PPIC Research Day dan Post-Graduate Conference

Di bulan Agustus lalu, saya berkesempatan menghadiri dan berpartisipasi di acara yang diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia-Canterbury (Research Day) dan Pos-Graduate Conference yang diadakan oleh Lincoln University Student Association. Acara tersebut adalah dua acara yang berbeda, dalam waktu yang berdekatan dan punya tujuan yang hampir sama.

Inti dari kegiatan PPIC Research Day sebenarnya untuk mensosialisasikan berbagai riset yang sedang dilakukan oleh para pelajar Indonesia di Canterbury. Mulai riset bertema kehutanan, wine, manuka flower, sampai konflik Aceh. Acara nya dibuat sesantai mungkin, diselingi dengan potluck lunch khas student 🙂 kemarin sih potluck lunch nya lumayan seru menunya.. ada sushi, dendeng balado, cap cai, mie goreng, sambel goreng kentang sampai nasi kuning juga ada.. Para pelajar Indonesia di CHristchurch sudah terbukti, selain hebat di urusan akademis, juga hebat di urusan perut hehehe..

research daykolase
Para Presenter di PPIC Research Day

The Audience

The Audience

research day

Beberapa hari setelah acara PPIC Research day, Lincoln University juga mengadakan Post-graduate Conference yang inti kegiatannya hampir sama dg research day. Tapi yang ini dalam bentuk yang lebih besar. Presentasinya pun dibagi menurut fakultas dan dibuat kompetisi. Dari setiap fakultas akan dipilih 3 presenter terbaik. Dari Faculty of Commerce ada sekitar 11 orang partisipan yang mempresentasikan topik penelitian yang berbeda-beda. Saya juga berpartisipasi sebagai presenter. Niat awalnya cuma having fun, dan pemanasan buat  ANZMAC Doctoral Colloquium di bulan November nanti. Tapi Alhamdulillah di penghujung acara Award Dinner saya malah dapat rejeki tak terduga di acara ini.. 🙂

PG Conf
beberapa partisipan
Me, Ainna and Mohan with our Dean
Me, Ainna and Mohan with our Dean

pg conf2

pg conf 1
with International friends

Photos courtesy of Liana Aisyah, Ainna Ramli dan Mohan Gurung

Advertisements

Negara Menuntut, Kami Mengikhlaskan

Sharing tulisan Kai Roben yang kedua setelah cerita pertama, biar tuntas ceritanya dan lagi-lagi agar kami tak lupa bersyukur.

————

Hari ini, sekitar pukul 16.00 Wita siang tadi, Pak Abink berkabar: kembali didatangi polisi di rumah. Ini kelanjutan dari eksiden kendaraannya ditabrak Harley Davidson di sekitar Birchs Rd, desa Prebbleton, distrik Selwyn, Canterbury, NZ (sekitar 10 menit sebelum masuk desa Lincoln) yang menyebabkan satu orang meninggal seketika di tempat, dan kaki si pengendaranya diamputasi dan tangan kanannya hingga bahu patah.

Sang polisi pada dasarnya mengatakan bahwa Pak Abink adalah sudah jelas sebagai korban dalam tabrakan fatal tersebut. Oleh karena itu polisi hendak meminta ketegasan: apakah Pak Abink mau menuntut ganti kerugian kepada si pengendara atas kecelakaan yang diakibatkan kelalaian si pengendara Harley itu. Sebabnya, bila… Pak Abink menuntut, maka mewakili publik, Negara (NZ) akan menuntut si pengendara dengan tiga (3) tuduhan.

Tuduhan pertama, si pengendara telah melanggar aturan lalu lintas dengan berkendaraan jauh di  atas kecepatan yang sudah ditentukan. Menurut catatan polisi, speedometer HD terhenti di angka 119 km/hr.

Tuduhan kedua, akibat ulah si pengendara  menjalankan HD dengan kecepatan tinggi mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain (teman yang diboncengnya).

Dan tuduhan ketiga, telah menyebabkan kerugian atas fraktur tulang yang dialami Pak Abink dan kerusakan mobil milik Pak Abink.

Setelah berunding dengan isteri, pak Abink akhirnya menegaskan kepada bapak polisi bahwa apabila pihak asuransi telah mengganti kerugian atas kerusakan mobilnya, Nissan Sunny 2004, maka dirinya tidak menuntut apapun kepada si pengendara Harley. Pertimbangannya adalah: satu, dalam kecelakaan mengerikan tersebut anak dan isterinya selamat tidak ada kurang suatu apapun; kedua, kecelakaan atas fraktur tulang kaki kanan sekitar mata kaki tidak menimbulkan kesakitan/kecacatan berarti, dan ongkos-ongkos berobat dicover asuransi; dan ketiga, eksiden itu dianggap sebagai suatu kehendak Allah yang harus diterima secara ikhlas; serta pertimbangan yang terakhir adalah, si pengendara sudah cukup banyak mengalami musibah dan cobaan. Sudah diamputasi, patah tangan pula, belum lagi rehabilitasi paska kecelakaan, ditambah lagi akan menghadapi tuntutan negara atas kelalaiannya.

Jadi, karena pak Abink tidak menuntut, si penunggang Harley “hanya” akan menghadapi dua (2) tuntutan dari negara. Hikmah yang dapat diambil dari info Dr Ananda adalah: setelah 3 tahun tinggal di New Zealand, dan sebelumnya hampir 2 tahun di Australia, atau 5 tahun tinggal di negara dengan budaya Barat, ternyata Pak Abink tidak meninggalkan nilai-nilai kehidupan muslimnya; dan yang menggembirakan, masih tinggi rasa kemanusiaannya.  Ada dua alasan yang mendukung pendapat itu, pertama: Ia dan keluarga merasakan bahwa semua eksiden itu sebagai kehendak Allah Swt yang tidak dapat dihindari, kita harus berserah diri kepadaNya, ikhlas dan tawakkal. Kedua: ia menganggap sudah cukup “balasan” yang diterima si pengendara Harley. Sudah hilang kaki dan patah tangan, masih dituntut Negara untuk bertanggung jawab atas kelalaiannya, belum lagi menghadapi masa depan kehidupannya. Pasti kehidupannya tidak akan sama seperti sebelumnya.

(Cerita oleh: Kai Robensjah Sjachran)

Ditabrak, Bukan Menabrak

Posting kali ini adalah cerita dari Kai Roben tentang musibah yang kami alami di bulan Februari lalu. Cerita ini hanya sebagai pengingat agar kami tidak lupa bersyukur. Maha besar Allah yang menjaga kami…

———

Pagi tadi, Dr Ananda SH minta agar apa yg diceritakan kpd bpk, detil kronologinya ceritakan juga ke ibunya. Inilah kronologinya.

Satu atau dua minggu sblm ujian lisan keluarga Hussein nggak ke-mana2 krn sibuk belajar utk mempertahankan thesis. Maka, pd Rabu, 6 Febr, lepas zuhur pak Abink ajak keluarga ke Chipmunk Playland & Cafe di Christchurch, sekitar 30 km dr desa Lincoln tempat tinggal mereka. Tetapi karena Chipmunks playland sedang tutup  (hari itu adalah hari libur Waitangi Day di New Zealand) maka Pak ABink memutuskan untuk pergi ke salah satu resto fast food yang menyediakan area bermain anak-anak sambil bersantai menikmati secangkir kopi atau es krim. 

Pulangnya sekitar pkl 4 pm waktu setempat, ketika akan masuk melewati salah satu tikungan di jalan Birchs Road, Desa Prebbleton, kurang dari 10 km Desa Lincoln, tiba-tiba saja dari arah depan dengan sangat kencang Harley Davidson (HD) melewati batas garis pemisah jalan dan berada di jalur Nissan Sunny  pak Abink (buatan thn 2004).
Dalam seper-sekian detik HD itu menabrak sisi kanan Nissan Sunny. Dapat dibayangkan bagaimana cepatnya HD itu dan bagaimana kerasnya tumbukan itu, hingga as roda depan kanan Sunny patah, bannya terpisah dari badan mobil, dan mobil berputar 180 derajat. Pengendara HD dan yang dibonceng terlempar hingga 30 meter.
Untungnya keluarga pak Abink semua pake safety belt, termasuk Alia yang duduk di belakang Pak ABink car-seat nya terpasang dengan sempurna; dan Nissan Sunny yang 3 tahun lalu dibeli dgn harga hanya NZD 6.000 (Rp 40 jt)  kedua airbagsnya bekerja sempurna. Dlm keadaan mobil berasap, Dita cepat bereaksi (dasar memang Dita wanita yg tegar), segera keluar mobil dan menarik keluar Alia yg duduk di belakang sembari teriak supaya pak Abink segera keluar. Pak Abink yg lagi bengong & kesakitan pada kaki kanan & tangan kanan segera mencoba membuka pintu, tapi macet. Melihat Pintu mobil tidak bisa dibuka dan mobil sudah mengeluarkan asap dan bau tidak sedap, Dita berteriak-teriak panik, minta tolong. Tapi, tidak ada seorangpun yang mendekat ke mobil untuk memberi pertolongan (membantu membuka pintu mobil agar Pak ABink bisa keluar). Hanya seorang Ibu yang berteriak bahwa dia sudah menghubungi pemadam kebakaran, polisi dan ambulance. 

Sementara, Pak Abink masih terus mencoba membuka pintu sebelah kanan tapi gagal. Tersadar, segera pak Abink merangkak keluar melalui pintu kiri Sunny. Muka dan hidungnya (luka kecil) berdarah terkena pecahan kaca, berjalan pincang. Seorang ibu2 berumur, si pengendara mobil yg tepat berada di belakang Nissan Sunny omong dgn Dita & pak Abink: “Don’t worry …..anda benar kok karena saya melihat dia mengambil jalan kita”.
Para pengendara mobil di belakang kendaraan yg bertabrakan itu segera menolong & menelpon petugas.  Tidak lama datang polisi, ambulan, dan helikopter. Pengendara HD yg luka parah dibawa helikopter, dan keluarga Hussein naik ambulance, semuanya dibawa ke RS Christchurch. Belakangan diketahui yg dibonceng meninggal, dan si pengendara HD kaki kanannya diamputasi, tangan kanan patah. Alhamdulillah Dita & Alia selamat tanpa ada luka dan boleh pulang malam itu juga, hanya pak Abink kaki kanan sekitar mata kakinya retak, harus bermalam di RS. Kakinya kemudian digips.
Berita terakhir dari koran lokal, The Star Christchurch, polisi sedang menunggu hasil tes darah untuk menentukan apakah alkohol yg menjadi faktor penyebab kecelakaan itu.
Ya Allah, telah engkau lindungi anak-anak & cucu kami dari mara bahaya. Terima kasih ya Allah, berkat kehendakMu keluarga Hussein selamat. Ya Allah, berikan yg terbaik utk yg meninggal, segera sembuhkan pak Abink & si pengendara HD itu dari sakitnya.
Pengalaman yg dapat dipetik dari penuturan Pak Abink adalah:
1. Sebaiknya sebelum jalan/keluar rumah, tunaikan shalat, berdoa semoga terhindar dari segala mara bahaya
2. Walau tidak nyaman, selama dalam kendaraan, apalagi ke luar kota, pakailah safety belt, baik duduk di muka maupun di belakang.

(Story by: Kai Robensjah Sjachran)

The Final Class of The Semester

ALhamdulillah…. It was such a big relief buat saya ketika saya bilang “good luck on your final exam” karena itu berarti bahwa tutorial terkhir untuk semester ini sudah berakhir. Ya, hari ini hari terakhir tutorial walaupun lecture masih akan berakhir 2 minggu lagi. Bukan berarti pekerjaan jadi tutor berakhir sampai di sini. Masih ada marking, dan memastikan nilai masuk ke nama yang tepat. Setelah itu?? Boleh liburaannn…. Yaaayyy…. !!!

Saya sebenarnya sudah ingin cerita tentang kegiatan sebagai teaching Assistant di Lincoln University sejak awal semester ini, tapi selalu berusaha saya tunda. Menundanya dengan kesengajaan siih sebenernya karena takut ‘kualat’ hehehehhe…. Jadilah, di hari terakhir tutorial ini keinginan saya untuk cerita akhirnya tersalurkan 🙂

Kegiatan jadi tutor adalah hal yang sangat baru buat saya. Mungkin sampai setahun yang lalu saya cuma berani berkhayal jadi guru TK, karena saya punya pengalaman aktif di playcentre, lulus 2 paket early childhood courses dan masih punya keinginan kuat untuk punya early childhood centre sendiri (aamiin). Saya nggak pernah membayangkan bakal berdiri di kelas ‘mengajar’ mahasiswa bule (dan international students). Summer tahun lalupun saya cuma kerja sebagai Research Assistant yang nggak perlu berurusan dengan student. Cuma perlu menghadap komputer, baca jurnal dan laporan ke pak Bos.

Kali ini saya punya 1 bos, 1 partner dan kami menangani sekitar 170 students. Kelas tutorial terbagi menjadi beberapa kelas yang diasuh (diasuh?? kayak sanggar tari aja ya istilahnya diasuh :p) 2 orang tutor. Bagaimana perasaan saya waktu pertama kali tutoring? Sebagai newbie, tentu perasaan saya resah dan gelisah dooong… deg-degan, nggak PD, takut salah, takut dikerjain students, takut nggak ada student yg dateng di sesi tutorial saya dll, dsb. Apalagi di ‘penampilan’ perdana, saya ditongkrongin sama partner saya yang udah berpengalaman mengajar belasan tahun dan saat ini sedang ambil doktoral degree untuk yang keDUA kalinya.. Tambah nervous dong…. Tapi lega setelah di 15 menit pertama dia keluar ruangan dan setelah selesai tutorial saya dapat e-mail dari dia bilang kalo dia suka cara saya membawakan sesi tutorial. Yaah paling nggak, sesuai dengan apa yang mereka harapkan lah 🙂

Semester ini saya punya pengalaman mengajar di dua keas yang berbeda. Satu kelas yang isinya banyak bule, dan satu lagi banyak orang Asia. Saya sebut kelas bule dan kelas asia, saya merasakan ada perbedaan di antara dua kelas itu.

Di kelas bule, mereka lebih students lebih keliatan santai. Mungkin didukung gaya berpakaian yang bercelana pendek, sendal jepit atau pake training keliatan abis olah raga 😀 Mereka  nggak banyak mencatat tapi lebih interaktif. Menjawab setiap pertanyaan yang saya tanya. Walaupun mereka ngga tau jawabannya, mereka tetep berusaha jawab walaupun ngawur. Beberapa student juga suka becanda atau nyeletuk yang lucu-lucu.. Jadi saya semangat kalo pas kedapetan ngajar di kelas bule.. Dan waktu tutorial juga berjalan cepat.. Nggak terasa udah abis aja waktunya hehehe….

Di kelas yang banyak asia-nya, lebih banyak senggol-senggolan sesama student, banyak mencatat, kalo ditanya tapi mereka ga tau jawabannya, mereka bakal bilang nggak tau. Hari pertama tutorial di kelas asia, saya sempet parno  karena ada salah satu student yang konsisten ambil gambar pake hp nya. Nggak tahan, akhirnya saya bilang nggak usah ambil foto karena semua bahan tutorial akan diupload di website matakuliah. Sebenernya sih waktu itu saya parno dia ambil atau rekam gambar saya trus di upload di yutub atau di soc-med hahahaha 🙂 ngeri kaannn……. Tapi salut buat orang Asia, banyak dari mereka yang nilai tes-nya bagus2 lhoo….

Beberapa minggu lalu saya sempat bilang ke Bapak Abink kalo saya nggak mau terima kerjaan tutor lagi. Bukannya saya nggak menikmati atau nggak bersyukur dengan kerjaan ini, tapi ada kalanya saya kewalahan harus nyiapin bahan tutorial, nge-cek jawaban bank soal untuk latihan students dan memastikan bahwa jawaban yang disediakan betul, marking (dan memastikan nilai masuk ke nama yg benar) sekaligus mikirin thesis saya yang progress nya melambat. Tapi, di hari terakhir tutorial ini kok rasaya saya ketagihan tutoring yaaa……

Yaah, dilihat saja nanti kalau ada rejeki tutoring lagi ya dipertimbangkan, tapi kalo nggak ya saya cukup hepi dengan kerjaan Riset Asistant tapi yang kerjaannya nggak terlalu banyak, trus bos nya baiiik, trus project nya sesuai dengan riset saya, trus nggak dikejar-kejar waktu, trus bayarannya lebih gede, trus…..heheheh… Ada nggak siih kerjaan kayak gitu???  Sekarang sih pinginnya lebih fokus ke thesis. Biar cepet selesai, cepet pulang, dan bisa uyel2 Alia dan Bapak Abink lagi 🙂

Petualangan dimulai hari ini

Aku sungguh kagum dengan Alia. Hanya dengan lambaian tangan dan dua kali teriakan bye bye mommy dia melepaskan kepergian ibu nya untuk kembali ke negeri awan putih Aotearoa untuk meneruskan program S3. Berbeda dengan sikecil Alia, walau mental ku sudah kusiapkan sejak jauh hari bahwa paling tidak dalam lima bulan kedepan aku tidak akan bersama istri yang lebih dari 5 tahun ini selalu berada disisiku, leherku serasa tercekat. Tidak sepatah kata pun bisa kuucapkan untuk mengantarkan kepergiannya. Aku sadar bahwa ini adalah pilihan kami berdua. Pilihan yang dalam bahasa kami adalah investment.

Mungkin dalam sebagian orang pilihan investasi kami ini adalah pilihan gila. Tapi bagi kami keluargaHussein, ini adalah salah satu ikhtiar kami untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang bahagia dan berberkah. Pengorbanan perpisahan sementara ini kami yakini akan diganjar dengan setimpal oleh Allah yang maha kuasa.

Dengan lambaian tangan mungil nya Alia melepas kepergian mommy. Tidak ada kucuran air mata aku liat keluar dari sudut matanya. Benar-benar gadis kecil yang berhati keras. Selain itu mungkin usaha kami berdua yang sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkanya berhasil. Sejak awal Ibu ABink bersekolah, Alia sudah kami beri tahu bahwa nanti ibu akan kembali ke New Zealand dan Alia pindah sekolah di Indonesia menemani Bapak. Hampir tiap kesempatan kami dengungkan hal tersebut.

Tetapi aku lupa mempersiapkan diri sendiri. Perasaan ini benar-benar campur aduk ketika melihat bagian jiwaku melangkah memasuki ruang keberangkatan. Perasaan tegar dan kuat yang aku tunjukkan hingga pagi hari menjelang mengantarkannya hilang seketika. Kerongkongan ini serasa kering dan tercekat. Tapi aku yakin semua akan baik-baik saja.

Setelah mengantarkan Bu Abink masuk keruang tunggu keberangkatan dan yakin bahwa semua sudah aman, aku, Alia, kai, nini dan ade meninggalkan bandara. Tujuan pertama adalah sarapan. Karena sebelum berangkat kami tidak senpat bersarapan. Tempat sarapan yang dipilih adalah restoran favorit Almarhumah Mama Hannie – Happy Suzy. Menu yang aku pesan pun standar kegemaran Mama Hannie yaitu Gudeg.

Cobaan pertama muncul di Happy Suzy. Alia mogok makan. Mulai di tawari gudeg hingga dipesankan Kai Soto, Alia tetap tidak mau makan. Tetapi lumayan waktu Ade menyuapkan nasi dengan abon daging, Alia sedikit mau makan. Paling tidak 3-4 sendok masuk keperutnya. Mungkin karena tidur nya terlalu malam dan bangunnya terlalu pagi, Alia tertidur kembali di mobil dalam perjalanan kembali ke Gunawangsa. Sampai di Gunawangsa, Nini gendong dan menidurkan Alia di kamar. Nini dan Ade pergi ke Pasar Atum dan Alia tidur aku temani. Tidak lebih dari 30 menit sejak ditidurkan di kasur, bangun lah Alia.

Diawal bangun nya Alia mencari mommy nya. Tetapi dengan sukses aku berhasil menenangkannya. Karena sejak pagi telah di janjikan untuk main ke Chipmunk Playland, maka sudah waktunya lah dieksekusi janji tersebut. Pada awalnya Kai tidak mau ikut karena Kai ingin belajar saja di apartment. Tetapi karena Alia ngotot pergi sama Kai maka Kai pun ikut juga.

Sesampai di Galaxy Mall, Alia lebih memilih beli mainan daripada maen di Chipmunks.   Maka meluncurlah kami ber 3 ke sogo kids untuk membeli mainan. Di Sogo kids ALia dibelikan kai lego, dan beberapa jenis mainan lainnya.Seperti nya hati Alia cukup senang sehingga mau diajak kompromi untuk makan siang. Sementara Kai dan aku sibuk ngobrol mengenai disertasi kai, Alia sibuk maen. Yang menyenangkan ALia makan cukup banyak. Menu yang di pesan untuk Alia adalah Zupa Soup. Rupanya sup cream daging yang di campur roti mudah di telan oleh nya. Sehingga 3/4 porsi dihabiskan ALia sendiri. Setelah acara ngobrol dan makan selesai, aku yang memerlukan sepatu melihat -lihat sepatu dan ternyata Alia juga minta Kainya untuk dibelikan sepatu. Alhasil si Kai yang memang sayang luar biasa dengan Alia kembali meluluskan keinginan Alia. Padahal sehari sebelumnya, Alia sudah dibelikan sepatu oleh Kai. Tak ayal sepatu warna pink yang ada logo buaya berpindah ke kaki Alia. Senang dengan sepatu barunya, Alia langsung minta memakai sepatu barunya sampai ke apartmen.

Dari apartmen, aku, Alia, Kai, Nini dan Ade langsung ke airport untuk mengantarkan Kai dan Nini pulang ke Banjarmasin. Dari Airport aku dan Alia serta Ade langsung kembali ke Malang. Sepanjang perjalanan ALia bobok. Sampai dirumah karena kami berdua belum makan malam, aku pesan kan alia bubur dari wari mie langganan di depan komplek. 4-5 suapan pertama masih lancar. Setelah itu kembali ngadat. Tetapi bisa di wajarkan, karena sudah hampir jam 9 malam dan sepertinya Alia sudah mengantuk. Setelah makan, minum dan cuci kaki, maka aku ajak Alia untuk masuk kamar untuk tidur. Selesai membacakan 1 buah buku, aku ajak Alia berdoa. Mendoakan mommy nya untuk bisa segera lulus. Setelah berdoa tidak lebih dari 5 menit Alia langsung pulas tertidur.

Akhirnya petualangan kami berdua dimulai hari ini. Semoga aku, Alia dan mommy  bisa mendapatkan berkah dari hal ini. Jangan khawatir mommy. Alia berada ditangan yang tepat. Konsentrasilah untuk belajar. Cinta dan doa kami selalu bersamamu. Yakin lah bahwa Allah adalah maha pengasih lagi maha penyayang. Dia akan selalu bersama hamba Nya yang menuntuk ilmu di jalan kebaikan.

Malang, 30 Juni 2013

Daddy Abink

Kaikoura : Bermain Dengan Para Bayi (dan induk) Anjing Laut

Bulan Agustus sudah hampir habis.. Untuk orang seperti saya yang nggak begitu suka dinginnya winter dan salju pasti dengan riang gembira menyambut datangnya musim semi.

Musim semi di New Zealand officially dimulai tanggal 1 September. Musim semi berarti banyak bunga cantik bermekaran dan temperatur menghangat. Bukan cuma itu, katanya di musim semi para bayi anjing laut (seal pups) berbondong-bondong mencari tempat bermain favorit mereka sebelum mereka siap berenang di laut bebas.

Di New Zealand ada satu tempat yang selalu jadi playground-nya para seal pups. Ohau stream-Kaikoura, berjarak sekitar sekitar 180km dari Christchurch, bisa ditempuh naik mobil dalam 2 jam. Kaikoura biasa didatangi para turis untuk menikmati keindahan alam, lembah dan pantai sambil menyaksikan puluhan seal pups berenang di depan mata. Selama tinggal di New Zealand, saya sudah 3 kali menikmati hangatnya pantai Kaikoura, tapi baru di tahun 2012 kemarin saya berkesempatan untuk melihat langsung fenomena alam yang bikin saya pengen bilang “wow” 😀 Subhanallah… Dan memang jalan-jalan ke kaikoura paling enak pas spring gini. Bisa ketemu banyak seal pups dan udaranya nggak panas banget..

Untuk mencapai tempat dimana banyak seal pups berkumpul tidak begitu sulit. Ohau stream fall terletak sekitar 27 km di sebelah utara Kaikoura, bisa ditempuh dalam kira-kira 15 menit dari “pusat kota” Kaikoura. Lokasinya mudah ditemui karena akan ada sign “Ohau Stream”, dan tempat parkir yang cukup luas. Dari situ, kita masih harus jalan sekitar 5 menit untuk menuju Ohau stram fall. Track-nya sangat mudah dilalui, bahkan untuk anak-anak sekalipun. Sepanjang jalan kita bisa melihat anjing laut yang sedang bersantai duduk di bebatuan atau bermain dengan sesamanya. Tapi, jangan coba-coba mengganggu mereka karena bagaimanapun para seal yang cute itu termasuk binatang buas.

Sayangnya, waktu saya berkunjung ke Ohau stream fall, kamera yang dibawa nggak begitu bagus untuk ambil foto di tempat yang kurang cahaya matahari. Jadi, hanya ada beberapa foto yang mungkin tidak mencerminkan keadaan Ohau stream fall yang sebenarnya dan nggak bisa ambil gambar di kolam yang banyak seal pups nya  🙂 Tapi ini saya nemu video dari news.com.au yang merekam tingkah polah baby seals. Yang saya lihat waktu itu memang persis kayak gitu. Cuteness overload!

523639_3996613907110_68664607_n
Ohau stream

still sleepy

this is also (teenager) seals

Selain melihat seal pups di Ohau stream, di Kaikoura kita bisa melihat induk dari para baby seal tersebut. Di sana ada satu point yang biasa dikunjungi wisatawan untuk bertemu seal secara langsung.

375523_2594475454525_1382870367_n

Yang perlu diperhatikan bila berkunjung ke Seal colony point adalah harus ingat waktu..Untuk bertemu seal di sini kita kadang harus berjalan sampai agak ke tengah. Waktu pertama kali saya berkunjung ke sana, memang hari sudah lewat tengah hari dan kami asyik berjalan di atas batu-batu sampai ke tengah dan nggak sadar kalau air laut ternyata sudah semakin tinggi. Hasilnya kami kesulitan untuk kembali ke pinggir.. Tapi ternyata di sekitar situ juga ada tempat favorit para anjing laut untuk beristirahat di bawah pepohonan. Jadi seharusnya kita sudah bisa ketemu seal tanpa harus jalan sampai ke tengah.

Kalau suka jalan, di Kaikoura juga ada walking track di sepanjang pantai. Sambil berolah raga, kita juga bisa menikmati keindahan pantai dan sudah dipastikan akan bertemu dengan sejumlah seal di sepanjang perjalanan. Sayang, saya belum sempat mencoba walking track di sana karena panas nya cuaca pantai dan bawa anak kecil *alasan.. 🙂

Di Kaikoura kita juga bisa menikmati pantainya, bermain air dan bermain pasir. Tapi jujur saja untuk orang yang nggak begitu suka pantai, Kaikoura beach kurang menarik buat saya.

381352_2594466454300_97717243_n

Sebagai kota pantai, Kaikoura juga terkenal dengan sea food nya, terutama crayfish nya. Di kali ke dua saya ke sana, saya merengek-rengek sama Bapak Abink untuk beli lobster/crayfis. Memang banyak seafood atau fish n chips stall di sana, tapi setelah liat harga crayfishnya, saya cuma mampu beli yang paling kecil. Itupun harganya maahaall $25 seekor 😦 mahal nggak sih?

Waktu saya pergi ke Kaikoura bareng temen2, udah bertekad nggak akan beli crayfish, tapi harus nyobain fish n chips nya.. Dan lagi-lagi harganya lebih mahal daripada yang biasa saya beli. Mungkin karena Kaikoura kota Turis juga yaa… Tapi, ikannya memang terasa segar…

Selain menikmati pantai, kita juga bisa pergi ke Kaikoura lookout point untuk melihat kaikoura dari atas. Kaikoura lookuot point ini bisa ditempuh 10 menit dari pusat kota Kaikoura. Di sana kita bisa melihat dua sisi kaikoura, yaitu pantai yang membiru dan perbukitan yang menghijau.

Alia with Tante Linda
Alia with Tante Linda

304316_3996638627728_2121154526_n

Di Kaikoura kita juga bisa whale watching juga, naik cruise.. Harga untuk cruise nya kira-kira $100, selama 2.5 jam dan dijamin ketemu whale (katanya) saya belum pernah nyobain sih…

Overall, Kaikoura bisa dibilang tempat yang menyenangkan untuk berlibur. Nggak terlalu jauh dari Christchurch, jadi kalau cuma mau ketemu seal, main di pantai, dan makan fish n chips kita bisa pergi kesana tanpa harus bermalam.

Skornya? hhmm… saya kasih 7 out of 10 deh.. 🙂

Last day at Lincoln Preschool

Good Bye Alia (Story by Liz)

Even though yo’ve not been in Lincoln Preschool for very long, Alia we have seen your confidence grow hugely during your time with us. We have enjoyed observing the ways in which you have enjoyed all the different activities and challenges presented to you with an assured confidence. 

You express yourself very clearly, Alia both with the children and adults, and you are able to select activities based on your interest at the time, rather than be influenced buy peer presure. Sometimes that’s not easy thing to do!

You have a well developed self-awareness and because of that you are able to recognise the progress that you have made during your time here. An example of this is the way that you mastered the tchnique you needed to swing on the rope with your feet off the ground. You were so pleased with your achivement here and rightly so. 

You have become increasingly confident in your interactions with your peers and in the way that you are willing to give new activities ‘a go’.

We are sorry to see you go ALia, we’ve really enjoyed having you here in Lincoln Preschool. We wish you have lots of luck in Lincoln Kindergarten.

~~~~~~###~~~~~~

Belum ada cerita ALia masuk pre-school kok tiba-tiba udah good bye aja yaa?! Jadi, ALia mulai masuk pre-school kira-kira 6 bulan yang lalu. Cuma 2x seminggu dari jam 8-12.30 tapi itu cukup ngasih ruang aku buat ngapa-ngapain sendirian (me time nih ceitanya..) dan bikin Alia tambah pintar dan mandiri. Hari-hari sulit pertama kali masuk sekolah baru tanpa Ibu cuma terjadi di 2 hari pertama. Hari selanjutnya gampang dan santaiiii…. Intinya ALia, Ibu dan Bapak hepi atas pilihan masukin ALia ke pre-school. Eh, ada sih yang bikin nggak hepi kalo pas waktunya bayar :p Tapiiii  next week ALia udah 3 tahun jadi udah dapet 20 hours subsidi dari pemerintah nggak harus bayar mahal lagi,  horraayy….

Diatas adalah cerita dari guru (primary caregiver) Alia di pre-school.  Hari Jumat, 21 Januari kemarin adalah hari tereakhir Alia di lincoln pre-school. Alia bawa buku cerita utuk kenang-kenangan. Alia cerita kalau gurunya bilang terimakasih ke Alia dan baca bukunya buat semua teman2 Alia, trus semua nyanyi “happy last day” for Alia. Sedih juga rasanya mau mindahin Alia dari pre-school ke Kindy, karena di pre-school ALia memang kelihatan banyak belajar, banyak teman, guru-gurunya perhatian dan tempatnya dekeet banget dari rumah heehehe…  Tapi mindahin ALia ke Kindy juga bukan tanpa pertimbangan walaupun kami butuh extra efforts to make it run smoothly. Ya buat nganter ALia lebih pagi dan lebih jauh, nyiapin snack dan lunch box ALia tiap hari, dan yang paling penting nyiapin ALia di lingkungan, teman dan guru yang baru. Trus kenapa dong ALia dipindah ke Kindy?? Karena Alia minggu depan udah 3 tahun, udah dapet 20 hours free dari pemerintah NZ dan Kindy cuma nerima anak-anak 3 tahun keatas. Waktu di pre-school teman-teman Alia umurnya bervariasi mulai dari bebi sampai 5 tahun dan di sana kesannya lebih ke ‘penitipan anak’ (tapi tetap dikemas dengan Early Childhood Curriculum). Di Kindy ALia akan punya teman seumuran (3-5 thn), nggak akan ada primary caregiver, jadi insyaAllah akan lebih fokus di kegiatan bermain-belajar yang benar-benar pas di usia ALia. Doakan ALia tambah pinter, jadi pribadi yang baik hati, baik budi, punya banyak teman, dan semakin solehah. Amiiinnn…

Serunya Dunia Puzzle dan Indahnya Lake Wanaka

Masih lanjutan dari liburan saya dan keluarga ke Queenstown dan Dunedin, perjalanan saya lanjutkan ke Wanaka. Wanaka adalah sebuah kota kecil yang terletak di sekitar Danau yang namanya juga Wanaka. Tidak terlalu jauh dari Queenstown, hanya sekitar 75km dan bisa ditempuh sekitar 1.5 jam. Perjalanan agak sedikit lama karena harus menaiki beberapa puncak gunung dan menuruni lembah (jadi kayak Ninja hattori saja ya heheheh).

Di Wanaka banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan. Tapi yang utama adalah berkunjung ke Puzzling World atau dunia Puzzle. Puzzling World ini sangat menarik untuk dikunjungi. Ada beberapa atraksi yang bisa di saksikan di Puzzling World. Yang pertama adalah Leaning Tower atau menara miring. Beda dengan menara Pisa, Leaning Tower ini memang dibuat miring sehingga terkesan akan rubuh. Menara ini menjadi objek photo yang sangat menarik.

13099990421026182957

Selain leaning tower di Puzzling World kita juga dapat bermain puzzle sepuasnya. Beragam puzzle ada disana dapat dimaikan secara gratis. Mulai puzzle gambar hingga puzzle 3D yang berupa balok dan bola-bola pun ada. Jika bosan bermain puzzle kita bisa masuk ke illusion room. Di illusion room banyak objek-objek illusi yang menarik. Sebut saja photo-photo yang jika kita berdiri didepannya maka si photo akan bergerak-gerak mengikuti kita (jadi serasa kayak lukisan si harry potter aja).

Selain itu yang menarik di illusion room adalah hobbit room. Hobbit room dibuat sesuai dengan trick yang dipakai untuk menampilkan effect hobbit dalam film Lord of The Ring. Walau dalam satu ruangan dari jarak beberapa meter terlihat bahwa satu besar dan satu nya kecil.

13099998641506231193
Hobbit

foto ini diambil tanpa tipuan kamera. Diambil langsung dari sebuah jendela yang tidak ada kacanya dan ini adalah effek nya. Selain illusion room, penggemar labyrinth juga ditantang untuk memasuki the biggest modern labyrinth in the world. Jika tidak tersesat maka jarak tempuh untuk keluar adalah 1.5km. Tetapi rata-rata pengunjung harus berjalan 3-5km sebelum dapat keluar dari labyrinth tersebut. Karena kebetulan saya membawa baby maka setelah 30 menit putar-putar maka kami menyerah dengan cara melompat pagar.

13100003311518221752
Maze Challenge

saya hampir lupa, selain leaning tower, illusion room dan labyrinth raksasa, toilet di puzzling world ini juga menarik untuk dikunjungi. Jangan salah banyak turis yang berfoto di toilet tersebut termasuk saya hehehe.

13100004911014495643
Toilet in the rome history

Setelah puas berfoto di menara miring, menjadi hobbit, putar-putar di amazing maze dan “nongkrong” di Rome’s toilet, saya melanjutkan berputar-putar Wanaka City dan piknik di sekitar Lake Wanaka. Sungguh indah pemandangan disekitar Lake Wanaka.

1310000640474314851

Puas pikinik di pinggi Lake wanaka, saya dan teman-teman kembali ke Queenstown untuk persiapan perjalanan ke Dunedin esok harinya.

Course 2 Playcentre

Kali ini nggak mau cerita tentang Alia, tapi tentang aktivitas baru Ibu. Sebenernya nggak baru-baru amat sih, tapi karena kegiatan ini saya suka banget karena bisa belajar banyak sekaligus refreshing dan ketemu orang-orang yang punya kepentingan yang sama jadi saya bersemangat banget. Sudah sejak sebulan yang lalu, setelah saya officially lulus course 1 di Playcentre, saya lanjut ikutan course 2 Playcentre.  Niat awalnya cuma pengen cari ilmu biar ntar pas balik ke Indonesia punya sedikit ilmu yang bisa dibagi-bagi sama orang lain. Ternyata acara seminggu sekali ini jadi kegiatan yang paling saya tunggu-tunggu setiap minggunya.

Course 2 ini adalah lanjutan dari course 1 yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya disini. Bedanya, di course 1 kemarin kita cuma perlu 4  kali diskusi di dalam playcentre dengan teman-teman dari playcentre yang sama. Di course 2, untuk lulus kita perlu hadir di 9 workshop, yang nggak selalu diadakan di playcentre kita jadi kita juga ketemu sama orangtua dari playcentre lain. Kebetulan kali ini semua workshop diadakan di Prebbleton, 15 menit driving dari rumah. Karena deket, jadi saya tambah semangat hadir di setiap workshop.

Apa aja yang dilakukan di workshop? Yang pasti diskusi mengenai Playcentre dan anak-anak. Mulai dari Filosofi Playcentre, Positif Parenting sampai Play workshop ada disana, berbagi dengan para orangtua yang hebat-hebat, dapet inspirasi apa aja yang bisa dilakukan dilakukan di playcentre dan dirumah biar anak-anak bisa dapat manfaat dari apa yang mereka lakukan. Di lain kesempatan saya akan share hasil workshop disini.. Doakan saya bisa tetap menjaga semangat sampai nanti lulus course 2, 3 dan 4 yaa.