‘Cacing Berpendar’ di Gua Waitomo

Setelah puas menikmati Rotorua, pagi berikutnya kami siap untuk menjelajah Waitomo. Berbekal tiket murah dari Naked bus, kami berangkat ke Waitomo dengan hati senang πŸ™‚

Naked bus yang kami tumpangi hanya mengantar sampai di Waitomo Village, dan kami harus jalan sedikit ke Waitomo Caves visitor centre (sekitar 500m dari Waitomo Village).

20140911_141216Ada 3 gua yang ditawarkan di Waitomo. Waitomo cave, Aranui cave dan Ruakuri cave. Selain liat gloworms dan menjelajah Aranui & Ruakiri caves, di Waitomo kita juga bisa melakukan panjat dinding di gua dalam tanah(dry underground caving) dan ‘cave tubing’. Tapi saya sama sekali nggak tertarik sama underground caving. Kalau cave tubingnya masih sempet kepengen nyobain, tapi setelah tau harus loncat dariΒ  atas tebing gua yg gelap, nyali langsung ciut. Nggak jadi ahh.. takuutt.. Udahlah, jalan-jalan di dalem gua aja πŸ™‚

Saya sebenernya pengen masuk ke tiga gua itu, tapi nggak siap ngeluarin diut nya heheeh.. kalau masuk ke 3 gua itu harus siap bayar $90. Akhirnya, karena tujuan kami ke Waitomo adalah untuk liat ‘glow worms’ di Waitomo cave, maka diputuskan untuk beli tiket combo Glow worm cave + Aranui cave, waktu itu seharga $65.

Camera 360

Tour pertama adalah masuk ke Glow worm cave, yang lokasinya di sekitar visitor centre. cuma perlu jalan sekitar 100-200 meter udah sampai ke dalam guanya.

Jalan menuju Glow worm cave
Jalan menuju Glow worm cave

Masuk ke dalam gua sepintas kelihatan seperti gua biasa, ditambah efek lampu-lampu terkesan sedikit dramatis. Semakin masuk ke dalam gua, mulai terlihat pendar-pendar cahaya, walaupun nggak begitu banyak dan nggak begitu jelas. Pendar cahaya itu ternyata adalah larva dari salah satu species serangga. Jadi sebetulnya mereka itu bukan cacing! Tapi mungkin karena bentuknya menggantung di langit-langit gua (sepanjang 3-4 cm) menyerupai cacing, jadi disebutnya glow worms. Dan waktu itu kita bisa lihat dari dekat.

u895
Larva-larva ini yg disebut glow worms. Foto dari CD souvenir pack yg dibeli di Waitomo

Semakin ke dalam, lighting di dalam gua semakin berkurang. Dan sampailah kami di Gloworms Grotto. Untuk mengarungi grotto ini kami harus naik sampan. Di Gloworms grotto ini sudah nggak ada lagi cahaya lampu dan cahaya matahari dan dilarang memotret. Selama di atas sampan, pendar-pendar gloworms nya terlihat jelasss sekalii.. Indaaah banget.. Kurang lebih memang kayak di foto dibawah ini. Cantik banget kayak liat bintang-bintang di langit, tapi lebih dekat, dan wananya hijau kebiruan.

u859
Gloworms grotto. Foto didapat dari beli CD souvenir pack πŸ™‚

Setelah keluar dari gloworms cave, kami harus menunggu sekitar 1,5 jam untuk bisa ikut tour ke Aranui cave. Aranui cave ini jaraknya cukup jauh, sekitar 5-10 menit naik mobil dari visitor centre. Waktu booking tiketnya, kami sudah bilang kalau kami nggak bawa mobil dan butuh tumpangan. Akhirnya, kami dikasih tumpangan sama tour guidenya, yang asli orang Maori.

Aranui cave nya sih biasa aja menurut saya πŸ™‚ Mungkin mirip-mirip kayak gua-gua di Indonesia. Aranui cave dilengkapi dengan lampu-lampu, dan track nya udah dibikin rata, kalaupun ada yang menanjak udah dibikin anak tangga juga untuk memudahkan.Β  Menurut si mas Tour guide, Aranui cave ini ditemukan oleh orang Maori bersama anjingnya yang lagi ngejar-ngejar babi.Tiba-tiba aja babi yang mereka kejar menghilang, dan ternyataΒ  babi itu masuk ke dalam gua AranuiΒ  yang gelap banget ini. Waktu di dalem Aranui cave, tour guide nya sempat sengaja matiin lampu nya, dan ternyata bener2 item, gelap banget nggak ada cahaya di dalam Aranui Cave.

20140911_134934
Aranui Cave

Di Aranui cave ada beberapa lokasi yang berpagar kawat, kata mas tour guidenya sih karena sebelumnya ada tangan-tangan jahil yang sengaja motong stalaktit dan stalakmit untuk dibawa pulang 😦

20140911_134719

Setelah selesai keliling di Aranui cave, kami (masih numpang sama si mas tour guide), kembali ke visitor centre. Karena kami masih punya waktu cukup lama sebelum bis kami datang menjemput, jadilah kami mengeksplore visitor centre dulu, sambil menikmati dua scope ice cream di cafe πŸ™‚

20140911_141819
Boysenberry and lime swirl ice cream ini yummy banget
20140911_153956
Cafe
20140911_153521
Tulis pesan di kayu, terus cemplungin ke baskom isi air.

Puas makan es krim sambil istirahat, kami jalan-jalan ke sekitar visitor centre, dan sekalian jalan ke Waitomo village. Waitomo Village ini memang cuma desa kecil, tapi yang bikin menarik adalah pernak-pernik dan ukiran-ukiran khas Maori. Sambil menunggu bis kami datang, kami numpang istirahat di depan satu cafe kecil di sana. Rasanya, melihat langsung penda-pendar gloworms adalah highlight perjalanan Auckland-Rotorua-Waitomo kami kali ini.

20140911_162914
Pohon jeruk di halaman cafe tempat kita nunggu bis
20140911_175124
i-Site Waitomo Village
Advertisements

One Afternoon in Rotorua

Sebenernya saya jalan-jalan ke Rotorua ini tahun lalu, di bulan September 2014, tepatnya. Awalnya, saya yang waktu itu lagi pengen banget jalan-jalan iseng-iseng ngajakin temen untuk jalan-jalan, cari tiket murah πŸ™‚

Beberapa hari setelahnya, saya dapet tuh tiket murah pake budget airline lumayan murah cuma $29 sekali jalan ke Auckland. Pikir-pikir, karena udah 2x ke Auckland, mending kita ke Auckland semalem trus besok paginya jalan lagi ke tempat lain naik bis. Setelah browsing sana sini, diputuskan untuk ke Waitomo caves, tapi mampir Rotorua dulu semalem. Setelah menimbang waktu, biaya dan tenaga, akhirnya kita susun itinerary Auckland-Rotorua-Waitomo-Auckland, 4 hari 3 malam naik bis.Deal!

20140911_160700Ini bukan pertama kalinya saya jalan-jalan naik bis. Sebelumnya, di Juli 2014, saya juga pernah naik bis dari Queenstown ke Christchurch bareng bapak Abink n Alia, dan sejak saat itu janji bakal naik bis lagi kapan-kapan. Kenapa saya ketagihan naik bis? Karena murah, nyaman, dan santaiii… Kalau mau cari tiket bis murah bisa ke website nya naked bus NZ. Tapi sebenernya kalu naik mobil sendiri, enaknya bisa berhenti untuk foto-foto dimana aja, dan bisa cari jalur yang kita suka. Ada plus minus nya lah ya… πŸ™‚

Perjalanan dari Auckland ke Rotorua lancar, pemandangan indah.. Perjalanan dari Auckland ke Rotorua ditempuh selama 4 jam naik bis. Trip kali ini saya sengaja pilih untuk menginap di X-Base backpacker. Selain karena ngirit biaya, saya juga belum pernah nginap di backpacker yang sharing kamar dengan 6-8 orang. Ternyata pas dateng cuma ada kita berdua yang nginep di situ, dan malem nya baru dateng satu orang lagi, solo traveler dari China atau Vietnam ya? Lupa πŸ™‚

backpacker
X-Base Backpacker Rotorua

Pengalaman pertama nginep di backpacker seruuu… Lumayan nyaman tempat tidurnya, setiap kamar ada toilet dan kamar mandi, dapet sabun shampo dan handuk. Kami booking backpacker ini dari website http://www.nakedsleep.com (by naked bus). Untuk di Rotorua kita booking dorm bed untuk 8 orang (female only), cuma bayar sekitar $17 per orang per malam. Pas di Auckland, kami booking double room with en suit bathroom bayar $50 per malam, tapi karena bagi dua sama temen jadinya masing2 cuma bayar $25 πŸ™‚ Lumayan murah kan, kalau dibanding nginep di hotel/motel bisa lebih dari $100 per malam.

Karena kita nyampe di Rotorua, udah terasa bau belerang, secara rotorua ini dijuluki Geothermal Wonderland-nya New Zealand.Β  Karena udah tengah hari, kita putuskan untuk jalan-jalan di kota aja. Kebetulan tempat kita nginep tepat di depan Kuirau Park. Parknya lumayan cantik dan ada beberapa spot lumpur panas (geothermal). Bahkan disediain kolam untuk yang pengen berendam atau cuma nyelupin kaki di air panas yg mengandung belerang.

rotorua6rotorua7Yang paling bikin saya seneng, di Kuirau park saya ketemu sama beberapa ‘Pukeko’ (NZ native bird) deket banget. Nggak tau kenapa saya suka banget sama Pukeko πŸ™‚

rotorua5
Pukeko

Setelah puas menimati Kuirau park, kami lanjut jalan-jalan di sekitar kota dan museum. Rotorua ini kotanya ‘compact’, ada park, playground, tempat makan, belanja souvenir, museum, lake,semua bisa ditempuh dengan jalan kaki Tapi kalau main Luge, parasailing, jetboating, main ke Maori village, nyobain mud spa atau liat geothermal wonderland nya harus ada mobil atau ikut tour. Nulis ini bikin saya pengen banget balik ke Rotorua πŸ™‚

Rotorua
Rotorua
Knitted Tree di Rotorua
Knitted Tree di Rotorua
X-Base Backpacker Rotorua
Rotorua Museum
rotorua3
Eat Streat. Macam-macam restaurant berjejer di depan Lake Rotorua
Lake Rotorua
Lake Rotorua

Setelah puas jalan-jalan sekitar kota dan berkontemplasi di pinggir danau, akhirnya kita putuskan untuk kembali ke tempat kami menginap sebelum gelap. Di bulan September, angin dan udara di Rotorua masih dingin banget waktu malam. Dan malam itu kami habiskan di kamar backpacker dengan menikmati semangkuk mie kuah, mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke Waitomo besok pagi…