Alia dan Mobil-mobilan

Masih seputar hobi baru saya mengoleksi mobil-mobilan khususnya yang merek Tomica. Jadi ceritanya sudah sejak awal minggu saya janji sama Alia. Kalo selama 1 minggu ini sikap nya baik maka weekend kita beli mainan. Alia setuju, dan selama seminggu ini Alia menunjukkan sikap yang nice dan manis.

Sesuai perjanjian maka sejak hari Jumat, kita sudah buat rencana. Nanti hari Sabtu, Bapak rapat dengan manajemen di pagi hari terus siang kasi materi pembekalan anak-anak yang akan internship setelah itu makan siang sama tante dan Alia baru sorenya kita ke toko mainan untuk beli mainan. Kesepakatan dibuat. Alia mau mainan gitar-gitaran. Wah murah nih kalo cuma mainan gitar-gitaran.

Maka hari Sabtu sesuai perjanjian di sore harinya Bapak dan Alia ke toko mainan langganan bapak (langganan bapak beli Tomica maksudnya). Dulu sudah pernah Alia beli mainan disitu, toko nya lengkap dan harganya miring jauh dibandingkan kalo beli di Kidzone atau di Toys Kingdom.

Setelah lihat ini dan itu, Alia nanya sendiri ke taci’ yang jual kalo ada jual gitar-gitaran atau ndak. Ternyata sudah gada. Adanya gitar2x an kecil plastik dan kurang menarik. Alhasil Bapak dan Alia sepakat yang lain saja. Setelah lihat sana lihat sini Alia tertarik sama patung-patungan Princess Sofia. Sebenernya itu hiasan untuk Kue Ulang Tahun. Lumayan mahal 4 biji (sepaket) harga nya Rp 65 rebu. Alia ngotot pengen itu. Tapi karena saya ga melihat worth dari maenan tersebut, maka saya mencoba mengalihkan perhatian Alia ke yang lainnya.

Secara otak Tomica saya bekerja maka saya mencoba membujuk Alia untuk beli Tomica saja. Untungnya Tomica punya koleksi diecast yang cartoon character. Jadi ada Snoopy, Hello Kitty, Pokemon dan banyak lagi. Bapak minta mbak yang jualan untuk nunjukin ke Alia yang Snoopy dan Hello Kity. Eh Alia ternyata seneng. Kayak punya Bapak katanya. Awal nya Alia pengen dua-dua nya. Tapi ternyata 1 biji nya lumayan mahal Rp 70 rebu. Secara bapak juga pengen beli yang lain (punya bapk lebih murah cuma Rp 40 rebu), jadi saya nego dengan Alia. Gimana kalo Alia satu dan Bapak satu. Trus perjanjian lainnya adalah kalo Alia sudah ga mainin lagi, Hello Kitty nya di masukin ke garasi mobil-mobilannya bapak. Eh ternyata setuju tapi dengan catatan kalo Hello Kitty nya tetep punya Alia. Di tekanin dua kali heheheh. Akhir nya deal lah kami.

Alia dapat mainan baru

Hello Kitty nya Alia
Hello Kitty nya Alia

Dan bapak pun juga dapat Tomica Baru

Mainan barunya bapak
Mainan barunya bapak

Molen nya bapak dan Hello Kitty nya ALia di parkir barengan di garasi nya Bapak

Parkiran Mobil
Parkiran Mobil

Napak Tilas New Zealand 2014: Christchurch City

Selain jalan-jalan dan nostalgia seputar kampus dan Lincoln town, saya juga sempat bawa Alia dan bapak Abink jalan-jalan ke Christchurch City. Karena kami nggak punya kendaraan, lagi-lagi kami menikmati jalan-jalan di Christchurch city naik bus. Walaupun dengan naik bus kemana-mana bikin perjalanan jadi lama, tapi ALia happy banget naik bus di sini.Kami biasa berangkatnya siang atau menjelang sore setelah semua urusan beres. Kadang Alia sampe ketiduran di bus karena kecapekan 🙂

Jadi selama di CHristchurc, kami kemana aja?

HAGLEY PARK/BOTANICAL GARDEN. Dari Lincoln ke Hagley park bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit naik bus 81. Sebenernya di hari kami ke sana cuacanya lagi mendung ditambah angin dingin. Tapi karena Alia ngotot pengen main di (playgroundnya) Hagley akhirnya kami putuskan untuk ‘mampir sebentar’. Nggak banyak yang bisa dilakukan di Hagley park waktu winter. Bunga-bunga belum ada yang mekar dan kolam untuk main air ditutup karena dingin. Jadi kami kemarin cuma ajak Alia main sebentar di playground, trus jalan aja menyusuri taman, dan numpang lewat di visitor centre yang baru dibuka. Visitor centre nya lumayan keren. Ada cafe, nursery, dan toko souvenirnya juga.

Hagley park ini cukup luas (sekitar 165 hectares) dan dibagi jadi 2 bagian. North dan South Hagley Park. Kalau hari hangat, hagley park ini bakal dipenuhi orang-orang (dengan keluarga) untuk piknik, jalan-jalan, atau sekedar baca buku sambil tidur-tiduran di rumput. Di botanical gardennya sendiri di bagi jadi beberapa sections: playground area, azalea and magnolia garden yang mekar di bulan September, rose garden yang bakal mekar di sekitar bulan Januari, daffodil garden yang indah di bulan September, ada juga tropical garden yang di ruangan khusus dengan suhu dan kelembapan yang diatur sehingga pohon dan bunga tropis bisa hidup di situ. Dulu, setiap ada kesempatan, kami serig sekali jalan-jalan di Hagley park untuk sekedar ngasih makan bebek, ajak Alia main di playground atau nemenin Alia main sepeda keliling taman. Jadi pas kita bertiga balik ke Hagley park lagi, rasanya seneg bangettt….

chc2

CATHEDRAL SQUARE. Sebenernya dulu kami nggak begitu sering ke sini. Apalagi sesudah gempa besar di bulan tahun 2011 dan 2012 lalu bikin gereja Cathedral nya hancur dan belum selesai diperbaiki sampai sekarang.

chc5
in front of the Chalice
chc6
Gereja Cathedral yang masih belum selesai diperbaiki

CHRISTCHURCH GONDOLA. Sebenernya, kami belum pernah naik gondola di Chc sebelum ditutup karena gempa di tahun 2011 itu. Pas Alia dan bapak Abink pulang ke Indonesia tahun lalu pun, gondola nya belum beroperasi. Jadilah kesempatan naik gondola untuk Alia dan bapak Abink baru ada pas jadi turis bulan lau 🙂 Saya sendiri udah naik duluan summer tahun lalu dan udah posting juga di sini. ALia sih seneng naik gondola.. Tapi pas udah sampe atas, dan pas masuk ke time tunnel dia agak ketakutan. Jadi di time tunnel itu kan naik kereta kecildi ruangan yg gelap gitu. Alia sebenernya nggak takut gelap sih, tapi memang ‘boneka-boneka’ atau patung-patung yang di situ agak serem siih.. Jadinya dia agak nggak hepi gitu di dalem time tunnel nya. Untung cuma sebentar 🙂

gond1

gond2

gond3

Jadi cuma ke situ-situ doang selama di Christchurch??? Iyaaaa…. tapi udah lah ya, cukup napak tilas di Christchurchnya. Kita lanjut napak tilas ke kota yang lain lagi: Queenstown!!

Alia dan Sekolah Barunya

Ceritanya Alia sudah lulus dari TK nya yang dulu See Me Grow. Tapi karena Alia belum genap 6 tahun, Pak dan Bu Abink sepakat untuk belum memasukkan Alia ke SD. Pertimbangannya sederhana. Yang pertama, Alia memang belum cukup umur sehingga biarlah nambah setahun untuk bermain sambil belajar (nggak dibebani PR dan tugas-tugas) dan yang kedua kalo masuk SD kecuali yang full day pulang sekolah nya jam 12 an alias gada penitipan beda dengan TK.

Atas dua pertimbangan tersebut maka Alia tidak kami lanjutkan sekolah ke SD. Tapi kok pindah sekolah? kenapa ndak tetep di See Me Grow?. Ada beberapa alasan yang mendasari kami memindahkan Alia untuk pindah sekolah. Tetapi sebagai latar belakang kami ingin mencupakan Terima Kasih yang sangat besar kepada See Me Grow khususnya kepada para teacher dan pengelola karena 1 tahun Alia sekolah di See Me Grow banyak sekali yang diperoleh dan dipelajari. Overall kami sangat puas dengan See Me Grow. Nah kalo puas alasan pindahnya apa donk?

Alasan yang pertama berkaitan dengan kelulusan. Alia ini termasuk angkatan pertama di See Me Grow. Di angkatan K2 (TKB atau TK nol besar) nya ada 5 anak termasuk Alia (Rafael, Rara, Berryl, Shiera dan Alia) nah saya dan Bu ABink berpikir, kasian Alia kalo ke empat temennya lulus tapi Alia ndak, bisa bikin kecewa dan sedih. Jadi supaya ngerasa sama dengan teman-temannya maka kami minta Alia juga di luluskan. Yang kedua berkaitan dengan pendidikan agama. Secara kognisi, affeksi dan psikomotorik kami sangat puas dengan pendidikan di See Me Grow. Tetapi See Me Grow adalah sekolah nasional dimana tidak ada muatan agama. Sehingga dikarenakan waktu (bukan berarti mau lepas dari tanggung jawab) kami berpikir jika lebih baik Alia di masukkan ke sekolah yanga da muatan agamanya.

Dari kedua pertimbangan tersebut, Alia kami pindahkan ke TK lainnya. Dengar dari teman-teman, TK yang baru berdiri beberapa tahun ini reputasinya cukup baik. Fasilitas lengkap, guru yang sabar dan yang pasti ada muatan agaman. Di hari saya mendaftar saya ketemu dengan ketua yayasan yang kebetulan satu profesi sebagai dosen. Kami banyak ngobrol dan saya merasa pola pendidikan anak yang saya harapkan juga sama dengan visi dan misi beliau sehingga semakin mantablah kami memindahkan Alia ke TK tersebut.

Di awal sekolah Alia menolak untuk bersekolah. Tapi sebagai anak baik, Alia tetap sekolah. Cuma ya begitu setiap pagi harus berdebat dan berdiskusi dulu mengenai kenapa Alia harus pindah dari See Me Grow. Setiap hari saya dan Bu Abink (lewat Line) mencoba menjelaskan. Lama kelamaan, Alia mulai beradaptasi dengan sekolah dan teman barunya.

Halal bi Halal di Sekolah Alia

Beberapa hari yang lalu ada acara Halal bi Halal di sekolah nya Alia. Orang tua juga di undang. Mendengar penjelasan dari ketua yayasan dan melihat langsung bagaimana para guru menghandle para murid, saya percaya bahwa sekolah yang baru bisa memberikan yang terbaik bagi Alia. Semoga Alia selalu jadi anak solehah yang membanggakan keluarga. Aamiin..

Napak Tilas New Zealand 2014: Lincoln

Waktu pertama kali ketemu Alia dan Bapak ABink di Christchurch Airport, rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan #lebay. Tapi beneran loh, karena waktu bapak Abink harus kembali kerja di Indonesia dan saya balik ke New Zealand tanpa mereka, rasanya agak-agak berlebihan untuk minta Alia dan bapak Abink untuk balik ke New Zealand, walaupun cuma untuk sekedar liburan. Selain karena agak susah ngatur waktunya, tapi alesan utama sih karena budget liburan ke New Zealand itu ‘lumayan banget’ buat kami 🙂

Tapi, rejeki itu memang sudah ada yang atur ya.. di saat saya menyibukkan diri dan menguatkan hati untuk kembali ke NZ tanpa mereka, ada kabar kalau bapak ABink bakal ada kerjaan ke New Zealand selama 2 minggu. Tapi, pertanyaan selanjutnya ‘apa Alia mau diajak juga?’ Lagi-lagi kami galau karena jadwal keberangkatan bapak ABink ke sini nggak bertepatan dengan liburan semester di sini, yang artinya saya masih harus kerja dan bapak Abink juga bakal punya jadwal meeting yang lumayan padat. Tapi, setelah sepakat untuk nemenin Alia nya gantian jadilah diputuskan untuk bawa Alia, lumayan ketemu 2 minggu melepas kangen 🙂

Trus apa aja kegiatan kami selama 2 minggu di NZ? DI hari pertama mereka datang, langsung jalan-jalan keliling kampus, nostalgia untuk bapak Abink dan Alia. Lewat lapangan belakang rumah kami dulu, library, office bapak dulu, dan jalan-jalan seputar kampus yang sering kami lewati dulu.

Ivey Hall -Lincoln University Library
Ivey Hall -Lincoln University Library
Bug hotel
Bug hotel di kampus
Lincoln University Bus Stop
Lincoln University Bus Stop

Selain jalan-jalan di sekitar kampus, kami juga sempat jalan-jalan ke lincoln town (sekitar 2km dari kampus). Sempat ajak Alia masuk ke Lincoln Library yang baru di renovasi. ALia samapi nggak percaya library nya jadi bagus.. Dulu, waktu rumah kami masih di depan library, saya sering banget ajak Alia ke library. Setiap seminggu sekali saya juga biasa bawa Alia ikutan toddler time di library. Jadi Lincoln library lumayan punya kenangan buat Alia..

(new) Lincoln Library
(new) Lincoln Library

Setelah dari library, kami nyebrang ke cafe favorit untuk menikmati chai latte (dan fluffy untuk Alia). Ngomong-ngomong soal fluffy, biasanya di sini fluffy selalu di sajikan dengan marshmallow. Tapi dari dulu, kami udah kasih tau Alia kalau marhmallow yang di cafe-cafe itu kita nggak tau apakah gelatine nya halal atau nggak. Kadang gelatine juga dibuat dari babi. Jadi, dari dulu Alia nggak pernah makan marshmallow di new zealand. Bukan karena semua marshmallow di sini nggak hahal, tapi karena saya males cari tau merek marshmallow mana yang halal. Pernah sih sekali tanpa sengaja saya nemu postingan orang jual marshmallow halal di trade me, dan saya beli buat Alia. Dan selama beberapa tahun di NZ, Alia cuma makan marhsmallow sekali itu aja 🙂

Nah beberapa bulan lau saya baru tau kalo ternyata  ada juga marshmallow halal yang di jual di supermarket. Waktu alia ke sini kemaren, saya beli sekantong marshmallow untuk Alia. Yang pertama kali keluar dari mulut ALia waktu tau saya beliin marshmallow “Ini marshmallow nya halal nggak bu?” dan kemudian terjadilah percakapan kecil soal makanan:

ALia : Ini marshmallownya halal ya bu?

Ibu : Iya kak, ini halal.

Alia : Kok ibu tau?

Ibu : Ibu udah tanya ke pabriknya 🙂 (walaupun sebenrnya bukan saya yang nanya sih)

Alia : Kalau orang muslim itu nggak makan pork ya bu?

Ibu : Iya kak. Tapi kita boleh makan ayam, daging sapi, kambing, ikan…

Alia : Kalo Jojo (sahabat ALia waktu di NZ dulu) sukanya makan salami. Itu kan ada pork nya. Tapi nggak apa-apa kalo Jojo kan bukan muslim

Ibu : ALia mau makan salami? (ibu yang iseng … boleh nggak sih iseng nanya kayak gini ke anak?)

Alia : Nggak mau…. ALia kan muslim.. terus, pork kan kotor. Alia nggak mau ah kotor-kotor..

Ibu : (fiiuuh… slamet.. slamet… )

chai latte & fluffy
chai latte & fluffy

Puas ngobrol-ngobrol, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lincoln town bus stop yang ada papan tulisan Lincoln nya. Selama ini belum pernah foto di situ. Sekarang karena merasa jadi turis merasa harus foto di situ hahaha 😀

10568716_336027886551896_1198268073_n
Selain jalan-jalan sekitar Lincoln, kami juga sempat napak tilas ke Christchrch city, dan Queenstown. Kami juga sempat mampir ke Invercargill untuk mewujudkan keinginan bapak Abink yang dulu selalu saya tolak. Kali ini karena (lagi-lagi) merasa turis, jadi nggak ada salahnya kita mampir ke sana. InshaaAllah cerita nya bakal di posting kalo lagi nggak males yaa….

Salam,

Keluargahussein (yang udah nggak sabar ngumpul dan liburan lagi) 🙂

Liburan Lebaran Manis

10569209_335094483311903_1045622079_n

Udah sebulan lebih nggak nge-blog, walaupun udah masuk akhir bulan Syawal, saya mau bilang Selamat Lebaran dulu buat semuanya ya… Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga..

Kalau lebaran tahun lalu saya sendirian, tahun ini saya nggak sendiri lagi karena 2 orang kesayangan datang jauh-jauh dari Indonesia untuk berlebaran di New Zealand. Sebenernya tujuan awalnya bukan untuk lebaran siih.. Tapi Bapak Abink lagi ada join research dan tugas lain yang mengharuskan untuk datang ke New Zealand. Karena kebetulan waktu kosongnya pas libur lebaran, jadilah sekalian merayakan lebaran di NZ. Jauh-jauh hari setelah tau bapak ABink bakal ada tugas ke NZ, saya udah nitip pesen kalo saya pengen Alia diajak juga.. Awalnya agak ragu sih ngajak Alia karena kami (saya dan bapak Abink) sama-sama punya agenda kerjaan. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan Alia diajak ke NZ dengan beberapa konsekuensi yang sudah kami sepakati bersama.

Sebulan sebelum berangkat ke NZ, Alia udah mulai itung-itung hari, sambil merencanakan kepingin ketemu siapa aja di NZ (tentunya sahabat-sahabat nya di Kindy dulu). Dan setiap dia minta saya pulang ke Malang, saya selalu bilang “kan Ibu tunggu kk Alia mau ke Lincoln dulu..” dan itu berhasil bikin dia jadi hepi lagi 🙂

Nungguin orang-orang tersayang yang mau dateng memang bener-bener bikin semangat, happy, deg-deg an sekaligus lapar mata dan menguras dompet. Kenapa? Karena sebelum mereka datang saya memang niat mau beli baju-baju hangat buat Alia karena baju2 hangat ALia dulu udah nggak muat dan udah dihibahkan juga. Tapi setiap keluar dari toko anak-anak, adaa aja bonusnya 🙂 Buat bapak ABink gimana? Buat bapak Abink nggak perlu beli karena jaket n thermalnya masih lengkap.. Cuma perlu nambah beli kaos kaki dan kaos tangan aja.

Di hari mereka datang, saya dibantu seorang  teman baik untuk jemput mereka dan kemudian nginep di rumah teman tersebut selama 2 minggu. Nginep di rumah keluarga yang luar biasa baiknya ini bikin kami merasa beruntung punya teman/saudara walaupun jauh dari kampung halaman. Terimakasih ya mas, mbak…. You know who you are!

Hari lebaran di NZ tahun ini diumumkan secara mendadak. Kok iso? DI sore hari tanggal 27 Juli beberapa umat muslim sudah pergi untuk melihat hilal tapi belum terlihat. Jadi diumumkan bahwa lebaran di NZ bakal jatuh di tanggal 29 (bukan 28). Tapi ditengah malam, ternyata pengumuman itu direvisi dan ditetapkan lebaran jatuh tanggal 28. Bahkan ada beberapa teman yang nggak tahu kalau ada revisi pengumuman itu heheheh….

Lebaran1

Kalau tahun-tahun sebelumnya kami sholat ied di kota, tahun ini warga muslim di Lincoln juga mengadakan sholat idulfitri di mushala kampus. Karen kami nggak punya kendaraan, jadi kami memang sudah berniat untuk sholat di kampus aja. selain itu, saya ada janji meeting kerjaan nggak bisa di batalkan di hari itu. Karena kebetulan saya lagi nggak sholat, jadilah saya nitip Alia ke teman-teman Indonesia di sana. Nggak mungkin juga ALia ikutan ke shaf laki-laki sama Bapak Abink 🙂 Lagi-lagi saya bersyukur punya saudara yang baik-baik di sini…

Lebaran tahun ini jadi lebaran yang sangat berkesan buat saya. Setelah lebaran sendirian tahun lalu, dan menahan diri untuk nggak terlalu berharap jalan-jalan di NZ sama ALia dan bapak Abink lagi, akhirnya Allah ngasih kejutan manis di tahun ini. Menyusuri jalan yang dulu pernah kami lewati, menyusuri lapangan belakang rumah kami dulu, menemani Alia main di tempat bermain favoritnya waktu kecil, menghabiskan sore di cafe favorit kami ditemani sepotong salmon bagel dan yang terpenting, mereka ada di sini dan kami merayakan lebaran bersama. Sekeluarga!

Harta Karun dari Kampung Halaman

Camera 360

Heppii deh Sabtu lalu dapet ransum dari Indonesia berupa sambel terasi, bumbu pecel, kopi mocca pake ampas, tepung cendol dan kering tempee… Duluu di tahun 2010 waktu awal-awal kami tinggal di New Zealand kami seriing banget dapet kiriman dari Indonesia. Biasanya mama-papa saya suka ngirimin pernak pernik buat Alia dan bapak-ibu mertua bagian ngirim2 makanan. tapi lama kelamaan semakin jarang dapet kiriman dari Indonesia. Selain karena ongkos kirimnya mahal, juga karena kami sudah bisa beradaptasi dengan kondisi (terutama makanan) di sini. Jadi kangennya nggak pake “banget” atau “tingkat dewa”. Walaupun kalo dapet kiriman juga pasti bakal seneng banget..

Anyway, minggu lalu saya bukan terima paket pos dari Indonesia tapi barang2 itu dibawain sama salah satu teman saya yang lagi jalan-jalan liburan ke New Zealand. Pas dia nawarin mau nitip apa saya seneng banget.. Tapi namanya nitip harus tau diri dong yaa.. Akhirnya kepikir pengen kopi (1 renteng) sambal terasi (1 renteng) dan bumbu pecel (3 bungkus) dari Indonesia. Saya minta tolong mama saya untuk ngirimin ke rumah temen saya itu (kebetulan rumah orang tua temen saya itu deket sama tempat tinggal ortu saya). Dan hari Sabtu kemarin kami ketemuan di Hagley park. Ngobrol-ngobrol di dalem campervan yang mereka sewa sambil ngeliatin mereka beres2 dan bersih-bersih sebelum si campervan dikembalikan sore itu. Begitu mereka ngeluarin titipan dari mama…. ternyataa mama nambahin titipannya. Bukan lagi cuma kopi, sambel dan bumbu pecel, tapi juga teh naga, tepung cendol dan kering tempe kesukaan saya…. Woohooo.. Terimakasih ya mamaaa.. terimakasih juga Midha, Febri dan dd Khansa sudah bawain harta karun titipannya..

20140531_135202 (1)

Ngomong soal titip menitip, saya sudah pernah jadi pihak yang ‘dititip’ dan ‘menitip’. Dan menurut saya wajar aja ya kalau kita tinggal jauh dari keluarga dan kemudian nitip sesuatu untuk dibawa kalau ada teman yang pulang kampung. Tapi jadi nggak wajar kalau titipannya ‘nggak tau diri’. Apalagi baggage allowance untuk tiket ekonomi dari NZ ke Indonesia cuma dapet 20 kg, sepertinya kalau buat student yang mau pulang untuk ambil data, kopernya bakal penuh dengan buku, kuisioner (dan oleh-oleh). Sedangkan untuk student yang mau pulang for good karena udah slesai studinya juga bakal bawa bermacam2 barang dan oleh-oleh tentunya. Kalau ada yang nitip macem-macem bakal ngerepotin kan.. Walaupun sekarang beberapa maskapai ngasih baggage allowance 30 kg per orang, tapi ya tetep aja kalau misal harus ganti pesawat lokal di Indo juga jatah nya cuma 20kg kan.. ALhamdulillah selama ini saya nggak pernah dapet titipan yg banyak banget sampai harus mengorbankan kepentingan saya. Karena saya memang suka packing dari jauh-jauh hari, jadi sudah tau kira2 berapa banyak barang yang harus dibawa. Waktu pulang kemarin saya sudah menetapkan jatah untuk barang-barang pribadi berapa kg dan jatah untuk titipan orang lain berapa kg, dan saya terapkan sistem ‘first-come, first-served’ hahaha 🙂 Jadi mohon maaf kalau ada teman-teman yang mau nitip tapi saya tolak karena jatahnya udah penuh.

Kalau datang ke negara yang bio security nya ketat seperti New Zealand dan Australia, kita sebagai pihak yang dititip juga harus waspada sama apa yang dititipkan ke kita. Menurut saya, nggak salah kok kalau kita buka-buka bungkusan punya orang lain yang akan kita bawa dari Indonesia ke NZ (atau ke negara lain). Karena, nanti di custom, kita lah yang harus tanggung jawab terhadap apa yang ada di bungkusan itu. Pernah ada cerita, seorang teman  nitip dibawakan obat-obatan herbal dari Indonesia. Karena di NZ agak-agak parno terhadap herbal-herbal gitu, terutama kalo mengandung madu, jadilah temen yang dititip tadi harus terhambat di custom bandara NZ selama beberapa saat. Jadi merasa bersalah nggak sih yang nitip itu obat-obatan?

Jadi, apa aja sih yang boleh dibawa dan nggak boleh di bawa masuk New Zealand? Secara umum, segala macam fresh fruit and vegetable nggak boleh keluar dari bandara. Daging sapi juga nggak boleh, kecuali abon. Saya dan teman2 lain sudah sering lolos bawa abon, bumbu pecel, sambel bu Rudi, gudeg kaleng, kering tempe dan kue-kue kering. Tapi ada juga teman yang lagi apes dan abonnya nggak diijinin keluar. Trus, makanan atau obat-obatan yang mengandung madu, atau madu murni juga nggak bisa masuk New Zealand. Kemarin saya bawa tolak angin cair pun diambil sama mereka karena ada madunya 🙂 Trus, barang dari kayu juga ada aturan khusus kalau mau dibawa masuk ke NZ. Biar aman, mending barang-barang yang kita nggak yakin boleh masuk atau nggak, sebaiknya di declair aja, kasih liat ke petugasnya. Kalau kita nggak declair trus pas di scan ternyata ketauan kita bawa barang yang nggak boleh dibawa masuk, dendanya bikin sakit ati looh….

By the way, adakah dari teman-teman yang mau datang ke NZ dalam waktu dekat? Titip bawain my precious Alia sekalian bapaknya dooong 🙂

Teh Anget

894451_278083719012980_1866033612_oPagi-pagi keinget anak kecil solehah ku yang sekarang udah besar .. udah 5 tahun !

Inget 3 tahun lalu waktu mama saya main ke New Zealand, dan ALia masih 2 tahun umurnya. Kebetulan saya biasakan makanan/minuman Alia nggak pake gula garam sampe umur setahun, trus setelahnya dia makan gula garamnya juga sedikiiitt banget. Kalo Alia lagi pengen minum teh juga biasanya saya bikin teh tawar atau pake gula dikiit banget. Sedangkan mama dan papa saya kalo minum teh harus pake gula yang banyak.. Suatu hari, di rumah kami mama saya bikin teh anget dan Alia pengen nyobain.. dan kira-kira terjadi percakapan begini:

ALia : Mama, Alia mau tea nya.

Mama : Boleh, ini anget kok.. Warm…

Alia: yummm…. (dan dia teringat-ingat selalu sama teh manis anget itu)

Besoknya…..

Alia : Ibu, Alia mau minum tea.

Saya: Oke Alia, ibu bikin yaa (dan saya bikin teh hangat dengan gula seujung kuku)

Setelah Alia minum teh bikinan saya….

Alia : Ibu, Alia maunya teh anget… yang warm…

Saya : Iya itu kan ibu bikinnya anget, nggak panas kok…

Alia: Tea nya Ibu nggak warm.. Alia mau yang warm kayak yang mama bikin kemarin….

Ternyata (dulu) Alia mengasosiasikan WARM=SWEET , “anget” itu artinya “manis” hahaha….

I miss you Alia……

Weekend Update #2

Udah hari Selasa, tapi masih ngomongin wiken?? Ahh nggak papa lahh, mumpung lagi ujhan bechek ngga ada ojhek jadi jam segini masih diem di kamar sambil iseng2 nulis wiken update 🙂

Video Call. Wiken ini nggak lama sih skype nya karena saya lagi banyaak kerjaan, marking 45 paper dan nge-donlot-in data dari satistics NZ orderan dari si bos yang harus diberesin secepatnya. Jadilah skype kali ini lumayan singkat, sambil makan siang dan sambil masak. Intinya nggak mau ada waktu yang kebuang hehehe…

Alia n bapak ABink cerita kalo kemarin baru ambil raport Alia di sekolah. Overall, ALia raport nya bagus, kemampuan dan keinginan membaca nya top dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Yang bikin saya lebih hepi, dia di sekolah (dan di rumah) selalu inget bilang “please, thank you, excuse me” dsb. Contohnya pas kita lagi skype tiba-tiba alia pengen main sepeda di luar dan minta ditemenin Mak Ul (ART kami). ALia bilang “Mak Ul… Alia mau minta tolong…”  iiih, manis banget deh anakku. *rabidmom mode:on

Sebagai hadiah karena ALia jadi anak manis, saya bakal kirim sesuatu yang saya pesen dari ol shop. Yang bayar tetep bapak Abink, karna kalo saya transfer dari sini fee nya lebih mahal dari harga barangnya hahhaaha.. *alesan

Green Smoothy Challenge. Awal bulan ini saya sign up untuk ikutan 30 days green smoothy challenge yang dipoplerkan oleh Jadah + Jen. Jadilah wiken kemaren kesempatan untuk beli-beli buah biar green smoothy nya nggak nge bosenin. Sebenernya saya udah lama banget nyobain green smoothy (dulu banyak orang nyebutnya green monster), trus berhenti. Sampai tahun lalu saya mulai minum green smoothy lagi tapi masih on-off suka-suka saya aja. Jadilah bulan ini saya pengen mulai rutin lagi minum green smoothy. Bukan biar kurus sih niat utamanya tapi biar sehat dan jadi kebiasaan baik. Doakan saya berhasil yaaa…

Flatmate. Flatmate saya udah dateng. Happy…. karena ga harus pulang sendirian kalo malem, bisa sepedaan berdua.. ada temen ngobrol juga di rumah.

Sekian posting tentang wiken update yang penting nggak penting ini 🙂

Weekend Update

Hari ini diem di rumah karena mau nyuci, bersih2 rumah, masak untuk beberapa hari dan Skype sama Alia & Bapak Abink. Hasilnya? Nyuci beres.. Rumah bersih walaupun kurang sempurna, Belajar, dapet lah sedikit-sedikit.. Skype dan telpon SUkses!!

Seharian vIdeocall dua kali. Nelpon sampe 4 kali dan nggak cuma sebentar. Obrolan hari ini ditutup dengan dengerin Alia n Bapak Abink main jual-jualan dan sekolah-sekolahan. Dan, saya sukses bangga denger bapak Abink yang dengan sabar ngeladenin Alia main, dan bangga karena ALia udah pinter banget baca bukunya..

Ceritanya bapak ABink jadi muridnya, Alia jadi gurunya. Karena ini ceritanya waktu tidur siang untuk murid-murid, jadi gurunya bacain cerita di tempat tidur. Bapak Abink pilih cerita tentang princess Sofia untuk dibacain Alia. Ada yang lucu, pas Alia baca di bagian sofia bilang “I don’t know how to be myself and a princess at the same time“. ALia baca kata “know” nya pake dikasih huruf K jelas didepannya jadi kedengerannya kayak “kenow”. Pas dibenerin sama bapak Abink, dia bilang “itu kan di depannya da huruf K nya bapaaak…” Jadiah bapak Abink yang beralih peran jadi guru untuk menjelaskan ke anak kecil yang bahasa Inggrisnya udah mulai medok (tapi kita semua sayang) itu.

Baruuuu aja telpon ditutup tapi sayanya udah kangen lagi hehhehe…. Weekend depan kita ngobrol seharian lagi ya kk ALiaa… Aymisyu anak solehah-ku….

skype

Note to myself: Jangan sensii…

Tiga minggu balik ke NZ sendirian setelah 3 bulan ‘liburan’ di Malang memang berat buat saya. Manalah saya harus tinggal sendiri di rumah yang berjarak sekitar 2km dari kampus, beban kerja berlipat-lipat dibanding tahun lalu, nggak bisa kerja sampai malem banget di ofis (karna ga ada mobil dan nggak berani pulang larut malam kalo naik sepeda), dan dan hal-hal lain sempat bikin saya lebih ‘sensi’ dan cepet mewek. Banyak yang bilang kalo saya itu hebat, karena bisa pisah lama sama anak dan suami.. Walaupun kadang-kadang (kadang-kadang loh yaaa..) rasa simpatik atau pujian buat saya itu suka bikin saya sensi dan jadi bikin saya merasa ‘dihakimi’. Ketika orang bilang “ya ampuun kok bisa sih jauh sama anak selama itu..” di telinga saya itu kedengarannya kayak “Ihhh .. tega amat sih kamu ninggalin anakmu selama itu..”. Walaupun mungkin dari orang yang ngomong nggak ada maksud untuk begitu.

Sensitifnya saya juga terjadi kalo lagi denger suara Alia atau bapak Abink. Kayak beberapa hari yang lalu, setelah 4 jam tutorial yang bikin saya nggak menyentuh thesis sama sekali hari itu, saya nelpon bapak Abink. Baru denger suaranya aja, saya langsung mewek.. Trus dapet voice note dari Alia juga mewek.. Bermaksud menghibur diri dengan nonton talk show di yutub, mewek lagi (karna ceritanya sedih) hihihi… Tapi, bukan bapak Abink namanya kalo nggak bisa meyakinkan saya kalau kami bakalan baik-baik aja.

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya ketemu tetangga flat saya seorang PhD student dari negara tetangga. Waktu itu saya baru pulang dari office sekitar jam 8malam. Di depan gang saya ketemu beliau yang mau balik ke kampus karena ada kerjaan dan terpaksa ninggalin anaknya yang masih 7-8 tahunan sendirian di rumah.  Mungkin kalo saya harus bawa Alia ke sini, saya nggak bakal punya keberanian untuk ninggalin Alia sendiri dirumah sementara saya ke ofis. Tapi ofkors waktu itu saya nggak bilang “wah, kamu hebat deh kok bisa ninggalin anak kamu sendirian malem-malem di rumah” 🙂 bisa-bisa saya bikin dia ‘sensi’ dan merasa dihakimi heheheh…

Tetanggaku itu bukan satu-satunya Ibu-ibu yang bawa anaknya sendirian kesini, sedangkan mereka juga harus sekolah dan suami nggak bisa ikut. Masih banyak ibu-ibu lain yang harus juggling antara sekolah, nemenin anaknya main, ngerjain tugas, nyiapin makan anak dsb. Belum lagi kalo anaknya sakit. Mereka semua jadi bikin saya lebih semangat dan lebih bersyukur. Berpikir bahwa apa yang kami jalani sekarang ini (termasuk LDM) adalah bagian dari rejeki Allah buat kami.

Ya, semua pilihan pasti butuh perjuangan dan ada konsekuensinya. Saya (dan bapak Abink) tentunya sudah melalui proses dan pertimbagan ketika kami memutuskan untuk menjalani LDM sementara. Sayapun yakin setiap ibu-ibu yang memutuskan sekolah untuk sekolah lagi dengan membawa keluarga atau tidak juga pasti punya pertimbangan sendiri. Sekarang, tinggal gimana kita menjalaninya aja. Kan kita sendiri yang menentukan kita mau sedih atau bahagia dengan pilihan kita.  Kalau lagi sedih atau khawatir saya juga selalu ingat hadist dari Al-Tarmidhi ini:

….. Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction and ease with hardship.

Udah deh, nggak usah sensi-sensi lagii 🙂 Minum hot cokelat aja yuuk ahh….. 🙂

IMG_20140316_141804