Academic Trip: Kuala Lumpur – Kuantan (2)

Sehari di Kuala Lumpur kami habiskan cuma untuk jalan-jalan santai di sekitar hotel dan reunian dengan teman lama, ditutup dengan lunch istimewa di Nando’s.

Ambil koper di hotel, langsung nyari taksi untuk lanjut ke bandara. Waktu sopir taksinya tau kalau kami mau ke Kuatan, dia bilang kalau ke Kuantan mending naik mobil aja, paling 3 jam juga nyampe.. hehehehe… Kita emang udah niatin naik pesawat aja ke Kuantannya, walaupun terbangnya cuma 45 menit 🙂

Sampai Kuntan, kami dijemput teman kuliah waktu di Lincoln dulu, yang kebetulan tinggal di Kuantan dan beliau juga jadi panitia conference yang kami hadiri. Setelah makan malam, Langsung diantar ke hotel untuk istirahat. Di Kuantan kami nginap di SwissBell Garden Resort Hotel, tempat diadakannya conference. Sengaja pilih di situ biar deket sama tempat conference dan kebetulan hotelnya punya akses langsung ke pantai. Ditambah lagi playground dan kolam renang anak-anak nya cukup luas, walaupun, bangunan dan interior kamarnya udah keliatan tua..

kuantan 2

Sebenernya saya dan bapak Abink punya jatah masing-masing satu kamar, tapi karena nggak pengen ‘pisah ranjang’ dan Alia masih nggak mungkin bobok beda kamar sama kami, jadi saya minta satu kamar aja buat kami, tapi minta upgrade ke family room 🙂 Sebelum berangkat, urusan upgrade kamar sebenernya udah beres lewat email. Tapi nggak tau kenapa waktu kita check in, kamar yang dijanjikan belum siap. Jadilah kami dikasih dua kamar, dan dijanjikan untuk pindah ke family room besoknya. OK deeehh….

Hari ke-2 di Kuantan, diisi oleh conference seharian. Di acara pembukaan dan sesi hari pertama ini kami sengaja ajak Alia karena nggak pengen absen, tapi saya ngalah, duduk di belakang aja nemenin Alia. Pas break makan siang, kami sengaja nggak makan di tempat conference karena pengen liat-liat kota Kuantan sekalian makan siang di luar aja. Akhirnya pesen taksi, muter kota Kuantan. Kuantan ini kota pantai di Pahang. Feel nya kayak di Banjarmasin. Ya panasnya, ya suasanya, mirip Banjarmasin. Cuma memang kota Banjarmasin keliatan lebih gede dan lebih rame kotanya.

Setelah puter-puter kota, trus diantar sama pak sopir taksi nya ke East Coast Mall, mall terbesar di kuantan untuk makan siang. Cari-cari foodcourt nggak ketemu, akhirnya kami pilih makan di warung ayam aja, mesen 2 paket Nasi Ayam yang ternyata enaaaakk dan lengkap banget. Nasi ayam Hainan ini juga favorit bapak Abink setiap ke Singapore/Malaysia, selain es Bandung 🙂

kuantan7

Setelah makan siang kami langsung balik ke hotel lagi untuk ikut conference sesi selanjutnya. Kebetulan saya dan Bapak Abink kebagian presentasi di sesi terakhir conference hari pertama ini. Saya dan bapak Abink di track yang sama, dan Bapak Abink didaulat sebagai chair person di sesi ini. Karena kami presentasi di sesi yang sama, jadilah Alia harus ikut lagi ke dalam ruangan conference. Begitu kami masuk ruangan semua langsung liat ke Alia dan bilang kalau Alia adalah peserta termuda di conference ini 🙂 Lagi-lagi saya memilihkan tempat duduk paling belakang untuk Alia, dan saya menemani disebelahnya. Untungya lagi conference kit-nya ada highlighter warna-warni yang bisa Alia pakai untuk gambar dan mewarna. Alhamdulillah selama conference dan selama bapak Ibu nya presentasi Alia nggak rewel, dan nggak ribut sama sekali. Malah dia inisiatif untuk foto-fotoin saya pas presentasi 🙂

kuantan3

kuantan8

Hari ke-3 di Kuantan, setelah subuh kami langsung ke pantai.. main-main sebentar trus lanjut sarapan. Tapi ternyata setelah sarapan, Alia nagih ke pantai lagi. Ya udah deh, akhirnya saya nemenin Alia main di pantai dan terpaksa absen di sesi terakhir conference. Sementara bapak Abink lanjut conference, saya nemenin ALia main pasir lanjut berenang di kolam renang. Pantainya menurut saya biasa aja, tapi sepiii dan ombaknya nggak besar, enak buat main. Cuma panasnya itu lohh bikin nggak kuat main lama-lama..

kuantan5

Setelah puas main di pantai, saya cuma main di sekitar hotel berdua Alia karena bapak Abink ada undangan untuk ngasih kuliah tamu di University Malaysia Pahang (UMP). Karena conference sudah slesai dan bosen juga stay di hotel, akhirnya saya ajak Alia nge-mall lagi 😀 dan janjian sama bapak Abink di East coast mall (lagi). Karena udah makan siang di hotel, jadilah kami cuma beli manisan aneka buah buat saya, dan es krim buat Alia.

kuantan 4

Hari ke-3 Malamnya, kami janjian sama beberapa teman kuliah di Lincoln yang sekarang tinggal di Pahang untuk makan malam bareng.

Kuantan1
Photo courtesy of kak Maz

Malam terakhir kami di Kuantan terasa spesial, selain karena dinner pakai menu spesial, tapi juga karena makannya rame-rame sama teman dan tetangga di Lincoln dulu.

Perjalanan ke KL dan Kuantan kali ini walaupun cuma sebentar, memang kami niatkan untuk conference, jalan-jalan keluarga dan menyambung silaturahmi dengan kawan lama. Alhamdulillah semua tercapai 🙂

 

Awesome Week

Dear September, thankyou for being nice to me 🙂 Beberapa hal yang bikin saya hepi selama seminggu ini:

Menang giveaway-nya teacher Joeyz. Baru pertama kali ikutan giveaway dan ngerjain postingannya pun secepat kilat sebelum berangkat ke Auckland.. Tapi  tenyata menang…. . Hadiahnyapun sesuai yang saya pengen. Thankyou teacher Joeyz!

Diskonan Mania. Sejak sepatu kesayangan harus rela dibuang di Invercargill karena sobek, basah dan nggak layak pakai lagi, saya memang pengen banget beli sepatu keds/casual baru. Saya tuh agak rewel sama sepatu.. Waktu pulang ke Malang akhir tahun lalu, sempet beli sepatu, sampe dua pasang. Tapi karena pengen ngirit akhirnya beli yang murah aja. Tapi begitu dipakai sekali dua kali trus rasanya nggak nyaman jadi jarang dipake lagi… Sekarang merasa butuh sepatu nyaman buat jalan-jalan. Kebetulan ada temen ngasih info kalo toko sepatu kesayangan lagi diskon besar-besaran tapi cuma sehari. Akhirnya abis tutorial, saya bela-belain naik bis ke sana demi diskonan. Semua sepatu dewasa turun harga jadi $50 dan sepatu anak-anak jadi $35. Baju olahraga, sweater dll jadi $30. Trus saya beli yang mana? Saya beli sepatu yang harga awalnya $230 dan diskon jadi cuma $50 saja. hahahah 😀 ga mau rugi.

Makan Pempek enak. Ini juga yang bikin minggu saya ceria! Ada temen yang lagi jualan pempek. Saya beli dan ternyata nggak mengecewakan. enaakk… Padahal minggu sebelumnya saya udah sempet browsing-browsing cara bikin pempek sendiri.. Alhamdulillah ada yang jualan dan enak, jadi nggak perlu susah-susah bikin sendiri.

Pengajian Ibu-ibu. Bulan Agustus lalu, beberapa ibu-ibu (baca: ibu muda. Penting untuk diperjelas) di sini memutuskan utuk bikin pengajian bulanan. Acara nya baca Al-Qur’an, denger ceramah, bahas tajwid, silaturahmi dan makan-makan… Kalau bulan lalu yang jadi idola adalah tahu crispy plus sambel petis, bulan ini ada bika Ambon yang yummoo sekali.. Iman kuat, batin tenang, perut kenyang 🙂

Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho
Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho

Menghitung hari untuk kumpul keluarga lagi. Beberapa waktu yang lalu pas Alia tanya kapan saya pulang, saya jawab masih 60 hari lagi dan Alia bilang masih lama.. Beberapa hari yang lalu, kk ALia tanya lagi, kapan ibu sampe ke sini? Saya bilang 50 hari lagi. Dan nggak nyangka itu bikin Alia hepi banget… Kata ALia “yeaayyy, nggak sampai 60 hari lagi ibu ke sini”. Padahal 60 dan 50 hari kan beda tipis yaa… Tapi mungkin ALia lihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Positifnya, 50 hari itu kurang dari 60 hari ! heheheh…. bikin saya ikutan hepi juga.

Being nominated for Green Award. Ini nih highlight of the week nya. Dinominasikan untuk Green Award! Bukan, ini bukan award lingkungan hidup.. Ini award untuk teaching and support excellent. Jadi, setiap tahun Lincoln University Student Association (LUSA) bikin acara Gold and Green award. Gold untuk student yang dirasa berpengaruh di kehidupan kampus (bisa melalui sport, clubs, events atau cultural activities) dan green untuk lecture, tutor atau support person di university. Untuk Green award, semua student bisa menominasikan lecture/tutor favoritnya.. Rasanya nggak percaya.. secara saya merasa ngajarnya biasa-biasa aja. Kadang saya masih diketawain soal aksen ‘medhok’ saya yang mungkin aneh buat mereka. Pernah juga dikerjain mahasiswa, diajak ‘minum’ atau dikasih pandangan aneh dari atas sampai ke bawah… Semester lalu malah saya selalu stress sebelum ngajar karena kebetulan saya tutoring matakuliah umum tentang research dan sedikit statistik, yang mahasiswanya (sepertinya) banyak dari agriculture. Farmer muda atau calon farmer yang agak susah dikendalikan 🙂 Tapi dengan dinominasikan di green award ini, semua terbayar.. Walaupun saya masih susah percaya sih, sampai saya email ke award commiteenya beneran nggak itu undangan karena saya dinominasikan?  Nggak peduli nanti saya bakal dapet awardnya atau enggak, dinominasikan aja udah bikin saya tersanjung.. Ya iyalah, secara kemungkinan dapet awardnya pun kecil.. yang tahun-tahun sebelumnya penerima awardnya orang-orang hebat semua…. Mudah-mudahan aja ini bukan pengumuman dan undangan salah kirim  yaaa 😀

Green Award for Teaching and Supprot Excellent
Green Award for Teaching and Supprot Excellent

Kalo kamu, apa yang bikin hepi selama seminggu ini?

Liburan Lebaran Manis

10569209_335094483311903_1045622079_n

Udah sebulan lebih nggak nge-blog, walaupun udah masuk akhir bulan Syawal, saya mau bilang Selamat Lebaran dulu buat semuanya ya… Mohon maaf lahir dan batin dari kami sekeluarga..

Kalau lebaran tahun lalu saya sendirian, tahun ini saya nggak sendiri lagi karena 2 orang kesayangan datang jauh-jauh dari Indonesia untuk berlebaran di New Zealand. Sebenernya tujuan awalnya bukan untuk lebaran siih.. Tapi Bapak Abink lagi ada join research dan tugas lain yang mengharuskan untuk datang ke New Zealand. Karena kebetulan waktu kosongnya pas libur lebaran, jadilah sekalian merayakan lebaran di NZ. Jauh-jauh hari setelah tau bapak ABink bakal ada tugas ke NZ, saya udah nitip pesen kalo saya pengen Alia diajak juga.. Awalnya agak ragu sih ngajak Alia karena kami (saya dan bapak Abink) sama-sama punya agenda kerjaan. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan Alia diajak ke NZ dengan beberapa konsekuensi yang sudah kami sepakati bersama.

Sebulan sebelum berangkat ke NZ, Alia udah mulai itung-itung hari, sambil merencanakan kepingin ketemu siapa aja di NZ (tentunya sahabat-sahabat nya di Kindy dulu). Dan setiap dia minta saya pulang ke Malang, saya selalu bilang “kan Ibu tunggu kk Alia mau ke Lincoln dulu..” dan itu berhasil bikin dia jadi hepi lagi 🙂

Nungguin orang-orang tersayang yang mau dateng memang bener-bener bikin semangat, happy, deg-deg an sekaligus lapar mata dan menguras dompet. Kenapa? Karena sebelum mereka datang saya memang niat mau beli baju-baju hangat buat Alia karena baju2 hangat ALia dulu udah nggak muat dan udah dihibahkan juga. Tapi setiap keluar dari toko anak-anak, adaa aja bonusnya 🙂 Buat bapak ABink gimana? Buat bapak Abink nggak perlu beli karena jaket n thermalnya masih lengkap.. Cuma perlu nambah beli kaos kaki dan kaos tangan aja.

Di hari mereka datang, saya dibantu seorang  teman baik untuk jemput mereka dan kemudian nginep di rumah teman tersebut selama 2 minggu. Nginep di rumah keluarga yang luar biasa baiknya ini bikin kami merasa beruntung punya teman/saudara walaupun jauh dari kampung halaman. Terimakasih ya mas, mbak…. You know who you are!

Hari lebaran di NZ tahun ini diumumkan secara mendadak. Kok iso? DI sore hari tanggal 27 Juli beberapa umat muslim sudah pergi untuk melihat hilal tapi belum terlihat. Jadi diumumkan bahwa lebaran di NZ bakal jatuh di tanggal 29 (bukan 28). Tapi ditengah malam, ternyata pengumuman itu direvisi dan ditetapkan lebaran jatuh tanggal 28. Bahkan ada beberapa teman yang nggak tahu kalau ada revisi pengumuman itu heheheh….

Lebaran1

Kalau tahun-tahun sebelumnya kami sholat ied di kota, tahun ini warga muslim di Lincoln juga mengadakan sholat idulfitri di mushala kampus. Karen kami nggak punya kendaraan, jadi kami memang sudah berniat untuk sholat di kampus aja. selain itu, saya ada janji meeting kerjaan nggak bisa di batalkan di hari itu. Karena kebetulan saya lagi nggak sholat, jadilah saya nitip Alia ke teman-teman Indonesia di sana. Nggak mungkin juga ALia ikutan ke shaf laki-laki sama Bapak Abink 🙂 Lagi-lagi saya bersyukur punya saudara yang baik-baik di sini…

Lebaran tahun ini jadi lebaran yang sangat berkesan buat saya. Setelah lebaran sendirian tahun lalu, dan menahan diri untuk nggak terlalu berharap jalan-jalan di NZ sama ALia dan bapak Abink lagi, akhirnya Allah ngasih kejutan manis di tahun ini. Menyusuri jalan yang dulu pernah kami lewati, menyusuri lapangan belakang rumah kami dulu, menemani Alia main di tempat bermain favoritnya waktu kecil, menghabiskan sore di cafe favorit kami ditemani sepotong salmon bagel dan yang terpenting, mereka ada di sini dan kami merayakan lebaran bersama. Sekeluarga!

Harta Karun dari Kampung Halaman

Camera 360

Heppii deh Sabtu lalu dapet ransum dari Indonesia berupa sambel terasi, bumbu pecel, kopi mocca pake ampas, tepung cendol dan kering tempee… Duluu di tahun 2010 waktu awal-awal kami tinggal di New Zealand kami seriing banget dapet kiriman dari Indonesia. Biasanya mama-papa saya suka ngirimin pernak pernik buat Alia dan bapak-ibu mertua bagian ngirim2 makanan. tapi lama kelamaan semakin jarang dapet kiriman dari Indonesia. Selain karena ongkos kirimnya mahal, juga karena kami sudah bisa beradaptasi dengan kondisi (terutama makanan) di sini. Jadi kangennya nggak pake “banget” atau “tingkat dewa”. Walaupun kalo dapet kiriman juga pasti bakal seneng banget..

Anyway, minggu lalu saya bukan terima paket pos dari Indonesia tapi barang2 itu dibawain sama salah satu teman saya yang lagi jalan-jalan liburan ke New Zealand. Pas dia nawarin mau nitip apa saya seneng banget.. Tapi namanya nitip harus tau diri dong yaa.. Akhirnya kepikir pengen kopi (1 renteng) sambal terasi (1 renteng) dan bumbu pecel (3 bungkus) dari Indonesia. Saya minta tolong mama saya untuk ngirimin ke rumah temen saya itu (kebetulan rumah orang tua temen saya itu deket sama tempat tinggal ortu saya). Dan hari Sabtu kemarin kami ketemuan di Hagley park. Ngobrol-ngobrol di dalem campervan yang mereka sewa sambil ngeliatin mereka beres2 dan bersih-bersih sebelum si campervan dikembalikan sore itu. Begitu mereka ngeluarin titipan dari mama…. ternyataa mama nambahin titipannya. Bukan lagi cuma kopi, sambel dan bumbu pecel, tapi juga teh naga, tepung cendol dan kering tempe kesukaan saya…. Woohooo.. Terimakasih ya mamaaa.. terimakasih juga Midha, Febri dan dd Khansa sudah bawain harta karun titipannya..

20140531_135202 (1)

Ngomong soal titip menitip, saya sudah pernah jadi pihak yang ‘dititip’ dan ‘menitip’. Dan menurut saya wajar aja ya kalau kita tinggal jauh dari keluarga dan kemudian nitip sesuatu untuk dibawa kalau ada teman yang pulang kampung. Tapi jadi nggak wajar kalau titipannya ‘nggak tau diri’. Apalagi baggage allowance untuk tiket ekonomi dari NZ ke Indonesia cuma dapet 20 kg, sepertinya kalau buat student yang mau pulang untuk ambil data, kopernya bakal penuh dengan buku, kuisioner (dan oleh-oleh). Sedangkan untuk student yang mau pulang for good karena udah slesai studinya juga bakal bawa bermacam2 barang dan oleh-oleh tentunya. Kalau ada yang nitip macem-macem bakal ngerepotin kan.. Walaupun sekarang beberapa maskapai ngasih baggage allowance 30 kg per orang, tapi ya tetep aja kalau misal harus ganti pesawat lokal di Indo juga jatah nya cuma 20kg kan.. ALhamdulillah selama ini saya nggak pernah dapet titipan yg banyak banget sampai harus mengorbankan kepentingan saya. Karena saya memang suka packing dari jauh-jauh hari, jadi sudah tau kira2 berapa banyak barang yang harus dibawa. Waktu pulang kemarin saya sudah menetapkan jatah untuk barang-barang pribadi berapa kg dan jatah untuk titipan orang lain berapa kg, dan saya terapkan sistem ‘first-come, first-served’ hahaha 🙂 Jadi mohon maaf kalau ada teman-teman yang mau nitip tapi saya tolak karena jatahnya udah penuh.

Kalau datang ke negara yang bio security nya ketat seperti New Zealand dan Australia, kita sebagai pihak yang dititip juga harus waspada sama apa yang dititipkan ke kita. Menurut saya, nggak salah kok kalau kita buka-buka bungkusan punya orang lain yang akan kita bawa dari Indonesia ke NZ (atau ke negara lain). Karena, nanti di custom, kita lah yang harus tanggung jawab terhadap apa yang ada di bungkusan itu. Pernah ada cerita, seorang teman  nitip dibawakan obat-obatan herbal dari Indonesia. Karena di NZ agak-agak parno terhadap herbal-herbal gitu, terutama kalo mengandung madu, jadilah temen yang dititip tadi harus terhambat di custom bandara NZ selama beberapa saat. Jadi merasa bersalah nggak sih yang nitip itu obat-obatan?

Jadi, apa aja sih yang boleh dibawa dan nggak boleh di bawa masuk New Zealand? Secara umum, segala macam fresh fruit and vegetable nggak boleh keluar dari bandara. Daging sapi juga nggak boleh, kecuali abon. Saya dan teman2 lain sudah sering lolos bawa abon, bumbu pecel, sambel bu Rudi, gudeg kaleng, kering tempe dan kue-kue kering. Tapi ada juga teman yang lagi apes dan abonnya nggak diijinin keluar. Trus, makanan atau obat-obatan yang mengandung madu, atau madu murni juga nggak bisa masuk New Zealand. Kemarin saya bawa tolak angin cair pun diambil sama mereka karena ada madunya 🙂 Trus, barang dari kayu juga ada aturan khusus kalau mau dibawa masuk ke NZ. Biar aman, mending barang-barang yang kita nggak yakin boleh masuk atau nggak, sebaiknya di declair aja, kasih liat ke petugasnya. Kalau kita nggak declair trus pas di scan ternyata ketauan kita bawa barang yang nggak boleh dibawa masuk, dendanya bikin sakit ati looh….

By the way, adakah dari teman-teman yang mau datang ke NZ dalam waktu dekat? Titip bawain my precious Alia sekalian bapaknya dooong 🙂

Weekend Update #2

Udah hari Selasa, tapi masih ngomongin wiken?? Ahh nggak papa lahh, mumpung lagi ujhan bechek ngga ada ojhek jadi jam segini masih diem di kamar sambil iseng2 nulis wiken update 🙂

Video Call. Wiken ini nggak lama sih skype nya karena saya lagi banyaak kerjaan, marking 45 paper dan nge-donlot-in data dari satistics NZ orderan dari si bos yang harus diberesin secepatnya. Jadilah skype kali ini lumayan singkat, sambil makan siang dan sambil masak. Intinya nggak mau ada waktu yang kebuang hehehe…

Alia n bapak ABink cerita kalo kemarin baru ambil raport Alia di sekolah. Overall, ALia raport nya bagus, kemampuan dan keinginan membaca nya top dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Yang bikin saya lebih hepi, dia di sekolah (dan di rumah) selalu inget bilang “please, thank you, excuse me” dsb. Contohnya pas kita lagi skype tiba-tiba alia pengen main sepeda di luar dan minta ditemenin Mak Ul (ART kami). ALia bilang “Mak Ul… Alia mau minta tolong…”  iiih, manis banget deh anakku. *rabidmom mode:on

Sebagai hadiah karena ALia jadi anak manis, saya bakal kirim sesuatu yang saya pesen dari ol shop. Yang bayar tetep bapak Abink, karna kalo saya transfer dari sini fee nya lebih mahal dari harga barangnya hahhaaha.. *alesan

Green Smoothy Challenge. Awal bulan ini saya sign up untuk ikutan 30 days green smoothy challenge yang dipoplerkan oleh Jadah + Jen. Jadilah wiken kemaren kesempatan untuk beli-beli buah biar green smoothy nya nggak nge bosenin. Sebenernya saya udah lama banget nyobain green smoothy (dulu banyak orang nyebutnya green monster), trus berhenti. Sampai tahun lalu saya mulai minum green smoothy lagi tapi masih on-off suka-suka saya aja. Jadilah bulan ini saya pengen mulai rutin lagi minum green smoothy. Bukan biar kurus sih niat utamanya tapi biar sehat dan jadi kebiasaan baik. Doakan saya berhasil yaaa…

Flatmate. Flatmate saya udah dateng. Happy…. karena ga harus pulang sendirian kalo malem, bisa sepedaan berdua.. ada temen ngobrol juga di rumah.

Sekian posting tentang wiken update yang penting nggak penting ini 🙂

Knowing Your Neighbour is a Piece of Cake

Hayyooo siapa yang nggak kenal tetangga kanan-kiri di rumah?? Saya tunjuk tangan nomer satu hehehehe…. sejak tinggal di rumah ‘baru’ ini sebulan lalu, saya belom sempat (nggak menyempatkan, lebih tepatnya) untuk kenalan sama tetangga kanan kiri. Selain karena saya di sini jadi pengikut aliran P4 (pergi pagi pulang petang), juga karena nggak tau gimana harus memulai kenalannya. Kalau saya harus dateng ke rumah para tetangga, ketok pintu trus tiba-tiba anjingnya yang keluar gimana? Saya kan takut banget sama anjing 🙂 Atau kalau pas saya ke rumahnya mau kenalan trus ternyata sambutannya nggak hangat gimana? Kan ‘cegek’ alias ‘tengsin’ yaa.. Jadilah saya nggak kenalan-kenalan sama tetangga kanan kiri.

Tapii, 2 mingu lalu pas saya lagi jemur baju di luar saya ngeliat tetangga sebelah rumah saya lagi berkebun. Saya pikir, ini kesempatan bagus buat kenalan. AKhirnya kami saling senyum dan bilang ‘good morning’. Trus beliau datengin saya ngajak kenalan.. AKhirnya kita ngobrol deh.. Tetangga saya ini seorang nenek ramah yang tinggal sendirian di rumahnya. Nggak sendirian sih sebenarnya, karena beliau ditemani oleh 2 ekor kucing yang gendut-gendut. Setelah perkenalan dan ngobrol-ngobrol singkat hari itu, saya belum pernah ngobrol lagi sama beliau. Trus, sama tetangga yang lain juga blom sempat kenalan yang sampai ‘mendalam’ (kok mendalam ya istilanyaa….?) paling cuma say hello aja, karena kita ketemunya di depan rumah ketika mereka mau brangkat kerja dan saya mau brangkat ngampus.

Naaahhh.. wiken kemaren sebenarnya adalah waktu yang pas buat kenalan sama tetangga, karena tanggal 29-30 Maret kemaren adalah hari bertetangga di New Zealand (Neighbours Day Aotearoa). Slogan Neighbours Day tahun ini adalah “Knowing Your Neighbour is a Piece of Cake”. Jadi di tiap rumah bakal di kasih kartu untuk nulis nama n nomer telpon tetangga kanan kirinya, dan di ‘himbau’ untuk sharing cake dengan tetangga. Sambil nganter cake, bisa sambil saling bertukar nomer telepon. Menurut saya sih ide ini bagus banget, apalagi di sini kan ga ada tuh ya yang namnya arisan RT atau RW. Sebagian orang di sini mungkin juga udah sibuk kerja jadi nggak ada kesempatan untuk bergaul dengan tetangga. Dengan adanya neighbours day ini, jadi ada alasan untuk ngetok pintu tetangga sambil bawa cake tanpa takut dianggap aneh, nggak disambut atau bertepuk sebelah tangan. Trus kenapa juga sharing nya cake? Mungkin karena hampir semua orang disini biasa baking. Mungkin kalo di Indo sharingnya gorengan kali yaa.. 🙂

Selain di-encourage untuk sharing cake dan kenalan sama tetangga, di neighbours day kemaren juga dimanfaatkan untuk ngumpulin data warga sekitar. jadi tiap rumah dikasih formulir yang isinya data nama dll, trus berapa orang yang tinggal dirumah, apakah ada yang perlu supply listrik 24 jam karena alasan kesehatan, apa ada anggota keluarga yg berkebutuhan khusus, dll. Trus ditanya juga apakah punya kendaraan, trailer yang bisa untuk ngangkut2.. Gunanya apa? Tau kan kalo akhir-akhir ini christchurch lagi sering dapet musibah, dari gempa bumi sampai banjir. Nah, data itu akan berguna kalau ada musibah atau pas evakuasi. Tapi, mudah2an jangan ada musibah-musibah lagi yaa…

Kalo di Indonesia gimana? Sebenrnya agak nggak cocok ya kalo kita bandingin NZ dan Indo. Kan budaya nya bedaa… Saya sukanya kalo di Indonesia nggak usah keluar effort terlalu besar, kita udah bisa dapet list nomer telepon tetangga kita plus pak satpam komplek. Kalau mau kenal tetanggak kanan kiri juga tinggal dateng arisan atau pengajian aja jadi udah bisa kenal banyak orang. Jadi, slogan “Knowing your neighbour is a piece of cake” ternyata berlaku juga di Indonesia 🙂 I love Indonesia #homesick #curcol

img1396212985116 (1)

 

Note to myself: Jangan sensii…

Tiga minggu balik ke NZ sendirian setelah 3 bulan ‘liburan’ di Malang memang berat buat saya. Manalah saya harus tinggal sendiri di rumah yang berjarak sekitar 2km dari kampus, beban kerja berlipat-lipat dibanding tahun lalu, nggak bisa kerja sampai malem banget di ofis (karna ga ada mobil dan nggak berani pulang larut malam kalo naik sepeda), dan dan hal-hal lain sempat bikin saya lebih ‘sensi’ dan cepet mewek. Banyak yang bilang kalo saya itu hebat, karena bisa pisah lama sama anak dan suami.. Walaupun kadang-kadang (kadang-kadang loh yaaa..) rasa simpatik atau pujian buat saya itu suka bikin saya sensi dan jadi bikin saya merasa ‘dihakimi’. Ketika orang bilang “ya ampuun kok bisa sih jauh sama anak selama itu..” di telinga saya itu kedengarannya kayak “Ihhh .. tega amat sih kamu ninggalin anakmu selama itu..”. Walaupun mungkin dari orang yang ngomong nggak ada maksud untuk begitu.

Sensitifnya saya juga terjadi kalo lagi denger suara Alia atau bapak Abink. Kayak beberapa hari yang lalu, setelah 4 jam tutorial yang bikin saya nggak menyentuh thesis sama sekali hari itu, saya nelpon bapak Abink. Baru denger suaranya aja, saya langsung mewek.. Trus dapet voice note dari Alia juga mewek.. Bermaksud menghibur diri dengan nonton talk show di yutub, mewek lagi (karna ceritanya sedih) hihihi… Tapi, bukan bapak Abink namanya kalo nggak bisa meyakinkan saya kalau kami bakalan baik-baik aja.

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya ketemu tetangga flat saya seorang PhD student dari negara tetangga. Waktu itu saya baru pulang dari office sekitar jam 8malam. Di depan gang saya ketemu beliau yang mau balik ke kampus karena ada kerjaan dan terpaksa ninggalin anaknya yang masih 7-8 tahunan sendirian di rumah.  Mungkin kalo saya harus bawa Alia ke sini, saya nggak bakal punya keberanian untuk ninggalin Alia sendiri dirumah sementara saya ke ofis. Tapi ofkors waktu itu saya nggak bilang “wah, kamu hebat deh kok bisa ninggalin anak kamu sendirian malem-malem di rumah” 🙂 bisa-bisa saya bikin dia ‘sensi’ dan merasa dihakimi heheheh…

Tetanggaku itu bukan satu-satunya Ibu-ibu yang bawa anaknya sendirian kesini, sedangkan mereka juga harus sekolah dan suami nggak bisa ikut. Masih banyak ibu-ibu lain yang harus juggling antara sekolah, nemenin anaknya main, ngerjain tugas, nyiapin makan anak dsb. Belum lagi kalo anaknya sakit. Mereka semua jadi bikin saya lebih semangat dan lebih bersyukur. Berpikir bahwa apa yang kami jalani sekarang ini (termasuk LDM) adalah bagian dari rejeki Allah buat kami.

Ya, semua pilihan pasti butuh perjuangan dan ada konsekuensinya. Saya (dan bapak Abink) tentunya sudah melalui proses dan pertimbagan ketika kami memutuskan untuk menjalani LDM sementara. Sayapun yakin setiap ibu-ibu yang memutuskan sekolah untuk sekolah lagi dengan membawa keluarga atau tidak juga pasti punya pertimbangan sendiri. Sekarang, tinggal gimana kita menjalaninya aja. Kan kita sendiri yang menentukan kita mau sedih atau bahagia dengan pilihan kita.  Kalau lagi sedih atau khawatir saya juga selalu ingat hadist dari Al-Tarmidhi ini:

….. Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction and ease with hardship.

Udah deh, nggak usah sensi-sensi lagii 🙂 Minum hot cokelat aja yuuk ahh….. 🙂

IMG_20140316_141804

Family Gathering di Sekolah Alia

PhotoGrid_1387946783306

Hari Jumat kemarin adalah hari terakhir Alia sekolah untuk term ini sebelum libur 2 minggu. Setiap term/catur wulan, sekolah Alia bikin pertemuan dengan orang tua murid, terima raport dan ngobrol2 sama bu guru tentang perkembangan anak-anak. Kali ini sekolah Alia bikin family gathering juga setelah terima raport.

Undangan terima raport dan family gathering jam 8 pagi. Dress code nya merah atau hijau. Setelah berdiskusi sama Alia, kami memutuskan untuk pake baju ijo aja karena itu warna favorit ibu  kami ber tiga punya baju yang warna ijo-nya mirip2.

Sampai di sekolah, acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah trus dilanjut presentasi dari kelasnya Alia tentang cara menanam tomat. Kebetulan kelas Alia punya project menanam tomat beberapa waktu yang lalu. Jadi, setiap anak punya satu pot tomat yang mereka tanam sendiri, dan mereka harus merawat tanaman masing2 sampai berbuah dan akhirnya bisa dipanen.

Setelah itu, acara dilanjut dengan terima raport dan ngobrol dengan guru kelas Alia. Karena muridnya nggak banyak, jadi gurunya bener2 tau perkembangan tiap2 anak. Kata bu guru, Alia suka banget baca dan progress nya pesat sekali. Sekarang Alia sudah bisa baca dengan lancar dan bisa membedakan kata-kata dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Alia sudah punya teman akrab juga di sekolah, dan yang paling penting si anak kecil hepi di sekolah 🙂

Setelah terima raport, anak-anak boleh main di luar. Ada painting, mancing ikan, mewarnai, dan beberapa guru jualan kue-kue yang bisa dibeli. Acaranya sederhana sih, tapi Alia dan teman2nya senang dan saya jadi bisa kenalan sama beberapa orang tua temen Alia secara saya jarang banget anter/jemput Alia sekolah.

Setelah acara di sekolah Alia selesai, kami menghadiahi si anak solehah segelas eskrim strwberry dan vanilla dengan topping kacang almond, sementara bapak ibunya puas dengan cassata es krim yang legendaris itu.

Cerita Mudik #1

Nggak terasa udah kurang beberapa hari lagi aja saya mau mudiik 🙂 Packing-packing udah dicicil dari beberapa minggu yang lalu, sekarang mulai angkat2 barang yang mau disimpen di ofis dan simpen-simpen barang yang mau ditinggal di NZ nitip di rumah temen. Repot…. padahal cuma sendiri dan barang nggak begitu banyak…

Jadi inget 7 bulan yang lalu, waktu kita seeluarga boyongan pulang ke Malang. Setelah kurang lebih 3,5 tahun tinggal di NZ, ternyata barang kami banyaaakkk….. packing pun lamaaaaa nggak selasai-selasai. Masukin koper, bongkar lagi, masukin lagi, timbang lagi.. Hasilnya kita bawa 3 koper besar, ditambah 2 tas kecil, plus foto berbingkai 40×40 cm, dan satu airfryer.. Ribet, tapi sayang juga kan kalo baggage allowance yang 30 kg per orang itu nggak dimaksimalkan hehehe…

Di Christchurch Airport sesaat sebelum berangkat
Di Christchurch Airport sesaat sebelum berangkat
Nggak tau deh ini Alia lagi nunjuk apa.. kok keliatan exited banget :)
Nggak tau deh ini Alia lagi nunjuk apa.. kok keliatan excited banget 🙂

Waktu itu kami berencana singgah di Singapore untuk jalan-jalan dan ketemuan sama Kai Nini-nya ALia. 72 jam sebelum terbang kami check in lewat internet. Penerbangan Christchurch-Singapore berhasil check-in. Tapiii pas kita mau check in penerbangan Singapore-Surabaya sistemnya bilang nggak bisa check in, harus hubungi agen atau check in langsung di Bandara. ALhamdulillah kami memutuskan untuk pergi ke agen tempat kami beli tiket besok paginya. Setelah di  liat sama pak Agennya, ternyata bapak Abink nggak boleh masuk Singapore  karena  expired date paspornyanya kurang dari 6 bulan…  Dasar kami ceroboh (dan orang agennya juga nggak ngingetin), kami nggak nge-cek kalo ternyata pasport nya Bapak Abink bakal habis sebelum 6 bulan. PANIK…. karena kami harus terbang besok paginya, hotel di SIngapore udah dibooking untuk 2 hari dan udah janjian sama Kai-Nininya Alia. Akhirnya, diputuskan bapak Abink nggak bakalan tinggal di Singapore, dan langsung naik pesawat ke Surabaya. Sementara saya, Alia, kai, nini bersenang-senang dulu di Singapore. Walaupun waktu itu Alia masih jet lag, kebangun tengah malem dan baru tidur lagi jam 10 pagi di dalem taksi atau di tempat makan 🙂

Singapore
Singapore

Dari Singapore ke Surabaya pun, saya dan Alia cuma ber dua aja karena kai-nini beli pesawat yang berangkat lebih awal. Jadi, setelah nganter Kai Nini di depan hotel, saya dan Alia masih sempat jajan-jajan gorengan dan rujak trus ngadem lagi di kamar hotel. Alia bahkan sempet bobok siang dulu. Ke Changi naik taksi berdua Alia dengan satu tas koper besar yang beratnya sekitar 30kg. Padahal sebagian barang udah di titip ke kai – nini looh… Sampe pak sopirnya bilang “kamu pasti belanja banyak ya di SIngapore.. Koper kamu berat banget” hehehhe belum tau dia kalo koper itu isinya barang2 kita dari NZ 🙂 Perjalanan Singapore-Surabaya lancar, Alia seneng banget main2 di bandara, ngoceeeh terus nggak berhenti ngomong (ini karena dia ngantuk tapi masih seneng main).

Sampai di Surabaya, kami nginep lagi semalem baru besok pagi nya pulang ke Malang. Sampai di Malang, selain happy kembali kerumah ketemu mama papa dan sodara-sodara, ternyata masih banyakk harus di urusin, terutama soal sekolah Alia. Si anak kecil solehah ini ngotot banget pengen cepet2 sekolah, sedangkan ibu-bapaknya agak2 rewel soal milih sekolah yang dirasa cocok dan sesuai kebutuhan. Cerita soal pilih-pilih sekolah Alia, inshaaAllah nanti bakal diceritain juga…

Maap yaa buat yang baca blog ini, cerita-nya mudur ke 7 bulan lalu… Mumpung lagi sempat nulis, biar jadi kenang-kenangan kami juga 🙂

Mencicipi Christchurch Hospital #2

Seperti yang sudah diceritakan di sini bahwa selama 3.5 tahun di New Zealand pak Abink sudah mencicipi CHristchurch hospital sebanyak 2 kali.. Pertama karena operasi empedu, dan yang kedua karena kecelakaan. Detil kejadiannya sudah diceritakan di sini dan di sini.

Jadi pas kejadian itu, kami bertiga dibawa ke hospital dengan ambulance. Terus terang, itu pertama kali saya naik ambulance. Di dalam ambulance, Pak ABink yang banyak di cek ini itu, di rawat luka di kepalanya, sampe dipasang penopang leher untuk tindakan preventif.

Sampai di RS, kami di minta menunggu beberapa saat lumayan lama.. Katanya, di hari libur waitangi day memang lagi banyak kecelakaan karena banyak orang keluar rumah, pesta dan mabuk. Setalah kami dialokasikan satu bilik untuk pemeriksaan, dokter akhirnya datang untuk periksa kami ber tiga. Bapak Abink tentunya diperiksa paling detail berkaitan dengan kakinya dan juga di ambil darah nya untuk tes alkohol. Sepertinya basic prosedur kalo ada kecelakaan, pasti di tes alkohol. Saat itu karena kami yakin nggak salah dan bapak Abink sama sekali nggak dalam pengaruh alkohol, jadi ya santai aja ketika diminta tes alkohol. Cukup lama kami menunggu di bilik kecil itu, belum juga ada kejelasan apakah kami boleh pulang atau harus ada tindakan lanjutan.

Sementara menunggu, kami didatangi seseorang yang memperkenalkan diri dari organisasi victim support. Beliau bilang tugasnya di situ adalah untuk mensupport kami sebagai korban di kecelakaan itu. Supportnya bisa dalam berbagai bantuk, dari pendampingan sampai memastikan bahwa kami sampai rumah lagi dengan selamat. Nice yaaa… disaat kami dapat musibah di negeri orang, ternyata ada orang “asing” yang juga peduli dengan kami.

Lepas makan malam (mereka menyediakan makan malam untuk kami juga), barulah bapak Abink di rontgen kakinya dan dipindahkan ke ruang perawatan khusus tulang. Di sana dokter bilang kalau bapak Abink harus tinggal di RS sementara saya dan Alia boleh pulang.  Waktu itu, bapak dari victim support sudah menawarkan untuk mengantar saya dan Alia pulang. Tapi, karena masih trauma dg kejadian kecelakaan itu dan ada perasaan takut dengan orang asing maka bapak Abink memutuskan untuk menelepon seorang teman Indonesia yang akhirnya datang ke rumah sakit dan mengantar saya dan Alia pulang malam itu.

Long story short- Bapak abink harus di gips selama 6 minggu dan itu merubah banyak hal.. Bapak Abink harus beajar pakai tongkat, jalan dengan 1 kaki untuk sementara, nggak ada mobil kemana-mana naik bis, harus menunda rencana kepulangan kami, menghanguskan tiket PP Christchurch-Wellington yang sudah dibeli, membatalkan rencana jalan2 seputar Christchurch dan saya waktu itu jadi sangat melankolis (sedih tiba-tiba, nangis tanpa sebab yg jelas dan jadi over protektif).

Tapiiii….. banyak hikmah yang bisa kami dapat juga dari kejadian ini. Alia jadi hepiii naik bis tiap hari ke sekolah, jadi sering play date sama temen sekolahnya, jadi punya waktu yg lebih lama di rumah secara bapak Abink nggak bisa kemana-mana juga.. Trus, yang bikin hepi dan terharu, banyaaakkkk banget temen2 internasional kami yang datang menawarkan batuan. 1-2 minggu awal, adaaa aja yang datang bawa makanan, menawarkan untuk antar-jemput alia, bahkan untuk kontrol ke dokter ada satu teman (ibu nya teman sekolah Alia) yang selalu siap sedia mengantar dan menunggu sampai proses kontrol selesai. Support dari teman-teman Indonesia juga semakin bikin kami kuat. Ada keluarga mb Achie n Mas Endro yang datang ke rumah tiaap hari untuk sekedar nemenin kami ngobrol sementara Alia main dengan Alisya, putri cantik mereka.. Ada Kelg mb Hesti & mas Pandu yang siap dititipin belanjaan.. dan banyaak lagi teman2 yang nggak bisa disebut satu-satu disini.. Alhamdulillah kami dikelilingi orang-orang baik 🙂

Mudah-mudahan ini terakhir kalinya kami mencicipi CHristchurch Hospital kalau christchurch woman hospital?? masih pikir-pikir dulu  🙂

Jalan sama ALia tiap pagi lewat lapangan ini
Jalan berangkat sekolah sama ALia tiap pagi lewat lapangan ini
Selwyn star bus yang setia..
Nunggu bis sepulang sekolah
Alia, Bapak Abink, Alisya
Alia & Alisya
Alia & Alisya
Taman-teman main ke rumah untuk menghibur Alia :)
Taman-teman main ke rumah untuk menghibur Alia 🙂
Alia & JiaoJiao
Alia & JiaoJiao, main di halaman rumah

IMG-20130221-WA0004