sehari sebelumnya, dia udah nggak sabar pengen liat gelas es dan pengen jilat-jilat gelas esnya, pengen duduk di kursi es juga katanya.. Overall, pengalaman di ice bar ini lumayan lah, tapi kalau ditanya mau ke sana lagi atau enggak, mungkin saya akan bilang enggak 🙂 Harga tiketnya (kalo nggak diskon) menurut saya agak overpriced juga. Tiket masuknya aja dihargai $20 atau $25 untuk entry + mocktail atau $30 untuk entry + cocktail. Mahal kaan… Tapi kadang di website diskonan kayak grabone atau bookme suka ada diskonan kok.

Camera 360
Kami cuma bertahan sekitar 15-20 menit aja di dalam icebar, karena kedinginan… Malam itu, kami memutuskan untuk makan malam dipinggir Lake Wakatipu aja, sekaligus menikmati malam terakhir di Queenstown.

queenstown1
Lake Wakatipu
Pavlova for desert
Big Pavlova. Yuummm….
Lagi di gunung tapi makannya seafood :)
Lagi di gunung tapi makannya seafood 🙂

Walaupun udah kenyang, saya nggak bisa tahan untuk nggak mampir jajan hot cookies-nya Cookie Time. White chocolate and macadamia cookies-nya yummyyy…… Setelah bungkus beberapa hot cookies, kami langsung balik ke hotel karena Alia udah rewel pengen istirahat dan udara malam itu dingiiiinnn banget. Lagipula, besok pagi kami harus melanjutkan perjalanan napak tilas New Zealand 2014 ini 😀