Horse Riding @Rubicon Valley

Di hari terakhir puasa kemarin, saya bersama Teh Neneng, seorang kawan yang datang liburan ke Christchurch dari Palmerston North, pergi ke Rubicon Valley, Springfield. Sekitar 67 km dari Lincoln, bisa ditempuh selama sekitar 1 jam naik mobil.

Tadinya saya nggak pernah kepikiran bakal naik kuda di NZ, secara saya agak penakut dan bukan penyuka binatang. Tapi kemarin waktu ada teman yang ngajakin naik kuda dan kebetulan beliau nggak ada teman jalan, saya jadi mikir-mikir… Apalagi setelah baca-baca reviewnya, liat foto-fotonya dan mereka menjanjikan a calm, relaxing time away from the city” , saya sangat tergoda. Setelah berhari-hari sibuk nyiapin full-draft thesis sekaligus nulis artikel bareng pak Supervisor yang banyak maunya, rasanya saya butuh sedikit refreshing 🙂

Akhirnya, berangkatlah kami dari rumah jam 6 pagi untuk ngejar shuttle ke Springfield jam 7.15. Sampe di Springfield sekitar jam 8.30, dijemput sama Chris, pemilik Rubicon Valley Horse Riding company sekaligus guide kita hari itu.

Setelah ngisi formulir, bayar, dan pilih-pilih helm yang pas di kepala kami, akhirnya kami kenalan dengan Arrow dan Whisper, kuda-kuda yang akan kami tunggangi pagi itu.

Setelah dijelaskan cara-cara mengendalikan kuda, prosedur keamanan, dll, akhirnya berangkatlah kita jalan-jalan naik kuda. Ini pertama kali saya naik kuda dan mengendalikan sendiri, nggak pake dituntun! Dulu waktu kecil kan kalo naik kuda selalu ada tukang kuda nya lari-lari ikutan nuntun kudanya disebelah kita kan 😀

Sebelum memutuskan berangkat, saya sudah cek ramalan cuaca hari itu dan diperkirakan hari bakal cerah. Tapi weatherman kan juga manusia, tempatnya salah dan khilaf.. Bukannya cerah, pagi itu malah dingiin gerimis dan berawan. Tapi setelah sejam kita berkuda, matahari mulai muncul walaupun gunung bersaljunya masih ketutup awan 😦

SONY DSC
Teh Neneng & Chris

Sebagian besar track di Rubicon Valley flat aja, jadi nggak begitu susah buat beginner rider kayak saya. Tapi di 10 menit pertama ada insiden kecil, kuda yang ditunggangi teh Neneng ‘membangkang’ nggak mau dikendalikan.. eh, si Arrow, kuda saya juga ikut-ikutan ngambek. Setelah di handle sama Chris mereka jadi nurut lagi. kata Chris, kita harus lebih tegas sama kudanya, kita yang mengendalikan kuda bukan kita yg dikendalikan.

Waktu itu kita juga dibawa masuk ke salah satu ladang yang penuh domba.. Seruu… jadi berasa penggembala domba.

SONY DSC

SONY DSCSetelah ngelewatin sheep farm, kita dibawa ke track yang lebih menantang, lewat lereng, naik turun curam dan berbatu. Agak takut sih karna si Arrow rasanya mepet pinggir lereng terus. Jadi takut jatuh… Chris bilang, kita harus percaya sama kuda kita.. Pengennya ambil foto di track naik-turun itu, tapi apa daya nggak punya nyali untuk ambil kamera untuk poto-poto, harus konsentrasi jaga keseimbangan dan mengendali kuda (supaya baik jalannya).

Nggak lama setelahnya, kami dibawa ke tempat yang pemangdangnnya Subhanallah indah bangetttt… walalupun mendung masih tetep bikin merinding pemandangannya.

SONY DSC
Beginner rider
SONY DSC
Breathtaking scenery

SONY DSC

SONY DSC

Setelah naik turun bukit, kita melanjutkan perjalanan, lewat hutan pinus, nyebrang sungai, ketemu sapi, domba, kuda, kelinci.. Sampai-sampai nggak terasa sudah 2 jam kami jalan-jalan, dan para kuda harus segera kembali ke kandang.

SONY DSC
Tapal Kuda

Setelah say goodbye ke Arrow dan Whisper, kami diantar Chris kembali ke Springfield village untuk tunggu dijemput Shuttle yang sudah kami pesan sehari sebelumnya. Karena waktu itu masih pukul 12 siang dan Shuttle kami baru dalatang sekitar pukul 4 sore, akhirnya kami jalan-jalan di sekitar Springfield village ke arah Springfield train station. Jalan-jalan nggak tentu arah, yang kami mau cuma menikmati pemandangan, menikmati sejuk dinginnya udara winter sambil cari tempat yang pas untuk sholat Dhuhur dan Ashar.

Ditengah perjalanan, kami lihat beberapa Llama yang sedang bermain main di halaman rumah yang luas…

SONY DSC
Llamas

Nggak berapa jauh, saya ketemu sama satu rumah yang menurut saya cantik banget.. Rumah besar di pedesaan, dikelilingi bukit dan lapangan rumput yang luas. Rumah impian banget….

SONY DSC
Rumah Impian, kayak di negeri dongeng

Akhirnya, setelah jalan sekitar 15 menit, kami berhenti di sekitar train station. Tempatnya sepi, pemandangannya indah, tapi gunung bersaljunya masih tertutup awan. Akhirnya kami memutuskan untuk sholat di situ. Setelah sholat, kami ngobrol-ngobrol santai aja sambil menunggu awan pergi dari puncak gunung bersalju.

SONY DSC
Sholat

SONY DSC

Setelah sholat dan puas memandangi gunung bersalju, kami kembali ke Springfield playground, tempat dimana seharusnya kami menunggu jemputan shuttle. Masih sekitar 1,5 jam lagi shuttle kami datang. Jadi kami menghabiskan waktu bermain ayunan, tidur-tiduran di ayunan besar, mengamati tingkah polah lucu anak-anak yang sedang bermain di playground, sambil berdoa semoga suatu saat nanti saya bisa ke sini lagi bawa Alia naik kuda..

Beberapa tips buat yang pengen berkuda di NZ:

  • Harga berkuda di NZ lumayan mahal, coba sering-sering cek website diskonan, sepert http://www.bookme.co.nz atau grabone.co.nz untuk dapat harga yang lebih murah.
  • Cek ramalan cuaca. Pakai baju nyaman sesuai musim dan cuaca. kalau Winter, jangan lupa pake sarung tangan, kaos kaki yang hangat dan jaket yang hangat.
  • Selama berkuda boleh ambil foto, tapi bakal susah kalau ambil foto pakai HP, karena kebanyakan kita ambil foto selagi kudanya jalan.
  • Ikuti arahan guide, percaya diri, rileks dan nikmati perjalanan.

Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen 🙂  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

Menyusuri Lake Wakatipu
Menyusuri Lake Wakatipu
Kingston
Kingston
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun 😦 tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah 🙂 Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha 😀

invercargill2

invercargill1
Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut 🙂 sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

bluff2
Bluff Walking Track
bluff4
Bluff Walking Track
bluff3
Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

Camera 360
Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..
Camera 360
Domba-domba yang lagi digiring
SInggah sebentar di Wanaka
Wanaka

Napak Tilas New Zealand 2014: Christchurch City

Selain jalan-jalan dan nostalgia seputar kampus dan Lincoln town, saya juga sempat bawa Alia dan bapak Abink jalan-jalan ke Christchurch City. Karena kami nggak punya kendaraan, lagi-lagi kami menikmati jalan-jalan di Christchurch city naik bus. Walaupun dengan naik bus kemana-mana bikin perjalanan jadi lama, tapi ALia happy banget naik bus di sini.Kami biasa berangkatnya siang atau menjelang sore setelah semua urusan beres. Kadang Alia sampe ketiduran di bus karena kecapekan 🙂

Jadi selama di CHristchurc, kami kemana aja?

HAGLEY PARK/BOTANICAL GARDEN. Dari Lincoln ke Hagley park bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit naik bus 81. Sebenernya di hari kami ke sana cuacanya lagi mendung ditambah angin dingin. Tapi karena Alia ngotot pengen main di (playgroundnya) Hagley akhirnya kami putuskan untuk ‘mampir sebentar’. Nggak banyak yang bisa dilakukan di Hagley park waktu winter. Bunga-bunga belum ada yang mekar dan kolam untuk main air ditutup karena dingin. Jadi kami kemarin cuma ajak Alia main sebentar di playground, trus jalan aja menyusuri taman, dan numpang lewat di visitor centre yang baru dibuka. Visitor centre nya lumayan keren. Ada cafe, nursery, dan toko souvenirnya juga.

Hagley park ini cukup luas (sekitar 165 hectares) dan dibagi jadi 2 bagian. North dan South Hagley Park. Kalau hari hangat, hagley park ini bakal dipenuhi orang-orang (dengan keluarga) untuk piknik, jalan-jalan, atau sekedar baca buku sambil tidur-tiduran di rumput. Di botanical gardennya sendiri di bagi jadi beberapa sections: playground area, azalea and magnolia garden yang mekar di bulan September, rose garden yang bakal mekar di sekitar bulan Januari, daffodil garden yang indah di bulan September, ada juga tropical garden yang di ruangan khusus dengan suhu dan kelembapan yang diatur sehingga pohon dan bunga tropis bisa hidup di situ. Dulu, setiap ada kesempatan, kami serig sekali jalan-jalan di Hagley park untuk sekedar ngasih makan bebek, ajak Alia main di playground atau nemenin Alia main sepeda keliling taman. Jadi pas kita bertiga balik ke Hagley park lagi, rasanya seneg bangettt….

chc2

CATHEDRAL SQUARE. Sebenernya dulu kami nggak begitu sering ke sini. Apalagi sesudah gempa besar di bulan tahun 2011 dan 2012 lalu bikin gereja Cathedral nya hancur dan belum selesai diperbaiki sampai sekarang.

chc5
in front of the Chalice
chc6
Gereja Cathedral yang masih belum selesai diperbaiki

CHRISTCHURCH GONDOLA. Sebenernya, kami belum pernah naik gondola di Chc sebelum ditutup karena gempa di tahun 2011 itu. Pas Alia dan bapak Abink pulang ke Indonesia tahun lalu pun, gondola nya belum beroperasi. Jadilah kesempatan naik gondola untuk Alia dan bapak Abink baru ada pas jadi turis bulan lau 🙂 Saya sendiri udah naik duluan summer tahun lalu dan udah posting juga di sini. ALia sih seneng naik gondola.. Tapi pas udah sampe atas, dan pas masuk ke time tunnel dia agak ketakutan. Jadi di time tunnel itu kan naik kereta kecildi ruangan yg gelap gitu. Alia sebenernya nggak takut gelap sih, tapi memang ‘boneka-boneka’ atau patung-patung yang di situ agak serem siih.. Jadinya dia agak nggak hepi gitu di dalem time tunnel nya. Untung cuma sebentar 🙂

gond1

gond2

gond3

Jadi cuma ke situ-situ doang selama di Christchurch??? Iyaaaa…. tapi udah lah ya, cukup napak tilas di Christchurchnya. Kita lanjut napak tilas ke kota yang lain lagi: Queenstown!!

Napak Tilas New Zealand 2014: Lincoln

Waktu pertama kali ketemu Alia dan Bapak ABink di Christchurch Airport, rasanya kayak mimpi yang jadi kenyataan #lebay. Tapi beneran loh, karena waktu bapak Abink harus kembali kerja di Indonesia dan saya balik ke New Zealand tanpa mereka, rasanya agak-agak berlebihan untuk minta Alia dan bapak Abink untuk balik ke New Zealand, walaupun cuma untuk sekedar liburan. Selain karena agak susah ngatur waktunya, tapi alesan utama sih karena budget liburan ke New Zealand itu ‘lumayan banget’ buat kami 🙂

Tapi, rejeki itu memang sudah ada yang atur ya.. di saat saya menyibukkan diri dan menguatkan hati untuk kembali ke NZ tanpa mereka, ada kabar kalau bapak ABink bakal ada kerjaan ke New Zealand selama 2 minggu. Tapi, pertanyaan selanjutnya ‘apa Alia mau diajak juga?’ Lagi-lagi kami galau karena jadwal keberangkatan bapak ABink ke sini nggak bertepatan dengan liburan semester di sini, yang artinya saya masih harus kerja dan bapak Abink juga bakal punya jadwal meeting yang lumayan padat. Tapi, setelah sepakat untuk nemenin Alia nya gantian jadilah diputuskan untuk bawa Alia, lumayan ketemu 2 minggu melepas kangen 🙂

Trus apa aja kegiatan kami selama 2 minggu di NZ? DI hari pertama mereka datang, langsung jalan-jalan keliling kampus, nostalgia untuk bapak Abink dan Alia. Lewat lapangan belakang rumah kami dulu, library, office bapak dulu, dan jalan-jalan seputar kampus yang sering kami lewati dulu.

Ivey Hall -Lincoln University Library
Ivey Hall -Lincoln University Library
Bug hotel
Bug hotel di kampus
Lincoln University Bus Stop
Lincoln University Bus Stop

Selain jalan-jalan di sekitar kampus, kami juga sempat jalan-jalan ke lincoln town (sekitar 2km dari kampus). Sempat ajak Alia masuk ke Lincoln Library yang baru di renovasi. ALia samapi nggak percaya library nya jadi bagus.. Dulu, waktu rumah kami masih di depan library, saya sering banget ajak Alia ke library. Setiap seminggu sekali saya juga biasa bawa Alia ikutan toddler time di library. Jadi Lincoln library lumayan punya kenangan buat Alia..

(new) Lincoln Library
(new) Lincoln Library

Setelah dari library, kami nyebrang ke cafe favorit untuk menikmati chai latte (dan fluffy untuk Alia). Ngomong-ngomong soal fluffy, biasanya di sini fluffy selalu di sajikan dengan marshmallow. Tapi dari dulu, kami udah kasih tau Alia kalau marhmallow yang di cafe-cafe itu kita nggak tau apakah gelatine nya halal atau nggak. Kadang gelatine juga dibuat dari babi. Jadi, dari dulu Alia nggak pernah makan marshmallow di new zealand. Bukan karena semua marshmallow di sini nggak hahal, tapi karena saya males cari tau merek marshmallow mana yang halal. Pernah sih sekali tanpa sengaja saya nemu postingan orang jual marshmallow halal di trade me, dan saya beli buat Alia. Dan selama beberapa tahun di NZ, Alia cuma makan marhsmallow sekali itu aja 🙂

Nah beberapa bulan lau saya baru tau kalo ternyata  ada juga marshmallow halal yang di jual di supermarket. Waktu alia ke sini kemaren, saya beli sekantong marshmallow untuk Alia. Yang pertama kali keluar dari mulut ALia waktu tau saya beliin marshmallow “Ini marshmallow nya halal nggak bu?” dan kemudian terjadilah percakapan kecil soal makanan:

ALia : Ini marshmallownya halal ya bu?

Ibu : Iya kak, ini halal.

Alia : Kok ibu tau?

Ibu : Ibu udah tanya ke pabriknya 🙂 (walaupun sebenrnya bukan saya yang nanya sih)

Alia : Kalau orang muslim itu nggak makan pork ya bu?

Ibu : Iya kak. Tapi kita boleh makan ayam, daging sapi, kambing, ikan…

Alia : Kalo Jojo (sahabat ALia waktu di NZ dulu) sukanya makan salami. Itu kan ada pork nya. Tapi nggak apa-apa kalo Jojo kan bukan muslim

Ibu : ALia mau makan salami? (ibu yang iseng … boleh nggak sih iseng nanya kayak gini ke anak?)

Alia : Nggak mau…. ALia kan muslim.. terus, pork kan kotor. Alia nggak mau ah kotor-kotor..

Ibu : (fiiuuh… slamet.. slamet… )

chai latte & fluffy
chai latte & fluffy

Puas ngobrol-ngobrol, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk foto-foto di lincoln town bus stop yang ada papan tulisan Lincoln nya. Selama ini belum pernah foto di situ. Sekarang karena merasa jadi turis merasa harus foto di situ hahaha 😀

10568716_336027886551896_1198268073_n
Selain jalan-jalan sekitar Lincoln, kami juga sempat napak tilas ke Christchrch city, dan Queenstown. Kami juga sempat mampir ke Invercargill untuk mewujudkan keinginan bapak Abink yang dulu selalu saya tolak. Kali ini karena (lagi-lagi) merasa turis, jadi nggak ada salahnya kita mampir ke sana. InshaaAllah cerita nya bakal di posting kalo lagi nggak males yaa….

Salam,

Keluargahussein (yang udah nggak sabar ngumpul dan liburan lagi) 🙂

Cerita Mudik #2

Akhirnya, hari-hari yang saya tunggu datang juga.. Setelah beli tiket pulang sejak September lalu, rasanya sudah nggak sabar mau ketemu Alia n bapak ABink lagi di kampung halaman. Seperti yang saya ceritakan di sini bahwa mudik kali ini saya bakal mampir  ke Auckland selama 4 hari, trus terbang ke Bali via Sydney, lanjut terbang ke Surabaya trus naik mobil ke Malang. Perjalanan panjang dan melelahkan, tapi semua terbayar ketika di pintu keluar Juanda International Airport ada anak kecil yang lari menyambut saya dengan pelukan hangatnya 🙂

Mudik kali ini saya sengaja hanya bawa satu koper, dan tas laptop karena nggak mau ribet ketika transit dan lagi pula baggage allowance international flight cuma dapet 23 kg dan domestik flight cuma 20kg. Ini pertama kalinya saya menumpang New Zealand’s flag airline (Air New Zealand) untuk penerbangan domestik dan Internasional karena tiket pulang ke Indo di saat summer holiday cuma tiket AIrNZ-Garuda yang paling terjangkau 🙂 Jadi, perjalanan Christchurch-Auckland dan Auckland-Sydney saya numpang Air NZ. Perjalanan Sydney-Bali dan Bali-Surabaya saya numpang Garuda Indonesia. ALhamdulillah pesawat dari Sydney ke Bali kosong, jadi ya nyaman2 aja walaupun makanannya kurang yummy ….. 🙂

Alhamdulilah perjalanan mudik kali ini lancar aman terkendali kecuali boneka kiwi bird buat ponakan-ponakan yang ketinggalan di Auckland, delay penerbangan Bali-Surabaya selama hampir 2 jam dan koper yang ketinggalan di Sydney karena waktu transit terlalu mepet. Sempat deg-deg an sih waktu sampe Bali semua penumpang udah dapet koper masing-masing kecuali saya. Langsung lapor ke bagian baggage claim. Mereka bantu nge-cek dan ketauan kalo koper saya ketinggalan di Sydney. ALhamdulillah, sampe Malang jadi ada alasan beli baju baru dan bisa diganti sama Asuransi hehehhehe 🙂 Koper baru sampe ke rumah 3 hari setelah saya sampe rumah dan oleh2 langsung diserbu sama si anak kecil dengan riang gembira 😀

Liburan seru di Dunedin – part 2

Bangun pagi… Pengen telpon Bapak ABink n kk ALia tapi pasti masih pada bobok.. Liat2 foto, baca-baca cerita jaman duluuu, jadi kepengen update blog dan nerusin cerita bapak Abink tentang liburan ke Dunedin yang belum tuntas itu.. Yuukk….

Dunedin, kota favorit Bapak Abink.. Bapak Abink memang suka dengan kota tua, meseum dan bangunan bersejarah.. Pokoknya yang berkaitan dengans ejarah-sejarah gitu dia sukaaa.. Kami sendiri sudah 3x berkunjung ke Dunedin dan kalau ditanya, Bapak Abink masih mau lagi main2 ke sini suatu saat nanti 🙂 (aamiin) Ini beberapa tempat yang sempat kami kunjungi di Dunedin..

Dunedin Railway station. Dunedin Railway station merupakan bangunan tua yang cukup menarik di kunjungi. Sangat terawat dan memilki taman yang cantik. Seperti nya Dunedin railway station ini tidak difungsikan sebagai station yang sebenarnya. Karena sepertinya kereta api di New Zealand cuma difungsikan sebagai kereta barang dan kereta wisata.

Dunedin Railway station
Dunedin Railway Tower

railway

The Octagon. Alun-alun kota Dunedin yang berbentuk segi 8. Selain untuk belanja souvenir, cari makan, atau sekedar ngopi-ngopi, bangunan2 tua sekitarnya juga sangat menarik untuk dijelajahi.

St Paul Cathedral-Octagon
St Paul Cathedral-Octagon
octagon1
Octagon diwaktu malam

Otago Museum. Kalau kemana-mana di NZ, museum adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Pasti adaaa aja yang eberbeda dan manrik di setiap museum. Di otago museum yang menarik ada buterfly garden. DI sana suhunya diatur dibuat seperti suhu di daerah tropis. Begitu masuk sana, rasanya kayak di Indonesia.. Hangat dan humid.. Karena lembab, jadi pohon2 daerah tropis seperti pisang dan lumut bisa tumbuh di situ. Buterfly nya lumayan banyak, bikin saya geli heheheh… tapi alia hepi berat disana, main2 sama buterfly 🙂

Otago Museum
Otago Museum
Alia di Butterfly garden
Alia di Butterfly garden

Baldwin Street-The Steepest Street in the World. Jalan tercuram di dunia. Ini jalanan nggak begitu lebar dan kira-kira panjangnya 350 meter saja…. Biasanya suka ada event-event tahunan yang diadakan di sini misalnya Baldwin Street Gutbuster, lomba lari naik-turun jalan curam ini. Event ini diadakan setahun sekali.  Ada juga Cadbury Jaffa Race. Ini ada lah event charity dimana kita bisa beli tiket yang akan ditukar dengan Jaffa (cokelat bulat kecil dengan coating warna merah atau orange) yang akan digelindingkan bersama-sama dari atas Baldwin Street. Pemilik Jaffa (bernomor) yang paling duluan sampe ke bawah yang jadi pemenangnya.. Kabarnya setiap tahun pabrik cokelat ini bisa menggelindingkan sekitar 25.000 Jaffas.

Jaffa Race  (gambar www.parentcentre.org.nz)
Jaffa Race
(gambar http://www.parentcentre.org.nz)
Siapa/apa kah yang miring???
Siapa/apa kah yang miring???

Otago University. Clock tower di Otago Uni merupakan salah satu arsitektur tua yang jadi daya tarik tersendiri bagi Bapak Abink  pencinta arsitektur tua 🙂

Clock Tower, Otago University
Clock Tower, Otago University

otago

Cadbury World. Siapa sih yang nggak tau merek cokelat yang satu ini? Terkenal dong yaaa cokelat yang satu inii.. Kabarnya, Cadbury world cuma ada di UK dan NZ saja. Jadi pas liburan ke Dunedin kami sempatkan ke Cadbury World. Tempatnya nggak jauh dari pusat kota.. Sayang kami nggak sempet ikut tour yang sampe masuk ke pabriknya, kami cuma ikutan centre tournya aja. Dengan bayar 5 dolar, dapet goodie bag isi beberapa macam cokelat dan bisa masuk dan berkeliling museum kecil yang bercerita tentang sejarah Cadbury. Saran saya, kalau ada waktu dan kesempatan mending sekalian ikut yang shortened tour atau full tour deh, sepertinya jauh lebih seruu… Atau kalau nggak mau ikut tour, bisa juga belanja2 cokelat dan merchandise di tokonya. Harganya??? Kata saya sih sama aja, malah kadang di supermarket suka ada diskon yang bikin harga jadi lebih murah.. Cuumaaaa, selagi di sana kenapa nggak beli lipgloss aroma cokelat, mug cadbury atau miniatur mobil cadbury yang susah didapet di mana-mana… Info tentang cadbury world bisa di lihat di http://www.cadbury.co.nz/en/cadbury-world.aspx

oiya, setiap bulan Juni atau Juli, Cadbury juga punya event Cadbury Cocholate Carnival yang biasanya diadakan selama seminggu. DI acara ini, ada berbagai kegiatan untuk keluarga yang bertema cokelat. Sayang, kami belum pernah datang ke acara ini…

cadbury2

cadbury

Larnach Castle. Apa itu Larnach Castle? Larnach Castle merupakan satu-satunya Castle yang ada di daerah Otago peninsula bahkan di New Zealand. Dulunya kastil ini merupakan kediaman dari seorang Banking yang menjadi politikus di tahun 1930 an Sir William Larnach. Kastil ini sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Kastil nya terawat, ruangan-ruangan didalamnya bersih, terawat dan dijaga agar tetap menyerupai asli nya. DI dalam kastil saya sempet mengkhayal punya library besar, nyaman dan lengkap seperti punya Sir Larnach heheehhe 🙂 Tamannya juga terawat bagus dan luas. Nggak heran sih, secara admissionnya lumayan mahal. Sayang didalam larnach Castel dilarang mengambil photo. Akhirnya Pak Abink cuma mengambil photo di luar Kastil itu. Yang mau tau lebih banyak tenteng Larnach castle silakan ke http://www.larnachcastle.co.nz/

Larnach Castle-Dunedin

The tower. Kita naik sampai ke atas tower, liat pemandangannya dari atas.

Pemandangan dari Tower

Di taman Larnach Castle yang luuaaasss…..
Alia di Larnach’s Garden

 Royal Albatross Centre – Otago Peninsula. Kalau sudah sampe Larnach Castle, udah lumayan deket tuh ke Otago Peninsula untuk liat burung Albatross atau yellow eyed Penguin. Waktu itu kami memang menyempatkan diri pergi ke sana tapi nggak sempat ikut tour liat burung Albatross atau penguin nya. Kami cuma jalan-jalan sekitar Albatross centre aja.. Pemandangannya indah…. 🙂

10150346269706919

1015034626994691910150346269571919

Dari tempat-tempat yang kami kunjungi di Dunedin, yang paling memuaskan  buat saya adalah Otago Peninsula. Waktu itu karena kami udah kecapean jadi nggak sempat menjelajah tempat itu.. Padahal banyak walking track di sekitar situ… Mudah2an dikasih rejeki sama Allah untuk main ke Dunedin lagi Aamiin.. Siapa mau ikuuuttt?????

Christchurch Gondola

Camera 360
CH-CH Gondola 1 km

Weekend kemarin untuk pertama kalinya saya (bersama seorang teman) nyobain naik Christchurch Gondola. Kalau naik gondolanya sendiri sih bukan yang pertama.. Pertama kali saya naik gondola waktu masih kecil dulu di taman mini, trus naik di Singapore dan Queenstown. Malah yang di Christchurch saya belum nyobain, gara-garanya, Gondolanya sempat ditutup lama banget gegara gempa besar waktu itu dan baru dibuka lagi beberapa bulan yang lalu. Jadinya ALia dan bapak ABink pun belum nyobain naik gondola di CHristchurch..

Setelah cari-cari tiket diskonan di website andalan, dan nyocokin jadwal sama temen yang udah janjian mau pergi bareng, akhirnya dapetlah tiket diskonan 50% di hari Jumat. Kami pikir, nggak apa-apalah kami ‘merayakan’ weekend sedikit lebih awal, mumpung ada tiket diskon.. Kami cuma harus bayar $12 per orang dari harga normal $25. Lumayan kaan…

Dari Lincoln, kami harus naik 2 bis, bis 81 dari Lincoln ke Central Station, trus ganti bis 28 jurusan Lyttleton. Perjalanan naik bis, seperti biasanya, saya menikmati sekali, walaupun hujan rintik-rintik dan sedikit dingin. Sampai di tempat gondola, nggak begitu ramai, bahkan nggak ada antrian. Kami tunjukkan tiket, trus langsung dapat giliran naik gondola sampai ke atas.. Pemandangannya, mashaAllah indaaahhh…. Kalau kata saya nggak kalah dengan pemandangan naik gondola di Queenstown…

Camera 360 Camera 360

Camera 360

Sampai di atas, kami cuci mata dulu di toko souvenirnya. Nggak tau kenapa saya akhir-akhir ini jadi sukaaa banget sama kerajinan-kerajinan keramik, hiasan meja dan hiasan dinding.. Disana saya pengen beli hiasan dinding untuk dibawa pulang tapi mengingat koper udah hampir penuh dan dompet udah semakin tipis, jadi diurungkanlah niat belanja-belanja barang yang nggak urgent.. Jadilah saya foto-fotoin aja sedikit-sedikit sambil mengagumi barang-barang cantik di sana.. Cuma sedikit poto-potonya karena sungkan sama yang jaga toko hehehhe 🙂

Saya pengen beli ini buat kenang-kenangan  :)
Saya pengen beli ini buat kenang-kenangan 🙂

Camera 360-Cokelat………

IMG_20131102_084646
Kiwi birds

Puas liat-liat di toko, kami masuk ke wahana “time tunnel”. Wahana ini gratis, sudah termasuk harga tiket yang kita bayar kalau naik gondola. Jadi, di wahana ini kita naik kereta kecil yang bisa diisi 4 orang, trus kita kayak diajak jalan-jalan ke masa lalu yang bercerita ttg sejarah kota Christchurch-Canterbury. Time tunnel nya sih pendek, tapi menurut saya cukup keren…. 

Camera 360

Camera 360
Maori, Penduduk asli New Zealand
Kedatangan Pendatang dari Eropa
Pendatang dari Eropa

Setelah dari time tunnel, kami naik ke atas. Di atas bisa menikmati pemandangan sambil bersantai ditemani secangkir kopi atau cokelat panas. Kami memutuskan untuk foto-foto dulu di balkon kafe sebelum akhirnya saya memutuskan untuk pesan secangkir honey lemon and ginger.

Camera 360
suasana hangat dan nyaman di dalam kafe
Di Balkon Kafe
Di Balkon Kafe

Camera 360Camera 360share

Selain time tunnel dan pemandangan dari balkon kafe, sebenarnya di situ juga ada walking track. Sayang, waktu itu gerimis, mendung dan walking track sedang ditutup jadi kami nggak sempat jalan-jalan di walking track nya. Padahal pengen banget saya waktu ituuu 😦 coba ada bapak Abink pasti sudah saya seret ke sana lagi kalo hari cerah.. Puas menikmati kebesaran Allah dan keindahan ciptaanNya, kami memutuskan untuk turun ke bawah naik gondola lagi, tentunya.. Karena kami ketinggalan bis dan harus tunggu sekitar 30 menit lagi untuk bis berikutnya, jadilah kami poto-poto dulu di depan gondola station..

Camera 360

Camera 360

Kalo ada yang mau liburan ke Christchurch, saya sangat merekomendasikan untuk pergi ke sini… Apalagi kalo bisa dapet tiket promo.. Mungkin kalo bapak Abink n Alia masih di sini, kami bakal beli family annual pass biar bisa kapan aja naik gondola 🙂 Silakan yang pengen tau atau butuh info ttg Christchurch gondola dll ada di sini ya.. Yuuukkk siapa yang mau jalan-jalan ke Christchurch nanti saya temani naik gondola 🙂

Indahnya Christchurch si “Garden City”

Kota Christchurch adalah kota terbesar kedua di New Zealand setelah Auckland. Untuk Pulau selatan, kota ini merupakan yang terbesar. Sejak dahulu, Kota Christchurch sudah terkenal sebagai kota pariwisata dan di juluki dengan Garden City. Julukan Garden City bagai kota ini tidaklah salah mengingat banyak nya taman yang dimiliki oleh Christchurch.

Sebagai kota wisata, Christchurch juga diuntungkan dengan lokasinya yang merupakan pintu masuk untuk melakukan petualngan menjelajah pulau selatan. Para pelancong yang hendak bereksplorasi di Queenstown termasuk bermain ski, atau menikmati indah Mt Cook dan Lake Tekapo harus lah singgah terlebih dahulu di kota ini.

Sebagai kota wisata, banyak hal yang ditawarkan oleh Christchurch bagi para pelancong. Akan tetapi sayang, sejak terjadinya rentetan gempa bumi medio September 2010 hingga pertengahan 2011, banyak obyek wisata menarik yang tidak dapat lagi di kunjungi.

Another side of Cathedral Square
Cathedral Square Before Earth-Quake

Walaupun banyak tempat yang tidak bisa dikunjungi, para pelancong tidak perlu kecewa, karena Christchurch masih menyimpan banyak hal menarik yang bisa di eksplore. Mulai dari botanical garden, museum, taman/park hingga pantai. Tidak ketinggalan gedung-gedung tua peninggalan jaman masa lalu juga merupakan hal menarik untuk didatangi.

Dulu sebelum gempa, Cathedral Square merupakan icon ladmark Kota Christchurch yang termasyhur. Letak nya berada tepat di pusat kota hingga sangat menyenangkan untuk duduk-duduk sambil melihat orang berlalu lalang. Tetapi gempa pada bulan Februari 2011 menghancur kan gereja tua tersebut

Disekitar Cathedral Square saat ini yang bisa dikunjungi adalah Cashel Mall. Apa yang menarik dari Cashell Mall?. Cashel Mall merupakan suatu kawasan perbelanjaan yang baru saja dibangun setelah gempa terjadi. Sebenarnya sebelum gempa, area tersebut sudah merupakan kawasan perbelanjaan. Setelah gempa bangunan-bangunan lama di rubuhkan dan diganti dengan bangunan baru. Apa yang menarik dari kawasan Cashell Mall? Yang unik dari kawasan Cashell Mall adalah digunakannya kontainer sebagai pengganti bangunan.

Relax at Cashell Mall
Relax at Cashell Mall

Tidak jauh dari Cashell Mall, Canterbury Museum, Hagley Park/Botanical garden and Avon river merupakan objek yang harus dikunjungi. Canterbury museum merupakah salah satu mueseum terlengkap di New Zealand. Museum ini menyimpan beragam koleksi seperti mummy, lukisan-lukisan antik hingga gambaran kehidupan New Zealand di awal abad 20.

Collection of Canterbury Museum
Collection of Canterbury Museum

Di belakang Canterbury Museum terdapat Christchurch Botanical garden. Taman ini sangat terkenal akan kecantikan koleksi bunga dan tumbuh-tumbuhannya. Penduduk Kota Christchurch memanfaatkan botanical garden ini untuk beraneka ragam aktivitas. Mulai dari sekedar berjalan-jalan santai, berolahraga, piknik dengan keluarga dan kolega hingga mempelajari jenis tanaman.

Alia at Botanical Garden
Alia at Botanical Garden

 

Di musim semi, koleksi dafodill botanical garden tidak bisa untuk dilewatkan. Selain musim semi, di musim gugur, Botanical Garden merupakan tempat menarik untuk lokasi berburu photo.

Dafodill at Botanical Garden
Dafodill at Botanical Garden

Taman atau garden merupakan andalan Kota Christchurch. Selain Botanical Garden, taman yang menarik untuk dikunjungi lainnya adalah Mona Vale. Taman ini terkenal dengan koleksi mawar nya.

Picnic at Mona Vale
Picnic at Mona Vale

Selain menikmati indah nya mawar, piknik sambil memberi makan bebek juga merupakan hal menarik untuk dilakukan di Mona Vale.

Jika kunjungan ke Kota Christchurch dilakukan tepat di hari Minggu, maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke Sunday Market. Sunday Market ala New Zealander ini sebenarnya secara konsep tidak berbeda jauh dengan Pasar Minggu yang ada di Indonesia. Di Sunday Market kita bisa berjalan-jalan sambil melihat-lihat beraneka barang dagangan. Mulai dari souvenir hingga barang-barang antik untuk koleksi. Di bagian lain dari Sunday Market, terdapat lapangan terbuka dimana sekeliling nya terdapat penjual makanan dan di tengah-tengah lapangan ada panggung yang biasanya ada performer yang siap menghibur.

Untuk mode transportasi, tampak nya pemerintah Kota Christchurch – Christchurch City Council (CCC) benar-benar memberikan kemudahan bagi para turis. Menyewa mobil merupakan pilihan yang sangat tepat bila ingin menjelajah Kota Christchurch. Jika di banyak kota besar parkir merupakan hambatan ketika ingin membawa kendaraan pribadi, masalah ini seperti nya tidak berlaku di Kota Christchurch. Lahan parkir disediakan oleh CCC hampir di banyak tempat. Apabila tidak ingin berkendaraan pribadi, jaringan bus yang dimiliki oleh Kota Christchurch sudah sangat baik. Untuk rute-rute dalam Kota kita hanya butuh menunggu 15 menit setiap jadwal. Bus yang digunakan pun sangat bersih dan nyaman. Sehingga perjalanan dengan bus pun sangat menyenangkan. Untuk jadwal bisa di check di website resmi http://www.metroinfo.org.

Yang paling memudahkan pelancong yang ingin berkunjung ke Kota Christchurch adalah hampir dis etiap suburb terdapat i-site. APa itu I-site? I-site adalah pusat informasi pariwisata. Petugas I-site dengan ramah akan membantu informasi mengenai tempat-tempat menarik di daerah tersebut.

 

 

Serunya Dunia Puzzle dan Indahnya Lake Wanaka

Masih lanjutan dari liburan saya dan keluarga ke Queenstown dan Dunedin, perjalanan saya lanjutkan ke Wanaka. Wanaka adalah sebuah kota kecil yang terletak di sekitar Danau yang namanya juga Wanaka. Tidak terlalu jauh dari Queenstown, hanya sekitar 75km dan bisa ditempuh sekitar 1.5 jam. Perjalanan agak sedikit lama karena harus menaiki beberapa puncak gunung dan menuruni lembah (jadi kayak Ninja hattori saja ya heheheh).

Di Wanaka banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan. Tapi yang utama adalah berkunjung ke Puzzling World atau dunia Puzzle. Puzzling World ini sangat menarik untuk dikunjungi. Ada beberapa atraksi yang bisa di saksikan di Puzzling World. Yang pertama adalah Leaning Tower atau menara miring. Beda dengan menara Pisa, Leaning Tower ini memang dibuat miring sehingga terkesan akan rubuh. Menara ini menjadi objek photo yang sangat menarik.

13099990421026182957

Selain leaning tower di Puzzling World kita juga dapat bermain puzzle sepuasnya. Beragam puzzle ada disana dapat dimaikan secara gratis. Mulai puzzle gambar hingga puzzle 3D yang berupa balok dan bola-bola pun ada. Jika bosan bermain puzzle kita bisa masuk ke illusion room. Di illusion room banyak objek-objek illusi yang menarik. Sebut saja photo-photo yang jika kita berdiri didepannya maka si photo akan bergerak-gerak mengikuti kita (jadi serasa kayak lukisan si harry potter aja).

Selain itu yang menarik di illusion room adalah hobbit room. Hobbit room dibuat sesuai dengan trick yang dipakai untuk menampilkan effect hobbit dalam film Lord of The Ring. Walau dalam satu ruangan dari jarak beberapa meter terlihat bahwa satu besar dan satu nya kecil.

13099998641506231193
Hobbit

foto ini diambil tanpa tipuan kamera. Diambil langsung dari sebuah jendela yang tidak ada kacanya dan ini adalah effek nya. Selain illusion room, penggemar labyrinth juga ditantang untuk memasuki the biggest modern labyrinth in the world. Jika tidak tersesat maka jarak tempuh untuk keluar adalah 1.5km. Tetapi rata-rata pengunjung harus berjalan 3-5km sebelum dapat keluar dari labyrinth tersebut. Karena kebetulan saya membawa baby maka setelah 30 menit putar-putar maka kami menyerah dengan cara melompat pagar.

13100003311518221752
Maze Challenge

saya hampir lupa, selain leaning tower, illusion room dan labyrinth raksasa, toilet di puzzling world ini juga menarik untuk dikunjungi. Jangan salah banyak turis yang berfoto di toilet tersebut termasuk saya hehehe.

13100004911014495643
Toilet in the rome history

Setelah puas berfoto di menara miring, menjadi hobbit, putar-putar di amazing maze dan “nongkrong” di Rome’s toilet, saya melanjutkan berputar-putar Wanaka City dan piknik di sekitar Lake Wanaka. Sungguh indah pemandangan disekitar Lake Wanaka.

1310000640474314851

Puas pikinik di pinggi Lake wanaka, saya dan teman-teman kembali ke Queenstown untuk persiapan perjalanan ke Dunedin esok harinya.