Alia, Pop, Poppa dan Frangkrin and Frangkrin

Dunia anak memang dunia penuh khayalan. Memang menyenangkan jika melihat anak kecil yang imajinasinya bergerak kemana mana. Dulu sempat sebel dengan imajinasi Alia yang kadang-kadang cukup “mengerikan” tapi karena teringat Bu ABink yang selalu bilang “kamu mau anak mu diem aja atau berimajinasi dengan bermain” yah itu pilihan hehehhe…

Imajinasi ALia yang menurut Pak ABink cukup mengerikan adalah ketika bermain dengan “teman-temannya” yaitu Pop, Poppa, Frangkrin and Frangkrin. Dulu waktu Alia masih di Lincoln, sering di mobil atau di kamar Alia cerita habis main sama Pop dan Poppa, tapi Frangkrin and Frangkrin ga bisa main soalnya masih sakit. Sering di mobil cerita kalo lagi mau jalan-jalan sama Pop atau Poppa. Sekarang Pop sama Poppa lagi duduk d sebelah nya Alia. Wah kadang kalo nyetir mobil sendiri jadi merinding hehehehe….

Seiring dengan bertambah nya umur, imajinasi nya Alia tidak terlalu imajiner lagi. Tetapi mungkin karena sering sendirian, dan mulai banyak “saudara” ALia mempromosikan Pop dan Poppa menjadi adik nya Alia. Kenapa saya bilang kurang imajiner, karena sekarang Pop dan Poppa sudah di bendakan oleh Alia. Kadang boneka sheep nya di jadikan Pop atau Poppa atau kadang boneka bear nya. Tapi pada intinya Alia tetap senang bermain dengan kawan-kawan khayalannya.20130224_102428

Advertisements

Alia and The Gang

Alia sudah dua tahun, sudah gede. Sudah banyak tingkah nya. Sejak keluargahussein kembali dari Indonesia, Alia dan Ibu jadi rajin ke sekolah. Karena sekarang Alia sudah bisa main sendiri, sudah bisa lari sana-sini sendiri. Sudah bisa jumping-jumping dan yang paling seru Alia sudah bisa nge-Gang dengan teman-temannya. Ayo kita kenalan dengan anggota gang nya Alia.

Pertama yang paling gede adalah Karima. Karima itu temennya Alia yang sudah gede. Secara tidak langsung Karima ini kepala gang krucil Alia. Umur Karima ini sudah empat tahun lebih. Karima ini bapak nya orang Mesir dan ibunya orang New Zealand. Jadi hipotesa sementara Karima ini Islam. Karena di pantangan makanannya yang ditulis di Playcentre, Karima cuma makan Halal Meat dan Beef. Little Karima ini senang main sama Alia juga sama Bu Abink. Pernah suatu kali waktu Playcentre jalan-jalan ke Liffey Domain, semua anak harus ada pasangannya. Yang ga ada pasangan boleh gandengan dengan orang tuanya. Tapi ternyata Karima lebih milih gandengan dengan Bu Abink. Alhasil Bu Abink harus gendong Alia, Gandeng Karima dan bawa basket penuh dengan biji-bijian yang di dapat di domain. Cerita keakraban Karima dengan Bu Abink tidak cuma cerita tentang gandengan tangan. Tapi juga sering kali Karima kalau mau ke toilet milih sama bu Abink daripada sama emak nya. Karena sudah gede, Karima sudah bisa ber strategi. Sering kali dia kalau mau ke Toilet bilang ke Bu Abink kalau Alia yang mau ke Toilet. Alia mau pub or pipis. Terus kalau Bu Abink bawa Alia ke toilet, Karima juga ikut dan minta giliran setelah Alia.

Anggota yang lain dari geng tersebut adalah Adek Ray. Adek Ray ini anak dari sahabat KeluargaHussein yang berasal dari Indonesia. Adek Ray masih baby. Masih setahun kurang. Tapi walau belum genap setahun adek Ray ini temen favorit nya Alia. Kalo gak ketemu Adek Ray beberapa hari pasti Alia nyari-nyari Adek Ray dan ngajakin maen sama Adek Ray. Jadi akhirnya selain ketemu di Playcentre, setiap minggu pasti ada jadwal kunjungan baik Alia yang maen ke Adek Ray atau Adek Ray yang maen ke rumah Kakak Alia.

Kalau di Playcentre, Alia, Karima dan Ray sering main bersama. Biasanya ada additional member seperti Heleyna dari Belanda, Ben dari New Zealand atau Teoni juga dari New Zealand. Mereka senang sekali main swing bersama. Waktu main swing mereka sering ganti gantian atau istilahnya take turn. Awal nya sih take turn dan share bisa berjalan tapi namanya juga anak anak kalau sudah seneng main mainan tertentu maka lupa deh sama take turn nya.

Alia, Ray dan Karima Main Swing

Selain maen swing, Alia and the gang juga sering kali snacking bersama. Mereka makan bekal masing-masing dan kadang-kadang share. Sekedar informasi, bekal anak-anak “bule” ini kadang sangat sehat. Temen nya Alia sering bawa seledri untuk kudapan. Atau wortel. Dimakan krauk krauk gitu. Kalau Alia bekal nya standar anak Indonesia. Roti dengan stroberi jam, banana, orange dan raisin.

Picnic on a sunny day

Semakin lama Alia, adek Ray dan Karima akan semakin besar. Mereka akan selalu tumbuh dan berkembang. Sebagai orang tua Pak Abink, Bu Abink, Tante Resti dan Om Roby cuma bisa berdoa dan berharap semoga persahabatan anak-anak ini bisa berjalan selamanya. Karena make friends is fun….

story by Bapak Abink

Photos by Bu Abink

Winter Holiday (part 1)

Alia dengan perlengkapan lengkap

Setelah hampir batal untuk berlibur, akhirnya keluargahussein hussein jadi juga untuk menghabiskan weekend di Tekapo. Untuk diketahui, Tekapo adalah nama suatu danau di District McKenzie New Zealand. Danau ini cukup terkenal sebagai tempat tujuan wisata. Sudah sejak lama keluarga hussein pingin ber wisata ke Tekapo. Apa lagi setelah sahabat-sahabat keluarga hussein seperti keluarga Om Tisna, Uwak Dudi dan Mbak Dessy berkali-kali berwisata ke Tekapo. Akan tetapi mengingat jarak yang cukup jauh dari Lincoln (sekitar lebih kurang 200km) membuat kami menjadi berpikir 2-3 kali untuk melakukan perjalanan itu.

Akan tetapi setelah “diiming-imingi” foto-foto dari beberapa kawan yang berwisata selama winter ini, kami pun menjadi benar-benar mupeng. Dengan tekad kuat dan rencana yang tidak jelas akhirnya Jumat pagi Pak Abink memesan sebuah kamar di Godley Hotel. Sebenarnya untuk liburan lebih nyaman tinggal di Motel atau holiday home. Tetapi karena pertimbangan Keluarga Hussein cuma berjumlah 3 orang dan waktu booking yang sudah mepet maka Godley merupakan pilihan terbaik.

Tepat pukul 9 pagi Keluarga Hussein berangkat dari rumah. Segala perbekalan termasuk ransum makanan untuk bekal di perjalanan dan juga laptop serta modem internet tidak lupa di bawa. Sebelum berangkat Pak Abink tidak lupa memeriksa safety dari mobil kesayangan Keluarga Hussein Nissan Sunny lansiran 2004. Mulai dari lampu, tekanan angin hingga wiper. Setelah yakin bahwa semua berfungsi maka dengan mantab serta tidak lupa berdoa Keluarga Hussein memulai perjalanan.

Rainbow

Kota pertama yang di lalui adalah Ashburton. Kota ini berjarak kurang lebih 55km dari Lincoln. Sebuah kota kecil yang cukup nyaman. Lebih besar dari Lincoln tapi tidak sebesar Christchurch. Kota ini mengingatkan Pak Abink 4-5 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Wollongong Australia. Kota yang nyaman. Saat melalui Ashburton, Pak Abink membayangkan akan sangat nyaman jika Lincoln sebesar Ashburton. Setelah melalui Ashburton, perjalanan menuju Tekapo hanya melalui hamparan farm dan beberapa kota kecil. Jalan yang dilalui pun besar dan lurus dan kadang-kadang berbukit-bukit. Jalan yang lurus, luas dan rata ini sangat membuat pengendara kendaraan bermotor sangat nyaman selama perjalanan, Pak Abink sempat kembali membayangkan jika Indonesia, suatu negeri yang sangat kaya dengan kekayaan yang berlimpah tetapi masih sangat banyak jalanan yang berlubang dan tidak rata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia tidak bisa membuat jalanan yang nyaman untuk d lalui? atau tidak ada dana untuk pembangunan? wallahualam bissawaf.

Geraldine Museum

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit melalui Rangitata Highway akhirnya perjalanan Keluarga Hussein tiba di Geraldine. Sebuah kota kecil yang cukup dingin. Geraldine merupakan kota terdekat dengan Tekapo. Setibanya di Geraldine, Pak Abink cukup lelah dan sedikit mengantuk mengingat perjalanan yang cukup jauh serta membutuhkan konsentrasi tinggi. Maklum sepanjang perjalanan minimal Pak ABink menyetir dengan kecepatan antara 90-120Km/Jam sehingga dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Jadi diputuskanlah untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat untuk minum kopi. Sambil berjalan-jalan di Geraldine Town dalam rangka mencari warung kopi, Keluarga Hussein menyempatkan diri mampir di Society Historical Museum. Tidak banyak yang bisa di lihat di museum tersebut. Intinya Geraldine Historical Society Museum memberikan gambaran bagaimana para “pakeha” pertama kali datang di daerah Geraldine dan memulai kehidupan. Setelah puas melihat-lihat, Keluarga Hussein akhirnya menemukan tempat untuk minum kopi. Di warung kopi tersebut, kami berjumpa rombongan keluarga Pak Dudi dan Pak Yusa yang juga akan berlibur ke Tekapo. Maka klop lah sudah. Dari pada Β berlibur sendiri, lebih seru kalo rame-rame, jadi Keluarga Hussein bergabung dengan rombongan Pak Dudi dan pak Yusa. Setelah ngopi dan beristirahat sejenak, perjalanan pun di lanjutkan. Jarak antara Geraldine dan Tekapo hanya sekitar 45Km. Tetapi karena jalan yang bergununung-gunung dan berkelok-kelok jadi waktu tempuh nya menjadi agak lama. Selama perjalanan dari Geraldine menuju Tekapo, Pak Abink mencari-cari spot-spot yang menarik untuk berhenti mengambil foto mengingat beberapa waktu yang lalu Mbak Dessy juga berlibur ke Tekapo dan berhasil menjepret keindahan Mt John dari kejauhan. Karena winter maka gunung-gunung tersebut terselimuti salju indah sekali.

Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, Pak Dudi menepikan mobil nya mencari tempat yang keren untuk berfoto bersama.

sebelom masuk ke Tekapo Keluarga Hussein menyempatkan berfoto bersama dengan keluarga Pak Dudi dan Keluarga Pak Yusa. Alia lagi bobok jadi ga ikutan poto. Setelah puas berfoto-foto perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Tekapo sudah sekitar jam 2 siang. Karena sudah booking hotel secara online melalui web AA Travel, maka Keluarga Hussein memutuskan untuk langsung check-in di Godley Hotel.

Godley Hotel

Setelah check-in ibu dan Alia menyempatkan diri berfoto. Untuk sekedar informasi Godley hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Tekapo. Dari Godley hanya perlu berjalan tidak lebih 200 metre untuk sampai di tepi danau yang indah. Setelah beristirahat sebentar dan makan siang seadanya. Keluarga Hussein berjalan-jalan di seputar danau. Tidak lupa mengabadikan sudut-sudut indah Lake Tekapo di kala winter.

Hussein’s family @ Tekapo

-story by Bapak Abink-

Groynes with friends

I love weekend…

weekend buat kami = santai dirumah atau jalan-jalan atau belanja-belanja atau makan-makan atau bahkan kami bisa melakukan semua kegiatan itu sekaligus saat weekend.. it sounds great, doesn’t it?? Tapi, jangan dulu berpikir kami hidup berfoya-foya di sini.. karena yang kami maksud dengan jalan-jalan, belanja-belanja dan makan- makan adalah…..jalan-jalan ke city untuk belanja keperluan dapur, lalu dimasak dirumah dan makan bersama dirumah heheheh…. Maklum kami tinggal di Lincoln, desa kecil.. Jadi kalo week end kami manfaatkan untuk jalan ke kota sekalian belanja karena halal butcher cuma ada di kota..

Ada yang spesial dengan week end kali ini… Kali ini kami menghabiskan hari Sabtu untuk piknik di Groynes bersama keluarga Pak Dwi dan Keluarga Pak Tisna.. Kenapa kami pilih Groynes?? Karena disana tempatnya asik dan luas.. Ada playground, ada danau lengkap dengan bebek2nya, bisa mancing, dan disediakan meja BBQ jadi kita tinggal bawa daging atau apapun yg mau dipanggang, ngga perlu repot-repot bawa alat BBQ lagi..

Kami janjian untuk ketemu di rumah Pak Dwi jam 11 siang.. Kenapa kok siang? Karena met-service meramalkan bakal mendung dan sedikit hujan dipagi hari jadi kami pilih berangkat agak siang aja, biar dapet sinar matahari.. Ternyata samapi di rumah Pak Dwi kita ngga langsung berangkat tapi masih ngobrol-ngobrol dulu sambil menikmati puding roti hangat bikinan Bu Dwi yang yummy bangett, sekalian nungguin keluarga Pak Tisna yang masih harus mampir ke midwife dulu untuk periksa rutin kehamilan mbak Ida (istri Pak Tisna). Akhirnya kita berangkat ke Groynes sekitar jam 1. Sampai disana, kita langsung cari meja BBQ yang bersih dan langsung beraksiiii… Bapak Abink dan Pak Dwi kebagian tugas bakar daging kambing-nya. Ibu-ibu nyiapin makan lain, bekal dari rumah. Gelar tikar nya, keluarkan semua perbekalan……. Saya bikin macaroni schotel dan balabala (jagung, wortel, kol digoreng tepung) + juice jeruk, keripik kentang, tingting kacang, dan ngga ketinggalan sambel ABC andalan. Tapi ternyata bu Dwi jauh lebih siap (maklum, kan beliau lebih berpengalaman daripada saya hahaha) dengan perbekalan nasi putih, ayam goreng, mie goreng, dan SAMBEL TERASI… TOP banget deh sambel terasinya bu Dwi. Yang tadinya Bapak ABink selalu makan pake sambel ABC, kali ini ABC nya ngga disentuh heheheh… Kami semua makan lahaappp banget (kecuali mba Ida yg lagi hamil muda). Selesai makan sambil ngobrol santai, anak-anak kecil ( ALia, Shilla & Erik) main lari-larian, ngejar-ngejar bebek. Alia keliatan seneng banget udah bisa jalan sendiri, dia udah ngga mau lagi dagandeng sama Ibu, maunya pegangan tangan sama kk Shilla dan kk Erik aja, sampe kk Erik-nya capek ngikutin Alia jalan.

Puas bakar-bakar, makan-makan dan ngobrol-ngobrol, jam 4 sore kita pulang dengan hati senang…. ALhamdulillah week end kali ini kami bisa bersenang-senang, mempererat silaturahmi, menikmati indahnya kebersamaan bersama keluarga dan teman.

Alia, kk Shilla & om Tisna @ Groynes

foto-foto lainnya masih ada lagi siih, tapi belum bisa di upload, masih terjebak di dalam kamera πŸ™‚