Napak Tilas New Zealand 2014: Invercargill dan Bluff

Masih mau cerita tentang liburan kami awal Agustus lalu.. Maap kalo udah pada bosen 🙂  Setelah sehari di Queenstown, kami lanjut nyetir ke Invercargill, kota paling selatan di NZ. Sebenernya dari dulu bapak Abink udah pengen banget ke Invercargill, tapi belum ada kesempatannya dan saya dulu suka nggak mau di ajak ke sana. Sekarang saatnya untuk diwujudkan keinginannya menjelajah New Zealand sampai ke ujung selatan. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam aja dari Queenstown. Pemandangan sepanjang jalan nya mashaAllah baguuss banget! Diawali dengan menyusuri danau Wakatipu, terus lewat padang rumput yang kadang kosong, kadang penuh domba, sapi dan kijang, trus lewat kota-kota kecil yang cantik.. Cakep deh ! Sayangnya, sepanjang perjalanan hujan dan gerimis mengundang..

rainbow

Menyusuri Lake Wakatipu
Menyusuri Lake Wakatipu
Kingston
Kingston
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem :p
Kingston (Kesalahan bukan pada mata anda. Ini fotonya emang burem )

Invercargill.  Kami sampai di Invercargill sudah sore dan hari (masih) hujan.. jadi kami sengaja mampir ke supermarket untuk belanja cemilan dan sedikit bahan-bahan untuk masak makan malam. Untungnya di Invercargill kami nginepnya di motel, jadi bisa masak dan nggak perlu keluar cari makan malem. Oiya sebelum ke motel, kami sempet mampir ke warehouse juga beli boots murah meriah untuk saya dan ALia karena sepatu kami nggak tahan air jadi kaos kaki ikutan basah dan jadi dingin banget.. Karena sepatu saya sobek dikit (duh, kesian amat ya) terpaksa saya buang sepatu kesayangan yang udah menemani selama 3 tahun 😦 tapi sekarang udah ada gantinya sih, hasil hunting diskonan sehari hahaha..

Motel di Invercargill ini bisa dibilang motel terbaik yang pernah kami (saya) tinggali (walaupun cuma semalem ya). Kalau dari bangunannya memang nggak terlihat istimewa, ya standar bangunan motel biasa.. Tapi, pas nyampe di reception, ibu receptionisnya super ramah, trus kamar nya luuuaaaassss banget, ada spa bath di kamar, dan yang pasti harganya murah 🙂 Saking saya terpesonanya sama pelayanan motel ini, saya bela-belain foto di depan motelnya loh, biar jadi kenang-kenangan hahaha 😀

invercargill2

invercargill1
Invercargill water towerS

Setelah check out pagi-pagi, kami langsung menuju Invercargill water tower dan lanjut ke Bluff, ujung selatan New Zealand. Di Bluff kami cuma poto-poto aja, trus jalan di walking tracknya, dan kunjungan kami ke Bluff ditutup dengan menikmati brunch di cafe pinggir laut 🙂 sayangnya pas kami ke sana lagi nggak musim oyster, jadi cafe-nya nggak sedia oyster.

bluff

bluff2
Bluff Walking Track
bluff4
Bluff Walking Track
bluff3
Bluff Cafe

Abis dari Bluff kami langsung balik ke Queenstown lagi untuk pulang ke Christchurch naik bis besok paginya. Ini beberapa foto yang kami ambil selama perjalanan Queenstown-Invercargill/Bluff-Queenstown-Christchurch.

Camera 360

Camera 360
Nggak peduli rumputnya hijau atau udah cokelat, para domba tetep makan dengan lahap. Itu yang bintik2 putih di tengah2 itu domba looh..
Camera 360
Domba-domba yang lagi digiring
SInggah sebentar di Wanaka
Wanaka

Napak Tilas New Zealand 2014: Lake Tekapo & Queenstown

Bisa dibilang lake Tekapo adalah tempat wisata yang paling sering kami kunjungi selama tinggal di NZ. Selama 3.5 tahun di New Zealand, kami sudah 4 kali ke sana di 3 musim yang berbeda (winter, spring dan autumn). Pas Alia dan bapak Abink ke NZ kemaren, kami merencanakan untuk liburan ke luar kota Christchurch untuk 2-3 hari waktu weekend. Sebenernya bapak Abink pengen ke North Island ke Rotorua & Matamata atau ke Wellington. Tapi karena saya cari tiketnya agak mepet, jadi harga tiket pesawat udah mahal aja.. Jadi kita cari alternative liburan yang sesuai budget. Setelah mempertimbangkan waktu, tenaga dan ketebalan dompet, akhirnya diputuskan ke Queenstown (lewat lake Tekapo) dan Invercargill aja.

Liburan kali ini kami sewa mobil dari Christchurch ke Queenstown trus pulangnya naik bis. ALesannya sih biar ngirit (secara tiket pesawat kok ya pas mahal bener) dan sekalian biar bisa brenti-brenti di jalan untuk nostalgia dan poto-poto. Jadi, monggo dinikmati foto-foto amatirnya….

Perjalanan dari Christchurch Lincoln ke Lake Tekapo perlu waktu sekitar 3 jam. Karena kami berangkat pagi dan bapak Abink nggak sempat ngopi, jadi kami berhenti dulu untuk beli kopi di salah satu cafe di daerah Dunsandel. Take away aja….

dunsandel cafe
Dunsandel cafe

Sekitar satu setengah jam dari Dunsandel, kami berhenti lagi di Geraldine. Salah satu kota kecil yang cantik, dan setiap jalan ke Tekapo kami selalu mampir ke kota ini untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Tekapo.

geraldine
Geraldine Museum

Lake Tekapo. Karena ini kelima kalinya kami ke Lake Tekapo, jadi kami sepakat untuk nggak berlama-lama di sini. Di Lake tekapo, kami cuma berhenti sebentar untuk foto-foto di depan danau, di depan patung anjing dan di depan gereja kecil yang banyak dicetak di kartu pos itu..  Sayang kami fotonya cuma pakai kamera HP jadi hasilnya nggak begitu bagus. Padahal bapak Abink bawa “kamera beneran” lohh.. tapi nggak tau kenapa selama liburan kami nggak pake kameranya jadinya hasil fotonya nggak maksimal (halahh, padahal belum tentu bagus juga kalo pake kamera beneran 😀 hahaha..) Oiya, cerita tentang lake Tekapo juga sudah pernah di posting di sini , di sini dan di sini yaa..

tekapo5
Bapak Abink n Kk ALia (yang banyak gaya) di depan Lake Tekapo
tekapo8
Lake Tekapo
tekapo4
Lake Tekapo dan Church of The Good Shepherd – foto ini diambil bapak Abink sekitar summer 2 tahun lalu- kemarin nggak dapet foto yg bagus di tekapo 😦

Biasanya, kalo udah sampe Tekapo, kami selalu menyempatkan untuk naik ke Mt John untuk liat Lake Tekapo dari atas gunung. Tapi kali ini kami memutuskan nggak naik ke Mt John karena ngejar sholat Ashar di Queenstown. Tapi, kita berhenti makan siang dulu di lake Pukaki sekitar 1 jam dari lake Tekapo. Makan siang kami hari itu smoked salmon sandwiches pake sambel ABC 🙂 yumm…

Sampe Queenstown udah sore, dan agak gerimis. Jadilah sore itu kami cuma keluar cari makan malam sebentar di tengah kota terus balik ke Hotel untuk istirahat.

Queenstown

Ini keempat kali nya kami ke Queenstown, tapi kami masih tetap excited karena kami mencoba ‘atraksi’ yang berbeda. Liburan ke Queenstown kali ini, selain jalan-jalan di sekitar ‘queenstown mall’, kami pengen coba cruising di lake Wakatipu. Berbekal tiket diskonan, kami mengarungi lake Wakatipu selama 1.5 jam. Sayangnya, hari itu hujan deras, jadi indahnya lake Wakatipu nggak keliatan maksimal.

Lake Wakatipu
Lake Wakatipu
wakatipu1
Cruising Lake Wakatipu
queenstown4
Quuenstown Mall in the morning
Camera 360
Hotel tempat kami menginap, persis di depan Lake Wakatipu

Selain cruising di lake Wakatipu dan jalan-jalan di sekitar kota, kami juga sempat coba masuk ke minus5 icebar. Walaupun namanya minus5, tapi di dalem ruangannya jauuuuhhh lebih dingin dari minus 5. Makanya mereka juga menyediakan jaket, sarung tangan bahkan topi juga kalu mau pake topi. Tiket masuk yang saya beli sudah termasuk complimentary drink. Kebetulan saya beli family pass (lagi diskon banyak banget) dapet 2 cocktail dan 2 mocktail. Karena kami nggak minum alkohol sama sekali jadi kami bertiga pesen mocktail semua. Di sini, semuanya terbuat dari es. Mulai dari kursi, hiasan-hiasan sampai gelasnyapun terbuat dari es. Yang paling seneng di icebar ini tentu aja Alia.. Dari sehari sebelumnya, dia udah nggak sabar pengen liat gelas es dan pengen jilat-jilat gelas esnya, pengen duduk di kursi es juga katanya.. Overall, pengalaman di ice bar ini lumayan lah, tapi kalau ditanya mau ke sana lagi atau enggak, mungkin saya akan bilang enggak 🙂 Harga tiketnya (kalo nggak diskon) menurut saya agak overpriced juga. Tiket masuknya aja dihargai $20 atau $25 untuk entry + mocktail atau $30 untuk entry + cocktail. Mahal kaan… Tapi kadang di website diskonan kayak grabone atau bookme suka ada diskonan kok.

Camera 360
Kami cuma bertahan sekitar 15-20 menit aja di dalam icebar, karena kedinginan… Malam itu, kami memutuskan untuk makan malam dipinggir Lake Wakatipu aja, sekaligus menikmati malam terakhir di Queenstown.

queenstown1
Lake Wakatipu
Pavlova for desert
Big Pavlova. Yuummm….
Lagi di gunung tapi makannya seafood :)
Lagi di gunung tapi makannya seafood 🙂

Walaupun udah kenyang, saya nggak bisa tahan untuk nggak mampir jajan hot cookies-nya Cookie Time. White chocolate and macadamia cookies-nya yummyyy…… Setelah bungkus beberapa hot cookies, kami langsung balik ke hotel karena Alia udah rewel pengen istirahat dan udara malam itu dingiiiinnn banget. Lagipula, besok pagi kami harus melanjutkan perjalanan napak tilas New Zealand 2014 ini 😀

Christchurch Gondola

Camera 360
CH-CH Gondola 1 km

Weekend kemarin untuk pertama kalinya saya (bersama seorang teman) nyobain naik Christchurch Gondola. Kalau naik gondolanya sendiri sih bukan yang pertama.. Pertama kali saya naik gondola waktu masih kecil dulu di taman mini, trus naik di Singapore dan Queenstown. Malah yang di Christchurch saya belum nyobain, gara-garanya, Gondolanya sempat ditutup lama banget gegara gempa besar waktu itu dan baru dibuka lagi beberapa bulan yang lalu. Jadinya ALia dan bapak ABink pun belum nyobain naik gondola di CHristchurch..

Setelah cari-cari tiket diskonan di website andalan, dan nyocokin jadwal sama temen yang udah janjian mau pergi bareng, akhirnya dapetlah tiket diskonan 50% di hari Jumat. Kami pikir, nggak apa-apalah kami ‘merayakan’ weekend sedikit lebih awal, mumpung ada tiket diskon.. Kami cuma harus bayar $12 per orang dari harga normal $25. Lumayan kaan…

Dari Lincoln, kami harus naik 2 bis, bis 81 dari Lincoln ke Central Station, trus ganti bis 28 jurusan Lyttleton. Perjalanan naik bis, seperti biasanya, saya menikmati sekali, walaupun hujan rintik-rintik dan sedikit dingin. Sampai di tempat gondola, nggak begitu ramai, bahkan nggak ada antrian. Kami tunjukkan tiket, trus langsung dapat giliran naik gondola sampai ke atas.. Pemandangannya, mashaAllah indaaahhh…. Kalau kata saya nggak kalah dengan pemandangan naik gondola di Queenstown…

Camera 360 Camera 360

Camera 360

Sampai di atas, kami cuci mata dulu di toko souvenirnya. Nggak tau kenapa saya akhir-akhir ini jadi sukaaa banget sama kerajinan-kerajinan keramik, hiasan meja dan hiasan dinding.. Disana saya pengen beli hiasan dinding untuk dibawa pulang tapi mengingat koper udah hampir penuh dan dompet udah semakin tipis, jadi diurungkanlah niat belanja-belanja barang yang nggak urgent.. Jadilah saya foto-fotoin aja sedikit-sedikit sambil mengagumi barang-barang cantik di sana.. Cuma sedikit poto-potonya karena sungkan sama yang jaga toko hehehhe 🙂

Saya pengen beli ini buat kenang-kenangan  :)
Saya pengen beli ini buat kenang-kenangan 🙂

Camera 360-Cokelat………

IMG_20131102_084646
Kiwi birds

Puas liat-liat di toko, kami masuk ke wahana “time tunnel”. Wahana ini gratis, sudah termasuk harga tiket yang kita bayar kalau naik gondola. Jadi, di wahana ini kita naik kereta kecil yang bisa diisi 4 orang, trus kita kayak diajak jalan-jalan ke masa lalu yang bercerita ttg sejarah kota Christchurch-Canterbury. Time tunnel nya sih pendek, tapi menurut saya cukup keren…. 

Camera 360

Camera 360
Maori, Penduduk asli New Zealand
Kedatangan Pendatang dari Eropa
Pendatang dari Eropa

Setelah dari time tunnel, kami naik ke atas. Di atas bisa menikmati pemandangan sambil bersantai ditemani secangkir kopi atau cokelat panas. Kami memutuskan untuk foto-foto dulu di balkon kafe sebelum akhirnya saya memutuskan untuk pesan secangkir honey lemon and ginger.

Camera 360
suasana hangat dan nyaman di dalam kafe
Di Balkon Kafe
Di Balkon Kafe

Camera 360Camera 360share

Selain time tunnel dan pemandangan dari balkon kafe, sebenarnya di situ juga ada walking track. Sayang, waktu itu gerimis, mendung dan walking track sedang ditutup jadi kami nggak sempat jalan-jalan di walking track nya. Padahal pengen banget saya waktu ituuu 😦 coba ada bapak Abink pasti sudah saya seret ke sana lagi kalo hari cerah.. Puas menikmati kebesaran Allah dan keindahan ciptaanNya, kami memutuskan untuk turun ke bawah naik gondola lagi, tentunya.. Karena kami ketinggalan bis dan harus tunggu sekitar 30 menit lagi untuk bis berikutnya, jadilah kami poto-poto dulu di depan gondola station..

Camera 360

Camera 360

Kalo ada yang mau liburan ke Christchurch, saya sangat merekomendasikan untuk pergi ke sini… Apalagi kalo bisa dapet tiket promo.. Mungkin kalo bapak Abink n Alia masih di sini, kami bakal beli family annual pass biar bisa kapan aja naik gondola 🙂 Silakan yang pengen tau atau butuh info ttg Christchurch gondola dll ada di sini ya.. Yuuukkk siapa yang mau jalan-jalan ke Christchurch nanti saya temani naik gondola 🙂

Dibuang Sayang

Banyak kejadian menarik untuk diceritakan,  mulai kelucuan-kelucuan Alia, masakan2 Ibu, sampe kejadian kecebur lumpur kemarin, tapi lagi ngga dapet mood untuk cerita. Pas lagi iseng-iseng mau bersihin foto-foto di HP kok nemu beberapa foto yang belum sempat di transfer ke komputer dan sayang kalo dihapus begitu aja, mending disimpen di blog aja biar bisa diliat-liat lagi nanti…

Lyttelton

Kira-kira bulan lalu, tanpa rencana kita jalan ke lyttelton. Tadinya mau belanja mingguan aja tapi ternyata di tengah jalan  Bapak Abink  ngajakin ke Lyttleton. Lincoln – Lyttelton ditempuh selama +/- 45 menit. Lyttleton ini adalah pelabuhan tempat pertama kalinya orang-orang Eropa menginjakkan kaki di New Zealand. Pemandangannya khas New Zealand , laut yang dikelilingi bukit indah banget. Dari Lyttelton, kita lanjut ke pantai Purau Bay, ngga banyak yang bisa dilihat disana, tapi perjalanan menuju ke sana yang Subhanallah indahnya…

Weekend terakhir sebelum Ramadhan, jalan-jalan pagi ke warung kopi depan library. Dapet tempat nyaman di pojokan, dan baru tau kalo dipojokan situ ada banyak  buku dan mainan anak-anak. Alia anteng, Bapaknya juga anteng, pegang mainan masing-masing. Ibu??? Anteng juga menikmati caramel latte yang hangat..

pada sibuk masing-masing
maem pake sendok, susah juga yaa..
lebih asik maem pake tangan ternyataa....
buku baru

Abis dari warung kopi, nyeberang ke community centre.. Ada farmers market, tapi kali ini spesial karena ada bursa buku 2nd juga. Ibu yang paling semangat niih… Segala macam buku diobral dengan harga 1 dolar aja. Bapak Abink pilih2 buku bua Alia, Ibu pilih2 buku buat Ibu sendiri hehehe… Sayang bukunya ngga begitu banyak, Ibu cuma dapet 1 buku resep baking, 1 buku tentang NZ buat bapak dan 5 buku cerita buat Alia. Abis pilih2 buku, Ibu menyempatkan diri belanja sayur. Lumayan, dapet spinach 2 dolar (di supermarket 3-4 dolar), jamur 1/2 kg cuma 4 dolar (di supermarket 6 dolar). Biasanya farmer market di Lincoln ada setiap hari Sabtu. Tapi selama winter cuma ada sebulan sekali, jadi ngga bakal dilewatkan begitu saja nih acara belanja sayur murah…. heheheh…

Ini foto-foto beberapa hari yang lalu. Alia, ada-ada aja gayany gadis kecilku yang pinter, lucu dan solehah ini…

Alia lagi telpon apa siaran ya??
main boneka tangan Pooh n Tiger
pake bando, keliatan jidatnya yg lebar hehehe...
sstt.... Alia mau pake jilbab juga kayak Ibu. Cantiikk....
bantu Ibu berkebun.. Segala mainan dikeluarin....

Winter Holiday (part 1)

Alia dengan perlengkapan lengkap

Setelah hampir batal untuk berlibur, akhirnya keluargahussein hussein jadi juga untuk menghabiskan weekend di Tekapo. Untuk diketahui, Tekapo adalah nama suatu danau di District McKenzie New Zealand. Danau ini cukup terkenal sebagai tempat tujuan wisata. Sudah sejak lama keluarga hussein pingin ber wisata ke Tekapo. Apa lagi setelah sahabat-sahabat keluarga hussein seperti keluarga Om Tisna, Uwak Dudi dan Mbak Dessy berkali-kali berwisata ke Tekapo. Akan tetapi mengingat jarak yang cukup jauh dari Lincoln (sekitar lebih kurang 200km) membuat kami menjadi berpikir 2-3 kali untuk melakukan perjalanan itu.

Akan tetapi setelah “diiming-imingi” foto-foto dari beberapa kawan yang berwisata selama winter ini, kami pun menjadi benar-benar mupeng. Dengan tekad kuat dan rencana yang tidak jelas akhirnya Jumat pagi Pak Abink memesan sebuah kamar di Godley Hotel. Sebenarnya untuk liburan lebih nyaman tinggal di Motel atau holiday home. Tetapi karena pertimbangan Keluarga Hussein cuma berjumlah 3 orang dan waktu booking yang sudah mepet maka Godley merupakan pilihan terbaik.

Tepat pukul 9 pagi Keluarga Hussein berangkat dari rumah. Segala perbekalan termasuk ransum makanan untuk bekal di perjalanan dan juga laptop serta modem internet tidak lupa di bawa. Sebelum berangkat Pak Abink tidak lupa memeriksa safety dari mobil kesayangan Keluarga Hussein Nissan Sunny lansiran 2004. Mulai dari lampu, tekanan angin hingga wiper. Setelah yakin bahwa semua berfungsi maka dengan mantab serta tidak lupa berdoa Keluarga Hussein memulai perjalanan.

Rainbow

Kota pertama yang di lalui adalah Ashburton. Kota ini berjarak kurang lebih 55km dari Lincoln. Sebuah kota kecil yang cukup nyaman. Lebih besar dari Lincoln tapi tidak sebesar Christchurch. Kota ini mengingatkan Pak Abink 4-5 tahun yang lalu ketika masih menjadi mahasiswa di Wollongong Australia. Kota yang nyaman. Saat melalui Ashburton, Pak Abink membayangkan akan sangat nyaman jika Lincoln sebesar Ashburton. Setelah melalui Ashburton, perjalanan menuju Tekapo hanya melalui hamparan farm dan beberapa kota kecil. Jalan yang dilalui pun besar dan lurus dan kadang-kadang berbukit-bukit. Jalan yang lurus, luas dan rata ini sangat membuat pengendara kendaraan bermotor sangat nyaman selama perjalanan, Pak Abink sempat kembali membayangkan jika Indonesia, suatu negeri yang sangat kaya dengan kekayaan yang berlimpah tetapi masih sangat banyak jalanan yang berlubang dan tidak rata. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia tidak bisa membuat jalanan yang nyaman untuk d lalui? atau tidak ada dana untuk pembangunan? wallahualam bissawaf.

Geraldine Museum

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit melalui Rangitata Highway akhirnya perjalanan Keluarga Hussein tiba di Geraldine. Sebuah kota kecil yang cukup dingin. Geraldine merupakan kota terdekat dengan Tekapo. Setibanya di Geraldine, Pak Abink cukup lelah dan sedikit mengantuk mengingat perjalanan yang cukup jauh serta membutuhkan konsentrasi tinggi. Maklum sepanjang perjalanan minimal Pak ABink menyetir dengan kecepatan antara 90-120Km/Jam sehingga dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Jadi diputuskanlah untuk beristirahat sejenak sambil mencari tempat untuk minum kopi. Sambil berjalan-jalan di Geraldine Town dalam rangka mencari warung kopi, Keluarga Hussein menyempatkan diri mampir di Society Historical Museum. Tidak banyak yang bisa di lihat di museum tersebut. Intinya Geraldine Historical Society Museum memberikan gambaran bagaimana para “pakeha” pertama kali datang di daerah Geraldine dan memulai kehidupan. Setelah puas melihat-lihat, Keluarga Hussein akhirnya menemukan tempat untuk minum kopi. Di warung kopi tersebut, kami berjumpa rombongan keluarga Pak Dudi dan Pak Yusa yang juga akan berlibur ke Tekapo. Maka klop lah sudah. Dari pada  berlibur sendiri, lebih seru kalo rame-rame, jadi Keluarga Hussein bergabung dengan rombongan Pak Dudi dan pak Yusa. Setelah ngopi dan beristirahat sejenak, perjalanan pun di lanjutkan. Jarak antara Geraldine dan Tekapo hanya sekitar 45Km. Tetapi karena jalan yang bergununung-gunung dan berkelok-kelok jadi waktu tempuh nya menjadi agak lama. Selama perjalanan dari Geraldine menuju Tekapo, Pak Abink mencari-cari spot-spot yang menarik untuk berhenti mengambil foto mengingat beberapa waktu yang lalu Mbak Dessy juga berlibur ke Tekapo dan berhasil menjepret keindahan Mt John dari kejauhan. Karena winter maka gunung-gunung tersebut terselimuti salju indah sekali.

Akhirnya setelah beberapa menit perjalanan, Pak Dudi menepikan mobil nya mencari tempat yang keren untuk berfoto bersama.

sebelom masuk ke Tekapo Keluarga Hussein menyempatkan berfoto bersama dengan keluarga Pak Dudi dan Keluarga Pak Yusa. Alia lagi bobok jadi ga ikutan poto. Setelah puas berfoto-foto perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Tekapo sudah sekitar jam 2 siang. Karena sudah booking hotel secara online melalui web AA Travel, maka Keluarga Hussein memutuskan untuk langsung check-in di Godley Hotel.

Godley Hotel

Setelah check-in ibu dan Alia menyempatkan diri berfoto. Untuk sekedar informasi Godley hotel merupakan salah satu hotel yang ada di Tekapo. Dari Godley hanya perlu berjalan tidak lebih 200 metre untuk sampai di tepi danau yang indah. Setelah beristirahat sebentar dan makan siang seadanya. Keluarga Hussein berjalan-jalan di seputar danau. Tidak lupa mengabadikan sudut-sudut indah Lake Tekapo di kala winter.

Hussein’s family @ Tekapo

-story by Bapak Abink-

Salju Pertama Alia

Winter Pertama ALia dan Ibu di New Zealand.. Pengen liat salju, tapi saljunya ngga turun-turun. Ngga sabar, akhirnya di awal winter (awal Juni) kita udah cari salju ke Gunung. Dapet sih, tapi masih tipis dan waktu udah sampe di tempat saljunya, Alia malah bobok di Mobil. Jadinya Alia ngga sempet liat salju deh..

Hari Minggu kemarin kebetulan cuaca cerah. Bapak mendadak ngajakin Ibu dan Alia cari salju lagi. Karena masih ada 1 tempat kosong di mobil, akhirnya kita ajakin om Roby juga. Kebetulan Om Roby baru dateng beberapa hari yang lalu jadi kesempatan buat nemenin blio jalan2 di NZ.

Awalnya mau ke porter Pass aja yang lumayan deket, tapi saran beberapa teman mendingan sekalian ke Mt. Hutt yang pasti salju nya tebel dan ngga begitu jauh juga. Perjalanan dari Lincoln-Mt Hutt ditempuh kurang lebih 1.5 jam.

Selama perjalanan, Alia pinter, anteng.. Ibu bawa perbekalannya cukup banyak, Tapi yang jadi favorit Alia adalah Pop Corn. Sekotak popcorn maunya dipegang sendiri sama Alia

Sampe Alia ketiduran, popcorn nya masih dipegang hehehhe…

Jalanan sepi, lurus, banyak hamparan tanah kosong.. eh, ngga kosong juga sih karena banyak sapi, domba atau angus yang lagi makan rumput. Semakin dekat dengan tujuan, semakin indah pemandangan..  Sayang kita ngga sempat ambil gambar di perjalanan karena Ibu lagi kurang enak badan waktu itu *alesan..* Tapi untung ada Om Roby yang mau berbagi hasil jepretan kameranya buat di share di blog ini..

Udah keliatan gunung yang diselimuti salju. Subhanallah… Indah kan….

Udah deket banget sama tujuan.. Jalanan mulai belok-belok, salju dimana-mana. Horeeee… Akhirnya ketemu salju jugaaa!!!!

Sampe di Mt Hutt rame.. orang-orang pada main ski.. Alia masih mau pake topi dan boot nya.. Lama kelamaan dia minta lepas topi, trus lepas bootnya juga (ganti sepatu biasa).. Nggak mau turun dari gendongan, mungkin ngga nyaman karena bangun tidur dan dingiiin…

Di Mt. Hutt memang tempat orang-orang main ski.. Tapi kita nggak ada rencana main ski, niatnya cuma liat dan main salju aja.. Jadi, pas sampe disana abis poto-poto sebentar, kita nyari tempat buat minum dan ngemil menghangatkan badan., Abis itu kita jadi salting sendiri karena kayaknya cuma kita aja yg pegang tongkat ski heheheh… Akhirnya kita putuskan pindah tempat aja, cari tempat yang lebih sepi.. Dan kita dapet tempat yg sepi dengan sajlu yang tebaalll. Sayangnya Alia masih merasa ngga nyaman, jadi Ibu dan Alia cuma sebentar aja main saljunya.. Alhamdulillah udah puas, ketemu salju 🙂


Weekend…. a day with Alia

Weekend ini kita ngga punya rencana kemana-mana, karena Alia lagi pilek dan Bapak Abink juga ketularan.. Jadilah kita menghabiskan weekend ini dirumah aja. Main ber-3, walaupun siang harinya Bapak Abink ada undangan keluar, tapi Alia dan Ibu tinggal di rumah. Seharian di rumah, Alia ngapain aja yaaa???

Alia baru bangun tidur siang, bete karena ear ring nya udah terpasang manis di telinganya.. minta dilepas…..

mam jerukDibujuk-bujuk biar ngga minta lepas anting mulu.. Mempannya cuma sama jeruk..Yummy, mam jeruk sebuah diabisin sendiri

.

Main mobil-mobilan.. sambil joget2 ngikutin lagu ‘the wheels on the bus goes round n round…….’

‘hhhh… capek..’ bobok di teddy bear dulu….

Alia suka duduk di segala macem barang 🙂 mulai dari keranjang cucian sampe kotak sepatu. Itu Alia lagi mau pakai sepatu sendiri sambil duduk di kotak sepatu. Usahanya pake sepatu snediri ok juga, walaupun sepatunya kebalik heheheh…

Alia bantu ibu vakum karpet.. Begitu ibu selesai, ngotot pengen duduk di atas vakum cleaner….

Nonton Barney.. Mintanya duduk di ember 🙂

Di luar ada kucing.. Pengen main di luar, tp lagi dingiiinn….. Jadi cuma bisa liat kucingnya dr dalem rumah aja.

Baca buku.. Pilih sendiri bukunya.. In buku kesukaan Alia. Alia tau smua nama binatang di buku itu lhooo..

Semakin sore, semakin dingin.. Nyalain heater dulu ahhh…

Udah malem, ganti piyama, tunggu Bapak pulang trus bobok..

Alia juga lagi hobi manjat… Itu lagi manjat tas bapak, berusaha ngambil sesuatu diatas drawer..

Alia nemenin Bapak Ibu makan malam. Karena Alia udah makan, jadi dia ngemil aja.. Sayur goreng+saus tomat.. Oiya, skarang Alia kalo maem Ibu paksa duduk di hig chair lagi, setelah jatuh dari kursi makan beberapa hari yg lalu. Alhamdulillah skarang Alia udah mau duduk di highchair nya lagi, demi keamanan 🙂

Hahahahah 😀 Liat bapak minum skoteng, Alia mau juga… Begitu dikasih sedikit di gelasnya, dia kepanasan dan kepedesan..

bengongBengong, sambil mainan hape Bapak..

telponMain telpon-telponan sama Bapak..

ALia janjian skype sama Kai… Alia kangeeennnn………

Alia bobok jam 9 malem, ngga lupa berdoa dulu sebelum bobok… Alhamdulillah Alia boboknya anteng, jadi besok pagi bisa main lagi.

Groynes with friends

I love weekend…

weekend buat kami = santai dirumah atau jalan-jalan atau belanja-belanja atau makan-makan atau bahkan kami bisa melakukan semua kegiatan itu sekaligus saat weekend.. it sounds great, doesn’t it?? Tapi, jangan dulu berpikir kami hidup berfoya-foya di sini.. karena yang kami maksud dengan jalan-jalan, belanja-belanja dan makan- makan adalah…..jalan-jalan ke city untuk belanja keperluan dapur, lalu dimasak dirumah dan makan bersama dirumah heheheh…. Maklum kami tinggal di Lincoln, desa kecil.. Jadi kalo week end kami manfaatkan untuk jalan ke kota sekalian belanja karena halal butcher cuma ada di kota..

Ada yang spesial dengan week end kali ini… Kali ini kami menghabiskan hari Sabtu untuk piknik di Groynes bersama keluarga Pak Dwi dan Keluarga Pak Tisna.. Kenapa kami pilih Groynes?? Karena disana tempatnya asik dan luas.. Ada playground, ada danau lengkap dengan bebek2nya, bisa mancing, dan disediakan meja BBQ jadi kita tinggal bawa daging atau apapun yg mau dipanggang, ngga perlu repot-repot bawa alat BBQ lagi..

Kami janjian untuk ketemu di rumah Pak Dwi jam 11 siang.. Kenapa kok siang? Karena met-service meramalkan bakal mendung dan sedikit hujan dipagi hari jadi kami pilih berangkat agak siang aja, biar dapet sinar matahari.. Ternyata samapi di rumah Pak Dwi kita ngga langsung berangkat tapi masih ngobrol-ngobrol dulu sambil menikmati puding roti hangat bikinan Bu Dwi yang yummy bangett, sekalian nungguin keluarga Pak Tisna yang masih harus mampir ke midwife dulu untuk periksa rutin kehamilan mbak Ida (istri Pak Tisna). Akhirnya kita berangkat ke Groynes sekitar jam 1. Sampai disana, kita langsung cari meja BBQ yang bersih dan langsung beraksiiii… Bapak Abink dan Pak Dwi kebagian tugas bakar daging kambing-nya. Ibu-ibu nyiapin makan lain, bekal dari rumah. Gelar tikar nya, keluarkan semua perbekalan……. Saya bikin macaroni schotel dan balabala (jagung, wortel, kol digoreng tepung) + juice jeruk, keripik kentang, tingting kacang, dan ngga ketinggalan sambel ABC andalan. Tapi ternyata bu Dwi jauh lebih siap (maklum, kan beliau lebih berpengalaman daripada saya hahaha) dengan perbekalan nasi putih, ayam goreng, mie goreng, dan SAMBEL TERASI… TOP banget deh sambel terasinya bu Dwi. Yang tadinya Bapak ABink selalu makan pake sambel ABC, kali ini ABC nya ngga disentuh heheheh… Kami semua makan lahaappp banget (kecuali mba Ida yg lagi hamil muda). Selesai makan sambil ngobrol santai, anak-anak kecil ( ALia, Shilla & Erik) main lari-larian, ngejar-ngejar bebek. Alia keliatan seneng banget udah bisa jalan sendiri, dia udah ngga mau lagi dagandeng sama Ibu, maunya pegangan tangan sama kk Shilla dan kk Erik aja, sampe kk Erik-nya capek ngikutin Alia jalan.

Puas bakar-bakar, makan-makan dan ngobrol-ngobrol, jam 4 sore kita pulang dengan hati senang…. ALhamdulillah week end kali ini kami bisa bersenang-senang, mempererat silaturahmi, menikmati indahnya kebersamaan bersama keluarga dan teman.

Alia, kk Shilla & om Tisna @ Groynes

foto-foto lainnya masih ada lagi siih, tapi belum bisa di upload, masih terjebak di dalam kamera 🙂