Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen 🙂  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

Menyusuri Lake Wakatipu
Menyusuri Lake Wakatipu
Kingston
Kingston
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun 😦 tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah 🙂 Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha 😀

invercargill2

invercargill1
Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut 🙂 sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

bluff2
Bluff Walking Track
bluff4
Bluff Walking Track
bluff3
Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

Camera 360
Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..
Camera 360
Domba-domba yang lagi digiring
SInggah sebentar di Wanaka
Wanaka

Awesome Week

Dear September, thankyou for being nice to me 🙂 Beberapa hal yang bikin saya hepi selama seminggu ini:

Menang giveaway-nya teacher Joeyz. Baru pertama kali ikutan giveaway dan ngerjain postingannya pun secepat kilat sebelum berangkat ke Auckland.. Tapi  tenyata menang…. . Hadiahnyapun sesuai yang saya pengen. Thankyou teacher Joeyz!

Diskonan Mania. Sejak sepatu kesayangan harus rela dibuang di Invercargill karena sobek, basah dan nggak layak pakai lagi, saya memang pengen banget beli sepatu keds/casual baru. Saya tuh agak rewel sama sepatu.. Waktu pulang ke Malang akhir tahun lalu, sempet beli sepatu, sampe dua pasang. Tapi karena pengen ngirit akhirnya beli yang murah aja. Tapi begitu dipakai sekali dua kali trus rasanya nggak nyaman jadi jarang dipake lagi… Sekarang merasa butuh sepatu nyaman buat jalan-jalan. Kebetulan ada temen ngasih info kalo toko sepatu kesayangan lagi diskon besar-besaran tapi cuma sehari. Akhirnya abis tutorial, saya bela-belain naik bis ke sana demi diskonan. Semua sepatu dewasa turun harga jadi $50 dan sepatu anak-anak jadi $35. Baju olahraga, sweater dll jadi $30. Trus saya beli yang mana? Saya beli sepatu yang harga awalnya $230 dan diskon jadi cuma $50 saja. hahahah 😀 ga mau rugi.

Makan Pempek enak. Ini juga yang bikin minggu saya ceria! Ada temen yang lagi jualan pempek. Saya beli dan ternyata nggak mengecewakan. enaakk… Padahal minggu sebelumnya saya udah sempet browsing-browsing cara bikin pempek sendiri.. Alhamdulillah ada yang jualan dan enak, jadi nggak perlu susah-susah bikin sendiri.

Pengajian Ibu-ibu. Bulan Agustus lalu, beberapa ibu-ibu (baca: ibu muda. Penting untuk diperjelas) di sini memutuskan utuk bikin pengajian bulanan. Acara nya baca Al-Qur’an, denger ceramah, bahas tajwid, silaturahmi dan makan-makan… Kalau bulan lalu yang jadi idola adalah tahu crispy plus sambel petis, bulan ini ada bika Ambon yang yummoo sekali.. Iman kuat, batin tenang, perut kenyang 🙂

Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho
Pengajian Perdana. photo courtesy of Mbak Hesthi Nugroho

Menghitung hari untuk kumpul keluarga lagi. Beberapa waktu yang lalu pas Alia tanya kapan saya pulang, saya jawab masih 60 hari lagi dan Alia bilang masih lama.. Beberapa hari yang lalu, kk ALia tanya lagi, kapan ibu sampe ke sini? Saya bilang 50 hari lagi. Dan nggak nyangka itu bikin Alia hepi banget… Kata ALia “yeaayyy, nggak sampai 60 hari lagi ibu ke sini”. Padahal 60 dan 50 hari kan beda tipis yaa… Tapi mungkin ALia lihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Positifnya, 50 hari itu kurang dari 60 hari ! heheheh…. bikin saya ikutan hepi juga.

Being nominated for Green Award. Ini nih highlight of the week nya. Dinominasikan untuk Green Award! Bukan, ini bukan award lingkungan hidup.. Ini award untuk teaching and support excellent. Jadi, setiap tahun Lincoln University Student Association (LUSA) bikin acara Gold and Green award. Gold untuk student yang dirasa berpengaruh di kehidupan kampus (bisa melalui sport, clubs, events atau cultural activities) dan green untuk lecture, tutor atau support person di university. Untuk Green award, semua student bisa menominasikan lecture/tutor favoritnya.. Rasanya nggak percaya.. secara saya merasa ngajarnya biasa-biasa aja. Kadang saya masih diketawain soal aksen ‘medhok’ saya yang mungkin aneh buat mereka. Pernah juga dikerjain mahasiswa, diajak ‘minum’ atau dikasih pandangan aneh dari atas sampai ke bawah… Semester lalu malah saya selalu stress sebelum ngajar karena kebetulan saya tutoring matakuliah umum tentang research dan sedikit statistik, yang mahasiswanya (sepertinya) banyak dari agriculture. Farmer muda atau calon farmer yang agak susah dikendalikan 🙂 Tapi dengan dinominasikan di green award ini, semua terbayar.. Walaupun saya masih susah percaya sih, sampai saya email ke award commiteenya beneran nggak itu undangan karena saya dinominasikan?  Nggak peduli nanti saya bakal dapet awardnya atau enggak, dinominasikan aja udah bikin saya tersanjung.. Ya iyalah, secara kemungkinan dapet awardnya pun kecil.. yang tahun-tahun sebelumnya penerima awardnya orang-orang hebat semua…. Mudah-mudahan aja ini bukan pengumuman dan undangan salah kirim  yaaa 😀

Green Award for Teaching and Supprot Excellent
Green Award for Teaching and Supprot Excellent

Kalo kamu, apa yang bikin hepi selama seminggu ini?

Napak Tilas New Zealand 2014: Christchurch City

Selain jalan-jalan dan nostalgia seputar kampus dan Lincoln town, saya juga sempat bawa Alia dan bapak Abink jalan-jalan ke Christchurch City. Karena kami nggak punya kendaraan, lagi-lagi kami menikmati jalan-jalan di Christchurch city naik bus. Walaupun dengan naik bus kemana-mana bikin perjalanan jadi lama, tapi ALia happy banget naik bus di sini.Kami biasa berangkatnya siang atau menjelang sore setelah semua urusan beres. Kadang Alia sampe ketiduran di bus karena kecapekan 🙂

Jadi selama di CHristchurc, kami kemana aja?

HAGLEY PARK/BOTANICAL GARDEN. Dari Lincoln ke Hagley park bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit naik bus 81. Sebenernya di hari kami ke sana cuacanya lagi mendung ditambah angin dingin. Tapi karena Alia ngotot pengen main di (playgroundnya) Hagley akhirnya kami putuskan untuk ‘mampir sebentar’. Nggak banyak yang bisa dilakukan di Hagley park waktu winter. Bunga-bunga belum ada yang mekar dan kolam untuk main air ditutup karena dingin. Jadi kami kemarin cuma ajak Alia main sebentar di playground, trus jalan aja menyusuri taman, dan numpang lewat di visitor centre yang baru dibuka. Visitor centre nya lumayan keren. Ada cafe, nursery, dan toko souvenirnya juga.

Hagley park ini cukup luas (sekitar 165 hectares) dan dibagi jadi 2 bagian. North dan South Hagley Park. Kalau hari hangat, hagley park ini bakal dipenuhi orang-orang (dengan keluarga) untuk piknik, jalan-jalan, atau sekedar baca buku sambil tidur-tiduran di rumput. Di botanical gardennya sendiri di bagi jadi beberapa sections: playground area, azalea and magnolia garden yang mekar di bulan September, rose garden yang bakal mekar di sekitar bulan Januari, daffodil garden yang indah di bulan September, ada juga tropical garden yang di ruangan khusus dengan suhu dan kelembapan yang diatur sehingga pohon dan bunga tropis bisa hidup di situ. Dulu, setiap ada kesempatan, kami serig sekali jalan-jalan di Hagley park untuk sekedar ngasih makan bebek, ajak Alia main di playground atau nemenin Alia main sepeda keliling taman. Jadi pas kita bertiga balik ke Hagley park lagi, rasanya seneg bangettt….

chc2

CATHEDRAL SQUARE. Sebenernya dulu kami nggak begitu sering ke sini. Apalagi sesudah gempa besar di bulan tahun 2011 dan 2012 lalu bikin gereja Cathedral nya hancur dan belum selesai diperbaiki sampai sekarang.

chc5
in front of the Chalice
chc6
Gereja Cathedral yang masih belum selesai diperbaiki

CHRISTCHURCH GONDOLA. Sebenernya, kami belum pernah naik gondola di Chc sebelum ditutup karena gempa di tahun 2011 itu. Pas Alia dan bapak Abink pulang ke Indonesia tahun lalu pun, gondola nya belum beroperasi. Jadilah kesempatan naik gondola untuk Alia dan bapak Abink baru ada pas jadi turis bulan lau 🙂 Saya sendiri udah naik duluan summer tahun lalu dan udah posting juga di sini. ALia sih seneng naik gondola.. Tapi pas udah sampe atas, dan pas masuk ke time tunnel dia agak ketakutan. Jadi di time tunnel itu kan naik kereta kecildi ruangan yg gelap gitu. Alia sebenernya nggak takut gelap sih, tapi memang ‘boneka-boneka’ atau patung-patung yang di situ agak serem siih.. Jadinya dia agak nggak hepi gitu di dalem time tunnel nya. Untung cuma sebentar 🙂

gond1

gond2

gond3

Jadi cuma ke situ-situ doang selama di Christchurch??? Iyaaaa…. tapi udah lah ya, cukup napak tilas di Christchurchnya. Kita lanjut napak tilas ke kota yang lain lagi: Queenstown!!

Pelajaran Hari Ini

Saya termasuk orang yang susah untuk bilang “nggak”, termasuk sama diri sendiri. Hari ini saya presented di internal conference di kampus tapi rasanya nggak maksimal secara di awal saya register udah ragu-ragu,  karena udah pernah ikut tahun lalu dan saya juga baru ikut thr3sis competition di bulan Juni lalu. Tapi ketika spv saya yang biasanya cuek bebek meng-encourage saya untuk ikut, saya jadi nggak bisa nolak dan akhirnya saya kirim abstract penelitian saya tepat di hari terakhir batas pengiriman abstract, dan kirim power point presentasi ke panitianya pun telat (sampe harus di tagih). Malu siih, tapi karena saya sudah bilang ‘iya’ sama pak spv jadi saya nggak bisa mundur lagi. Siap nggak siap, mau nggak mau, saya harus ngomong sesuatu kaan…Dan ternyata spv saya dateng tepat beberapa saat sebelum giliran saya presentasi.  Rasanya gimana?? Rasanya nggak sama kayak ngadepin anak-anak bule yang suke ngeyel, abis pak spv nggak ada ngomongnya… Tapi “dahi berkerutnya” sudah cukup bikin saya stress…

ALhamdulillah udah berlalu, sekarang fokus ke thesis lagi..

Pelajaran yang bisa dipetik hari ini:

  • Harus punya prioritas, jangan semua mau dilakukan tapi hasilnya malah nggak maksimal.
  • Nggak bakal bisa menyenangkan semua orang. Sebelum meng-iya-kan permintaan seseorang, tanya ke diri sendiri dulu. Ada yang bakal dikorbankan nggak? Kalau ada, sanggup hadapi resiko atas pengorbanan itu nggak? Baru bikin keputusan.
  • Preparation makes perfect.

Maaf ya yang pada mampir baca dan berharap dapet pelajaran dari tulisan ini… Ternyata ini cuma curcol-an semata..

Sultana Mania

pic taken from http://gardenofeaden.blogspot.co.nz/
pic taken from http://gardenofeaden.blogspot.co.nz/

Pada tau sultana kann? Kalo di Indonesia kita sebutnya kismis. Dulu, saya nggak suka banget sama kismis. Kalau makan roti yang ada kismisnya pasti kismisnya nggak dimakan. Bahkan kadang saya pilih nggak makan roti nya juga. Nggak suka. Rasanya aneh di lidah saya waktu itu.

Sejak kita ikut bapak Abink sekolah di NZ dan ALia sekolah di playcentre, kismis jadi snack sehari-hari Alia. Karena di sini kismis hampir selalu ada di setiap lunch box anak-anak. Alia juga hampir setiap hari bawa kismis ke sekolah untuk snack. Saya sebagai ibu yang baik tentunya juga bertugas memastikan bahwa nggak ada makanan terbuang sepulang sekolah. Kalo ada raisin sisa, ya tentu masuk ke perut ibu nya dong ya.. hahahha 😀 Sejak saat itu saya mulai bisa makan raisin. Lama kelamaan saya mulai coba-coba segala bentuk kue yang ada kismis nya.

Saya nggak ngerti banyak soal kismis, jadi saya cuma aware kalo ada 2 macam kismis. Kalo di bahasa inggris disebut sultana dan raisin. Kalo raisin warnanya lebih hitam, lebih kering dan menurut saya lebih asem rasanya. Kalo sultana (biasa disebut golden raisin juga) warnanya lebih cerah, lebih juicy dan lebih manis. Jadi saya lebih nge-fans sama sultana dibanding raisin. Walaupun sama-sama dari anggur, tapi sultana dan kismis berasal dari jenis yang berbeda dan cara mengeringkannya juga berbeda.  Kalo ngomong kandungan gizinya, sultana da raisin sama-sama mengandung vitamin B, C dan K dan pastinya bakal jadi camilan sehat untuk anak-anak karena walaupun manis, mereka mengandung gula alami. Ngomongin kismis aya jadi inget kk Alia.. Mau kismis nggak kak??

Karena udah lumayan lama juga nggak makan sultana, saya yang biasanya kalo jajan scone milih yang cheese, kemarin karena ngeliat ada sultana scone langsung saya berubah haluan. Sultana scone ditemani secangkir (besar) earl grey milk tea buat sarapan itu perfecto banget!

Malemnya, pulang ofis niat mau bikin bakso ayam. Pas lagi nyiapin bahan, inget kalo masih punya 3 buah pisang yang udah mateng banget. Jadilah malem itu bikin banana muffin juga. Dan pastinya pake ditambah sultana banyak-banyak.. Mudah2an banana and sultana muffin nya juga bisa bikin pagi ini se-perfect pagi kemarin ya 🙂

Weekend Update #2

Udah hari Selasa, tapi masih ngomongin wiken?? Ahh nggak papa lahh, mumpung lagi ujhan bechek ngga ada ojhek jadi jam segini masih diem di kamar sambil iseng2 nulis wiken update 🙂

Video Call. Wiken ini nggak lama sih skype nya karena saya lagi banyaak kerjaan, marking 45 paper dan nge-donlot-in data dari satistics NZ orderan dari si bos yang harus diberesin secepatnya. Jadilah skype kali ini lumayan singkat, sambil makan siang dan sambil masak. Intinya nggak mau ada waktu yang kebuang hehehe…

Alia n bapak ABink cerita kalo kemarin baru ambil raport Alia di sekolah. Overall, ALia raport nya bagus, kemampuan dan keinginan membaca nya top dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Yang bikin saya lebih hepi, dia di sekolah (dan di rumah) selalu inget bilang “please, thank you, excuse me” dsb. Contohnya pas kita lagi skype tiba-tiba alia pengen main sepeda di luar dan minta ditemenin Mak Ul (ART kami). ALia bilang “Mak Ul… Alia mau minta tolong…”  iiih, manis banget deh anakku. *rabidmom mode:on

Sebagai hadiah karena ALia jadi anak manis, saya bakal kirim sesuatu yang saya pesen dari ol shop. Yang bayar tetep bapak Abink, karna kalo saya transfer dari sini fee nya lebih mahal dari harga barangnya hahhaaha.. *alesan

Green Smoothy Challenge. Awal bulan ini saya sign up untuk ikutan 30 days green smoothy challenge yang dipoplerkan oleh Jadah + Jen. Jadilah wiken kemaren kesempatan untuk beli-beli buah biar green smoothy nya nggak nge bosenin. Sebenernya saya udah lama banget nyobain green smoothy (dulu banyak orang nyebutnya green monster), trus berhenti. Sampai tahun lalu saya mulai minum green smoothy lagi tapi masih on-off suka-suka saya aja. Jadilah bulan ini saya pengen mulai rutin lagi minum green smoothy. Bukan biar kurus sih niat utamanya tapi biar sehat dan jadi kebiasaan baik. Doakan saya berhasil yaaa…

Flatmate. Flatmate saya udah dateng. Happy…. karena ga harus pulang sendirian kalo malem, bisa sepedaan berdua.. ada temen ngobrol juga di rumah.

Sekian posting tentang wiken update yang penting nggak penting ini 🙂

Note to myself: Jangan sensii…

Tiga minggu balik ke NZ sendirian setelah 3 bulan ‘liburan’ di Malang memang berat buat saya. Manalah saya harus tinggal sendiri di rumah yang berjarak sekitar 2km dari kampus, beban kerja berlipat-lipat dibanding tahun lalu, nggak bisa kerja sampai malem banget di ofis (karna ga ada mobil dan nggak berani pulang larut malam kalo naik sepeda), dan dan hal-hal lain sempat bikin saya lebih ‘sensi’ dan cepet mewek. Banyak yang bilang kalo saya itu hebat, karena bisa pisah lama sama anak dan suami.. Walaupun kadang-kadang (kadang-kadang loh yaaa..) rasa simpatik atau pujian buat saya itu suka bikin saya sensi dan jadi bikin saya merasa ‘dihakimi’. Ketika orang bilang “ya ampuun kok bisa sih jauh sama anak selama itu..” di telinga saya itu kedengarannya kayak “Ihhh .. tega amat sih kamu ninggalin anakmu selama itu..”. Walaupun mungkin dari orang yang ngomong nggak ada maksud untuk begitu.

Sensitifnya saya juga terjadi kalo lagi denger suara Alia atau bapak Abink. Kayak beberapa hari yang lalu, setelah 4 jam tutorial yang bikin saya nggak menyentuh thesis sama sekali hari itu, saya nelpon bapak Abink. Baru denger suaranya aja, saya langsung mewek.. Trus dapet voice note dari Alia juga mewek.. Bermaksud menghibur diri dengan nonton talk show di yutub, mewek lagi (karna ceritanya sedih) hihihi… Tapi, bukan bapak Abink namanya kalo nggak bisa meyakinkan saya kalau kami bakalan baik-baik aja.

Saya jadi ingat beberapa hari yang lalu saya ketemu tetangga flat saya seorang PhD student dari negara tetangga. Waktu itu saya baru pulang dari office sekitar jam 8malam. Di depan gang saya ketemu beliau yang mau balik ke kampus karena ada kerjaan dan terpaksa ninggalin anaknya yang masih 7-8 tahunan sendirian di rumah.  Mungkin kalo saya harus bawa Alia ke sini, saya nggak bakal punya keberanian untuk ninggalin Alia sendiri dirumah sementara saya ke ofis. Tapi ofkors waktu itu saya nggak bilang “wah, kamu hebat deh kok bisa ninggalin anak kamu sendirian malem-malem di rumah” 🙂 bisa-bisa saya bikin dia ‘sensi’ dan merasa dihakimi heheheh…

Tetanggaku itu bukan satu-satunya Ibu-ibu yang bawa anaknya sendirian kesini, sedangkan mereka juga harus sekolah dan suami nggak bisa ikut. Masih banyak ibu-ibu lain yang harus juggling antara sekolah, nemenin anaknya main, ngerjain tugas, nyiapin makan anak dsb. Belum lagi kalo anaknya sakit. Mereka semua jadi bikin saya lebih semangat dan lebih bersyukur. Berpikir bahwa apa yang kami jalani sekarang ini (termasuk LDM) adalah bagian dari rejeki Allah buat kami.

Ya, semua pilihan pasti butuh perjuangan dan ada konsekuensinya. Saya (dan bapak Abink) tentunya sudah melalui proses dan pertimbagan ketika kami memutuskan untuk menjalani LDM sementara. Sayapun yakin setiap ibu-ibu yang memutuskan sekolah untuk sekolah lagi dengan membawa keluarga atau tidak juga pasti punya pertimbangan sendiri. Sekarang, tinggal gimana kita menjalaninya aja. Kan kita sendiri yang menentukan kita mau sedih atau bahagia dengan pilihan kita.  Kalau lagi sedih atau khawatir saya juga selalu ingat hadist dari Al-Tarmidhi ini:

….. Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction and ease with hardship.

Udah deh, nggak usah sensi-sensi lagii 🙂 Minum hot cokelat aja yuuk ahh….. 🙂

IMG_20140316_141804

The Final Class of The Semester

ALhamdulillah…. It was such a big relief buat saya ketika saya bilang “good luck on your final exam” karena itu berarti bahwa tutorial terkhir untuk semester ini sudah berakhir. Ya, hari ini hari terakhir tutorial walaupun lecture masih akan berakhir 2 minggu lagi. Bukan berarti pekerjaan jadi tutor berakhir sampai di sini. Masih ada marking, dan memastikan nilai masuk ke nama yang tepat. Setelah itu?? Boleh liburaannn…. Yaaayyy…. !!!

Saya sebenarnya sudah ingin cerita tentang kegiatan sebagai teaching Assistant di Lincoln University sejak awal semester ini, tapi selalu berusaha saya tunda. Menundanya dengan kesengajaan siih sebenernya karena takut ‘kualat’ hehehehhe…. Jadilah, di hari terakhir tutorial ini keinginan saya untuk cerita akhirnya tersalurkan 🙂

Kegiatan jadi tutor adalah hal yang sangat baru buat saya. Mungkin sampai setahun yang lalu saya cuma berani berkhayal jadi guru TK, karena saya punya pengalaman aktif di playcentre, lulus 2 paket early childhood courses dan masih punya keinginan kuat untuk punya early childhood centre sendiri (aamiin). Saya nggak pernah membayangkan bakal berdiri di kelas ‘mengajar’ mahasiswa bule (dan international students). Summer tahun lalupun saya cuma kerja sebagai Research Assistant yang nggak perlu berurusan dengan student. Cuma perlu menghadap komputer, baca jurnal dan laporan ke pak Bos.

Kali ini saya punya 1 bos, 1 partner dan kami menangani sekitar 170 students. Kelas tutorial terbagi menjadi beberapa kelas yang diasuh (diasuh?? kayak sanggar tari aja ya istilahnya diasuh :p) 2 orang tutor. Bagaimana perasaan saya waktu pertama kali tutoring? Sebagai newbie, tentu perasaan saya resah dan gelisah dooong… deg-degan, nggak PD, takut salah, takut dikerjain students, takut nggak ada student yg dateng di sesi tutorial saya dll, dsb. Apalagi di ‘penampilan’ perdana, saya ditongkrongin sama partner saya yang udah berpengalaman mengajar belasan tahun dan saat ini sedang ambil doktoral degree untuk yang keDUA kalinya.. Tambah nervous dong…. Tapi lega setelah di 15 menit pertama dia keluar ruangan dan setelah selesai tutorial saya dapat e-mail dari dia bilang kalo dia suka cara saya membawakan sesi tutorial. Yaah paling nggak, sesuai dengan apa yang mereka harapkan lah 🙂

Semester ini saya punya pengalaman mengajar di dua keas yang berbeda. Satu kelas yang isinya banyak bule, dan satu lagi banyak orang Asia. Saya sebut kelas bule dan kelas asia, saya merasakan ada perbedaan di antara dua kelas itu.

Di kelas bule, mereka lebih students lebih keliatan santai. Mungkin didukung gaya berpakaian yang bercelana pendek, sendal jepit atau pake training keliatan abis olah raga 😀 Mereka  nggak banyak mencatat tapi lebih interaktif. Menjawab setiap pertanyaan yang saya tanya. Walaupun mereka ngga tau jawabannya, mereka tetep berusaha jawab walaupun ngawur. Beberapa student juga suka becanda atau nyeletuk yang lucu-lucu.. Jadi saya semangat kalo pas kedapetan ngajar di kelas bule.. Dan waktu tutorial juga berjalan cepat.. Nggak terasa udah abis aja waktunya hehehe….

Di kelas yang banyak asia-nya, lebih banyak senggol-senggolan sesama student, banyak mencatat, kalo ditanya tapi mereka ga tau jawabannya, mereka bakal bilang nggak tau. Hari pertama tutorial di kelas asia, saya sempet parno  karena ada salah satu student yang konsisten ambil gambar pake hp nya. Nggak tahan, akhirnya saya bilang nggak usah ambil foto karena semua bahan tutorial akan diupload di website matakuliah. Sebenernya sih waktu itu saya parno dia ambil atau rekam gambar saya trus di upload di yutub atau di soc-med hahahaha 🙂 ngeri kaannn……. Tapi salut buat orang Asia, banyak dari mereka yang nilai tes-nya bagus2 lhoo….

Beberapa minggu lalu saya sempat bilang ke Bapak Abink kalo saya nggak mau terima kerjaan tutor lagi. Bukannya saya nggak menikmati atau nggak bersyukur dengan kerjaan ini, tapi ada kalanya saya kewalahan harus nyiapin bahan tutorial, nge-cek jawaban bank soal untuk latihan students dan memastikan bahwa jawaban yang disediakan betul, marking (dan memastikan nilai masuk ke nama yg benar) sekaligus mikirin thesis saya yang progress nya melambat. Tapi, di hari terakhir tutorial ini kok rasaya saya ketagihan tutoring yaaa……

Yaah, dilihat saja nanti kalau ada rejeki tutoring lagi ya dipertimbangkan, tapi kalo nggak ya saya cukup hepi dengan kerjaan Riset Asistant tapi yang kerjaannya nggak terlalu banyak, trus bos nya baiiik, trus project nya sesuai dengan riset saya, trus nggak dikejar-kejar waktu, trus bayarannya lebih gede, trus…..heheheh… Ada nggak siih kerjaan kayak gitu???  Sekarang sih pinginnya lebih fokus ke thesis. Biar cepet selesai, cepet pulang, dan bisa uyel2 Alia dan Bapak Abink lagi 🙂

Petualangan dimulai hari ini

Aku sungguh kagum dengan Alia. Hanya dengan lambaian tangan dan dua kali teriakan bye bye mommy dia melepaskan kepergian ibu nya untuk kembali ke negeri awan putih Aotearoa untuk meneruskan program S3. Berbeda dengan sikecil Alia, walau mental ku sudah kusiapkan sejak jauh hari bahwa paling tidak dalam lima bulan kedepan aku tidak akan bersama istri yang lebih dari 5 tahun ini selalu berada disisiku, leherku serasa tercekat. Tidak sepatah kata pun bisa kuucapkan untuk mengantarkan kepergiannya. Aku sadar bahwa ini adalah pilihan kami berdua. Pilihan yang dalam bahasa kami adalah investment.

Mungkin dalam sebagian orang pilihan investasi kami ini adalah pilihan gila. Tapi bagi kami keluargaHussein, ini adalah salah satu ikhtiar kami untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang bahagia dan berberkah. Pengorbanan perpisahan sementara ini kami yakini akan diganjar dengan setimpal oleh Allah yang maha kuasa.

Dengan lambaian tangan mungil nya Alia melepas kepergian mommy. Tidak ada kucuran air mata aku liat keluar dari sudut matanya. Benar-benar gadis kecil yang berhati keras. Selain itu mungkin usaha kami berdua yang sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkanya berhasil. Sejak awal Ibu ABink bersekolah, Alia sudah kami beri tahu bahwa nanti ibu akan kembali ke New Zealand dan Alia pindah sekolah di Indonesia menemani Bapak. Hampir tiap kesempatan kami dengungkan hal tersebut.

Tetapi aku lupa mempersiapkan diri sendiri. Perasaan ini benar-benar campur aduk ketika melihat bagian jiwaku melangkah memasuki ruang keberangkatan. Perasaan tegar dan kuat yang aku tunjukkan hingga pagi hari menjelang mengantarkannya hilang seketika. Kerongkongan ini serasa kering dan tercekat. Tapi aku yakin semua akan baik-baik saja.

Setelah mengantarkan Bu Abink masuk keruang tunggu keberangkatan dan yakin bahwa semua sudah aman, aku, Alia, kai, nini dan ade meninggalkan bandara. Tujuan pertama adalah sarapan. Karena sebelum berangkat kami tidak senpat bersarapan. Tempat sarapan yang dipilih adalah restoran favorit Almarhumah Mama Hannie – Happy Suzy. Menu yang aku pesan pun standar kegemaran Mama Hannie yaitu Gudeg.

Cobaan pertama muncul di Happy Suzy. Alia mogok makan. Mulai di tawari gudeg hingga dipesankan Kai Soto, Alia tetap tidak mau makan. Tetapi lumayan waktu Ade menyuapkan nasi dengan abon daging, Alia sedikit mau makan. Paling tidak 3-4 sendok masuk keperutnya. Mungkin karena tidur nya terlalu malam dan bangunnya terlalu pagi, Alia tertidur kembali di mobil dalam perjalanan kembali ke Gunawangsa. Sampai di Gunawangsa, Nini gendong dan menidurkan Alia di kamar. Nini dan Ade pergi ke Pasar Atum dan Alia tidur aku temani. Tidak lebih dari 30 menit sejak ditidurkan di kasur, bangun lah Alia.

Diawal bangun nya Alia mencari mommy nya. Tetapi dengan sukses aku berhasil menenangkannya. Karena sejak pagi telah di janjikan untuk main ke Chipmunk Playland, maka sudah waktunya lah dieksekusi janji tersebut. Pada awalnya Kai tidak mau ikut karena Kai ingin belajar saja di apartment. Tetapi karena Alia ngotot pergi sama Kai maka Kai pun ikut juga.

Sesampai di Galaxy Mall, Alia lebih memilih beli mainan daripada maen di Chipmunks.   Maka meluncurlah kami ber 3 ke sogo kids untuk membeli mainan. Di Sogo kids ALia dibelikan kai lego, dan beberapa jenis mainan lainnya.Seperti nya hati Alia cukup senang sehingga mau diajak kompromi untuk makan siang. Sementara Kai dan aku sibuk ngobrol mengenai disertasi kai, Alia sibuk maen. Yang menyenangkan ALia makan cukup banyak. Menu yang di pesan untuk Alia adalah Zupa Soup. Rupanya sup cream daging yang di campur roti mudah di telan oleh nya. Sehingga 3/4 porsi dihabiskan ALia sendiri. Setelah acara ngobrol dan makan selesai, aku yang memerlukan sepatu melihat -lihat sepatu dan ternyata Alia juga minta Kainya untuk dibelikan sepatu. Alhasil si Kai yang memang sayang luar biasa dengan Alia kembali meluluskan keinginan Alia. Padahal sehari sebelumnya, Alia sudah dibelikan sepatu oleh Kai. Tak ayal sepatu warna pink yang ada logo buaya berpindah ke kaki Alia. Senang dengan sepatu barunya, Alia langsung minta memakai sepatu barunya sampai ke apartmen.

Dari apartmen, aku, Alia, Kai, Nini dan Ade langsung ke airport untuk mengantarkan Kai dan Nini pulang ke Banjarmasin. Dari Airport aku dan Alia serta Ade langsung kembali ke Malang. Sepanjang perjalanan ALia bobok. Sampai dirumah karena kami berdua belum makan malam, aku pesan kan alia bubur dari wari mie langganan di depan komplek. 4-5 suapan pertama masih lancar. Setelah itu kembali ngadat. Tetapi bisa di wajarkan, karena sudah hampir jam 9 malam dan sepertinya Alia sudah mengantuk. Setelah makan, minum dan cuci kaki, maka aku ajak Alia untuk masuk kamar untuk tidur. Selesai membacakan 1 buah buku, aku ajak Alia berdoa. Mendoakan mommy nya untuk bisa segera lulus. Setelah berdoa tidak lebih dari 5 menit Alia langsung pulas tertidur.

Akhirnya petualangan kami berdua dimulai hari ini. Semoga aku, Alia dan mommy  bisa mendapatkan berkah dari hal ini. Jangan khawatir mommy. Alia berada ditangan yang tepat. Konsentrasilah untuk belajar. Cinta dan doa kami selalu bersamamu. Yakin lah bahwa Allah adalah maha pengasih lagi maha penyayang. Dia akan selalu bersama hamba Nya yang menuntuk ilmu di jalan kebaikan.

Malang, 30 Juni 2013

Daddy Abink